Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 52 ( Semakin Jelas )


__ADS_3

Selesai menyuapi Melati,Riko membereskan barang-barang nya karena hari ini Melati udah diperbolehkan pulang.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Riko mengelus perut Melati.


Melati mengangguk. "Aku baik-baik saja,tenang saja aku kan kuat."


"Bagus,tidak akan lagi aku membiarkan siapapun termasuk Angel menyakitimu lagi.Maafkan aku begitu lengah menjagamu." ucapnya merasa bersalah.


"Sudah cukup harus berapa kali lagi kamu mengucapkan kata maaf padaku." ucap Melati mengenggam tangan Riko dan tersenyum.


"Aku hanya kecewa-"


Melati langsung menutup mulut Riko menghentikan bicaranya dan menggelengkan kepalanya memintanya untuk tidak bicara lagi.


"Hai hai" sapa Riana masuki ruangan itu.


"Kenapa sih kalian ini?"tanya Riana menatap Melati yang masih membungkam mulut riko.


Melati kemudian menarik tangannya.


Riana mendekat memeluk dan mencium pipi Kakak iparnya."Gimana keadaan Kakak?" tanya Riana melepas pelukannya.


"Kakak baik-baik saja,bentar lagi mau pulang."


"Aku ikut lah aku kangen pengen cium Nayya." ucap Riana.


Riko pun bergegas menyelesaikan biaya administrasi dan kembali ke ruangan Melati dirawat kemudian mereka meninggalkan rumah sakit.Riana pun ikut bersama Melati dan Riko kerumahnya.


***


"Istirahatlah!" suruh Riko menyelimuti Melati yang berbaring di ranjangnya.


"Tapi sayang,aku mau Nayya." pinta Melati sedikit memohon.


"Riana akan membawanya kesini." terang Riko membuat Melati kembali ceria.


"Halo Mommy." ucap Riana berjalan mendekati Melati seraya menggendong Nayya yang nampak ceria melihat mommy nya.Riana kemudian mendudukkan Nayya di ranjang bersama Melati.Melati kemudian mendudukkan tubuhnya senang melihat kehadiran Nayya dan melempari bertubi-tubi ciuman ke pipi Nayya.


"Apa kabar cayang,mommy kangen." ucap Melati gemas mencubit pelan kedua pipi Nayya.Bayi 7 bulan itu tampak menggemaskan.


"Nay lihat sini sayang,Tiluk Baa." Riana mengajak bermain Nayya seketika Nayya tertawa.


Sementara Riko memandangi gawainya di sofa.


Riko memandangi foto-foto yang baru dikirim Asistennya.Foto yang memperlihatkan Angel tengah makan malam dengan Seorang pria bersama Alexa dan nampak akrab dibawah foto ada caption.


'Sepertinya mereka tinggal bersama di Apartemen, karena setelah kami mengikuti laki-laki itu tak kunjung keluar sampai pagi dari apartemen wanita itu bos.'


Lalu Riko mengirim balasan pesan kepada Asistennya.


'Ikuti terus dan laporkan kepadaku, jangan sampai mereka hilang dari pandangan kalian.'


Riko masih terus fokus menatap gawai di tangannya.


"Mas Riko Mas." teriak Melati memanggil.


Seketika fokus Riko buyar mendengar Melati memanggilnya.

__ADS_1


Riko kemudian beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Melati yang memanggilnya.


"Ngapain sih Kak fokus amat main ponselnya?" tanya Riana.


"Cuma pekerjaan kantor,Ri cepat kamu pergi ke kantor soalnya kantor kosong Asistennya Kakak juga nggak ditempat kalau ada sesuatu ngga ada yang ngurus!" perintah Riko.


"Tapi Kak aku masih pengen main sama Nayya." rengek Riana.


"Kami bisa kesini lagi setelah pulang kerja." tegas Riko.


"Ok,aku pergi dulu ya Kak Mel." pamit Riana mencium dan memeluk Melati.


"Aunty pergi dulu ya cantik." ucap Riana pamit pada Nayya dan mencium pipi kanan kiri Nayya.


"Hati-hati Riana." pesan Melati.


"Bye bye Kakak." ucap Riana melambaikan tangan kemudian berlalu pergi.


Nampak Riko sedikit termenung memikirkan sesuatu membuat Melati merasa aneh akan gelagat suaminya.


"Ada apa,apa ada masalah?" tanya Melati memegang tangan Riko.


"Tidak ada apa-apa." ucap Riko kemudian mencium tangan Melati dan menatapnya dalam.


"Aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku." ucap Melati balik menatap suaminya dalam.


"Apa yang berusaha aku tutupi darimu?"


"Ada sesuatu,aku bisa lihat dari matamu tapi jika kamu perlu waktu untuk mengatakannya aku tidak masalah."


"Percayalah sayang tidak ada sesuatu yang aku sembunyikan darimu." ucap Riko meyakinkan ucapannya.


"Tidurlah,aku akan membawa Nayya pada Mbak Desi." ucap Riko kemudian menggendong Nayya.


"Sini aku pengen cium Nayya dulu," pinta Melati.


Kemudian Riko mendekatkan Nayya pada Melati dan menciumnya." Nanti kita main lagi ya cayang, Mommy istirahat dulu biar Mommy cepat sembuh."


Riko kemudian menggendong Nayya pergi.


***


Sekitar pukul 7 malam Mobil merah terhenti di halaman rumah Riko.Nampak pria dan wanita turun dari mobil lalu mendekati pintu.Riko yang berdiri di balkon menatapnya dengan seksama kemudian masuk ke dalam kamar.


"Sepertinya ada tamu." ucap Riko pada Melati.


"Siapa Mas?" tanya Melati penasaran.


"Sepertinya Mia dan Dika."


"Tok tok tok." terdengar pintu diketuk dari luar.


"Masuk." teriak Riko kemudian.


"Den,ada non Mia sama den Dika." ucap Yanti memberitahu.


"Oh,ya aku turun sekarang." balas Riko.

__ADS_1


Kemudian Yanti berlalu pergi.


"Mas aku ikut." pinta Melati.


"Tetaplah disini,aku akan menyuruh mereka naik kesini." ucap Riko melangkah pergi menuruni tangga.


Mia dan Dika menatap kedatangan Riko kemudian Riko duduk di sofa. " Kalian tumben malam-malam kesini?"


"Tadi kebetulan lewat sini jadi sekalian mampir,dimana Melati?" tanya Mia melihat sekeliling rumah mencari keberadaan Melati.


"Dia sedang istirahat dikamar." terang Riko.


"Apa Melati sakit?" tanya Mia cemas.


"Dia hanya kelelahan,aku dengar kalian menikah?" tanya Riko menatap Mia dan Dika bergantian.


"Iya kami sudah menikah." jawab keduanya berbarengan.


"Selamat untuk pernikahan kalian semoga pernikahan kalian bahagia." ucap Riko memberi selamat.


"Bolehkah aku melihat Melati?" tanya Mia Kemudian.


"Ayo silahkan." ucap Riko mempersilahkan kemudian dia berjalan lebih dulu diikuti Mia dan Dika.


"Kalian." ucap Melati bahagia melihat kedatangan Mia dan Dika.


Mia mendekati Melati dan mencium pipi kanan kiri Melati.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Mia duduk di tepi ranjang.


Melati menatap Mia dan Dika bergantian." Pengantin baru,baunya masih terasa." ucap Melati tersenyum.


"Ayo duduk disini." ajak Riko menatap Dika.Kemudian Riko dan Dika duduk di sofa sementara Melati dan Mia asyik mengobrol di ranjang.


"Tumben banget mbak Mia kesini." ucap Melati.


"Sebenarnya aku pengen memberitahu kabar bahagia." ucap Mia menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Kabar bahagia apa?" tanya Melati antusias.


"Aku hamil." bisik Melati di telinga Melati.


"Hamil." ucap Melati sedikit terkejut dengan nada meninggi membuat Riko dan Dika memperhatikannya.


"Ssstt." Mia langsung menutup mulut Melati yang masih terbuka.


Mereka pun tersenyum bersama.


"Kok bisa mbak katanya mbak Mia-" Melati menghentikan ucapannya.


"Ceritanya panjang tapi kami selalu berusaha untuk bisa mendapatkan momongan dan rasanya luar biasa ada kehidupan di rahim kita." ucap Mia mengelus perutnya yang masih rata.


"Memang hamil adalah hal yang luar biasa bagi setiap wanita." ucap Melati ikut mengelus perutnya yang sudah semakin membuncit.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Jangan lupa dukung author biar author,dukungan kalian adalah semangat author untuk menulis🙏

__ADS_1


__ADS_2