Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 73 ( Kebahagiaan Yang Lengkap )


__ADS_3

"Apa Mas sudah mempersiapkan nama untuk bayi kita?" Melati melirik Riko.


"Sudah, rencanaku di hari ke 7,Aku mau acara aqiqah sekalian pemberian nama." Riko mengelus pucuk kepala Melati.


"Aku boleh tahu siapa namanya?" tanya Melati.


"Arjuna Wijaya, Aku akan menamai anak kita dengan nama itu.Apa kamu menyukainya?"tanya Riko.


"Arjuna nama yang bagus setahuku Arjuna seorang ksatria,kan?" terka Melati.


'Mmm, Arjuna juga berarti putih,bersinar,"jelas Riko.


"Wow...nama yang bagus juga baik artinya. Apa aku bisa menyelipkan namamu di tengahnya?" Melati melirik kearah Riko.


"Kau akan menyelipkan nama Riko ditengahnya?" tanya Riko.


"Bukan tapi Ryu Inisial dari Riko Yudistira."


"Aku tahu Kamu terlalu mencintai aku sehingga namaku yang muncul dalam pikiranmu, kan?" Riko menatap Melati kemudian mengedipkan sebelah matanya.


"Tapi apa ada arti lain nama Ryu selain inisial namaku?" tanya Riko.


"Tentu ada, Ryu diambil dari nama Jepang yang berarti naga melambangkan kekuatan dan kebijakan." Melati tersenyum.


"Baiklah deal,Kita akan menamai anak kita dengan nama Arjuna Ryu Wijaya,"ucap riko. Keduanya tersenyum mantap.


"Mi,"teriak Nayya.


Dari arah luar Nayya berteriak memanggil Mommy walaupun suaranya lemah tapi cukup terdengar dari arah dalam.Nayya kemudian masuk mengganggu keintiman Daddy Mommy nya.


"Maaf Bu,Pak,Nay memaksa masuk," ucap Desi.


Desi menundukkan kepalanya merasa tidak enak.Kedatangan Nayya juga dirinya menganggu majikannya itu.


"Nggak pa pa Mbak Desi,tolong bawa bayiku kesini," pinta Melati.


"Baik Bu." Desi melangkah keluar.


"Nay dong dek Mi,"ucap Nayya.


Walaupun Nayya berbicara dengan bahasa yang sulit dimengerti tapi Melati mengerti apa maksud ucapan Nayya.


"Kok Nay pinter sih,mau gendong dedek," ucap Melati.Melati mencium pipi putri kecilnya.


Desi kembali dengan mengendong bayi kemudian diberikannya kepada Melati.

__ADS_1


"Uluh uluh gantengnya anak Mommy, udah bangun ya?" Melati menatap bayinya senang lalu menyusui bayinya seraya mengelus lembut kepalanya.Sementara Nayya duduk anteng dipangkuan Daddynya fokus menatap adiknya yang tengah menyusu.


"Nay, mau nen kayak adek?" Riko menatap putri kecilnya.


Nayya menggelengkan kepalanya.Sejak dari bayi Nayya hanya beberapa bulan menyusu Mommynya karena masalah Daddy dan Mommy nya membuatnya menjadi korban hingga tidak merasakan ASI sepenuhnya.


"Maafin Mommy Nak," ucap Melati.Netranya mengembun menatap mata bening putri kecilnya lalu perlahan menitik di pipinya.


Riko mengerti maksud permintaan maaf isterinya.Dia pun merasakan hal yang sama merasa bersalah.Bukan cuma membuat Nayya tidak mendapatkan asi sepenuhnya tapi juga harus membagi kasih sayang Daddy dan Mommy nya untuk Adiknya yang baru lahir.


"Daddy janji Nak,Nay nggak akan kekurangan kasih sayang dari Daddy juga Mommy," ucap Riko.


Riko menghujani Nayya dengan kecupan membuat Nayya risih karena tingkah Daddynya membuatnya terus cekikikan menahan geli.


Dari arah pintu terlihat Sari menatap kebersamaan mereka dengan senyum bahagia.Kini keluarganya memiliki dua malaikat kecil yang akan menghiasi hari-harinya juga rumahnya.


***


Sepulang Kerja Riana juga Erick pulang bersama.Sengaja Riana meninggalkan mobilnya di besment kantor agar bisa pulang bersama pujaan hatinya.


"Aku sudah tidak sabar pergi ke Jepang bersamamu," tutur Riana.


Pikirannya sudah traveling ke Jepang membayangkan hal-hal indah yang akan dilaluinya bersama Erick.


"Kita kesana untuk urusan kerja,jadi kesampingkan niatmu untuk liburan," jelas Erick.


"Apa salahnya kerja sambil liburan?" Riana melirik Erick yang fokus mengemudi.


"Kalau Kamu berpikir untuk liburan jelas kamu tidak akan fokus bekerja.Ada saatnya liburan dan ada saatnya kerja," jelas Erick.


"Iya Tuan Erick,Saya akan mendampingi Anda dan fokus bekerja," tegas Riana.


"Oh iya aku tadi bertemu Agnes di rumah sakit." Riana mengingat kembali pertemuannya dengan Agnes di rumah sakit.


"Lalu?" Erick melirik Riana sekilas kemudian fokus ke setir kemudinya.


"Dia mengancamku agar aku segera meninggalkanmu,apa Kamu tidak bisa bersikap tegas padanya!" gerutu Riana.


"Kenapa dia terus membayangi hubungan kita, sebenarnya Kau menginginkan Aku atau dia?" Riana berkacak pinggang.Akhir-akhir ini hubungannya dengan Erick tidak begitu baik bahkan ketakutan selalu membayangi Erick membuatnya tidak leluasa saat bersama dengannya.


"Aku mau kita menikah sepulang dari Jepang!"tegas Riana.


"Tapi itu terlalu cepat sedangkan aku belum membicarakan tentangmu pada orang tuaku.Kamu tahu sendiri ayahku menderita sakit jantung dan Aku tidak ingin kabar yang mendadak ini membuatnya anfal." Tolak Erick tidak menyetujui keinginan Riana.Baginya permintaan Riana terlalu cepat.Butuh waktu baginya untuk sedikit demi sedikit menceritakan Riana pada kedua orang tuanya apalagi ayahnya yang sejak lama menderita penyakit jantung.


Riana hanya diam tak menggubris ucapan Erick.Baginya Erick terlalu lemah dan sabar menghadapi Agnes wanita tidak tahu diri memaksa dan mengancam orang semuanya.

__ADS_1


"Aku akan menemui orang tuamu dan menceritakan semuanya, Aku yakin orang tuamu mengerti," tutur Riana.


"Jangan,jangan melakukan apapun.Aku akan sedikit demi sedikit berbicara pada ayah dan meyakinkan ayah tentang pilihanku, bersabarlah!" ucap Erick.


Tangannya memegang tangan Riana lalu menciumnya sekilas.Seketika emosi Riana mereda dengan sikap Erick yang menghadapi kemarahannya dengan sabar bahkan sangat lembut.Erick selalu bisa membuatnya percaya dan yakin akan ucapannya.


"Terima kasih, Sayang," lirih Riana.


Mobil Erick terhenti di halaman rumahnya.


"Turunlah sudah sampai!" perintah Erick.


Riana menatap rumahnya."Kenapa kamu menurunkan Aku disini?" tanya Riana.


"Lo ada yang salah ini kan,Rumahmu?" Erick menatap Riana bingung.


"Iya ini rumahku tapi aku mau ketempat Kakakku!"jelas Riana, "tapi sudahlah, Aku juga tidak membawa mobil percuma aku kesana," timpal Riana.


"Masuklah, Aku akan pergi," pinta Erick.


"Hm," dehem Riana.


Riana mencium pipi Erick sekilas lalu melangkah pergi meninggalkan Erick.Sementara Erick mematung menatap Riana masuk ke rumahnya hingga hilang dibalik pintu.


Erick masuk ke dalam mobilnya kemudian merih ponsel di saku kemejanya.Erick menghubungi Agnes.


"Ada apa Erick?"~Agnes.


"Apa Kamu ada waktu,Aku ingin bertemu?"~Erick.


"Aku masih dirumah sakit sebentar lagi aku pulang,kita bertemu di cafe xxx saja."~Agnes.


"Aku tunggu kamu disana."~Erick.


Erick memutus sambungan teleponnya lalu bergegas menuju cafe xxx permintaan Agnes.Sekitar 20 menit akhirnya Erick sampai lalu masuk ke cafe itu dan duduk di sebuah kursi.


10 menit kemudian Agnes tiba di tempat itu melambaikan tangannya menyapa Erick.


"Kamu sudah lama menungguku?" tanya Agnes.


Agnes menarik kursi lalu duduk tepat berhadapan dengan Erick yang terlihat tampan malam itu.Agnes mengulum senyumnya akhirnya laki-laki yang sangat diinginkannya mengajaknya makan malam.Agnes berpikir Erick berubah setelah ancamannya waktu itu.


"Mau makan apa?" tanya Agnes.


"Aku minum saja,aku sudah makan di kantor tadi!" tolak Erick.

__ADS_1


"Ok,aku pesan dulu." Agnes melambaikan tangannya memanggil waitress.


__ADS_2