
"Maafkan aku sayang,semua yang dikatakan Angel itu pasti hanya ingin menghancurkan kebahagiaan kita.Angel itu wanita licik."
"Apa kamu yakin Alexa benar-benar bukan darah dagingmu?" tanya Melati membalikan tubuhnya menatap penuh suaminya.
Riko kembali mengingat masa lalunya 6 tahun silam.Dimana dia dan Angel sangat dekat tak ada pembatas antara dirinya dan Angel kedekatannya dengan Angel dari kecil membuatnya sangat yakin Angel adalah masa depannya hingga suatu ketika mereka melakukan hubungan terlarang itu.
"Kenapa kamu diam,apa kamu tak mampu menjawabnya,apakah sekarang keyakinanmu telah patah?".
"Maafkan aku sayang aku akan mengokohkan keyakinanku setelah aku memastikan kebenarannya,"
"Lihatlah wajah Alexa yang polos memanggilmu Daddy,apakah hatimu tidak bergetar,sedari bayi dia tidak merasakan kasih sayang daddy sepertimu bahkan mungkin dia harus menyaksikan ibunya disiksa setiap hari," pekik Melati.
Deraian air mata membasahi pipinya merasakan betapa pilunya anak sekecil Alexa harusnya merasakan getirnya kehidupan.
"Apa kamu percaya dengan mudahnya semua perkataan Angel?" tanya riko menatap melati dengan tatapan kecewa.
"Lalu aku harus bagaimana sementara kamu sendiri yang berbuat semua ini tidak yakin dengan dirimu sendiri."
"Sudahlah sayang,aku tidak ingin membuatmu menjadi sedih,aku akan buktikan semua yang dikatakan Angel itu tidak benar." ucap Riko seraya menghapus air mata Melati dan memeluknya.
Dari balik pintu Angel menatap mereka dengan tatapan sinis penuh iri lalu perlahan meninggalkan mereka.
"Tunggulah disini,aku akan menyuruh Angel pergi dari rumah ini."
Riko perlahan berjalan menuju kamarnya dan melihat Angel membuka laci -laci perhiasan Melati disimpan kemudian mengenakan cincin Melati.
"Angel," Pekik Riko.
"Apa,cincin ini bagus kan di jariku yang lentik?" tanyanya memperlihatkan jarinya yang tesemat cincin bertahtakan belian.
"Lancang sekali kamu membuka dan memakai barang yang bukan milikmu.".
Perlahan Riko berjalan mendekati Angel dan melepas paksa cincin yang dipakai Angel.
"Auu sakit Ko,aku bisa melepasnya sendiri." ucap Angel melepas cincin itu dan mengembalikannya kasar.
"Seharusnya ini semua menjadi milikku,kenapa dulu kamu tak memberikan semua ini padaku dan malah memberikan semua ini pada wanita kampungan itu," Pekik Angel.
"Cukup,wanita yang kamu sebut kampungan itu lebih baik daripada kamu.Apa bedanya kamu dari seorang pel*acur yang kesana kemari mengobral tubuhmu?".
"Kau-," kesal Angel mengangkat tangannya berusaha menampar Riko.
Segera Riko menangkis tangan Angel.Angel menatap Riko dengan tatapan bengis.
"Wanita yang kamu sebut pel*acur ini adalah ibu dari darah dagingmu dan aku kesini untuk menuntut pertanggung jawaban atas semua perbuatanmu!"
"Aku akan bertanggung jawab setelah aku yakin Alexa benar-benar darah dagingku, sekarang aku mohon pergilah dari sini sebelum kamu memperkeruh suasana rumah ini!" ucap Riko menarik tangan Angel keluar dari rumahnya.
__ADS_1
"Alexa," teriak Angel.
"Tunggulah,"ucap Riko kembali masuk kedalam dan menggendong Alexa yang tengah tertidur.Ditatapnya wajah ayu gadis kecil itu,ada rasa pilu yang kini dirasakannya ketika menatap wajah Alexa membuat hatinya bimbang.
'Apakah kamu benar-benar anakku?" batin Riko.
Riko kemudian menidurkan Alexa di dalam mobil.
"Pergilah," suruh Riko seraya mengambil kartu kredit di dalam dompetnya.
"Pakailah ini dan gunakan untuk keperluanmu dan Alexa.Sewalah apartemen untukmu dan Alexa tinggal!"
Angel mengambil kartu itu dan memasukkannya kedalam tas nya.
"Aku yakin kamu masih mencintaiku,tidak mudah bagimu untuk melupakan aku begitu saja," ucap Angel menatap Riko dengan tatapan penuh kebahagiaan mendapat keinginannya.
Angel kemudian memasuki mobil kemudian mobilpun melaju meninggalkan Riko yang masih mematung di tempatnya dari dalam tampak melati mengamati keduanya.Batinnya antara sedih dan senang.Sebagai seorang ibu ia bahagia Alexa mendapat perhatian dari seorang ayah tapi ia juga sedih sebagai seorang wanita dan istri suaminya berbuat baik kepada wanita lain.
Melati menuju dapur untuk mengambil minum karena sedari tadi ia kehausan.
"Siapa wanita tadi non?" tanya bik Minah.
"Entahlah bik aku tidak yakin tapi wanita itu pernah ada di hidup suamiku," jawab Melati lalu segera meneguk minuman ditangannya.
"Sepertinya dia bukan wanita baik-baik non, lihat tingkahnya saja bibik nggak suka masa den riko bisa mencintai wanita seperti itu."
"Kasian non Melati ya Mak,baru saja mulai hidup bahagia punya suami seutuhnya kini ada lagi yang mengusik," ucap yanti lirih menatap majikannya hingga menghilang dari pandangannya.
"Sudah jangan banyak bicara, cepat selesaikan tugasmu!".
Melati menuju kamarnya terlihat suaminya duduk santai disofa.Kemudian dia mengganti sprei dikamarnya tanpa disengaja ia menemukan sehelai rambut di atas sprei.
"Sayang ini pasti rambut Alexa,kamu bisa melakukan tes DNA dengan rambut ini," ucap Melati menyerahkan sehelai rambut.
"Apa kamu yakin?".
"Aku yakin baru tadi pagi aku mengganti sprei ini," tegas Melati penuh keyakinan.
Lalu Riko memasukan rambut itu ke dalam plastik bening.
Riko mengambil ponsel di sakunya dan segera menghubungi asistennya.
Beberapa menit kemudian Asistennya datang.
"Lakukan tes DNA pada dua sampel rambut ini!" suruh Riko.
"Baik tuan."
__ADS_1
"Aku ingin hasilnya segera!".
"Siap".
Lalu Asistennya pergi setelah mendapat perintah.
'Semoga hasilnya tidak cocok,aku nggak mau karena masalah ini membuat rumah tanggaku menjadi berantakan.Baru saja aku mereguk indahnya hidup bersama seseorang yang benar-benar aku inginkan dalam hidupku dan kini masalah lain datang menghampiri,' batin Riko menghela nafas panjang.
Melati berdiri di balkon melihat suaminya yang tengah duduk termenung di ruang tamu.Kemudian perlahan menghampiri dan menepuk bahunya.
"Sayang ada apa kenapa jadi termenung?"
"Aku nggak pa pa."
"Kapan hasilnya akan keluar?" tanya melati penuh harap.
"Secepatnya."
"Lalu apa yang akan kamu lakukan jika benar Alexa adalah putrimu?" tanya melati menatap Riko.
Riko terdiam seakan tak mampu menjawab pertanyaan yang baru dilontarkan istrinya.
"Aku aku- entahlah," jawab Riko terbata-bata.
"Mau sebenci apapun kamu sama mommy nya, Alexa tetaplah anak kecil yang tak tahu apa-apa.Jangan karena itu dia harus menerima imbasnya."
"Lalu kamu mau aku bersikap bagaimana?".
"Aku ingin Alexa mendapat kasih sayang yang sama seperti nayya dan anak dalam kandungan ku ini," ucap melati mengelus perutnya yang mulai membuncit.
"Tentu saja aku akan melakukannya tapi kalau Angel memintaku lebih dariku?"
Melati terbelalak mendengar perkataan yang baru saja diucapkan suaminya.
"Apa kamu akan menurutinya,apa masih ada cintamu yang tersisa untuknya?" Melati balik melontarkan beberapa pertanyaan sekaligus.Jantungnya berdetak cepat menunggu jawaban yang akan segera di dengarnya.
Riko kemudian beranjak dari duduknya dan mendekat duduk didekat melati.
"Apa kamu tidak menemukan jawaban di mataku?" ucap Riko menatap mata Melati.
Melati menatap mata suaminya dalam dan menemukan jawaban pertanyaannya.Mata yang tergambar jelas cinta yang hanya untuknya.Mata yang selalu menatapnya penuh dengan cinta.
Melati kemudian memeluk tubuh suaminya dengan erat.
"Maafkan aku sayang yang sesaat meragukan cintamu," ucapnya lirih dalam pelukan dada bidang itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1