
Setelah selesai sarapan, Melati langsung naik tangga menuju kamarnya.Dudukannya tubuhnya di tepi ranjang sambil memegang ponsel di tanganya.Melati mencoba menghubungi Ibunya karena, mungkin cemas dengan keadaanya.Beberapa berdengung akhirnya suara lembut menyapanya.
"Halo."- Sari.
"Assalamualaikum, Bu."- Melati.
"Wa'alaikumsalam ,gimana kabarmu, Nak?"-Sari.
"Melati baik, Bu.Melati tinggal dirumah Mas Riko.Rumahnya bagus banget, Bu."-Melati.
"Alhamdulilah kalau Melati senang, Ibu turut bahagia.Jaga dirimu, jangan sampai sakit.Ibu jauh darimu nanti nggak ada yang merawat kamu!"-Sari.
"Pasti Bu, melati pasti menjaga diri dan tidak akan membuat Ibu cemas.Salam untuk Ayah dan adik-adik ya, Bu.Kalau ada sesuatu kabari Melati.Melati tutup teleponnya."-Melati.Mengakhiri telepon.
"Ibu pasti butuh uang, aku akan bicara sama Mas Riko nanti setelah pulang kerja," gumamnya.
Saat itu waktu menunjukan pukul 9 pagi.Melati masih duduk ditempatnya namun ia sedikit termenung membayangkan kejadian tadi malam dan bergidik ngeri dengan perlakuan suaminya yang begitu liar.Ini kali pertama bagi Melati seorang pria menyentuhnya karena memang Ia tidak pernah sedekat itu dengan seorang pria hanya sekedar pacaran, itu pun Ia sangat menjaga jarak aman.
'Apa aku akan segera hamil,gimana rasanya hamil ya," gumamnya.Melati mengusap perutnya yang kelak akan tumbuh janin di dalam sana.
.
.
Waktu terus berlalu dan jam menunjukan pukul 7 malam tapi Riko tak kunjung pulang.Melati masih menunggu suaminya itu pulang.Sesekali matanya melongok memandang jam dinding.Ia melihat acara di tv untuk sekedar menghabiskan waktu menghilangkan kebosanan karena memang seharian Melati sendirian di rumah besar itu, hanya ada pembantu yang menemaninya.
Akhirnya suara mobil terdengar samar-samar dari kejauhan masuk ke dalam garasi rumahnya.Belum lagi mengetuk pintu Melati sudah menyambut Riko dengan berdiri di depan pintu di depan pintu.Batinnya senang orang yang ditunggunya muncul di hadapannya.
"Mas," sapanya.Melati tersenyum lebar namun Riko malah mengernyitkan dahi dengan sikap Melati.
"Ngapain pakai di sambut segala!" kata Riko dengan nada sinis.
Tanpa menghiraukan Melati, pria itu memasuki rumah dan langsung menaiki tangga untuk segera mandi.Badannya terasa gerah karena memang cuaca hari ini sangat panas ditambah rutinitas biasanya ke gym sepulang kerja membuat tubuhnya semakin lengket
__ADS_1
Sementara Melati masuk dan kembali duduk di ruang tamu.Mukanya masih terlihat bingung dan heran, kenapa suaminya begitu sinis dan dingin, apa salahnya dia menyambut suaminya pulang.Melati terus mencerna sikap suaminya itu, dia sadar siapa dirinya yang sebenarnya hanya seorang istri kontrak setelah semua selesai semua juga berakhir tak akan ada sisa sedikitpun diantara mereka berdua.
.
.
Melati terus teringat sikap Riko padanya. "Aku akan bersikap sewajarnya dan akan bicara ketika dia bicara denganku." Ingatnya lirih menyemangati dirinya sendiri.
"Non udah malam kok nggak tidur?" Minah yang sedari tadi mengamati nona mudanya itu merasa heran karena Nonanya itu tak kunjung tidur padahal waktu menunjukkan pukul sembilan malam.
"Iya Bik, ini mau tidur kok." Melati menunjuk ke kamarnya di lantai dua.Melati pun segera menyusuri tangga menuju kamarnya.
Melati membuka pintu kamar terlihat Riko duduk diatas kasur sembari memandangi gawai di tangannya.Padangannya terus fokus di layar gawai-nya tanpa disadari Melati telah duduk disampingnya.Melati membaringkan tubuhnya membelakangi riko tanpa mengatakan sesuatu, dia masih begitu kesal dengan kejadian tadi.
Riko yang melihat tingkah istrinya itu mengernyitkan dahi. 'Dasar bocah," batin Riko kesal sambil menggelengkan kepalanya.
"Tadi aku udah transfer sejumlah uang ke orang tuamu," ucap Riko memecah keheningan kamar itu.
Melati langsung berbalik badan dan mencoba mendengar kata-kata Riko lebih jelas."Apa Mas,benarkah?" Melati balik bertanya memastikan.
"Ya ampun Mas, aku baru saja mau bilang tadi dan kamu udah lakuin dulu!" seru Melati dengan nada bahagia, tangannya meremas tangan suaminya itu.
Riko yang melihat tingkah Melati begitu heran sebentar-bentar bocah ini berubah tingkahnya."Dasar labil," umpatnya dalam hati.
Tangan Melati masih meremas tangan Riko membuat Riko tak membuang kesempatan menggoda Melati.Didorongnya tubuh Melati, mengungkung tubuhnya.Jantung mereka beradu membuat keduanya berdegup kencang.Melati berusaha mendorong tubuh Riko membuat Riko langsung bangkit dari tubuh Melati.
Suara cekikikan terdengar dari mulut Riko menahan tawa melihat muka Melati memerah ketakutan.
"Ih, kamu ini Mas malah ketawa." Melati menahan malu, menepuk bahu suaminya itu kesal.
"Masih ketakutan kamu ya, nanti lama-lama akan terbiasa dan biasanya ketagihan," katanya terus menggoda Melati.
"Ih apa an sih!" Melati kesal kembali memukul bahu suaminya dengan keras karena merasa suaminya terus menggodanya.
__ADS_1
"Mas boleh kan kalau aku keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan dan bertemu temanku, aku merasa bosan seharian dirumah?" Melati meminta izin.
"Boleh, lakukan apa maumu.Aku tidak melarang.Kamu tahu kan apa tujuan kita menikah, jadi ayo sepakat lakukan ini selama seminggu ke depan agar semua cepat beres dan kamu segera hamil.Jadi jangan menolak semua perlakuanku!" Tegasnya namun dengan nada lembut.
Melati mengangguk menyetujui perintah suaminya.Akhirnya mereka berdua melakukan hubungan suami istri untuk yang kedua kalinya.
Riko dan Melati seperti partner kerja yang harus menyelesaikan misinya agar cepat selesai.Malam demi malam mereka lalui bersama membuat Melati terbiasa dengan rutinitas malamnya.Selama seminggu ini Riko terus menyerangnya tanpa ampun.
***
Malam yang dingin beranjak pergi berganti dengan pagi yang hangat.
Seperti biasa Bik Minah sibuk memasak di dapur sementara Yanti membereskan rumah.
Riko keluar kamar mandi setelah selesai mandi.Seperti biasanya dia harus berangkat kerja.Melati telah selesai menyiapkan keperluan suaminya setelah jas, dasi, koas kaki semua sudah berada diatas ranjang.
Riko segera berganti baju.Melati membantu memakaikan dasi membuat mereka saling berhadapan.Tinggi Melati yang sedada riko membuat Riko harus sedikit menunduk.Melati masih fokus memasangkan dasi suaminya sementara Riko mencuri pandang.Sedari tadi matanya tak berkedip memandang sosok di depan matanya
'Cantik sekali,'gumamnya.
" Sudah Mas, selesai." Melati mengagetkan Riko yang seperti pencuri yang kepergok.
"Oh ya, makasih Melati," katanya sambil berjalan menuju meja rias mengambil sisir dan menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya.Bau parfum maskulin begitu menyeruak memenuhi kamar itu. Melati sangat senang dengan aroma parfum suaminya karena memang bau itulah yang dia hirup setiap malam.
"Oh ya malam ini aku akan tidur dirumah Mia," kata Riko sambil berjalan keluar dengan menggenggam kunci mobil ditangannya.
"Iya mas aku tahu kok," kata Melati sambil mengekor dibelakangnya.
Mereka menuruni tangga.
Bik Minah berdiri mematung menunggu tuanya turun. "Den sarapan udah Bibik siapkan."
"Iya Bik, terima kasih." Riko segera menuju ruang makan.Sepasang suami istri itu pun makan bersama.Setelah sarapan Riko bergegas pergi melaju dengan mobil menuju kantornya.
__ADS_1
Laki-laki itu begitu sibuk bekerja padahal hartanya tidak habis tujuh turunan.Riko Wijaya adalah seorang bisnisman Swalayan dan Restoran-nya begitu menjamur dimana-mana tak heran dia begitu bergelimang harta.
Semenjak Ayahnya meninggal 10 tahun silam, semua bisnis berjalan di bawah tangannya.Dialah Riko Wijaya anak laki-laki satu-satunya dikeluarganya.Adiknya Riana masih kuliah, jadi Riko lah yang harus menjalankan semua bisnis-bisnis peninggalan Ayahnya.