
Hai Reader setia Terjebak Nikah kontrak.Author ucapkan beribu terima kasih karena sampai bab ini masih setia menemani othor,tanpa dukungan kalian athor tidak berarti apa-apa.Othor mohon maaf jika cerita othor masih receh,kurang jelas juga puebi yang masih berantakan othor masih terus belajar semoga kedepannya lebih baik lagi.Bab-bab selanjutnya akan fokus ke karakter Riana tapi karakter Melati juga Riko masih akan muncul.Semoga kalian nggak bosen,othor siap menerima kritik maupun saran dari kalian๐.
๐น๐น๐น
Riana memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya kemudian masuk rumah.
"Tidur dimana kamu semalam,Riana?" Suara tegas seorang wanita menghentikan langkah Riana.
"Riana tidur dirumah teman, Mi," balas Riana datar lalu melanjutkan langkahnya.
"Kenapa anak itu terlihat aneh?" Nani menyadari gelagat putrinya yang aneh biasanya selalu mencium dan memeluknya saat pulang ke rumah tapi malah berlalu pergi bahkan seperti menghindari.
Riana masuk ke kamar mandi setelah berada di dalam kamarnya.Menggosok seluruh tubuhnya dengan air dibawah pancuran shower.Ingatannya kembali tertuju kejadian semalam walaupun mabuk sepenuhnya Riana menikmati permainan itu.
"Kenapa harus Niko yang meniduri aku bukannya Erick." Sesal Riana.
'Aku akan melupakannya seperti masa laluku dulu,' batin Riana.
Setelah mandi Riana merasa lebih baik.Sakit kepalanya pun berangsur hilang.Riana segera berganti pakaian kantor seperti kata Erick Dia tidak ingin dikatakan tidak profesional karena hanya masalah pribadi membuatnya tidak masuk kantor.
'Akan aku tunjukan padamu,aku wanita profesional," batin Riana.Menatap pantulan dirinya cermin.
Tok tok tok
"Boleh mami masuk, sayang?" pinta Nani.
Riana melangkah ke daun pintu lalu membuka kunci pintu kamarnya.
Seketika senyum lembut menyapa Riana saat pintunya terbuka.
"Apa kamu sakit,Nak?" Nani menatap wajah putrinya yang sedikit pucat.
"Riana nggak pa pa Mi, cuma semalam Riana kurang tidur karena terus ngobrol sama temen Riana yang mau pindah ke Amerika.Dia meminta Riana tidur disana sebelum dia pergi." Riana mengatakan dengan jelas.
Riana, dia memang selalu bisa beralasan karena Maminya sosok yang selalu percaya padanya beda dengan Kakaknya Riko yang selalu curiga.
Setahun terakhir Riana memang banyak berubah putus dari Niko membuatnya menjadi pribadi yang baik.Walaupun punya masa lalu yang kelam Riana berusaha berdamai dengan masa lalunya dan melanjutkan hidupnya.
__ADS_1
"Riana pergi dulu ya, Mi?" Riana mencium kedua pipi Nani lalu melangkah pergi meninggalkan maminya.
Sesampainya di kantor Riana melewati meja Erick tanpa menghiraukannya.Riana melangkah dengan pasti menuju ruangannya.
'Apa dia benar-benar ingin putus dariku?' Erick membatin pandangannya tertuju pada Riana di dalam ruangannya yang terlihat jelas oleh Erick.
Saat jam makan siang Riana juga tidak keluar dari ruangannya Riana hanya menyuruh Asistennya Devi untuk memesankan makan siang.
Sepulang kerja Riana langsung berlalu menuju besment setelah keluar dari lift seorang pria langsung menarik dan mencekal tangannya.
"Ngapain kamu disini?" pekik Riana.Seketika karyawan yang berada di Resepsionis menatap keduanya penuh tanya.
"Jaga mulutmu, jangan sampai aku berteriak pada mereka kalau kamu pela*cur yang siap tidur dengan siapa saja." Ancam Niko berbisik lirih di telinga Riana.
"Brengsek kamu, bajingan!" Riana mengumpat kesal menatap Niko penuh amarah.
"Ikut aku sekarang!" Niko menarik tangan Riana keluar dari gedung itu.Dari kejauhan Erick yang baru keluar lift menatap Riana bergandengan tangan dengan seorang pria keluar dari gedung.
'Secepat itu dia melupakanku dan sekarang bersama pria lain,tapi apa hak ku walaupun aku masih ingin bersamanya tapi nyatanya dia sudah memutuskan hubungan ini.' Erick membatin.
'Sudahlah siapa diriku,tak sepantasnya aku berharap lebih," batin Erick menyesalkan semua yang terjadi antara dirinya dan atasannya itu.
Ditempat lain Niko membawa Riana mengendarai mobil Riana.
"Apa maumu, hentikan mobilnya aku mau pulang!" pekik Riana.
"Kenapa buru-buru, kita masih belum bersenang-senang.Apa kamu sudah melupakan kejadian semalam?bagaimana kamu mendesah bahkan menggodaku untuk bermain lebih denganmu." Niko tersenyum puas karena bisa berkata sesuka hatinya.
"Dasar bajingan, hentikan mobilnya kalau tidak Aku akan melompat keluar!" Ancam Riana memukul lengan Niko membuat mobil itu sedikit oleng.
"Hentikan!kamu mau kita mati!" bentak Niko melirik tajam Riana.
"Ya ... aku mau mati nggak sudi aku berhubungan lagi denganmu, iblis!" umpat Riana menatap Niko penuh kebencian.
Niko lalu menghentikan mobilnya di tempat sepi.
Niko mencekal tangan Riana berusaha ******* bibir Riana.Sekuat tenaga Riana melawan dan akhirnya Niko terpelanting karena Riana mendorongnya.
__ADS_1
Wajah Niko berubah merah padam lalu melayangkan tangannya menghempas wajah Riana.Seketika Riana menunduk tapi Niko segera mencekal dagunya kasar.
"Dasar kau wanita tak tahu diri, seharusnya kau memperlakukan aku dengan baik selama ini semua wanita tunduk dibawah kakiku, kau membuatku muak!"
Air mata Riana pun tumpah menjadi saksi perlakuan kejam Niko.
Niko pemuda yang sangat tampan juga kaya tapi karena kelakuannya yang urakan membuat orang tuanya mengusir dirinya dari rumah.Setahun terakhir Niko kembali ke rumah orang tuanya.Bukan bucin akut yang ada di hati Niko tapi dendam yang membara karena Riko kakak Riana telah mempermalukannya di depan umum terakhir kali mereka bertemu.
"Kamu akan menyesal dengan semua penolakanmu!" ancam Niko kemudian keluar dari mobil Riana.
Mobil hitam berhenti tepat saat pria itu keluar dan langsung membawanya pergi.
Sementara Riana masih terpaku di mobilnya air matanya terus mengalir.
'Seharusnya aku tidak bertemu dengannya lagi," batin Riana.
Diusapnya air matanya lalu melajukan mobilnya meninggalkan jalanan itu.
Sesampainya dirumah Riana langsung ambruk di ranjangnya.Rasanya dunia menjadi gelap baginya.
'Haruskah aku pergi sejauh mungkin agar bajingan itu tidak menemukan aku,dia pasti tidak akan melepaskan aku begitu saja,' batin Riana.
๐น๐น๐น
1 bulan kemudian.
Riana melompat dari ranjangnya ketika merasa mual hebat pada perutnya.Riana memuntahkan semua isi perutnya lalu membasuh mukanya dengan air.Riana menatap wajahnya di pantulan cermin.
'Munginkah?' Pikiran Riana melayang kejadian sebulan lalu.
'Tidak ... tidak mungkin dulu walaupun aku sering melakukannya tapi aku tidak hamil,' batin Riana yakin.
Setelah rapi Riana bergegas pergi ke kantornya karena hari ini akan ada rapat di kantornya.Saat diperjalanan Riana menatap penjual nasi uduk yang menjajakan makanannya di pinggir jalan.Riana menelan salivanya saat membayangkan betapa nikmatnya.
'Ah aku akan menyuruh Devi membelinya begitu sampai di kantor.' Batin Riana melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Riana mulai melanjutkan hidupnya dan melupakan semua tentang Niko karena setelah kejadian waktu Niko membawanya paksa Niko tidak pernah muncul lagi di hidupnya.Riana bersyukur Niko melepaskannya begitu saja.
__ADS_1