Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 74 ( Perjalanan Ke Jepang )


__ADS_3

"Kenapa tiba-tiba mengajakku bertemu?" tanya Agnes.Tatapannya menatap Erick penuh tanda tanya.


"Aku ingin menikahi Riana," tegas Erick.


Seketika Agnes membelalakkan matanya mendengar ucapan Erick seakan perkataan Erick seperti petir yang menyambar hatinya.Rasa sakit itu muncul dan membuat hatinya kini serasa tercabik-cabik.


"Aku akan memanfaatkanmu kalau kamu segera menarik kata-katamu dan menganggap kata-katamu sebagai gurauan!" perintah Agnes.


"Aku mohon Agnes lepaskan Aku, Aku tidak pernah mencintaimu." Erick memohon menyatukan kedua telapak tangannya.


"Kenapa Kamu lebih memilih wanita itu dibanding Aku,Kita sudah berteman sejak SMA tapi bagimu Aku tidak pernah berarti apa-apa," pekik Agnes.Air matanya mengalir begitu saja tanpa permisi.Semua orang di cafe itu memandang Mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.Agnes mengusap air matanya lalu berlari meninggalkan Erick yang masih terpaku di tempatnya.


'Maafkan aku Nes,' batin Erick.Netranya menatap Agnes dengan perasaan penuh rasa bersalah tapi itulah perasaannya tidak berubah baginya Agnes adalah teman.


***


Seminggu Kemudian


Rumah Riko dipenuhi tamu undangan juga koleganya.Mereka bergantian menyalami Riko juga Melati mengucapkan selamat atas kelahiran anak kedua mereka.


Setiap orang yang melihat Baby Juna gemas karena wajah tampannya membuat mereka berdecak kagum.


Sekitar pukul 10 kediaman mereka tampak sepi karena tamu undangan meninggalkan rumah mereka pukul 9 malam.


"Oma pulang dulu ya sayang Juna, Nayya." Pamit Nani mencium kedua cucunya bergantian.


"Hati-hati ya mi." Melati berpesan lalu mencium pipi kanan dan kiri Nani.


"Mau Riko antar Mi?" Tawar Riko.

__ADS_1


"Nggak usahlah Kak,Riana bisa kok." Tolak Riana.


"Aunty pulang dulu ya, Sayang." Pamit Riana mencium kedua keponakannya yang tengah tertidur lelap.Juna di gendongan Riko sementara Nayya di gendongnya neneknya Sari.


"Mami tidur disini saja, besok pagi kan Riana berangkat ke Jepang selama 3 hari Mami akan kesepian dirumah sendiri." Bujuk Riko.


"Besok Mami kesini lagi setiap hari Mami kesini karena Mami mau main sama cucu Mami yang lucu-lucu ini." Tolak Nani menatap kedua cucunya yang begitu lelap dalam dekapan.


Nani melangkah keluar dari rumah itu diikuti Riko yang mengantarnya sampai teras.Juna yang tadi berada di dekapannya diberikan kepada Melati.


"Hati-hati Mi," ucap Riko.


"Iya,cepat masuk sana kasian anakmu bawa tidur di kamar mereka." Nani kemudian masuk ke dalam mobil.Mobil pun melaju meninggalkan tempat itu.


Riko segera masuk ke dalam rumah begitu Nani dan Riana berlalu pergi.


"Hati-hati Sayang, Juna masih begitu kecil." Melati melepas Juna dari dekapannya kemudian Riko meraih lalu menggendongnya di dekapannya.


Mereka kemudian naik ke lantai 2.


Riko menidurkan Juna di kamarnya untuk memudahkan Melati menyusui Juna sementara Nayya tidur dikamarnya bersama Desi.


***


Pagi-pagi Riana bersiap pergi ke bandara karena pesawatnya akan terbang pukul 8 pagi.


"Mi Riana berangkat dulu ya,kalau Mami kesepian dirumah, Mami nginep aja dirumah Kakak." Riana memeluk dan mencium maminya.


"Iya Mami tahu jaga dirimu Sayang jangan sampai telat makan, jangan sampai sakit di negeri orang." Nani berpesan panjang lebar membuat kuping Riana panas.

__ADS_1


"Iya Mamiku cerewet." Riana melangkah keluar rumah lalu masuk taxi yang sudah menunggunya di depan.


Sekitar 30 menit Riana sampai di bandara.Erick sudah menunggunya dengan seorang wanita.


Riana mempercepat langkahnya menuju Erick yang berdiri menunggunya sementara wanita itu duduk santai di ruang tamu.


"Loh ngapain ondel-ondel disini?" Riana bertanya dengan nada sedikit kesal.


"Saya ditugaskan pak Riko untuk ikut Ibu Riana," ucap Renita.


Renita adalah sekertaris Riko.Riko sengaja memerintah Renita untuk ikut serta pergi ke Jepang.Riko tidak ingin sampai Erick keteteran disana sementara Riana yang belum terlalu berpengalaman.


"Gangguin aja nih ondel-ondel,tadinya aku pikir pergi berduaan dengan Erick.Gagal deh rencana gue." Riana berdecak kesal lalu menarik kopernya meninggalkan Erick juga Renita menuju meja konter yang berderet untuk check in.Erick dan Renita kemudian mengikuti langkah Riana.


.


Beberapa hari di Jepang Riana juga Erick sangat sibuk hingga tidak ada waktu bagi mereka untuk bersantai.Rencana Riana untuk bersenang-senang dengan Erick pun gagal ditambah Renita yang selalu ada ditengah-tengah mereka membuat Riana semakin kesal.Hari ini mereka kembali ke Indonesia setelah semua pekerjaan disana selesai.


Sekitar jam 3 sore mereka mendarat di bandara.


"Aku akan mengantarmu pulang." Erick menarik koper Riana keluar dari bandara.


"Nggak usahlah, Aku pulang sendiri saja." Riana menarik kopernya dari tangan Erick kemudian melangkah pergi meninggalkan Erick.Sepanjang perjalanan dari Jepang ke Indonesia Riana begitu dingin ditambah sikapnya yang ketus,Erick paham betul riana tengah merajuk.


'Besok aku akan berbicara padanya dikantor dan membujuknya pasti akan hilang kemarahan,'batin Erick.


Erick melangkah keluar dari bandara lalu naik taxi menuju apartemennya.


***

__ADS_1


__ADS_2