
Sekitar pukul 2 siang riana meninggalkan rumah kakaknya setelah puas bermain dengan keponakannya nayya.
Sementara riko membaringkan tubuhnya yang lelah diatas ranjang.Riko memejamkan matanya.
Tiba-tiba ponselnya berdering, riko meraih ponselnya di atas nakas dan ternyata mia yang meneleponnya.
"Sial... ngapain sih nih orang telepon terus" gerutu riko.
"Halo"_ Riko.
"Mas riko bisa kita bertemu?" _ Mia.
"Hubungan kita sudah berakhir untuk apalagi kita bertemu.Aku sudah mengurus perceraian kita di pengadilan!"_ Riko.
"Mas aku mohon maafkan aku, aku tidak ingin bercerai.Aku ingin kita rujuk"_ Mia.
Riko langsung memutus teleponnya dan melempar ponselnya keatas ranjang dengan nafas tak beraturan menahan amarahnya.
Tiba-tiba ponselnya berdering lagi, hampir riko membanting ponselnya di lantai tapi ketika dia melihat yang menghubungi asistennya dia mengurungkan niatnya.
"Ada apa, jangan menghubungiku kalau kamu tidak punya kabar baik!" _ Riko.
"Maaf tuan selalu mengecewakan, tapi ini saya punya kabar baik"_ Asisten.
"Kabar baik apa cepat katakan!"_ Riko.
"Saya sudah menemukan wanita yang Tuan cari! "_ Asisten.
"Kemarin anak buah saya melihat dia pergi ke bidan di daerah C sekitar 30 menit dari rumahnya di kampung!"_ Asisten.
"Kerja bagus, aku akan naikan gaji kamu dan anak buahmu"_ Riko.
"Terima kasih tuan"_ Asisten.
Riko pun mengakhiri teleponnya dan bergegas pergi menjemput melati.
Dengan kecepatan tinggi riko mengendarai mobilnya.Setelah 1 jam setengah riko akhirnya memasuki perkampungan yang padat penduduk dan riko berhenti untuk bertanya rumah melati karena memang begitu padat perumahan di desa itu.
Setelah bertanya akhirnya riko segera melajukan mobilnya karena rumah melati sudah tidak jauh lagi darinya.Mobil riko masuk ke sebuah halaman yang cukup luas.Riko turun dari mobil dan memperhatikan rumah itu sekilas lalu berjalan menuju pintu.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" jawab seseorang dari dalam kamar.
Kemudian pintu dibuka dari dalam dan benar saja melati yang membuka pintu.Mereka saling beradu pandang, tanpa membuang waktu riko segera memeluk melati dengan erat.
Melati pun berusaha melepaskan pelukan riko dengan sekuat tenaga tapi pelukan riko lebih kuat dan membuatnya terdiam tanpa bisa melawan.
"Biarkan aku memelukmu sebentar lagi sayang" ucap riko lirih di telinga melati.
'Rasanya dunia kembali aku genggam, terima kasih Ya Allah' batin riko.
__ADS_1
Riko pun melepaskan pelukannya dan memandangi wajah yang begitu dirindukannya kini di depan matanya.
"Kenapa kamu bisa tahu aku disini?" ucap melati sinis.
Riko masuk kerumah itu dan duduk di kursi yang setengah reyot melati mengikutinya.
"Kamu tinggal disini rumahnya jelek apalagi perabotannya" ejek riko.
"Ini rumahku dan kamu kesini hanya ingin mengatakan itu!" balas melati tak kalah sinis.
"Aku mau menjemputmu pulang, nayya membutuhkanmu!"
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah menceraikan mia dan kini nayya bersamaku!"
"Kenapa kamu begitu egois, aku sudah mengorbankan diriku dan meninggalkan kalian agar hidup bahagia tapi kenapa semua sia-sia" ucap melati kecewa.
"Kamu yang egois yang aku butuhkan dan nayya itu kamu bukan mia.Kenapa kamu begitu tega meninggalkan aku dan nayya, apa kamu sudah tidak mencintaiku?" ucap riko menatap tajam melati.
Melati hanya menunduk tak menjawab suaminya.
"Ayo pulanglah bersamaku, nayya menunggumu dirumah!"
"Ikut pulang bersama suamimu nak, kasian nayya butuh kamu!" sahut ibunya keluar dari kamar dan duduk di dekat putrinya.
"Tapi bu?"
"Aku akan membeli rumah yang lebih layak untuk ibu dan adik-adik" ucap riko.
"Nggak papa ibu suka disini nak riko, ibu merasa tenang dirumah ini.Tolong jaga dan bahagiakan melati ya, selama ini sudah banyak menderita"
"Riko janji bu, mulai saat ini hanya akan ada kebahagiaan dihidup melati bu.Riko janji sama ibu"ucap riko tegas.
Setelah membereskan barangnya melati berpamitan kepada ibu dan adik-adiknya.
"Jaga diri ibu ya, kalau ada apa-apa segera hubungi melati ya bu" ucap melati memeluk ibunya dengan erat.
"Dani, mawar kalian janji harus jagain ibu ya?"
"Iya mbak dani janji, mbak tenang aja!"
"Mas riko jangan pernah lagi sakiti mbak melati, kalau sampai mas riko sakiti mbak melati akan berurusan denganku!" ancam dani.
"Apa an sih dani" sahut melati tertawa kecil dan menepuk punggung adiknya.
"Mawar belajar yang rajin ya, nurut ibu.Mbak akan sering main kesini bersama nayya" pinta mawar lalu memeluk adiknya.
Melati dan riko masuk kedalam mobil, melati melambaikan tangannya dan mobil pun melaju meninggalkan ibu dan adik-adiknya.
Melati terus memikirkan ibunya dan adiknya ada rasa tidak tega meninggalkan keluarganya ada rasa kegelisahan yang meliputinya.Riko yang memperhatikan istrinya termenung lalu memegang tangan melati dan menciumnya lembut.
__ADS_1
"Ada apa sayang, kamu murung dari tadi?"
"Aku hanya kepikiran ibu, aku nggak tega meninggalkan ibu disana"
"Dani pasti bisa menjaga ibu, sudah nggak usah khawatir setiap minggu kita akan menjeguk ibu"
"Benarkah?"
Riko mengangguk dan tersenyum melirik melati.
"Lakukan apapun yang kamu suka asal kamu selalu berada di dekatku, jangan pernah lagi meninggalkanku!" pinta riko.
"Asal aku jadi satu-satunya dihatimu!"ucap melati tersipu malu menutupi wajahnya dengan dua tangannya.
"Cuma kamu yang ada dihatiku" ucap riko kembali mencium tangan melati.
Akhirnya mereka pun sampai dirumah.Riko memarkirkan mobilnya di garasi kemudian masuk bergandengan tangan dengan melati mereka nak pasangan kekasih yang tengah di mabuk cinta.
Melati pun disambut bik minah dan mbak yanti.
"Akhirnya non melati kembali lagi kesini" ucap bik minah tersenyum.
"Iya bik, saya ke kamar ya?"
"Silahkan non"
"Ayo naik!" suruh riko merundukkan badannya siap menggendong.
"Ih apa an sih, malu tahu"
"Nggak usah malu non" sahut mbak yanti.
Mbak yanti dan bik minah cekikikan melihat tuannya bak anak abg dimabuk cinta.
Melati pun naik di punggung suaminya dan perlahan riko berjalan menaiki tangga dan berhenti di depan kamar nayya.Melati segera masuk kamar nayya dan terlihat nayya tengah tidur.Melati mencium lembut kening putrinya dan mengelus rambut nayya.
"Mommy rindu sekali nak"
Riko menarik tangan melati karena tidak ingin nayya terbangun karenanya.
"Nanti kamu bisa bersama nayya setelah bangun, sekarang giliran aku bersamamu" ucap riko menarik tangan melati ke kamar dan menguncinya.
"Ayo kita mandi bersama" pinta riko.
"Nggak ah malu aku" ucap melati menutup mukanya dengan kedua tangan.
"Ah pakai malu segala, ayok"
Riko menarik tangan melati masuk.Mereka pun akhirnya mandi bersama untuk pertama kalinya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1