Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 50 ( Hampir Kehilangan )


__ADS_3

"Mia menikah, kapan dan dengan siapa?" tanya Riko antusias.


"Coba tebak dengan siapa mbak Mia menikah?" ucap Melati memberi teka teki pada suaminya.


"Ahh kamu ini membuatku kesal, kenapa kau malah menggodaku?" gerutu Riko kesal.


"Hahaha." Melati terbahak-bahak mendengar suaminya kesal karena penasaran.


"Ishh," kesal Riko membuang muka mengalihkan pandangannya.


"Andika yang menjadi suaminya mbak Mia," terang Melati.


Riko terbelalak mendengar penuturan Melati DNA menatap Melati serius.


"Dika menikah sama Mia kok bisa bukannya dia mencintaimu secepat itu dia move on dan berubah haluan," ucap Riko serasa tak percaya.


"Halah,biarlah dua orang itu terluka karena kita harusnya kamu bahagia kini mereka telah bahagia dengan pernikahannya."tutur Melati menasehati.


"Iya iya aku bahagia kok dengan pernikahan mereka," ucap Riko fokus memilih menu makanan di buku menu ditangannya.


Seorang pelayan menghampiri mereka dengan senyum ramahnya.


"Mau pesan apa Bapak Ibu?" tanya pelayan itu sopan.


"Saya mau paket komplit Korean Barbeque," ucap Riko.


Kemudian pelayanan itu membawa berbagai macam makanan mentah khusus bakat-bakaran daging sapi slice,udang,ayam dan kawan-kawannya yang siap dibakar diatas panggangan.


"Kamu pesan sebanyak ini,siapa yang akan menghabiskannya?" tanya Melati mengangkat sudut bibirnya.


"Kita kan berempat pasti habis," ucap Riko enteng.


"Bisa mual aku menghabiskan semua ini," tutur melati kesal.


Riko mulai membakar daging sapi slice dan ayam di panggangan yang mulai panas.Setelah matang meletakkan di piring Melati untuk segera menyantapnya.


Melati mengigit makanannya yang sedikit masih panas. " Gimana enak nggak?" tanya Riko menatap wajah istrinya.


"Hmm ini enak juicy dagingnya."


"Ayo makan yang banyak,lihat badanmu terlihat kurus.Uang suamimu yang banyak tak mampu membuatmu gemuk," tutur Riko kesal pada dirinya sendiri.


Melati menatap Riko dengan senyum menyerigai. "Karena sejatinya uang tak mampu membeli kebahagiaan."


"Berarti selama ini kamu tidak bahagia hidup bersamaku?" tanya Riko menatap tajam Melati.


Melati menggelengkan kepalanya." Itu tidak seratus persen benar."

__ADS_1


Tiba-tiba Nayya menangis kemudian Melati mengendong Nayya dan menenangkannya.


"Cup cup sayang," ucapnya mengelus kepala Nayya.


Setelah tenang Melati kembali duduk dan kembali menikmati makanannya.


Setelah selesai mereka meninggalkan restoran itu.


"Aku akan mengantarmu pulang,tunggu disini aku akan mengambil mobilku dulu," ucap Riko bergegas kembali ke kantornya dan menuju parkiran mengambil mobilnya.Kemudian melajukan mobilnya menghampiri Melati yang masih menunggunya di depan restoran.


Mereka menaiki mobil menuju kembali kerumah.


Mobil pun terparkir di halaman rumah yang cukup luas dengan pagar berwarna putih.


"Apa kamu akan kembali ke kantor?" tanya Melati melepas sabuk pengaman.Nayya tampak tidur dalam pelukannya.


"Tidak, pekerjaanku longgar dikantor," jawab Riko turun dari mobil dan segera membuka pintu mobil untuk Melati.Melati turun dari mobil dan beriringan masuk ke dalam rumah menaiki tangga dan menidurkan Nayya di kamarnya.


Riko kemudian merangkul pundak Melati berjalan beriringan menuju kamarnya tapi langkah mereka terhenti tepat di luar pintu tampak Angel menatap mereka dengan tatapan sinis.


"Bagus kalian terus bersenang-senang diatas penderitaanku," ucapnya menatap tajam keduanya seraya bertepuk tangan.


"Kenapa kamu begitu terluka seolah-olah aku melukaimu padahal sebaliknya," balas Riko geram.


"Aku hanya ingin Alexa mendapat kasih sayang dan bagian yang sama seperti putrimu yang lain." tegas Angel melipat kedua tangannya di dada.


"Aku akan merawat Alexa dan kamu bisa melanjutkan hidupmu," tukas Riko.


"Aku ingin bersamamu Ko,aku nggak bisa hidup tanpamu," timpal Angel mendorong Melati dari tangan Riko seketika Melati terjatuh di lantai.


"Ahh sakit" rintih Melati merasakan sakit pada perutnya.


"Gila kamu," hardik Riko mendorong Angel yang memegangi tangannya dan segera menolong Melati.


Riko segera membopong tubuh Melati menuju mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit sementara Angel berdecak kesal melihat Riko pergi meninggalkannya begitu saja.


"Apa sakit sayang?" tanya Riko cemas dan tetap fokus mengendarai mobilnya sesekali menengok arah Melati yang merintih sakit.


Melati tak menjawab hanya meringis menahan sakit.


Setelah sampai dirumah sakit Riko segera membopong tubuh Melati ke UGD segera dokter memeriksa keadaan Melati.


"Ini kenapa pak istrinya,jatuh?" tanya dokter seraya masih memeriksa keadaan Melati.


"Iya dok istri saya jatuh,bagaimana keadaannya?" tanya Riko cemas.


"Untung saja anda langsung membawanya kesini ibu dan bayinya selamat telat 5 menit saja bisa fatal akibatnya," tutur dokter memberi penjelasan.

__ADS_1


"Terima kasih dokter," ucap Riko lega.


***


Melati telah dipindahkan ruang perawatan untuk menjalani pemulihan.


"Maafkan aku sayang gara-gara aku kitahamoir saja kehilangan bayi kita," ucap Riko mengelus lembut perut Melati.


"Aku nggak papa sayang,aku sudah lebih baik,"


"Syukurlah aku lega,aku tidak akan memaafkan Angel yang membuatmu jadi seperti ini!" ucap Riko geram.


"Istirahatlah supaya kamu cepat pulih,agar kita bisa cepat pulang," ucap Riko mengelus rambut Melati lembut.


"Tunggu sebentar,aku mau menelepon sebentar," ucap Riko melangkah keluar dari ruangan Melati kemudian meraih ponsel di sakunya dan menelepon seseorang.


"Cepat datanglah kesini,temani kakakmu," ucap Riko di telepon.


Kemudian memutus sambungan telepon dan kembali masuk ke ruangan Melati.


"Ada apa,apa ada sesuatu?" tanya Melati menatap suaminya dari kejauhan.


Riko mendekat."Tidak ada apa-apa,aku hanya meminta Riana untuk menemanimu,aku ada urusan sedikit."


"Oh,aku nggak pa pa kok ditinggal sebentar kan ada suster jaga diluar aku nggak mau merepotkan Riana,"


"Sudahlah, aku tidak mau kamu sendirian." tegas Riko.Melati memilih diam dan mengikuti kemauan suaminya.


Kreek pintu terbuka.


"Hai kak," sapa Riana memasuki ruangan menaruh parcel buah dimeja kemudian saling memeluk dan mencium.


"Gimana keadaan kakak sama ponakan aku?" tanya Riana mengelus perut kakak iparnya lembut.


"Kakak baik-baik saja,maaf jadi merepotkanmu."


"Nggak kok Riana seneng kok," ucap Riana tersenyum.


"Kakak pergi dulu ya,jaga kakak iparmu baik-baik," pesan Riko seraya mencium kening Melati kemudian melangkah pergi menuju parkiran.Kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang cukup padat.Setelah bergulat cukup lama dengan jalanan yang cukup membuatnya lelah akhirnya kini telah sampai dirumahnya.Mobil memasuki halaman rumah dna tanpa membuang waktu Riko menaiki tangga menuju kamar Angel.


Riko menarik tangan Angel yang tengah tertidur ranjangnya.


"Kenapa sih Ko,kamu menarik tanganku.Aku ngantuk banget," kesal Angel melepaskan tangan Riko dan kembali ke ranjangnya.


"Kamu ingin pergi secara baik-baik atau aku menyuruh satpam untuk menyeretmu keluar dari sini?" Geram Riko menarik tangan angel hingga Angel terlempar jatuh dilantai.


"Sampai kapanpun aku tak akan pergi dari sini sebelum kamu menikahi aku," ucap Angel fokus menatap Riko.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Jangan lupa dukung author dengan vote,like dan komen🙏


__ADS_2