Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 21 ( Melahirkan )


__ADS_3

1 Bulan Kemudian.


Kehamilan Melati sudah memasuki bulan ke sembilan.Tidak lama lagi bayi dalam kandungannya akan lahir.Tapi entah apa yang akan terjadi setelah bayinya lahir, akankah dia mampu melihat bayinya yang tak bisa dimilikinya.


Hari ini Melati berencana ingin membeli beberapa baju bayi dan peralatan bayi. Setelah sarapan Melati bersiap-siap, dia akan pergi bersama Ibunya.


Riko yang baru datang setelah kemarin malam tidur dirumah istri pertamanya bergegas menemui Melati yang masih di kamar.


Terlihat Melati sedang memoles lipstik bewarna nude pink ke bibirnya, Riko yang baru masuk kamar mengamatinya. Matanya tak berkedip mengagumi kecantikan yang nampak di depan matanya.


"Kenapa aku merasa kamu semakin cantik dan menggoda saat hamil tua?" ucap riko berdiri dibelakang Melati.


Seketika Melati terperanjat tidak menyadari kehadiran suaminya yang telah mengamatinya sedari tadi.


"Kamu ini memuji aku atau sebaliknya, badanku jadi gendut gini dibilang cantik menggoda." Melati mengerutkan bibir kesal.


"Kamu selalu cantik dan menggoda di mataku" ucap riko menatap Melati dengan tatapan nakal.


Riko mulai memeluk dan mencium Melati. Mulutnya bergerilya menciumi ceruk leher Melati. Melati mendorong suaminya yang mulai panas terbakar birahinya.


"Arghh ...." teriak Riko kesal


"Ibu sudah menungguku dibawah," ucap Melati melangkah pergi meninggalkan suaminya


Riko segera pergi menyusul Melati yang telah bersiap masuk mobil.


"Aku akan mengantarmu"


Melati mengangguk .


Mereka pun bergegas pergi ke pusat perbelanjaan yang cukup besar di kota.


Melati sedang memilih-milih baju bayi bersama Riko sementara Ibunya menemani Mawar membeli baju karena Mawar merengek minta baju baru.


"Mia sudah mempersiapkan semua, kamu tidak usah membeli lagi."


"Biarlah aku pengen membeli ini sebagai hadiah untuk anakmu dan mbak mia!" ucap Melati dengan muka datar.


Riko terdiam melihat Melati dalam batinnya. 'Ini anak kita, buah cinta kita.'


Melati memilih baju-baju bayi perempuan dan memasukkan ke keranjang belanjaannya.Riko yang melihatnya menjadi heran.


"Kenapa kamu membeli baju perempuan bukan baju laki-laki?"


"Entahlah aku menginginkan membeli baju ini!"


Setelah selesai membeli semua keperluan mereka pun pulang.


Sesampainya dirumah Melati berbaring di ranjangnya karena dia merasakan perutnya sedikit mulas, Riko yang berada disampingnya merasa cemas.


"Ayo kita pergi ke Dokter, aku takut kamu akan melahirkan."


"Ini cuma kontraksi biasa nanti juga hilang dibawa istirahat.Dokter juga bilang minggu depan perkiraan lahirnya."


Satu jam kemudian Melati merasakan mulas hebat dia merintih kesakitan. Riko segera membawa melati ke rumah sakit dimana Dokter Fery bekerja.


Melati masuk ke ruang bersalin ditemani Riko suaminya. Melati berusaha keras menahan kesakitan beberapa kali Melati merintih. Melati menghela nafas dan membuangnya mengikuti arahan dokter yang membantunya bersalin. Akhirnya suara tangisan bayi menyeruak di seluruh ruangan itu.

__ADS_1


Seketika pecah tangis Riko melihat dan mendengar tangis bayinya. Riko mencium dan memeluk melati meluapkan kebahagiaannya.


Sari, Mawar dan Dani yang menunggu di luar ruang bersalin mendengar tangisan bayi merasa lega.


"Selamat ya Pak, bayinya perempuan sehat" ucap perawat memberikan bayi itu kepada Riko.


Riko menitikkan air mata bahagia melihat keajaiban di depan matanya.Riko mengumandangkan adzan di telinga kiri dan iqomat di telinga kanan bayinya.


Melati yang masih terlihat lemas setelah melahirkan tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri. Dokter segera memeriksanya. Beberapa saat kemudian Melati langsung dibawa ke ruang ICU diikuti Riko dan keluarganya.


"Riko apa yang terjadi, Nak?"


"Keadaan Melati sangat lemah Bu.Dia pingsan sesaat setelah melahirkan," jawab riko terlihat raut muka cemas dan gelisah.


Ibu melati seketika lemas mendengar ucapan riko.


"Tenanglah Bu, Mbak Melati pasti akan segera sadar. Ibu tahu sendiri seberapa kuatnya Mbak Mel," ucap Dani menenangkan ibunya.


"Keluarga dari Ibu Melati," panggil seorang perawat.


"Saya suaminya Suster."


"Mari ikut saya Pak, Dokter ingin bicara!"


Riko mengikuti perawat itu berjalan di belakangnya.


Beberapa saat kemudian Riko telah kembali.Wajahnya terlihat sedih dan kacau setelah bertemu dengan Dokter.


"Bagaimana keadaan Mbak Melati, Mas Riko?"tanya Dani cemas.


"Apa, koma!"teriak Sari.Seketika lemah terkulai mendengar kabar itu..


"Bu ... Ibu nggak pa pa?" teriak Mawar cemas.


"Dan, kamu ajak Ibu sama Mawar pulang.Sementara Mbak Melati belum boleh kita temui! " suruh Riko.


"Ibu mau lihat bayinya sebentar," kata sari sambil melangkah pergi di ikuti Dani dan Mawar.


Riko melihat Melati dari balik kaca luar ruangan ICU. Hatinya serasa sakit melihat orang yang dicintainya lemah tak berdaya di dalam ruangan itu.


"Kamu bahkan belum melihat bayimu tapi kamu malah...,"ucap riko lirih menitikkan air mata tak mampu melanjutkan bicaranya.


Riko duduk dan menelpon Mia untuk segera datang ke rumah sakit. Dua puluh menit kemudian Mia telah datang.


"Apa yang terjadi kenapa kamu menunggu disini, apa bayinya sudah lahir?"


"Lihatlah disana," ucap Riko menunjuk kearah ruangan itu.


Mia mendekat dan melihat dari balik kaca terlihat Melati yang terbaring di dalam sana.


"Ada apa dengan Melati?" tanya Mia cemas.


"Melati koma!"


Mia terkejut mendengar ucapan Riko dia langsung terduduk lemas.


"Apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Terjadi pendarahan hebat sesaat setelah melahirkan dan kondisi Melati yang lemah menjadi penyebabnya. Kalau dalam beberapa minggu Melati tak terbangun dari komanya kemungkinan besar akan mengalami amnesia," ucap Riko dengan nada lemah, raut mukanya terlihat cemas dan sedih.


***


Mia telah berada diruang perawatan VIP dan berbaring diatas kasur seolah-olah dia telah selesai melahirkan.


Riko segera menghubungi Mommy nya untuk memberitahu Mia telah melahirkan.


Mommy juga adiknya Riana segera datang ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya mertua Mia memeluknya.


"Baik, Mom."


"Mana bayimu?"


Seorang perawat masuk dan mendorong box bayi.


"Ini nyonya Mia bayinya," ucap Perawat.


"Terima kasih Suster."


Perawat melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.


Mommy Riko menggendong bayi dalam box itu.


"Cantik sekali bayinya!"ucap Mommy Riko.


"Apa cantik?" Mia terkejut mendengar perkataan mertuanya.


"Ada apa Mia, apa kamu belum tahu anakmu ini perempuan?"


"Seperti Mia, Mom. Aku sendiri juga kaget saat USG kata Dokter laki-laki tapi perempuan yang lahir," terang Riko.


"Mau laki-laki atau perempuan nggak masalah nanti kalian akan punya anak lagi kan."


Mia menelan ludahnya mendengar ucapan Ibu mertuanya sementara Riko tersenyum kecut.


Beberapa kolega dan rekan bisnis Riko mulai berdatangan mengucapkan selamat.


Tiga hari kemudian


Mia telah pulang ke rumah beserta bayinya. Mia begitu telaten merawat bayinya.


Riko memberikan satu tas baju bayi yang diambilnya dari rumah Melati.


"Ini apa Mas?"


"Itu baju yang dibeli Melati pakaikan ke anak kita karena Melati membeli baju perempuan"


"Ini semua baju perempuan sementara yang aku beli baju laki-laki insting seorang ibu memang nggak salah,"ucap Mia takjub.


Sesaat Mia terdiam mengingat kondisi Melati yang koma.


'Melati adalah malaikat yang dikirim Allah untukku dia mengorbankan dirinya untuk ini,' gumam Mia dalam hati menitikkan air mata.


Disisi lain dia begitu bahagia dengan hadirnya bayi. Kini hidupnya telah sempurna sementara Melati terbaring koma dirumah sakit entah kapan akan terbangun dari komanya.

__ADS_1


__ADS_2