
Sekitar pukul 1 malam Melati terbangun karena merasa kehausan.Melati melirik gelas diatas nakas."Yah kosong."
Melati beranjak dari tempat tidur lalu berjalan perlahan menuruni tangga menuju ke dapur mengambil air lalu duduk di ruang makan.
"Gleek...gleek...gleek." Melati meneguk air putih dari gelas seketika membasahi tenggorokannya yang kering.Dari kejauhan seorang pria menatapnya tajam lalu mendekat.
"Aku pikir siapa," ucap Riko saat sudah berdiri di samping Melati.
"Maling maksudnya," sahut Melati memasang wajah kesal.
"Bukan sayang,aku pikir kamu Bik Lina atau Bik Minah," jelas Riko.
"Kenapa tidak membangunkanku kan bisa menyuruhku mengambil air minum untukmu," ucap Riko.
"Aku tidak tega membangunkanmu karena kamu begitu lelap." Terang Melati.
"Sayang aku sedikit lapar," timpal Melati mengelus perutnya yang lapar.
"Kamu mau makan nasi atau cemilan?' tawar Riko.
"Aku mau cemilan saja," jawab Melati.
Riko kemudian melangkah menuju lemari pendingin dan mengambil beberapa cemilan di didalamnya serta sepotong cake keju kesukaaan Melati
"Ini makanlah," suruh Riko meletakkan cemilan dan cake di meja.
Melati menikmati sepotong cake keju yang begitu disukainya saat hamil bahkan moodnya akan buruk jika sehari tidak melahap kue itu.
Riko hanya menatap istrinya yang sangat gemar kue itu.Riko teringat ucapan Maminya saat tengah mengandungnya sangat gemar cake keju.
"Kenapa bisa kebetulan begini," ucap Riko tersenyum menatap Melati yang masih menikmati kue keju dengan lahap.
"Apa sayang, Aku nggak' mengerti ucapanmu.Kamu mau?" tanya Melati memberi suapan pada Riko.
"Kamu saja sayang aku tidak suka." Tolak Riko.
"Ini enak sekali, aneh kamu ini kok nggak suka." Melati sampai menjilat sendoknya saat cake di piringnya sudah habis dilahapnya.
"Aku juga merasa aneh tapi aku memang ngga suka sama keju apalagi baunya." Terang Riko.
"Aku mau lagi sayang," pinta Melati memberikan piring kosongnya ke Riko.
"Itu tadi potongan terakhir Sayang.Besok suruh Bik Lina beli." Terang Riko.
"Yah padahal aku mau nambah malah habis." Melati berdecak kecewa.
"Besok beli lagi sekarang makan ini dulu," ucap Riko membuka snack ringan kemudian memberikannya pada Melati.
"Apa ini asin aku nggak suka.Aku mau cemilan manis." Melati memuntahkan makanan ringan itu.
"Mau cokelat?" tawar Riko.
"Boleh." jawab Melati.
Riko dengan sigap kembali ke lemari pendingin kemudian mengambil sepotong coklat yang cukup besar.
__ADS_1
Riko membuka coklat itu kemudian menyuapkannya pada Melati."Enak?" tanya Riko.
"Mmm manis banget aku suka." Melati berdecak senang menikmati tiap gigitan coklat yang meleleh di mulutnya.
Riko tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat kekanak-kanakan saat hamil kedua padahal saat mengandung Nayya sikapnya sangat dewasa.Riko berusaha menjadi suami siaga apapun yang istrinya inginkan dan eluhkan.
"Cukup sayang aku sudah kenyang," tolak Melati saat merasa perutnya sudah tidak kuat diisi lagi.
"Ayo sayang." Ajak Melati kembali ke kamar.
"Tunggu sayang aku akan menggendongmu naik ke atas." Tawar Riko.
"Tidak usah sayang nanti kamu capek kan aku berat." Tolak Melati.
Riko langsung mengangkat tubuh Melati berjalan menaiki tangga.Melati melingkarkan tangannya di leher Riko membuatnya leluasa mengecup suaminya beberapa kali.
"Sayang jangan menggodaku nanti kita bisa jatuh," pekik Riko menaiki sisa tangga di depannya.
Riko membaringkan tubuh Melati ke atas ranjang dengan nafas sedikit sengal.
Riko menarik nafas panjang lalu menghembusnya."Hahh."
"Pasti berat sekali ya sayang,aku kan gendut." tutur Melati merasa bersalah.
"Kamu gendut karena mengandung buah cintaku bukan masalah bagiku jika setiap hari harus mengendongmu," ucap Riko mengelus pipi Melati sekilas.
"Tidurlah sayang." ucap Riko kemudian berbaring di samping Melati.
Melati mendekap tubuh suaminya dan menghisap kuat aroma tubuh suaminya karena aroma itu seperti parfum penenang buatnya.
"Ibu hati-hati ya," ucap Melati memeluk Ibunya.Air matanya meluncur bebas melewati pipinya.
"Ibu kan cuma sebentar dan akan kembali kenapa kamu sedih sekali Nak?" tanya Ibu Melati mengusap air mata Melati.
"Melati sedih karena sebenarnya ingin ikut Bu,Melati rindu ayah," tutur Melati.
"Sudah Sayang kasian bayi dalam kandunganmu nanti kamu kelelahan tempatnya jauh," ucap Riko memberi pengertian.
"Sudah kamu dirumah saja istirahat yang banyak, Ibu nggak mau Kamu kecapekan, dan terjadi apa-apa dengan kandunganmu," ucap ibunya mengelus punggung putrinya Kemudian berjalan memasuki mobil bersama Dani dan Mawar.
"Hati-hati ya pak," ucap Riko kepada sopir yang mengantar mertua juga Adiknya.
"Siap Tuan," ucap sopir Riko lalu masuk ke mobil.
Ibu juga Mawar melambaikan tangannya begitu mobil melaju meninggalkan tempat itu.
"Sudah jangan sedih lagi setelah anak kita lahir aku akan membawamu ke tempat Ayah," ucap Riko.
"Iya Aku tahu sayang, Aku juga pengen Nayya juga bayi dalam kandunganku ini mengunjungi kakeknya," ucap Melati mengelus perutnya.
"Sudah jangan sedih lagi,kita jalan-jalan yuk mumpung libur," tawar Riko.
"Kemana sayang?" tanya Melati.
"Kemana pun Kamu inginkan aku siap mengantarmu," ucap Riko menggandeng Melati masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau hari ini kita habiskan uangmu,apa kamu siap?" tanya Melati.Seketika Riko terkekeh mendengar ucapan Melati.
"Siap siap Aku akan turuti semua maumu," balas Riko menyanggupi.
Keduanya menaiki tangga menuju kamarnya.
"Tunggu sebentar," ucap Melati lalu duduk di depan cermin kemudian merias wajahnya dengan bedak dan juga lipstik nude pink kesukaannya.Riko yang menunggunya di sofa hanya memandangnya.
"Ayo aku sudah siap," ucap Melati berdiri disamping Riko.
Riko Kemudian beranjak dari duduknya kemudian berdiri menyeimbangi Melati.
"Cantik sekali kamu Sayang." Riko berdecak kagum mengagumi kecantikan Melati yang tanpa riasan sudah cantik.
Melati tersenyum menampakkan deretan gigi putih dan lesung pipit yang membuat wajahnya nampak semakin manis.Riko kemudian mengecup pipi Melati karena terlalu gemas menatap wajah Melati yang begitu paripurna.
"Ayo," ucap Riko menggandeng tangan Melati.Keduanya berjalan berdampingan menuruni tangga.
"Bik," pekik Riko.
"Iya Den," jawab Bik Lina keluar dari dapur.
"Tolong beliin cake keju ditempat biasa dan juga saya mau pergi sama Melati," ucap Riko memberikan beberapa lembar uang.
"Iya Den nanti bibik belikan," jawab Bik Lina mengambil lembaran uang dari tangan Riko.
"Jaga rumah ya." Riko berpesan.
"Iya Tuan."
Riko dan Melati kemudian melangkahkan kakinya menuju garasi lalu menaiki mobil.Mobil melaju melintasi jalanan di kota itu.
"Kamu mau kemana dulu Sayang?" tanya Riko.
"Mmm kemana ya?" Melati berpikir.
"Kayaknya kita ketempat Dika aja, tiba-tiba aku pengen jajanan Korea Corndog," timpal Melati.
"Kamu pengen jajannya atau pengen ketemu yang jual?" tanya Riko.
"Ishh apaan sih,mulai lagi deh," Melati berdecak kesal memutar mata malas.
"Hahaha." Riko terkekeh."Aku cuma bercanda Sayang,jangan kesel gitu dong," timpal Riko membujuk.
Melati malah mencebikkan bibirnya lalu mengalihkan pandangannya ke jendela mobil.
"Kok jadi marah sih,iya maaf kamu boleh borong semua jualan Dika kalau mau." Tawar Riko membujuk.
"Bener nih nanti kantongmu bisa jebol." ucap Melati.
"Kalau Kamu mau sekalian yang jual bisa aku beli," ucap Riko enteng.
"Cih mulai lagi nih sombongnya," ucap Melati menarik sebelah sudut bibirnya.
"Hahahaha." Riko kembali terkekeh.
__ADS_1