Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 66 ( Pasangan Serasi )


__ADS_3

Riana terus mondar- mandir diruang tamu menunggu kedatangan Erick seraya beberapa kali melirik kearah jam dinding.


" Telat 10 menit," Riana berdecak kesal.


"Ada apa sayang?" tanya Nani yang kebetulan melihat Riana mondar-mandir dan beberapa kali menggerutu.


"Kamu mau kemana,sudah cantik begini?" tanya Nani menatap Riana dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Mau pergilah Mi masa mau tidur cantik gini," seloroh Riana seketika membuat maminya terkekeh.


"Itu dia," Riana berdecak senang melihat mobil masuk ke dalam halaman rumahnya.Riana sengaja membuka pintu rumahnya agar kedatangan Erick terlihat olehnya.


Erick menuju daun pintu dengan langkah pasti membuatnya nampak gagah ditambah rupanya yang tampan membuat kaum hawa yang melihatnya dibuat terkesima dengan sejuta pesonanya.


"Langsung masuk aja," pekik Riana.


"Selamat malam ," sapa Erick membungkukan tubuhnya.


"Ayo kita sudah terlambat," ajak Riana mengambil tasnya di sofa lalu menggandeng tangan Erick membuat Erick sedikit canggung karena Nani terus menatap aksi keduanya.


"Mi Riana pergi dulu ya," ucap Riana berpamitan.Erick pun menundukkan kepalanya lalu melangkah pergi seiring tarikan Riana menariknya pergi.


Erick membuka pintu mobil mempersilahkan Riana masuk kemudian memutari mobil menuju kemudi mobil.


"Kamu sudah siap?" tanya Erick saat keduanya telah berada di dalam mobil dan telah memakai sabun pengaman.


"Siap," pekik Riana .


Mobil melaju membelah jalanan malam di kota itu membawa mereka ke sebuah Hotel Berbintang.Riana dan Erick berjalan berdampingan memasuki hotel itu menuju ballrom.Riana terus menempel di lengan Erick membuat pasangan itu menjadi pusat perhatian di pesta itu.


"Wah pasangan serasi cantik dan tampan," decak seorang wanita melihat pasangan itu.


"Iya seperti Romeo dan Juliet," tambah Wanita disampingnya.


Riana hanya tersenyum mendengar lontaran kata-kata dari tamu wanita di pesta itu.


Erick menuju ke Antony yang terlihat berbincang dengan Tamunya.


"Erick terima kasih sudah datang,dimana Riko?" tanya Antony menatap Riana.


"Perkenalkan ini Riana-"


"Pacar Erick," sahut Riana memotong ucapan Erick.


Antony pun tersenyum mendengar celetukan Riana." Wah selamat nih akhirnya tuan Erick menggandeng wanita ke pesta." Seloroh Antony membuat Erick jengah.


"Ditunggu undangan secepatnya," bisik Antony di telinga Erick membuat Erick mengulum senyum.

__ADS_1


Erick dan Antony sudah lama saling mengenal karena Antony sering berkerja sama dengan perusahaan Riko.


"Sampaikan salamku untuk Riko ya," ucap Antony.


"Nona Riana pasti akan menyampaikan salam mu,dia adik Tuan Riko," ucap Erick.


"Baru tahu aku Riko punya adik secantik ini,tahu gitu aku pasti jadikan istri." seloroh Antony membuat wanita disampingnya menatap sinis kemudian mencubit lengannya gemas.


"Sorry Honey,aku cuma bercanda," pekik Antony kesakitan.


"Silahkan nikmati pestanya anggap seperti rumah sendiri," ucap Antony menepuk pundak Erick kemudian beranjak pergi menemui tamu yang lain.


.


.


"Antony itu orangnya menyenangkan ya?" ucap Riana saat berada di perjalanan pulang.


"Iya dia baik orangnya walaupun seorang bos tapi tetap ramah sama persis seperti Kakakmu," tambah Erick.


"Tadi Dia menawarimu menjadi istrinya,apa Kamu bersedia?" timpal Erick menggoda Riana.


"Ogah lah siapa juga mau jadi istri keduanya,lebih baik aku jadi perawan tua daripada jadi yang kedua," tolak Riana penuh penekanan.


Seketika Erick terkekeh mendengar ucapan Riana."Kok kamu malah tertawa aku serius kali." Riana berdecak kesal.


Riana menempelkan kepalanya di pundak Erick menikmati kebersamaannya bersama Erick.


"Aku berharap malam cepat berlalu supaya aku cepat bisa bertemu denganmu besok." ucap Riana saat mobil Erick sudah berhenti di halaman rumahnya.


Riana mengecup pipi Erick sekilas lalu turun dari mobil."Bye sayangku," ucap Riana melambaikan tangannya kemudian menutup mobil Erick.


Erick tersenyum menatap kepergian Riana.


Erick mengelus pipinya yang tadi dikecup Riana membuatnya kini senyumnya terus mengembang kemudian mengelus dadanya yang masih berdetak kencang.Setelah cukup tenang Erick melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Riana.


***


Di Rumah Melati.


Melati langsung beranjak ke kamarnya sesaat setelah selesai makan malam diikuti Riko yang menyusulnya kemudian.


Melati membaringkan tubuhnya ke ranjang, perutnya yang membesar membuatnya lebih cepat lelah dan bergerak bebas.


Riko mendekat ke ranjang kemudian mulai memijat kaki Melati pelan."Apa ini membuatmu nyaman?" tanya Riko menatap Melati yang memejamkan matanya.


"Iya sayang nyaman sekali," ucapnya lirih menikmati pijatan dari Riko.

__ADS_1


"Apa lelah sekali,Aku merasa perutmu jauh lebih besar daripada saat mengandung Nayya." tutur Riko sambil terus memijat.


"Iya dan jauh lebih aktif pergerakannya." ucap Melati mengelus perutnya yang tiba-tiba bergerak saat dirinya dan Riko membahasnya seakan mengerti sedang dibicarakan.


"Kenapa?" tanya Riko melihat ekspresi Melati yang sedikit menahan sakit.


"Ini bayimu menendang perutku tadi,dia tahu kalau kita sedang membicarakannya." Terang Melati.


"Aku akan mencubit hidungnya saat dia lahir nanti karena begitu nakal membuat Mommy sering meringis kesakitan." ucap Riko gemas mengecup perut Melati beberapa kali.


Riko kemudian berbaring disamping Melati kemudian meletakkannya lengannya dibawah kepala Melati."Tidur sayang!" suruh Riko mengelus rambut Melati sekilas lalu mengelus punggung Melati lembut membuat Melati merasa nyaman dengan posisinya kini miring dipelukannya.


"Bagaimana Riana dan Erick sekarang apa mereka sudah pacaran?" tanya Melati mendongak ke wajah Riko.


"Entahlah tapi aku sudah membuat mereka mengakui perasan mereka satu sama lain." terang Riko.


"Kamu jadi mak comblang Mereka hahaha," Melati terkekeh mendengar ucapan suaminya.


"Aku geli sama mereka sikap mereka berdua kekanak-kanakan jadi aku memaksa keduanya jujur dihadapanku," tutur Riko.


"Wah keren sekali Pak Bosku ini selain ahli dalam bidang bisnis ternyata juga ahli dalam hal asmara menyatukan dua hati," puji Melati mengecup leher Riko karena untuk mengecup pipinya Melati harus berusaha membangunkan tubuhnya dan membuatnya kesusahan jadi leher Riko yang kemudian menjadi sasarannya kini.


"Geli sayang," ucap Riko malah membuka lehernya lebar-lebar agar Melati semakin melebarkan kecupannya.


Melati geram Riko malah menginginkan lebih padahal dia tahu begitu susahnya dia bergerak lalu mengigit kecil leher Riko.


"Auuuu," pekik Riko kesakitan dengan gigitan Melati.


"Sukur," umpat Melati.


"Kok gitu sih,sakit tahu." Riko mengelus lehernya yang merah akibat gigitan Melati.


Riko kemudian mengecup kening Melati.


"Maafkan suamimu ini yang selalu membuatmu marah,pukul aku sekarang untuk menghilangkan kekesalanmu." Tawar Riko merasa bersalah.


"Untuk apa aku memukulmu,mukul juga kan perlu tenaga." Tolak Melati.


"Aku tidak mau terjadi apa -apa padamu,jadi kalau kamu merasa tidak nyaman atau apa pukul saja dadaku." Riko menunjuk dada mempersilahkan dadanya menjadi sasaran kemarahan Melati.


"So sweet banget sih sayang,kalau aku marah aku hanya perlu memeluk dan melihat senyumanmu itu saja," tutur Melati tersenyum lalu memeluk tubuh Riko erat.


"I love you sayang," ucap Melati lirih diperlukan suaminya.


"I love you too," sahut Riko mendekap erat Melati.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


Siapa nih yang baper dengan pasangan Melati dan Riko,author juga loh🤭.Yuk dukung terus cinta Melati dan Riko dengan cara vote,like dan komennya.Dukungan kalian sangat berarti buat author.Terima kasih yang selalu setia bersama author dan selalu mendukung karya receh author dengan meninggalkan jejak disetiap Bab nya.Salam sayang dan cinta dari author❤️


__ADS_2