
"Ibu tidak boleh berpikir keras sampai sakit begini memikirkan Melati yang jelas-jelas Rumah tangga Melati baik-baik saja." ucap Melati mengenggam erat tangan ibunya.
"Bagaimana kandunganmu sayang?" tanya ibunya mengelus lembut perut Melati.
"Baik Bu,semua berkat doa ibu."
"Mbak Mel,Aku sudah selesai mengemasi barang-barangku,apa tidak sebaiknya besok saja kita berangkat ini sudah malam dan dengan kondisi mbak Mel yang hamil." ucap Dani masuk ke ruangan itu.
"Dani betul sayang." ucap Riko membenarkan ucapan Dani.
"Ya sudah malam ini kita akan tidur disini dan esok kita akan pergi." ucap Melati.
"Sayang tidur lah dengan Dani malam ini aku kan tidur bersama Ibu dan Mawar." perintah Melati melirik ke arah Riko.
Riko mengangguk kemudian beranjak dari duduk melangkah ke kamar Dani.
***
"Dimana Riko?" tanya Angel ketus menerobos masuk melewatinya Yanti kemudian berteriak memanggil." Riko Riko."
"Den Riko dan non Melati sedang tidak ada dirumah Mbak Angel.
"Kurang ajar Riko setelah membuat aku malu di mall sekarang pergi begitu saja atau jangan-jangan mereka diatas." umpat Angel menaiki tangga menuju kamar Riko di lantai atas.
" Mbak Angel den Riko memang sedang pergi." ucap Yanti mengekor dibelakang Angel yang terus saja melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan Yanti.
"Riko Riko keluar kamu." teriak Angel membuka pintu kasar kemudian mencari disekeliling ruangan itu dan tak mendapati siapapun.
Angel pun teringat saat pertama kali dia datang kesini dan melihat banyak perhiasan di lemari.Langkahnya menuju lemari itu.
"Mbak Angel mau apa?" tanya Yanti menarik tangan angel tapi Angel malah mendorong Yanti sampai jatuh membuat Yanti kesakitan.Angel pun tersenyum dan kembali melancarkan aksinya dibukanya lemari dan melihat banyak perhiasan berjejer disana.
"Waoo." ucapnya senang kemudian memasukkan seluruh perhiasan itu ke kemudian matanya tertuju pada brangkas.Angel kemudian berusaha memasukkan kode beberapa kali akhirnya berhasil kemudian mengambil semua isi yang ada di brangkas itu.
Yanti yang menyadari akan perbuatan Angel segera beranjak dari lantai kemudiaan menghentikan Angel tapi Angel telah selesai kemudian kembali mendorong Yanti sampai Yanti terjatuh dan kepalanya terbentur sudut ranjang seketika membuat Yanti pingsan.
Angel langsung membuat langkah seribu sebelum yang lain mengetahui aksinya.
Angel menuruni tangga.
__ADS_1
"Mbak Angel." sapa bik Minah keluar dari dapur dan melihat Angel yang berlari.
Angel tak menghiraukannya dan malah terus berlari membuat perasaan Minah semakin tidak enak.
"Bik Minah Bik." teriak Desi dari lantai 2.
Minah langsung berlari menaiki tangga begitu mendengar suara Desi berteriak memanggilnya.
"Yanti." teriak Minah melihat Yanti tergelatak dilantai kepalanya di pangku Desi.
"Ada apa ini?" tanya Minah dengan nada cemas.
"Entahlah bik tadi aku sedang menidurkan non Nayya dan mendengar suara-suara berisik setelah aku kesini aku lihat mbak Yanti sudah tergeletak disini." tutur Desi.
"Aku akan menelpon ambulans." ucap Minah berlari menuruni tangga kemudian mengambil gagang telepon di ruang tamu.
Setelah beberapa menit akhirnya ambulans datang dan membawa Yanti.
"Tunggu dirumah aku akan ikut ambulans.Jaga Non Nayya dan telepon den Riko." ucap Minah berpesan Sebelum akhirnya ambulans membawanya pergi.
"Ada apa,siapa yang sakit?" tanya satpam melihat ambulans pergi.
"Pak ngapain aja sih,kalau tuan Riko pergi jangan ada boleh orang luar masuk ke rumah ini." umpat Desi.
"Tadi Non Angel pengen ketemu den Riko." tutur satpam.
"Kamu kan tahu Bapak dan Ibu tidak dirumah, kenapa mengizinkan dia masuk?"
"Katanya dia mau mengambil barangnya yang tertinggal jadi aku izinkan dia masuk." tutur satpam itu lagi.
"Ya sudah,jangan buka lagi pintu gerbang selain bapak sama Ibu Ok."
"Iya iya siap, kayak kamu saja majikannya." kesal satpam mendengar ocehan Desi.
Desi pun kembali masuk rumah dan mengunci semua pintu lalu menaiki tangga kemudian menutup pintu kamar majikannya tapi matanya menatap fokus pintu lemari yang terbuka serta kotak perhiasan jatuh dilantai kemudian perlahan mendekati lemari itu dan melihat kotak-kotak perhiasan kosong di dalam lemari itu.
'Apa yang sebenarnya terjadi mungkinkah tadi mbak Angel?' batin Desi menerka-nerka.Kemudian tanpa membereskannya Desi keluar dari ruangan itu kemudian menutup pintu kamar itu.
"Apa yang harus aku lakukan haruskah aku menghubungi Bapak tapi kalau sampai benar mbak Angel membawa semua perhiasan itu, aku takut aku akan disalahkan kalau aku hanya diam menunggu Bapak pulang" ucap lirih Desi cemas dan bingung.
__ADS_1
Kemudian Desi mencoba menghubungi Riko.Desi mondar mandir menunggu teleponnya dijawab.
"Halo."~Riko.
"Ini Desi tuan."~Desi.
"Ada apa,apa ada masalah?"~Riko.
"Tadi mbak Angel kesini tapi saya juga nggak pasti soalnya mbak Yanti yang membuka pintu tapi Mbak Yanti nya pingsan di kamar tuan dan saya lihat lemari tempat perhiasan non Melati terbuka dan kotak-kotak perhiasan terlihat kosong sebagian jatuh dilantai."~Desi.
"Tenanglah bicara pelan-pelan.Dimana Yanti sekarang dan bik Minah?"~Riko.
"Mbak Yanti dibawa kerumah sakit bersama bik Minah saya dirumah sendiri sama Non Nayya."~Desi.
"Kunci semua pintu jangan buka siapapun yang bertamu kecuali orang rumah kamu mengerti,malam ini saya belum bisa pulang."~Riko.
"Siap tuan." Desi.
Kemudian telepon terputus.
Riko kemudian mencoba menghubungi Angel tapi ponselnya tidak aktif. 'Sial apalagi yabg dilakukan wanita ****** itu,mungkinkah dia marah karena tadi siang aku memblokir kartu kredit yang dibawanya.'batin Riko menerka-nerka.
Kemudian Riko menelepon Asistennya.
"Kerahkan anak buah mu dan jaga rumahku,aku sedang tidak ada dirumah dan selidiki Angel sepertinya dia membawa kabur semua perhiasan istriku." titah Riko di telepon.
"Baik Tuan." sambung Asisten Riko.
Riko kemudian memutus telepon dan duduk mematung diteras tatapannya tajam menatap satu titik.
"Ada apa sayang,Aku mendengar kamu berbicara siapa yang telepon?" tanya Melati keluar dari dalam rumah lalu duduk disampingnya.
"Tidak ada apa-apa sayang cuma masalah kantor, kenapa kamu belum tidur? cepatlah tidur kasian bayi dalam kandunganmu pasti lelah." perintah Riko tangannya mengelus lembut perut Melati.
"Aku belum bisa tidur,disini dingin sekali udaranya." ucap Melati.
"Apa kamu butuh kehangatanku." ucap Riko menawarkan diri kemudian menyenderkan tubuh Melati ke tubuhnya dan mengusap lembut pundak Melati.
"Aku tidak tahu rumah ini begitu dingin dan setiap hari ibu pasti kedinginan.Kenapa selama ini aku membiarkan ibu tinggal disini,aku begitu bodoh." ucap Melati menyesali dan mengatai dirinya sendiri.
__ADS_1
"Sudahlah, Ibu yang ingin tinggal disini semua kan kemauan Ibu.Kita akan membawa ibu dan adik-adik tinggal bersama kita lagi dan tidak akan membiarkan hidup menderita lagi" ucap Riko seketika hati Melati menjadi tenang seakan perkataan Riko sebagai penawar penyesalannya kini.
'Maafkan aku sayang menyembunyikan masalah ini,aku tidak ingin membuatmu cemas.Aku akan menyelesaikan Angel dan tidak ingin siapapun mengusik hidup kita lagi' batin Riko.