
"Hati-hati ya mas" ucap melati.
'Papa berangkat ya sayang" ucap riko mengelus perut melati lembut.
"Iya daddy" ucap melati tersenyum nyengir.
Riko mendaratkan ciumannya ke kening melati dan memeluknya.
"Kalau ada apa-apa segera hubungi mas ya?"ucap riko seraya melangkah masuk mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju kantornya.
Melati masuk rumah dan kembali ke tempat nayya dan mia berada.Terlihat Mia tengah menidurkan nayya ke tempat tidurnya.
"Cepat banget mbak tidurnya?" ucap melati berbisik.
"Dia langsung tidur begitu menghabiskan susunya"
Setelah menidurkan nayya mereka meninggalkan nayya.
"Mbak mia sudah sarapan?"
"Sudah,temani aku ke mall yuk aku pengen membeli beberapa baju untuk nayya" pinta mia berjalan menuruni tangga.
"Boleh, sebentar ya mbak aku ambil tas dulu!" ucap melati kembali naik dan mengambil tasnya di kamar.
Beberapa menit kemudian melati kembali dan berjalan beriringan menuju mobil mia yang terparkir di halaman.Keakraban keduanya membuat pembantu-pembantu melati terheran.
"Saya kira bakal terjadi perang dunia ketiga?" ucap yanti mengintip melati dan mia dari balik jendela
"Hush,jangan ngomong gitu yan"
"Memang ada apa dengan mereka bik?" tanya desi tak mengerti.
"Non mia itu istri pertama tuan riko tapi sudah bercerai dan non melati istri siri tuan riko.Kisah mereka rumit panjang" ucap yanti
"Sudah,sudah jangan bergosip tentang majikan kita nggak baik" ucap bik minah beranjak pergi ke dapur diikuti yanti dan desi.
Mia dan melati dalam perjalanan.Mia fokus mengendarai mobilnya sementara melati fokus menatap gawai nya.Tiba-tiba gawai yang dipegangnya berdering.
"Halo ka,ada apa?" ucap melati.
"Aku ingin bertemu denganmu mengenai bisnis kita"
"Ok,temui aku di mall A,aku sedang menuju kesana!"
"Iya"
Melati memutuskan sambungan teleponnya.
"Siapa mel?"
"Temen aku,aku ada kerja bisnis dengannya"
"Ohh"
Mereka akhirnya sampai dan masuk ke mall itu dan mulai menyusuri tiap-tiap sudut di mall itu.
Tiba-tiba ponsel melati kembali berdering.Andika telah menunggunya disebuah restoran di dalam mall.
"Mbak mia,aku temui temen aku dulu ya mbak mau ikut apa disini saja?"
"Aku ikut aja,males disini sendiri!"
Mereka berjalan menuju tempat dimana dika berada.Mereka masuk kesebuah restoran dan duduk bersama dika.
__ADS_1
"Dika" sapa melati.
Dika melihat melati dengan seksama.
"Melati,kamu berhijab hampir aku tidak mengenalimu?"
"Iya aku masih belajar dari ahlinya!" ucap melati tersenyum dan menepuk bahu mia.
"Siapa?" tanya andika menatap mia.
"Kenalin ini mbak mia"
"Mia istri riko"
"Bukan,saya mantan istrinya!" sahut mia.
Andika tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Andika"
"Mia" ucap mia menjabat tangan andika.
"Melati banyak cerita tentangmu"
"Cerita tentang aku,pasti ceritaku buruk!" ucap mia menundukkan kepalanya.
Andika menggelengkan kepala.
"Justru sebaliknya"
"Kalian akrab sekali ya,aku akan pergi dan meninggalkan kalian berdua ngobrol" sahut melati terkekeh.
Andika pun tersipu malu.Melati sering bercerita tentang mia dan baru pertama kali ini bertemu dengan mia.Sosok mia yang terlihat tenang dan lembut membuat andika penasaran dan ingin lebih kenal dengannya.Disela-sela makan andika nampak mencuri pandang kearah mia.Melati yang menyadari gelagat sahabatnya itu merasa senang.
"Kenapa ka,ada sesuatu yang menarik perhatianmu?" celetuk melati mengedipkan sebelah matanya.
"Nggak,aku cuma bercanda kok" ucap melati tersenyum.
Andika telah mengikhlaskan dan menerima melati bukan jodohnya.Sekuat apapun dia mengejar cinta melati tak mampu meruntuhkan benteng cinta melati dan riko.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sepulang dari pergi bersama mia.Melati tertidur,badannya sangat lelah dan lemah disertai kepalanya pusing dan berat.
Sepulang kerja riko segera mandi dan membiarkan istrinya istirahat tanpa menganggunya.Beberapa menit kemudian riko keluar dari kamar mandi.Terlihat melati terbangun dan duduk di ranjangnya dan memegang kepalanya.
"Ada apa sayang?" tanya riko mendekat dan duduk disamping melati.
"Kepala ku pusing banget mas,perutku sedikit mual!"
"Ayo aku antar kamu ke rumah sakit, kamu terlihat pucat sayang,aku takut kamu kenapa-napa!"
Riko membopong melati turun menaiki tangga dan mendudukkannya di sofa ruang tamu.
"Bik " panggil riko berteriak.
"Iya den"
"Jaga nayya ya,saya mau ke rumah sakit.melati sakit!"
"Iya tuan"
"Kalau ada apa-apa segera hubungi saya!" ucap riko kembali membopong melati menuju parkiran.Segera riko melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Setelah setengah jam riko sampai dirumah sakit dan masuk ke UGD.
Dokter segera memeriksa melati.
"Bagaimana istri saya dok?" tanya riko cemas.
"Istri bapak keadaannya sangat lemah ditambah dengan kehamilannya,istri bapak harus dirawat supaya bisa dipantau kondisinya" ucap dokter.
"Baik dok, lakukan apapun agar istri dan bayi saya selamat"
"Pasti itu sudah menjadi tugas kami" ucap dokter.
Melati kemudian dipindahkan ke ruangan rawat vip.
Riko nampak cemas akan kondisi istri dan anak dalam kandungannya.Tangannya mengenggam erat tangan melati yang tertidur setelah dokter memberinya obat.
Setelah satu jam melati terbangun dan melihat suaminya tertidur di sampingnya.Melati mengelus lembut rambut suaminya.Riko pun terbangun.
"Kamu sudah bangun sayang?"
Melati mengangguk.
"Ayo makanlah,kamu harus makan biar kamu cepat sembuh!" ucap riko membantu melati duduk kemudian mengambil makanan di meja.
Riko menyuapi melati dengan sabar dan telaten.
"Ayo makan yang banyak,mulai sekarang kau harus menjaga dirimu!" ucap riko memberi melati minum.
"'Sudah mas,aku sudah kenyang"
"Baru beberapa suap kamu sudah kenyang?"
"Makan membuat perutku semakin mual" ucap melati.
Riko menaruh piring kembali ke meja.
"Apa kamu sudah lebih baik sayang?"
"Pusingku sudah hilang tapi aku merasa masih mual?" ucap melati menutup mulutnya dengan tangan.
Riko memeluk melati dan mengusap kepala melati lembut.
"Maafkan aku sayang,kamu harus mengalaminya lagi aku janji ini yang terakhir kali aku tidak akan memaksamu untuk hamil lagi" ucap riko lirih.
"Kenapa mas harus minta maaf,harusnya aku lebih kuat lagi.Mami begitu bahagia aku hamil lagi,aku baik-baik saja kok jangan terlalu mencemaskan aku"
"Baiklah kalau kamu tidak masalah berarti setiap tahun aku akan menghampirimu!" ucap riko terkekeh.
Seketika melati mendorong suaminya.
"Kamu ini gila!" ucap melati kesal.
"Aku cuma bercanda kok, gara-gara disini aku jadi nggak bisa kerja malam.Apa kita bisa melakukan disini,aku akan minta izin dulu ke perawat!"ucap riko mulai mendekat dan mencumbu istrinya.
Melati segera menjewer telinga suaminya kesal sekaligus gemas akan tingkah suaminya.
'Auuuu,sakit sayang bisa copot telingaku!"ucap riko memegang telinganya yang memerah.
Melati diam dan membuang muka kesal.
"Aku kan cuma bercanda sayang,kamu sedang sakit nggak mungkin aku melakukannya apalagi ditempat ini"
"Kamu sih keterlaluan, bisa-bisanya mikir s*x terus!"
__ADS_1
"Sudah jangan marah lagi,tidurlah sudah malam" ucap riko membantu melati berbaring dan menyelimuti tubuh melati dan mencium keningnya lembut.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*