
Sekitar pukul 8 pagi riko dan melati datang ke pengadilan.Hari ini adalah sidang putusan perceraian riko dan mia.
Mia pun tampak hadir seorang diri.Melati mendatangi mia dan menyapanya.
"Mbak mia baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja kok" ucap mia nampak pasrah menerima segala keputusan dari hakim.
Hakim pun memulai sidang dan mendengar semua permasalahan keduanya.
Kedua belak pihak sudah menyetujui,hakim mengetuk palu dan memutuskan keduanya telah sah bercerai.
Air mata seketika membanjiri pipi mia.Melati mendatangi mia dan memeluknya.
"Menangis lah mbak kalau itu membuatmu lega!" ucap melati lirih.
Sementara riko menatap dari kejauhan istri dan mantan istrinya.
Riko sedikit heran kenapa saat keduanya masih sah menjadi istrinya tidak bisa seakur ini dan sekarang mereka nampak akrab bak adik kakak.
Mia berjalan menuju ketempat riko serta melati mengikutinya.
"Mas riko,terima kasih selama kita berumah tangga aku bahagia hidup bersamamu dan aku ikhlas melepasmu.Aku aku meminta maaf selama menjadi istrimu aku banyak melakukan kesalahan" ucap mia menatap riko.
"Maafkan aku yang tak bisa mempertahankan rumah tangga kita semoga kelak kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik daripada aku"
Mia pun pergi dan meninggalkan riko.Melati berusaha mengejar mia tapi riko menghentikannya.
"Sudah cukup,biarkan dia sendiri" ucap riko.
"Tapi mas"
"Dia harus belajar menerima kenyataan!"
Melati menuruti apa perkataan suaminya.Mereka pun beranjak pergi meninggalkan pengadilan.
Riko berhenti disebuah pusat perbelanjaan miliknya.
"Kenapa kita kesini, mas ada pekerjaan?" tanya melati mengikuti langkah suaminya yang memburu.
"Ayo ikut saja" ucap riko menarik tangan melati.
Riko berhenti disebuah toko perhiasan di dalam mall.
"Selamat siang tuan" ucap pegawai toko.
" Ayo pilih mana yang kamu suka?" tanya riko menatap wajah melati.
__ADS_1
Melati nampak mengamati semua perhiasan yang nampak di depan matanya.Semua begitu indah dan memukau.
"Untuk apa kan aku sudah punya dirumah?"
"Tapi kita tidak punya cincin kawin" ucap riko.
"Kamu mau aku memilih cincin kawin?"
Riko menganggukkan kepala.
Melati kembali mengamati cincin kawin yang berada di depan matanya dan pilihannya jatuh pada cincin kawin bertahtakan permata yang membuat jatuh hati.
Kemudian pegawai toko mengambilnya dan memberikan kepada riko.
Setelah mendapat apa yang dicari riko dan melati beranjak pergi dan melajukan mobilnya kembali kerumah.
Sesampainya dirumah melati kembali menatap cincin itu dan mengaguminya.
"Kamu akan terus memandanginya atau memakainya?"
Riko mengambil cincin itu dan memakaikannya di jari manis melati.Lelehan air mata jatuh membasahi pipi melati,kembali dia mengingat dimana riko mengikrarkan ijab qobul dan kemudian telah sah menjadi suami istri tapi saat itu dia tidak yakin apa statusnya saat itu.Jangankan cincin kawin cinta pun dia tak mendapatkannya saat itu.Pernikahannya adalah sebuah perjanjian yang tidak pernah diinginkannya.
"Kenapa kamu menangis,apa kamu tidak bahagia hidup bersamaku?" tanya riko mengusap air mata melati dan menatap mata melati.
"Aku...aku bahagia mas,sangat bahagia" ucap melati kembali menitikan air mata.
Riko lalu memeluk melati dengan erat.
"Maafkan aku sayang,dulu aku begitu egois dan tidak mau tahu perasaanmu.Aku akan menebus semua kesalahanku,aku akan kembali melakukan ijab qobul dan menikahimu secara resmi' ucap riko lirih di telinga melati.
Melati memeluk erat suaminya dan dia semakin yakin riko adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untuknya.Walaupun jalan yang dilaluinya jalan yang terjal dan berliku tapi kini dia bahagia telah sampai tujuannya hidup bersama orang yang begitu dicintainya dan juga mencintainya.
Jodoh adalah rahasia Tuhan.Seseorang yang tidak kamu inginkan bisa jadi dia adalah jodoh terbaik yang Tuhan kirimkan kepadamu.Karena rencana Tuhan lebih indah daripada rencanamu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Beberapa hari kemudian.
Pagi-pagi sekali mia sudah sampai dirumah melati.Beberapa hari ini dia begitu merindukan nayya.
"Tok...tok...tok" mia mengetuk pintu.
Pintu pun terbuka.
"Non mia,masuk non" ucap mbak yanti mempersilahkan.
Mia berjalan masuk dan duduk di sofa.
__ADS_1
"Dimana non melati bik?"
"Ada diatas sama den riko,mungkin di kamar non nayya.Saya panggilkan dulu!"
"Nggak usah bik,biar saya naik aja" ucap mia beranjak dari duduknya dan menaiki tangga menuju kamar nayya.
Perlahan mia melangkah dan berhenti di depan pintu kamar terlihat melati dan mantan suaminya begitu bahagia.Mereka bermain-main dengan nayya begitu bahagia tanpa disadari air matanya jatuh perlahan membasahi pipinya dan segera dia mengusap air mata itu.
Melati yang menyadari sosok mia dibalik pintu segera mendatanginya.
"Mbak mia,sejak kapan disitu?" tanya melati memegang tangan mia.
"Kamu cantik sekali dengan hijabmu.Maafkan aku kemarin saat di pengadilan aku tak menyadari penampilan barumu" puji mia seraya memegang kedua pipi melati matanya menatap melati penuh kebahagiaan.
"Nggak apa mbak aku mengerti.Terima kasih mbak mia karena mbak mia aku jadi seperti ini,saat pertama kali melihat mbak Mia aku selalu kagum dengan mbak mia dan aku berjanji kelak aku akan menjadi sepertimu!" ucap melati dengan mata berbinar-binar.
"Aku jadi malu,nyatanya kamu yang selalu membuatku kagum!"
Riko yang memperhatikan dari jauh merasa heran,sejak kapan mereka jadi seakrab itu.Mereka bagaikan adik kakak yang saling menghormati dan memuji satu sama lain.
"Bolehkah aku bicara dengan mas riko?" tanya mia menatap kearah riko yang berada di dalam kamar dan menggendong nayya.
"Boleh kok, ayo masuk" ucap melati menarik tangan mia masuk ke dalam kamar.
"Mas sini nayya biar aku gendong" ucap nayya mengambil nayya dari gendongan riko dan membawanya pergi meninggalkan riko dan mia berdua.
Riko dan mia hanya saling menatap dan akhirnya mia mulai bicara.
"Mas,aku sudah menerima perceraian kita,aku tidak akan menganggu hidupmu dan rumah tanggamu.Aku hanya berharap aku bisa selalu bertemu nayya" ucap mia.
"Aku mengerti,melati sudah banyak cerita tentangmu.Datanglah kapan pun kamu mau,rumah ini terbuka untukmu"
"Iya melati adalah wanita yang sangat baik hingga aku sadar aku tidak setara dengannya."
"Jangan berkata seperti itu,pada saatnya kamu akan menemukan seseorang yang jauh lebih baik daripada aku!" ucap riko melangkah pergi meninggalkan mia.
'Aku sudah mengikhlaskan semua,aku berharap bisa menjadi mia yang baru dan melupakan semua masa laluku' batin mia.
"Mbak mia" panggil melati mengejutkan mia.
"Tolong susui nayya" ucap melati menyerahkan nayya ke mia dan melangkah pergi meninggalkan nayya bersama mia.
Mia pun duduk dan mulai menyusui nayya.Nayya begitu kuat menghisap susu dari botolnya,matanya yang bening menatapnya dengan indah.
"Sayang anak mama,mama ingin selalu kamu menatap mama seperti itu.Ketika melihatmu seperti ini hilang semua beban, rasa sakit dan sedih mama.Terima kasih sayang,kamu malaikat kecil penolong mama'" ucap mia mencium kening nayya lembut.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1