
Melati terbangun dari tidurnya.Dia merasakan badannya sangat lelah setelah acara pesta pernikahan.Melati perlahan membuka matanya menatap langit-langit kamar kemudian dia melihat sekeliling kamar yang nampak asing.
"Dimana aku," ucapnya lirih.
Melati beranjak dari tempat tidur melihat arah luar dari balik jendela.Nampak hamparan laut yang membiru dengan deburan ombak yang memecah di tepi.
Melati melihat suaminya masih tertidur pulas di ranjang, segera dia menghampiri dan membangunkannya.
"Mas dimana kita?"
Riko menarik tangan melati hingga posisinya menjadi terbaring disebelahnya.Dia menatap dalam dan mendaratkan ciumannya ke bibir melati mesra.
"Panggil aku sayang," ucap Riko.
"Dimana kita sayang,seingatku semalam aku tidur dirumah.Dimana kita?" tanya Melati menatap Riko.
"Tadi malam aku membawamu kesini,mungkin karena kamu kelelahan jadi kamu nggak sadar aku mengangkatmu ke mobil."
"Kenapa kita kesini,nay."
Belum selesai bicara Riko menutup mulut melati.
"Ssttt jangan bahas rumah lagi untuk beberapa hari kita bahas cuma kita berdua," terang Riko.
"Tapi."
"Sudah, jangan merusak honeymoon kita," ucap riko membelai rambut melati mesra.
Riko kembali mencium bibir melati kemudian menyusuri tiap-tiap sudut tubuh melati.Riko kembali melancarkan aksinya diatas ranjang.Dua insan itu telah berpagutan menjadi satu melepaskan segala hasrat dan kini keduanya telah *******.
"Aku lelah sekali," eluh Melati.
Suaminya begitu ganas menyerangnya dari segala arah tanpa ampun.
"Maafkan aku sayang aku tak bisa mengontrol, beberapa hari aku menahannya dan hari ini aku melepaskan semuanya," ucap Riko memegang tangan Melati dan menciumnya.
.
. Hening (tertidur )
.
.
Sekitar pukul 10 pagi Melati terbangun dari tidurnya karena merasa lapar dan perutnya terus berbunyi.
"Sayang aku lapar," ucap melati menggoyang-goyangkan tubuh Riko.
__ADS_1
"Ha" Riko setengah sadar dari tidurnya dan perlahan membuka matanya.
"Aku lapar sayang,"
Riko segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Siapkan makanan sekarang juga!" perintah Riko berbicara di telepon.Kemudian menaruh kembali ponselnya diatas nakas.
"Ayo kita mandi dulu," ucap Riko lalu membopong tubuh melati ke dalam kamar mandi.Mereka mandi bersama didalam bak mandi.
"Ini nyaman sekali sayang,aku bagaikan istri raja yang dimanjakan," ucap melati tersenyum memainkan taburan kelopak mawar yang memenuhi bak mandi.
"Kamu memang istri raja,akulah rajanya," ucap Riko membanggakan diri.
Mereka kembali berpelukan mesra.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Riko dan Melati makan bersama di balkon yang menghadap ke pantai.Deburan ombak menari-nari menuju tepian menjadi pemandangan yang menyejukkan tiap mata.
"Ini sungguh luar biasa, tempat ini cantik dan luar biasa tapi kenapa tempat ini sepi?" tanya melati bingung menatap pinggiran pantai yang nampak sepi.
"Ini pulau pribadiku tidak akan ada yang datang kesini selain kita berdua."
"Pulau ini milikmu waooo," melati berdecak kagum.
Dia baru menyadari ternyata selama ini dia dinikahi seorang pangeran dan ini seperti kisah Cinderella.
"Aku mempersembahkan pulau ini khusus untukmu sayang," ucap Riko menatap dalam ke melati.
"Aku tidak meminta lebih dari ini tapi kamu memberiku semua sementara aku," ucap melati terisak-isak.
"Bagiku cintamu lebih berharga dari semua yang aku miliki, kehadiranmu membuat hidupku lebih berarti sayang.Kamu memberiku banyak cinta dan kasih sayang," Riko menunduk dan mencium perut melati yang mulai membuncit.
'Rasanya hati ini penuh,penuh akan cintamu penuh akan kebahagiaan yang kamu buat untukku.Aku tidak pernah meminta ini,bermimpi saja aku tidak berani tapi ini nyata didepan mataku dan aku merasakannya.Tuhan engkau memberiku segalanya dan ini sangat sangat lebih dari apa yang aku inginkan.Terima kasih Tuhan." Batin Melati menengadahkan wajahnya ke atas bersyukur atas semua kebahagiaan yang kini direguknya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Dia lucu sekali ya saat tidur," ucap Dika menatap Nayya yang terlelap dalam tidurnya.
Beberapa hari Mia dan Dika semakin dekat seperti ada ikatan yang menyatukan keduanya.
"Aku selalu bermimpi memiliki semua ini,tapi Tuhan berkehendak lain dan Melati memberiku kesempatan untuk menjadi mama dari Nayya," ucap Mia berkaca-kaca menatap Nayya.
"Sudah jangan bersedih,Tuhan pasti punya rencana karena semua yang kita inginkan belum tentu terbaik untuk kita.Ayo kita belajar ikhlas melepas sesuatu yang kita cintai."Dika melirik ke arah Mia yang terus fokus memandangi Nayya.
"Kamu begitu sabar dan ikhlas pasti kamu belajar dari Melati," ucap Mia menatap Dika.
"Kamu bisa tahu."
__ADS_1
"Karena aku juga belajar darinya,aku belajar ikhlas dengan semua ketetapan Allah.Aku menjadi lebih bahagia menjadi diriku menerima kondisiku yang tidak sempurna."ucap Mia melelehkan buliran bening dari pelupuk matanya.
Andika menatap Mia dalam dan memegang tangannya.
"Biarkan aku menghapus semua air matamu dan menyembuhkan lukamu."
"Apa yang baru saja kamu katakan?" Mia menarik tangannya dari genggaman tangan Dika.
"Aku ingin menjadi sesuatu yang berharga di hatimu,bisakah kita bersama?"
Mia langsung beranjak dari ranjang dan berdiri menghadap ke jendela memunggungi Dika.
"Kamu bisa melupakan aku dan mencari wanita yang lebih sempurna daripada aku sebelum kamu menyesalinya.Aku tidak akan pernah bisa memberimu keturunan." Tegas Mia.
"Aku menerima semua kondisimu,kita bisa mengadopsi anak nantinya."
"Sampai kapan lambat laun kamu akan meninggalkan aku.Biarkan aku hidup seperti ini dengan caraku," ucap Mia lirih.
Dika menatap punggung Mia yang nampak jelas menyembunyikan kesedihannya, pernah kehilangan orang yang dicintainya.
"Aku akan menunggumu sampai kamu siap dan menerimaku karena aku menerima semua kondisimu," ucap Dika beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Mia sendiri.
Dika kemudian melajukan mobilnya menyusuri jalanan yang nampak lengang.Setelah 20 menit Dika telah sampai.Dika masuk ke dalam kamar kostnya dan melemparkan tubuhnya keatas ranjang.
Dika kembali mengingat Mia yang menangis menahan semua kesedihannya selama ini dan menyimpan rapat-rapat untuknya sendiri.
'Aku merasa sesak melihatmu seperti itu dan itu mengingatkan aku akan sosok melati yang sama tegarnya denganmu.Aku masih merasakan sakit dan belum sepenuhnya melupakan Melati cinta pertamaku.Tapi aku berharap dengan bersamamu kita bisa saling mengobati luka dan membagi duka kita." Batin Andika.
'Tring tring tring." ponsel Dika berdering.
"Assalamu'alaikum Bu"~ Andika.
"Wa'alaikumsalam, Ka kapan kamu pulang,sudah lama kamu tidak pulang ibu rindu"~Ibu.
"Iya Bu Minggu depan aku pulang"~Dika.
"Sekalian bawa calon kamu ya"~Ibu Dika.
"Calon apa Bu?"~ Dika.
"Masa kamu pura-pura nggak tahu,apa perlu ibu katakan?"~Ibu Dika.
"Nggak perlu Bu Dika sudah mengerti maksud Ibu"~Dika.
"Ya sudah jaga dirimu baik-baik ya,ibu tutup teleponnya"~Ibu Dika.
Kemudian telepon terputus.
__ADS_1
"Ibu itu aneh-aneh aja permintaannya huftt," gerutu Dika.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*