
Empat bulan pun telah berlalu begitu cepat tidak terasa kehamilan Melati sudah memasuki bulan ke 5.Perutnya mulai membuncit dan badannya mulai berisi, si dede pun mulai bergejolak manja di perutnya.
Seminggu yang lalu Melati telah meminta izin pada Riko untuk bisa menghadiri pesta pernikahan sahabatnya waktu SMA dulu.Melati meminta Riko untuk menemaninya tapi entah kemana suaminya itu karena tidak pulang juga tidak ada kabar.
Melati telah selesai berdandan.Penampilannya berbalut kebaya warna merah muda dan rambutnya yang disanggul modern dengan hiasan bunga menambah penampilannya semakin menawan.
Waktu menunjukan pukul 7 malam tapi riko tak kunjung pulang.Akhirnya Melati pergi sendiri.Ia meminta pak Ahmad sopir yang dipekerjakan Riko untuk mengantar kemanapun Ia ingin pergi.
Beberapa bulan terakhir Riko sangat sibuk dengan bisnis barunya, Grand Opening restoran baru di luar kota jadi Riko bolak-balik keluar kota untuk menangani bisnisnya itu.
Melati pun pergi ke pesta pernikahan sahabatnya diantar sopirnya.Setelah beberapa lama akhirnya Melati telah sampai.Dia turun dari mobil dan segera berjalan memasuki aula acaranya di gelar.
Melati berjalan pelan dan hati-hati tapi entah karena kebayanya yang panjang,dia hampir terjatuh.Untung seseorang menahannya dari belakang.
Melati menoleh kebelakang dan melihat siapa yang menolongnya.Seorang pria yang tak asing baginya, Andika.
"Andika." Melati terperanjat melihat prai itu yang menahan tubuhnya
sementara Andika tersenyum menatapnya.
"Melati, kamu disini?Ayo aku pegangin biar kamu nggak jatuh," kata Andika.Menuntun Melati menaiki beberapa anak tangga menuju aula itu.
Dari kejauhan seorang pria mengamati keduanya yay berjalan sambil berpegangan tangan.Riko begitu marah melihat Melati bersama pria lain.Wajahnya memerah dengan matamenatap tajam kearah keduanya.Tanpa membuang waktu Riko berlari menghampiri Melati, menarik tangannya dari genggaman tangan pria itu.Seketika aksi Riko membuat Melati terkejut karena Ia sama sekali tidak mengetahui kedatangan suaminya itu.
"Mas Riko, kapan kamu kesini?" tanya Melati.
"Kamu tidak ingin aku disini!" kata Riko menatap tajam Andika.
Andika merasa tidak enak melihat raut wajah Riko yang seakan tidak menyukainya.
"Mas ini kenalin temen sekolahku dulu, Andika.Andika ini suamiku, Riko." kata melati memperkenalkan sesaat menatap Andika lalu berpindah ke Riko.
Andika mengulurkan tangannya, Riko pun segera menjabatnya dengan wajah yang masih terlihat jutek.
"Melati, kamu sudah menikah rupanya." Andika sedikit getir.
__ADS_1
"Sudah, sebentar lagi juga kita punya anak," sahut Riko.Mengelus perut Melati yang membuncit.
Andika kembali tersenyum getir mendengar pernyataan Riko sambil menyembunyikan rasa kecewanya.Andika dulu pernah dekat dengan Melati dan menyimpan rasa cinta yang tidak mampu dia utarakan kepada Melati.Baru terlintas sejenak saat kembali bertemu dengan Melati tadi, dia ingin mengulang lagi masa itu tetapi sekarang pupus lah sudah harapannya yang tersisa hanya rasa kecewanya.
"Baiklah aku masuk dulu ya," kata Andika.Meninggalkan Melati dan Riko.
" Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria lain!" tegas Riko.Menatap tajam ke Melati.
"Siapa yang dekat-dekat, Andika hanya membantuku tadi karena aku hampir terjatuh," sahut Melati mengelak.
"Kamu mau masuk atau disini saja?" kata riko menarik tangan Melati dan mengajaknya masuk.
Riuh tamu undangan begitu terasa.Melati dan Riko berbaris mengambil makanan yang telah disediakan.Melati dan Riko menikmati semua makanan di piringnya.
Setelah selesai Melati dan Riko bersalaman kepada kedua mempelai.Melati sedikit berbincang-bincang dengan mempelai perempuan yang notabenenya adalah sahabatnya, Anya.Melati memperkenalkan Riko suaminya.
Setelah selesai Riko menarik tangan Melati.Tanpa menunggu lama, Riko membopong tubuh Melati menuruni anak tangga, dia tahu jalan Melati akan memperlambatnya untuk segera pulang.Mereka pun menjadi pusat perhatian tamu yang berlalu lalang datang dan pergi.Melati menunduk malu dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Akhirnya mereka sampai di parkiran.Riko mendudukkan Melati di dalam mobil tepat di sebelah kemudinya.Riko menyusulnya untuk masuk ke dalam mobil.Melati hanya mematung dan membuang muka di dalam mobil.Riko yang melihat tingkah istrinya itu menjadi kesal.
"Kamu ini membuat aku malu, padahal tadi aku masih mau menyapa temanku." Melati mencebikkan bibirnya merasa kesal
" Sudahlah aku tidak ingin berlama-lama ditempat itu,sebaiknya kita pulang.Aku tidak ingin kamu kelelahan, nanti bayiku kecapekan." Riko sambil mengelus perut nya
Melati hanya bisa pasrah dan menurut kata suaminya.Mobil itu pun melaju kencang membelah kebisingan kota itu.
Setelah 20 menit akhirnya mereka telah sampai.Melati dan Rik masuk rumah dan menuju kamarnya.Melati segera mengganti bajunya dengan baju rumahan.Dia menghapus make up yang masih menempel di mukanya.
Riko mengamati istrinya, ada rasa bahagia ketika melihat istrinya itu.Melati yang melihat Riko dari balik cermin merasa aneh karena suaminya terus memandanginya dari belakang.
Melati pun segera menghampiri suaminya setelah selesai dengan skincare routinenya.Direbahkan tubuhnya yang lelah diatas kasur.Riko memiringkan tubuhnya menghadap Melati dan masih terus memandanginya.Riko mendekat dan memeluk tubuh istrinya itu dan mengecup keningnaya lembut.
"Kamu kenapa Mas, nggak biasanya kamu seperti ini?" tanya Melati bingung.
Riko biasanya bersikap dingin kepadanya dan hanya bersikap lembut ketika membutuhkannya saat berada di ranjang tapi kini Riko sangat lembut dan sedikit romantis.
__ADS_1
Riko hanya menggelengkan kepalanya tidak ingin menjawab, dia hanya ingin menikmati kehangatan saat memeluk tubuh istrinya.
Perut Melati pun serasa bergerak-gerak , bayi di dalam perutnya menendang halus.Riko yang merasakan tendangan itu sangat bahagia dan segera mengecup dan mengelus perutnya
"Anak Daddy seneng ya dipeluk Daddy, coba tendang lagi, Nak" katanya sambil terus mengelus perut Melati sambil menciuminya.
Melati hanya tersenyum bahagia.Baru kali ini rasanya memiliki suami yang utuh yang memperhatikannya dan mencintainya.
'Bolehkan aku memilikimu dan mendambakanmu, aku bahagia denganmu.Aku tidak peduli, aku istri keduamu tapi bisakah kamu mencintaiku?' Melati berkata dalam hati.
"Mas apa tadi kamu, cemburu?" tanya Melati penasaran.
"Cemburu apa, siapa yang cemburu?aku bersikap seperti itu karena aku masih suamimu, aku khawatir sama bayiku," kilah Riko .
Melati yang mendengar jawaban suaminya merasa sedikit kecewa.Dia berharap Riko akan mengutarakan kalau mencintainya tapi harapan tinggallah harapan
'Mungkin aku yang terlalu baper,' katanya dalam hati
"Aku sakit dengan semua tingkah kamu mas terkadang kamu seperti mencintaiku dan terkadang kamu membuangku, apa mau mu?" kata Melati meronta dan sedikit marah.
" Apa maksudmu, kita kan sudah sepakat.Kenapa harus membahas ini lagi!" tegas Riko.
"Aku ini manusia bukan robot, aku punya perasaan," kata Melati menghela nafas panjang.
"Jangan jadikan perasaanmu sebagai alasan.Kamu pasti ingin memiliki aku untuk bisa mendapatkan semua hartaku," tukas Riko.
Jleebbb
rasanya hati Melati seperti tertusuk pedang yang tajam.Mulutnya menganga, matanya melotot seakan tidak percaya suaminya berkata seperti itu.
"Kamu!kamu!" kesal Melati memukul dada Riko meluapkan emosinya.Melati membuang muka, memunggungi Riko. Air matanya langsung menitik seiring rasa sesak di dadanya karena bukannya pengakuan cinta namun malah pria itu menuduhnya dengan kejam.Air matanya terus tumpah menahan kesakitan yang kini menderanya.
Riko hanya diam tak berkata apapun, membiarkan Melati larut dalam kesedihannya.Riko menjadi sangat bersalah dengan semua ucapannya dan mencoba menenangkan Melati.
"Sudah lah jangan menangis lagi, maafkan aku bukan maksudku.Tenangkah dan tidurlah," kata Riko sambil mengelus punggung Melati.
__ADS_1
Akhirnya Melati tidur dengan air mata yang mengering.Batinnya remuk dan hancur tapi inilah yang harus dia hadapi menjadi istri kontrak yang tidak dicintai.Salahnya membumbui dengan cinta.Ketika cinta itu tumbuh tidak pada tempatnya hanya akan memberinya luka yang akan terus menggores hatinya.