
Riana melangkah menuju ruangannya dengan langkah gontai melewati meja Erick.Erick membungkukkan tubuhnya saat Riana melewati mejanya.Riana menatap Erick sekilas lalu berjalan menuju ruangannya.
Nampak Erick menatapnya dari balik jendela kaca membuat Riana canggung lalu menutup jendelanya dengan Remote Control.
Riana menghembuskan nafasnya lega karena kini Erick tidak dapat melihatnya saat berada di ruangannya.
Tiba-tiba teleponnya berdering.
"Ya Kak."Riana.
"Ke ruangan Kakak sekarang."~Riko.
.
"Ada apa Kak?" tanya Riana saat sudah berada di ruangan Riko.
"Nanti malam ada acara ulang tahun perusahaan teman Kakak,pergilah bersama Erick!" perintah Riko.
"Kenapa Kakak tidak pergi sendiri?" Riana balik bertanya membuat Riko menatap tajam kearahnya.
"Ada apa,biasanya kamu langsung girang saat membahas tentang Erick?" tanya Riko merasa ada yang aneh dengan sikap Riana.
"Tanya saja langsung pada asisten Kakak itu," pekik Riana kesal.
"Ada apa,apa kamu ditolak?" Riko terkekeh.
Riana mencebikkan bibirnya kesal membuat Riana semakin kesal karena Kakaknya malah menertawakannya.
Riko kemudian menelepon Erick dan memintanya datang ke ruangannya.
"Kakak kenapa sih malah menyuruhnya kesini," gerutu Riana.
Erick mengetuk pintu kemudian masuk sementara Riana beranjak dari duduknya begitu Erick duduk disebelahnya.
"Duduk!" perintah Riko, mendelik Riana.
Riana kemudian kembali duduk setelah mendengar perintah kakaknya walaupun dengan ekspresi wajah kesal Riana menuruti perkataannya
"Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Riko menatap 2 orang di hadapannya bergantian.
"Maaf saya tidak mengerti pertanyaan Tuan," jawab Erick.
Riko mendelik ke arah Riana tapi Riana malah membuang muka.
"Apa kamu menyukai Adikku?" tanya Riko mendelik kearah Erick.
"Maaf Tuan, saya tidak pantas," ucap Erick bangkit dari duduknya kemudian membungkukkan kepalanya beberapa kali.
"Ck." Riko berdecak kesal sedangkan Erick terus membungkuk merasa bersalah.
__ADS_1
Riko kemudian menghampiri Erick. "Lihat aku sebagai Kakak Riana, jangan melihatku sebagai atasanmu!Sekarang jawab jujur, apa kamu mencintai Adikku?" tanya Riko lembut tapi penuh penekanan.Keduannya saling bersitatap.Riana fokus menyimak obrolan kedua laki-laki disampingnya itu.Jantungnya berdetak kencang menunggu jawaban dari mulut Erick.
"Aku ... aku menyukai Riana.Maafkan kelancangan saya, Tuan." Erick berucap ragu-ragu namun akhirnya memberanikan diri mengakui perasaannya.
Seketika senyum Riana berkembang mendengar pengakuan Erick.Dia tidak menyangka cintanya berbalas oleh pria itu.
"Siapa yang bisa menolak pesona Adikku yang cantik ini." Riko menatap kagum akan kecantikan Riana.Riana menjadi jengah dengan pujian Riko membuatnya mengulum senyum.
"Aku tidak ingin ada drama di antara kalian.Kalian sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan masalah ini tapi nyatanya kalian membuatnya berlarut-larut.Maafkan aku sebagai Kakak Riana yang mencampuri urusan kalian." Riko menatap Riana dan Erick bergantian.
Erick hanya menunduk malu sementara Riana terus mengembangkan senyumnya.
"Erick, kamu mengenal saya bukan tipikal orang yang memandang rendah orang lain hanya karena jabatannya," ucay Riko penuh penekanan.
"Saya tahu Tuan, maafkan saya," balas Erick.
Riana kemudian berjalan meninggalkan ruangan Riko.
"Kejar Dia,Ini perintah atasanmu!" pekik Riko menatap Erick kali ini Ia memilah milih demi hubungan baik keduanya.Erick pun menyusul Riana yang sudah masuk lift.Saat pintu lift akan tertutup lengan kekar Erick menahan pintu itu langsung ikut masuk.Suasana nampak canggung keduanya tak bersuara, lift pun terbuka saat tiba di lantai yang mereka inginkan.Riana berjalan lebih dulu menuju rooftop, keluar dari lift lalu berdiri melihat pemandangan bawah dari lantai paling atas gedung itu.Erick menatap Riana sesaat kemudian menghela nafas panjang membuang rasa canggung yang kini masih menyelimutinya.Erick menarik tangan Riana membuat Riana berbalik badan menatapnya.Riana menundukkan wajahnya malu menyembunyikan pipinya yang mulai kemerahan.
"Aku bukan laki-laki yang tepat menyatakan perasaan ini padamu, tapi jujur aku juga menyukaimu bahkan aku sudah menyimpan perasaan ini jauh sebelum kamu menyukaiku," ungkap Erick.
Hatinya terus berdegup kencang menyatakan perasaan yang sudah lama dipendamnya.Riana gadis cantik dengan sejuta pesona siapa yang mampu menolaknya tapi Erick menyadari dirinya tidak pantas hingga hanya memuja Riana dalam hati selama beberapa bulan ini.Erick kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Riana.Sikap Riana yang begitu ketus dan sombong membuat Erick tidak berani berani sekalipun hanya meliriknya walaupun sebenarnya dia mengagumi kecantikan adik dari atasannya itu.
Riana seakan tidak percaya selama ini Erick sudah menyimpan perasaaan padanya tanpa Riana sadari sedikitpun.
Erick menggenggam tangan Riana keduanya saling bertukar senyum.
"Iya tuan."~Erick.
"Ke ruanganku sekarang!"~Riko.
Telepon terputus.
"Aku harus kembali sekarang tuan Riko memanggilku," ucap Erick.
"Pergilah!"
Erick melangkahkan kakinya setengah berlari menuju lift turun ke ruangan tuannya.
.
.
Sekitar pukul 4 sore Riko keluar dari ruangannya lalu menghampiri Erick.
"Jangan lupa acara nanti malam!" ucap Riko memperingatkan Erick.
"Baik Tuan." sahut Erick.
__ADS_1
"Baiklah aku pulang dulu." ucap Riko beranjak pergi meninggalkan Erick yang masih membungkukkan badannya.
Erick kemudian kembali duduk.Tatapan matanya terfokus pada Riana yang masih sibuk di ruangannya.
Setelah setengah jam akhirnya Riana keluar dari ruangannya.Riana kemudian menatap ruangan kakaknya yang telah kosong lalu melangkah menuju Erick yang sudah berdiri menatapnya.
Riana langsung memeluk tubuh Erick membuat Erick berontak dari pelukan Riana. "Lepas Riana, kita masih di kantor bagaimana kalau ada yang melihat kita?"
"Siapa yang akan melihat ruangan ini kosong hanya ada kau dan aku." Riana tersenyum menyeringai.Riana memang mengulur sedikit waktunya pulang hanya untuk bermesraan dengan Erick.
Di lantai itu hanya ada ruangan Bos dan Asisten serta pantry yang semuanya sudah meninggalkan kantor kecuali dirinya dan Erick.
"Apa kamu sengaja menunggu mereka pulang dulu?" Erick membelai rambut sebahu Riana.
"Tentu karena aku sangat merindukanmu," jawab Riana tersenyum lalu kembali memeluk dada bidang Erick.Kedua jantung Meraka beradu kencang membuat mereka sulit bernafas lalu Riana melepas pelukannya.
"Nanti malam kita harus menghadiri pesta ulang tahun perusahaan teman Tuan Riko dan menyuruhku pergi denganmu," ucap Erick.
"Aku kan pergi denganmu,sebaiknya aku pakai baju apa ya?" tanya Riana melihat ke sudut lain sedikit berpikir.
"Ayo," ucap nya kemudian menarik tangan Erick meninggalkan tempat itu.Mereka menuruni lift menuju basement.
"Dimana mobilmu?" tanya Riana saat sudah di lantai besment.
"Disana." Erick menunjuk salah satu mobil dengan telunjuknya.
"Ayo aku akan naik mobil bersamamu," ucap Riana menarik tangan Erick menuju mobil Erick.
Erick kemudian membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Riana masuk.
"Terima kasih sayang," ucap Riana tersenyum masuk ke dalam mobil.
Erick lalu memutari mobil lalu masuk dan duduk dibelakang kemudi.Mobil melaju meninggalkan besment.
"Berhenti di Butik xxx," ucap Riana.
"Untuk apa?" tanya Erick melirik Riana.
"Cuci rambut," ucap Riana sinis memutar mata kesal.
.
"Silahkan tuan putri," ucap Erick saat pintu mobil telah terbuka.
Riana keluar dari mobil dengan anggun lalu mengibas rambut sebahunya.Keduanya berdampingan memasuki butik.
*************
Lanjut Vote,like dan komennya ya,jangan lupa kasih Bintang lima agar author makin dan semakin semangat melanjutkan ceritanya 🙏.
__ADS_1
Salam sayang dan cinta dari author untuk reader setia Terjebak Nikah Kontrak ❤️.