Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 53 ( Titik Terang )


__ADS_3

"Aku nggak sabar lagi,kapan perutku akan sebesar perutmu?" ucap Mia memandang Melati yang mengelus perutnya.


"Pada saatnya akan sebesar perutku dan lama-lama tambah besar lagi."


Terlihat Yanti masuk ke kamar dengan membawa beberapa gelas minuman dan cemilan di toples kemudian menyajikannya dimeja.


"Silahkan minumannya den Dika,den Riko." ucap Yanti kemudian pergi.


"Ayo diminum dimakan Ka." ucap Riko mempersilahkan.


"Gimana pekerjaanmu sekarang apa masih jualan?" tanya Riko.


"Masih tiap bulan aku mentransfer keuntungan Melati pada Dani."


"Terima kasih walaupun Melati tak membantumu tapi kamu tetap-"


"Tentu saja Melati sudah menanam modal jadi sudah menjadi haknya." sahut Dika memotong ucapan Riko.


Dika menatap Mia dan Melati yang begitu akrab.


"Kenapa mereka bisa seakrab itu?" ucap Riko tersenyum melihat kedua wanita itu.


"Siapapun pasti akrab dengan Melati hatinya begitu baik dan lembut." jawab Riko.


"Iya aku tahu,aku mengenal Melati dari kecil hatinya selembut wajahnya." puji Dika menatap Melati dalam.


Batin Riko kesal mendengar pujian Dika pada Melati juga tatapan matanya pada Melati masih mengisyaratkan cinta yang masih besar seakan pernikahannya dengan Mia tidak merubah hatinya pada Melati.


Sekitar pukul 9 malam Dika dan Mia meninggalkan rumah Melati.Demikian Riko telah bersiap tidur merebahkan tubuhnya disamping Melati.


Riko nampak masih kesal mengingat tatapan Dika pada Melati dan terus menganggu pikirannya.


"Ada apa kamu tampak bingung?" tanya Melati melihat kegelisahan suaminya yang terus miring ke kanan dan kiri.


"Aku kesal, kenapa si Dika itu terus saja menyimpan cinta padamu bahkan ketika sudah menikahi wanita lain." ucap Riko mengungkapkan kekesalannya.


"Kenapa kamu bisa berkata begitu,mereka akan segera mempunyai anak."

__ADS_1


"Anak, Mia hamil bagaimana bisa?" tanya Riko setengah tidak percaya.


"Aku juga tidak mengerti tapi mbak Mia bilang dia berusaha keras untuk hasil yang kini di dapatnya." terang Melati.


"Apa mungkin mereka hanya membuat-buat saja untuk membuat mereka terlihat bahagia di depan kita." tukas Riko.


"Hus kenapa mas jadi su'udzon sama mereka."


"Rezeki,anak dan maut hanya Tuhan yang tahu,sudah ayo tidur jangan banyak berprasangka buruk sama orang lain." ucap Melati mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur menggunakan remote.


***


Pagi-pagi Riko sudah bersiap berangkat kerja setelah sarapan.


" Aku berangkat dulu ya." pamit Riko mencium kening melati yang masih berbaring di ranjangnya.


"Ingat kamu harus banyak istirahat!" pesan Riko. kemudian melangkah pergi menuju garasi setelah naik mobil kemudian melajukan mobilnya membelah jalanan di kota itu melewati gedung-gedung pencakar langit dan memasuki sebuah gedung menuju garasi.Riko kemudian berjalan menuju lift naik ke lantai 7 dimana ruangannya berada..


Riko membuka pintu dan nampak Asistennya sudah menunggunya.


"Apa ada kabar baru mengenai wanita itu?" tanya Riko mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Asisten riko kemudian mengambil sesuatu dari tasnya dan memberikan sebuah amplop dan memberikannya pada Riko.


Riko membuka amplop itu dan segepok foto yang memperlihatkan Angel bersama seorang pria." Siapa pria ini?" tanya Riko masih fokus menatap foto di tangannya.


"Laki -laki itu namanya Brian setelah kami selidiki lebih lanjut mereka suami isteri setiap jam makan mereka selalu pergi bertiga dengan seorang anak kecil makan di restoran." tutur asisten Riko.


Riko kemudian meremas sebuah foto dan membuatnya menjadi bola kecil melemparnya kasar dilantai.Matanya menatap fokus satu objek.


'Kurang ajar berani-beraninya kamu bermain denganku seorang Riko Wijaya.' batin Riko menyiratkan penuh amarah.


"Bagaimana caraku agar aku bisa membuktikan gadis kecil yang bersama mereka bukan anak kandungku?" tanya Riko pada Asistennya.


"Tuan bisa melakukan tes DNA,saya bisa mendapatkan rambutnya anak itu tanpa sepengetahuan mereka." ucap Asistennya Riko menyanggupi ucapannya.


"Lakukan secepat mungkin!" titah Riko.

__ADS_1


Asisten Riko kemudian membungkukan badannya menandakan rasa hormatnya kemudian pergi meninggalkan Riko.


'Kamu pikir cerita murahanmu itu bisa membuatku percaya,aku tahu kamu hanya mengincar hartaku untuk menyenangkan hidupmu.Dasar wanita ******." batin Riko semakin Geram.


Beberapa surat nampak tertumpuk rapi dimeja Riko.Kemudian Riko memilah-milah surat itu dan membaca setiap pengirim di surat itu.Kemudian terhenti pada surat tagihan dari bank yang tepatnya kartu kredit yang diberikannya pada Angel.Riko kemudian membuka surat itu yang masih berada di dalam amplop.Betapa terkejutnya tagihan kartu kredit itu jumlahnya jutaan bahkan ratusan juta dalam sebulan ini.


"Dasar wanita ini benar-benar gila,kenapa aku sama sekali tidak menyadarinya.Kemana aja selama ini kamu Riko Wijaya dibodohi wanita gila itu." ucapnya lirih mengatai dirinya sendiri yang merasa kebodohannya berlebihan.


Riko adalah seorang pengusaha sukses profilnya sebagai seorang Bisnismen sering menghiasi majalah bisnis bahkan sampai keluar negeri.Angel sendiri melihat profil Riko di sebuah majalah dan membuatnya mempunyai ide gila untuk membuat cerita seakan-akan Alexa adalah anak kandung Riko untuk mendapatkan harta Riko sebanyak mungkin.Alexa yang masih kecil dan polos hanya menurut semua apa perkataan Angel.Hidup Angel dan suaminya terpuruk semenjak suaminya mengalami bangkrut hingga membuatnya jatuh miskin.


"Tok tok tok" seorang mengetuk pintu.


"Masuk."


Riana memasuki ruangan Riko dan mengambil kertas yang diremas Riko dilantai kemudian membuka kertas itu perlahan.


"Angel." ucap Riana sedikit terkejut mengenali foto yang dipegangnya.


"Kenapa foto wanita gila ini ada disini?" tanya Riana menatap Riko meminta penjelasan.


"Wanita itu kembali lagi." ucap Riko lesu.


"Untuk apa Kak,apa dia kurang puas membuat Kakak hampir mati." teriak Riana geram dan menyobek foto Angel ditangannya menjadi serpihan kecil.


"Kak jawab aku,apa dia menganggu hidup kakak lagi?Katakan dimana dia,aku akan menjambak menampar pipinya sampai aku puas dan dia kapok tidak menampakkan batang hidungnya di depan Kakak." tutur Riana berdiri dari duduknya semakin geram .


"Sudahlah Kakak sudah mengurusnya,kamu jangan mencampuri urusan Kakak."


"Tapi Kakak tidak boleh lemah menghadapi wanita gila seperti Angel,kalau Kakak butuh bantuan katakan padaku pasti aku akan menjambak rambut wanita gila itu."


"Siap bos." ucap Riko memberi hormat pada adikknya.


"Ada apa kamu keruanganku?" tanya Riko setelah Riana terlihat duduk tenang.


"Tanda tangani berkas ini." ucap Riana menyodorkan berkas di dalam stopmap kemudian Riko langsung menandatangani kemudian Riana pergi setelah mendapat tanda tangan Kakaknya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2