Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 26 ( Ujian Cinta)


__ADS_3

Keesokan paginya.


Riko bersiap-siap bergegas ke kantor setelah beberapa hari libur.


"Aku berangkat kerja dulu ya, kalau ada apa-apa hubungi aku ya."


Melati mengangguk.


Riko pun melaju dengan mobil hitam mercedez benz meninggalkan Melati. Sekitar 20 menit akhirnya Riko telah sampai di kantornya disambut Asistennya.


"Selamat pagi pak Riko," sapa Asistennya.


"Pagi," sahut Riko duduk di kursi ruangannya.


"Kemarin kamu mencari ku dirumah?"


"Iya Tuan, ada beberapa berkas penting yang harus Tuan tanda tangani dan juga beberapa hari ini Ibu Nani mencari Tuan." Nenyodorkan berkas untuk ditandatangani.


"Mami kesini?"


"Iya Tuan."


Riko menyerahkan berkas yang telah ditanda tangani kepada Asistennya.


Tok ... tok ... tok "


Terdengar pintu diketuk lalu Asistennya membuka pintu ternyata Ibu Nani, Mommy Riko yang datang.


"Mommy kok kesini?"


"Nggak boleh Mommy kesini?" Nani duduk di sofa.


"Pergilah dulu!" riko menyuruh Asistennya meninggalkan ruangannya


"Baik Tuan," sahut Asisten Riko melangkah pergi.


Riko lalu duduk di sofa bersama Nani.


"Ada apa Mom, beberapa hari ini katanya Mom sering kesini mencari ku?"


"Mami mencari mu ke rumah tapi kamu selalu tidak ada dan entah dimana kamu tidur. Wanita mana yang membuatmu lupa rumahmu?" tukas Nani.


Riko terperangah mendengar pertanyaan yang menyudutkannya.


'Apa Mia telah mengatakan semua kepada mami,' batin Riko.


"Apa yang Mia katakan padamu, Mom?" Riko menghela nafas panjang.


"Mia mengatakan kalau kamu sudah meninggalkannya. Apa yang terjadi Nak, kenapa sekarang kamu berubah. Dulu Mommy menyuruhmu menceraikan karena tidak bisa memberimu keturunan kamu tidak mau dan sekarang setelah kalian punya anak malah kamu meninggalkannya?" Nani tidak mengerti keinginan putranya itu.


'Apa yang harus aku katakan padamu, Mom?' batin Riko.


"Tinggalkan wanita itu Nak, kembalilah pada istri dan anakmu. Mommy tidak mau rumah tanggamu hancur, karena wanita lain!" pinta Nani mengelus punggung putranya.


Riko mengangguk menyetujui permintaan Mommy nya

__ADS_1


'Saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakannya, aku akan menunggu waktu yang tepat,' batin Riko.


"Baiklah Mommy pergi dulu,' ucap Nani meninggalkan ruangan itu.


Sementara Riko masih duduk hanyut dalam pikirannya.


***


Sore hari sepulang kerja Riko pulang ke rumah Mia. Terlihat Mia tengah menggendong Nayya.


Mia melihat Riko dengan tatapan dingin. Riko tak menghiraukan dan masuk kamar untuk membersihkan diri.


Setelah mandi Riko berjalan ke kamar Nayya untuk melihat putri kecilnya itu. Riko mengusap lembut kepala Nayya dan memperhatikan Nayya yang tengah tertidur pulas di ranjangnya.


"Papa kangen kamu sayang." Riko mencium kening Nayya.


Tanpa diketahui Riko, Mia mengintip dari pintu yang terbuka sejengkal. Mia memperhatikan Riko yang sedang memandangi Nayya.


Setelah beberapa saat Riko meninggalkan kamar Nayya. Terlihat Mia setengah berlari menghindari Riko tapi usahanya sia-sia karena Riko lebih dulu melihatnya.


"Tunggu Mia!" teriak Riko.


Mia berhenti dan membalikan badannya, Riko melangkah mendekatinya.


"Aku ingin bicara denganmu."


Riko berjalan ke kamar Mia mengikutinya. Mereka pun duduk di sofa dan saling menatap.


"Ada apa, tumben kamu pulang?"tanya Mia ketus.


"Lalu aku harus mengatakan apa, Mommy terus mendesak ku, aku tidak punya pilihan lain selain mengatakannya," jawab Mia membela diri.


"Apa maumu sekarang, ayo kita selesaikan masalah kita agar semua jelas!"


"Aku ingin semua kembali seperti dulu, kamu meninggalkan Melati dan menjalani hidup kita yang baru," pinta Mia menatap kearah Riko.


"Semua tak bisa kembali seperti dulu, aku mencintai Melati. Walaupun kita bersama rasa cintaku sudah hilang padamu," terang Riko.


Mia hanya terdiam menatap Riko.


"Lalu apa maumu, apa kamu akan mengatakan semua pada Mommy dan meninggalkanku?" Mia menghela nafas panjang mencoba menahan semua amarahnya.


"Entahlah aku bingung dengan semua," sahut Riko.


"Aku akan memberimu pilihan."


"Pilihan apa?"tanya Riko melirik Mia.


"Tetaplah bersamaku, aku akan mengizinkan Melati untuk melihat Nayya."


"Apa kamu sudah gila, aku sudah tidak mencintaimu lagi. Melati adalah Ibu kandung Nayya, apa hakmu?" sentak Riko dengan tawaran Mia.


"Terserah kalau pun kamu menceraikan ku, aku akan tetap membawa Nayya karena dimata hukum Nayya itu adalah anakku dan Melati tak akan pernah bisa melihat Nayya!"


"Aku tidak akan pernah menyetujuinya." Riko memalingkan wajahnya kesal.

__ADS_1


Riko beranjak dari duduknya melangkah mengambil jaket dan kunci mobil. Sementara Mia merasa puas karena telah berhasil menyudutkan dan memberi pilihan yang sulit pada suaminya.


Dirumah Melati


Riko terus menggerutu kesal, masuk ke kamar dan menutup pintu setengah membantingnya.


Melati yang memperhatikan suaminya merasa heran apa yang membuat suaminya begitu marah.


"Ada apa, duduk lah tenangkan dirimu." t Melati mengambil segelas air putih di atas nakas memberikannya pada suaminya.


"Ayo minumlah!" Melati menyodorkan air putih ke tangan Riko.


Riko segera meneguk air putih dan meletakan gelas kosong di meja. Melati mengelus punggung suaminya menenangkan amarahnya.


"Mia ingin aku tidak menceraikannya dan tetap bersamanya," ucap Riko tanpa ekspresi.


"Lalu kenapa kamu begitu marah, Mbak Mia kan istrimu jelas dia tidak ingin kamu menceraikannya."


"Kamu masih bertanya kenapa, aku sudah tidak mencintainya lagi lalu untuk apa tetap dipertahankan dan dia mengancam ku kalau sampai aku menceraikannya kita tidak akan melihat Nayya lagi."


"Aku nggak mau Mas, aku mau tetap bersama Nayya," rengek Melati. Matanya memerah mengeluarkan buliran-buliran bening.


"Nayya secara hukum adalah anakku dan Mia, kalau bercerai pasti hak asuh jatuh ke tangan Mia karena Nayya masih begitu kecil jadi Ibunya yang lebih berhak. Aku bingung harus bagaimana?"


"Sudahlah Mas, turuti saja kemauan Mbak Mia, aku nggak masalah sama statusku yang penting aku tetap bisa bersama Nayya."


"Tapi aku nggak mau!"


"Demi Nayya, Mas. Aku mohon berkorban lah sedikit." Melati memohon.


Riko terdiam tak menyahut. Matanya hanya fokus memandangi wajah istrinya.


"Apa kamu belum ngantuk?" tanya Riko.


Melati menggelengkan kepalanya.


"Sini duduklah di pangkuanku?" pinta Riko tersenyum.


"Apa kamu sudah tidak marah?" tanya Melati seraya duduk di pangkuan suaminya.


"Kecantikanmu selalu bisa meredam kemarahanku."


"Apaan sih kamu gombal terus." Melati memukul dada suaminya gemas.


"Ahhh." riko mengerang panjang.


Melati semakin kuat memukul dada Riko. Tak membuang kesempatan Riko mendaratkan ciumannya ke bibir Melati. Riko begitu menikmati ******* nafas Melati begitu juga Melati. Setelah itu mereka tersenyum saling menatap.


"Entah kenapa aku begitu tergila-gila padamu, sedetik pun aku tidak ingin berpisah darimu sayang." Riko membelai wajah Melati.


"Terima kasih telah mencintaiku," bisik Melati lirih di telinga suaminya dan memeluknya.


"Maafkan aku belum bisa menjadikanmu istriku seutuhnya tapi aku janji suatu saat nanti kamu akan menjadi satu-satunya istriku."


"Aku nggak masalah asalkan selalu bersamamu aku bahagia."

__ADS_1


Riko membopong tubuh Melati membaringkannya diatas ranjang. Mereka saling menatap dan kembali Riko ******* bibir Melati sampai akhirnya hanya selimut yang menjadi penutup tubuh keduanya. Malam pun berlalu penuh kehangatan.


__ADS_2