
Riko membuka pintu kamar terlihat istrinya tengah tertidur pulas diranjang.Perlahan Riko mendekati mencium keningnya lalu ikut berbaring disampingnya.
Riko memiringkan tubuhnya menghadap Melati. Matanya menatap Melati tapi pikirannya masih terngiang saat perdebatannya dengan Angel di kantor polisi.
'Selicik apapun kamu,aku jauh lebih licik daripada kamu.Sudah cukup dulu kau meremukkan hatiku lalu kau coba merogoh hatiku dengan tujuan mengobrak-abrik rumah tanggaku demi untuk kesenanganmu saja.Kau salah kau hanya benalu dalam hidupku yang dengan mudahnya aku menyingkirkanmu!' batin Riko meras dirinya lebih unggul daripada Angel.
Kini hatinya merasa senang dan tenang seakan dia sudah menyingkirkan batu sandungan di jalannya dan istrinya.Kini dia dan Melati akan kembali berjalan dengan lancar tanpa takut tersandung apalagi terjatuh.
Melati menggeliat kemudian menutup mulutnya yang menguap.
"Rasanya nyaman sekali." lirih Melati menggeliat-liat tapi matanya masih tertutup tak melihat keberadaan Riko disampingnya.
Riko melingkarkan tangannya di tubuh Melati membuat Melati segera membuka matanya.
"Kamu sayang,sejak kapan kamu disini?" tanya Melati setengah berdebar karena kaget tiba-tiba tangan mendekapnya.
"Sejak tadi,aku memperhatikanmu saat tidur." tutur Arsha.
Melati langsung merapikan wajah dan rambutnya yang berantakan dengan tangannya.
"Kenapa masih tetap cantik kok." ucap Riko.
Melati langsung memukul dada bidang Riko kesal suaminya selalu bisa menggodanya.
Melati beranjak dari tempat tidur."Mau kemana?" tanya Riko.
"Mandi lah,aku malu kamu bilang cantik padahal kamu cuma menggodaku." seloroh Melati masuk ke dalam kamar mandi.
Riko hanya tertawa geli mendengar ucapan Melati.
Beberapa menit kemudian Melati keluar dari kamar mandi.Tubuhnya yang masih sedikit basah membuatnya nampak segar.Rambutnya yang diikat menampakkan lehernya yang putih jenjang membuat Riko menelan salivanya.Riko kembali mengingat dulu pertama kali berada di kamar ini.Kejadian yang sama saat tubuh molek istrinya bisa menggodanya dan membuatnya menjadi hilang kendali.Siapa sangka kini tubuh itu selalu bisa menyenangkannya diatas ranjang.
Riko menarik tangan Melati yang tengah memilih-milih baju di lemari membuat Melati hampir terjatuh tapi tangan sigap Riko segera menangkap tubuh Melati.
"Kau ini hampir membuatku jatuh." gerutu Melati mengelus perutnya.
"Tidak apa-apa kan sayang." sahut Riko ikut mengelus perut Melati seolah berbicara dengan bayi dalam kandungan istrinya.
__ADS_1
Riko kemudian mengangkat tubuh Melati yang masih berbalut handuk naik keatas ranjang.Riko memandangi wajah Melati dari samping sambil mendongakkan kepalanya mendekat dan lebih intens.
"Ada apa,kamu ingin aku melayanimu??" Melati menawarkan diri.
"Biarkan aku mengagumi wajah ini sejenak." ucap lirih Riko menatap mata Melati semakin dalam mengingat kembali dimana pertama kali Riko memintanya untuk menikahinya saat itu dia berpikir hanya akan menanamkan benih di rahim Melati tapi tanpa disadarinya benih cinta ikut ia tanam di hatinya dan Melati.
"Aku mencintaimu sayang,i love you." lirih Riko mengulum bibir tipis Melati membangkitkan gairahnya untuk segera melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Riko membenamkan benda keras nan panjang ke tubuh Melati membuat Melati mendesah.
"Ohhhh."
Riko menggerakkan tubuhnya berirama membuat Melati mencengkram erat lehernya dan pahanya menjepit semakin membuatnya sempit.
Desi yang berada di depan pintu kamar majikannya itu mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu kamar mendengar suara-suara ******* dari dalam.Walaupun Desi belum menikah dia tahu betul ritual majikannya itu.
Sering sekali dia mendengar suara-suara semacam itu karena setiap malam suara itu tidak pernah absen terdengar di telinganya. Tempat tidurnya satu kamar dengan Nayya tepat disebelah majikannya.
"Ada apa mbak Desi?" tanya Dani diujung tangga yang kebetulan Dani melihat Desi di depan kamar kakaknya yang tertutup.
"Ahh bodo lah." kesal Dani tidak menemukan jawaban atas rasa penasarannya kemudian menutup pintunya kasar.
Pasangan gulat itu akhirnya terbaring lelah diranjang setelah *******.Dengan nafas masih sengal Riko mengambil handuk Melati yang jatuh dilantai kemudian mengelap keringat istrinya dan juga keringatnya yang begitu membanjiri tubuhnya.
Riko mengecup kening Melati. "Terima kasih sayang." ucapan itu yang selalu terlontar dari bibirnya saat sudah mendapat pelayanan puas dari istrinya.
Melati kemudian memiringkan tubuhnya memeluk tubuh suaminya.
***
"Assalamualaikum nenek." ucap Melati berdiri di depan pintu kamar ibunya sambil menggendong Nayya.
"Wa'alaikum salam,cucu nenek." sahut ibunya girang melihat cucunya datang ke kamarnya.
Melati kemudian duduk ditepi ranjang sementara Nayya sudah ada dalam pangkuan ibunya.
"Cantiknya cucu nenek." ucap ibu Melati menghujani Nayya dengan kecupan sayang.
__ADS_1
Gadis kecil Riko dan Melati itu memang sangat menggemaskan pipinya yang gembul membuat siapapun ingin mencubit dan mengecup gemas.Kecantikannya sejak lahir diturunkan dari Mommy dan Daddy nya.
"Maaf non dimana den Riko beberapa kali bibik mengetuk pintu kamar non tapi tidak ada jawaban, dibawah ada polisi mencari den Riko." tutur bik Lina.
"Kenapa polisi mencari suamimu nak,apa yang terjadi?" Seketika ibunya bertanya cemas.
"Tenang Bu,polisi mencari Mas Riko karena beberapa hari lalu saat kami menjemput Ibu rumah ini kemalingan.Polisi mungkin akan memeriksa rumah ini maksud Mel, kamar Melati." terang Melati
"Ibu tunggu disini ya,aku akan panggil Desi kesini." timpal Melati meninggalkan kamar Ibunya kemudian memanggil Desi untuk ke kamar Ibunya.Melati masuk ke kamarnya perlahan karena tadi sempat suaminya berpesan untuk tidak mengganggunya karena sedang bekerja.
"Sayang maaf aku mengganggumu tapi ini penting." ucap Melati.
"Ada apa?" tanya Riko masih fokus di depan laptopnya.
"Ada polisi dibawah."
"Polisi." Riko segera membereskan berkas-berkas serta laptop dimejanya kemudian menuruni tangga untuk menemui polisi.
"Selamat sore pak Riko." ucap polisi tegas dan rasa hormat.
"Selamat sore." ucap Riko kemudian duduk sementara Melati ikut duduk disampingnya.
"Perihal laporan anda tentang pencurian dan kekerasan di rumah ini,Kami ingin menindak lanjuti.Mohon kerja samanya, kami ingin memeriksa TKP."
"Baik pak silahkan TKP ada di kamar saya." ucap Riko mempersilahkan beberapa anggota polisi menaiki tangga menuju kamarnya.
Setelah sekitar 1 jam polisi itu keluar dari kamar Riko membawa barang bukti rekaman CC TV, sidik jari yang menempel di kotak perhiasan serta brangkas yang memperkuat bukti Angel dalang dari pencurian dirumahnya.
Riko melarang siapapun termasuk Melati agar tidak menyentuh atau membereskan lemari itu.
Riko kembali masuk kedalam rumah dan tersenyum lepas akhirnya bebannya sedikit berkurang walaupun Angel belum dinyatakan bersalah tapi dia yakin dengan bukti-bukti yang dimilikinya serta Yanti sebagai saksinya akan mampu menjebloskan Angel ke hotel prodeo.
"Aku tahu tadi kamu melarangku masuk karena kamu sedang memeriksa rekaman CC TV,kenapa tidak membiarkan aku ikut memeriksanya?"
"Aku hanya membuang adegan-adegan cabulmu diatas ranjang." tukas Riko seketika membuat Melati kesal dan gemas akan ucapan suaminya.
Begitu kejadian Angel mencuri dirumahnya Riko langsung menonaktifkan CC TV dikamarnya.Dia hanya perlu membuang adegan sebelum kejadian di malam sebelumnya karena memang itu sangat intim baginya dan Melati sehingga polisi tidak sampai melihat adegan panas itu.
__ADS_1