
99,99% cocok tulisan terakhir yang dibaca Melati.Seketika tangisnya pecah air matanya meluncur bebas dari pelupuk matanya.
"Ada apa?" tanya Riko penasaran kemudian merebut kertas dari tangan Melati.
"Apa ini kenapa seperti ini hasilnya,ini pasti tidak benar," kesal Riko meremas kertasnya.
"Sudahlah mas sudah jelas Alexa putri kandungmu,aku ingin kamu memperlakukan sama seperti kamu memperlakukan Nayya." ucap Melati beranjak dari duduknya dan melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.
Melati merebahkan dirinya dan berusaha menerima semua kenyataan yang ada kalau sekarang ada putri lain yang juga akan mendapatkan kasih sayang yang sama seperti Nayya.
"Sayang maafkan aku semua kebahagiaan kita rusak gara-gara ulahku di masa lalu izinkan aku untuk memperbaiki semuanya beri aku kesempatan sayang,"ucap Riko duduk di tepi ranjang.
"Aku nggak pa pa mas walau batin ini rasanya sakit tapi aku ikhlas menerima semua ini
," ucap Melati melirik ke arah Riko.
Kemudian Riko membaringkan tubuhnya disamping melati dan menatap wajah istrinya.Matanya terlihat memerah akibat air mata yang terus saja keluar.
"Aku janji semua ini nggak akan merubah rasa cintaku padamu," ucapnya mengelus pipi Melati kemudian memeluknya.
"Tok tok tok." Terdengar pintu diketuk.
"Tunggu sebentar ya,"ucap Riko beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
"Ada apa?" ucap Riko melihat Yanti yang mengetuk pintu.
"Ada non Angel tuan sama non Alexa dibawah," jawab Yanti.
"Ya nanti aku turun," ucap Riko.
Melati yang samar-samar mendengar nama Angel langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan mendekati Riko.
"Aku ikut denganmu," ucap Melati menggandeng tangan suaminya.
Kemudian sepasang suami istri itu beriringan menuruni tangga.Angel yang menatap keduanya terlihat kesal dan mengumpat menatap tajam keduanya.
Riko dan Melati kemudian duduk berdampingan.
"Lihatlah putrimu,kenapa kamu masih tak menghiraukannya dan malah bermesraan dengan perempuan ini?" kesal Angel menunjuk kearah Melati.
__ADS_1
"Jaga bicaramu,dia istriku," sahut Riko geram.
Terlihat Alexa menyenderkan tubuhnya di sofa dengan wajah pucat.
"Aku ingin aku dan Alexa tinggal disini." ucap Angel menatap Riko.
"Kenapa kamu harus tinggal disini,bukannya kamu sudah menyewa apartemen.Dirumah ini tidak ada tempat untukmu," kesal Riko menaikkan nada bicaranya.
Kemudian Melati memegang lengan suaminya dan menatapnya lembut seakan memberi kode untuk menghentikan bicaranya dan mengendalikan amarahnya.
"Biarlah mereka tinggal disini,kan rumah ini banyak kamarnya kasian Alexa sakit," bujuk Melati.
"Tapi sayang,aku nggak mau mereka tinggal disini dan merusak keluarga kita."
"Mereka akan pergi begitu Alexa sembuh," bujuk Melati membuat Riko tidak bisa berkata apa-apa dan menuruti semua keinginan Angel.
"Pergilah ke kamar atas aku akan menelepon dokter untuk memeriksa keadaan Alexa," ucap Riko melirik ke arah Angel.
Batin Angel berbunga-bunga akhirnya sedikit demi sedikit bisa memasuki rumah Riko dan perlahan dia akan masuk ke dalam dasar hati Riko dan menggeser Melati dari tempatnya.
Angel beranjak dari duduknya dan menuntun Angel.
Kemudian Angel memasuki kamar dan menidurkan Alexa di atas ranjang kemudian menyelimutinya.Sementara Melati meletakkan tas Angel diatas nakas melangkah pergi melihat rivalnya itu pergi Angel berlari menghadang jalan Melati.
"Ada apa,kamu butuh sesuatu?" tanya Melati.
"Sebelum kamu diusir dari sini baiknya kamu segera mengemasi barangmu karena aku akan menggantikan mu menjadi nyonya Riko," tutur Angel sinis.
Melati menatap Angel kesal.
"Apa wanita macam dirimu itu tidak punya cermin dirumah setelah semua yang kamu lakukan dan kini mas Riko masih berbaik hati dan ini balasannya apa kamu lupa kamu pernah menyakiti dan meninggalkannya?" ucap melati membuka borok Angel.
Angel menatap sengit Melati mendengar rivalnya itu membalik kata-katanya membuatnya tak berkutik.
"Tahu apa kamu tentang masa laluku dan Riko hubungan kami begitu kuat dan dia tidak mungkin melupakan aku begitu saja,aku akan membuatnya kembali padaku dan bertekuk lutut dihadapan ku." ucap Angel yakin.
"Silahkan lakukan apa yang kamu mau tapi aku yakin mas Riko hanya mencintai aku," ucap Melati beranjak pergi dan menabrak separuh badan Angel.
"Silahkan dok," ucap Riko dari kejauhan berjalan bersama seorang dokter menuju kamar Alexa.
__ADS_1
"Apa Alexa tidur?" tanya Riko berpapasan dengan Melati di depan pintu.
"Tidur seperti nya," jawab Melati mengekor dibelakang suaminya kembali memasuki kamar Angel dan Alexa.
Kemudian dokter mulai memeriksa keadaan Alexa.
"Bagaimana keadaaan anak saya dok?" tanya Angel cemas.
"Alexa hanya demam biasa setelah diberi obat akan baik-baik saja.Saya resepkan obat," tutur dokter menulis resep obat dikertas dan memberikannya kepada Angel.
"Terima kasih dok," ucap Angel.
Kemudian dokter melangkah pergi diikuti Riko mengantar dokter itu keluar dari kamar menuju depan.
Melati pun ikut melangkah pergi tapi langkahnya terhenti di depan kamar Nayya dan melihat Nayya yang terus menangis di gendongan Desi.
"Ada apa mbak Desi?" tanya Melati masuk ke dalam kamar dan berganti menggendong nayya dari gendongan Desi.
"Cup cup sayang jangan menangis nak,mommy disini," ucap melati mengelus kepala Nayya dan menimangnya agar berhenti menangis.Seketika Nayya terdiam menikmati pelukan hangat mommy nya dan tertidur di pelukan mommy nya.
"Kamu ternyata mengantuk sayang," ucap Melati mengecup kedua pipi putrinya dan menidurkan di tempat tidurnya.Melati mengelus lembut rambut Nayya dan meninggalkannya.
"Terima kasih ya Bu," ucap Desi tersenyum.
"Untuk apa mbak Desi?" tanya Melati bingung.
"Karena Ibu sudah membuat non Nayya tertidur walaupun Ibu ada saya tapi ibu tetap perhatian dengan Nayya."
"Tentu saja Nayya itu putriku dan kewajibanku mengurus Nayya dan kamu membantuku jadi aku yang harusnya berterima kasih kamu selalu sabar dan sayang menjaga Nayya," ucap Melati menepuk punggung Desi lembut.
'Iya Bu terima kasih."
Melati pun melangkah pergi dari kamar itu dan berjalan menuruni tangga menuju halaman belakang dan duduk di gazebo memberi makan ikan-ikan yang bersenang-senang berenang kesana kemari tanpa beban.
"Bahagia sekali menjadi seperti mu ikan," ucap Melati menyebar makanan Ikan dan seketika ikan-ikan berebut makanan itu.
Melati menghela nafas panjang dan memejamkan matanya menikmati angin bertiup segar ke wajahnya.
'Aku harus lebih kuat lagi aku harus lebih sabar lagi demi kamu sayang sama kak Nayya.Aku nggak boleh lemah menghadapi wanita seperti Angel, kalau sampai aku lemah Angel akan merebutnya semua dariku. Sudah cukup di masa lalu Angel menyakiti hati mas Riko dan aku tak akan membiarkan dia masuk lebih jauh lagi ke dalam rumah tanggaku dan merusaknya," batin Melati mengelus perutnya dan memperkuat dadanya agar mampu menghadapi hari-hari nya berdampingan dengan masa lalu suaminya.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*