Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 32 ( Hamil )


__ADS_3

Sebulan Kemudian.


Melati terbangun dari tidurnya karena merasakan mual.Dia segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.


Ibunya yang sedang memasak di dapur memperhatikannya.


"Ada apa sayang?"


"Tiba-tiba perut melati mual... " belum selesai bicara melati kembali masuk kamar mandi dan muntah untuk kedua kalinya.


Beberapa saat kemudian melati keluar dari kamar mandi.Wajahnya terlihat pucat dan lemah.Ibunya dengan sigap menahannya saat hampir terjatuh dan mendudukannya di kursi.


"Ayo minumlah" suruh ibunya menyodorkan segelas air putih.


"Ibu rasa kamu hamil nak"


Melati terkejut mendengar ucapan ibunya dan hampir tersedak.


"Apa bu, aku hamil?" tanyanya lirih.


"Ayo istirahatlah, ibu akan mengantarmu ke kamar"


Lalu ibunya menuntun melati untuk beristirahat di kamar.Ibunya membantunya berbaring dan menyelimutinya.


"Apa sebaiknya kamu mengabari suamimu nak, ibu tidak mau kamu menderita lagi" pinta ibunya cemas.


"Apa maksud ibu, melati baik-baik saja dan nggak mungkin melati hamil kalaupun hamil aku akan merawat anak ini sendiri"ucap melati kukuh.


"Jangan seperti ini mel, riko juga berhak tahu kalau kamu mengandung anaknya"


"Sudahlah bu aku tidak ingin mendengar nama riko lagi" ucap melati kesal dan tidur membelakangi ibunya.


'Ibu semakin yakin kamu hamil' batin ibunya.


"Ya sudah ibu minta maaf, sekarang istirahatlah" ucap ibunya meninggalkan putrinya.


Melati mengusap perutnya.


'Benarkah aku hamil secepat ini, mas riko menggauliku beberapa kali tanpa memakai pengaman.Mungkin saja.... 'batin melati.


Lalu membuka ponselnya melihat kalender dan ternyata jadwal datang bulannya sudah lewat 10 hari.Melati menjadi gundah akan dirinya benarkah dia sedang mengandung.


Sekitar pukul 10 pagi melati pergi ke bidan desa dan memeriksakan dirinya.Ditempat dia tinggal hanya ada bidan dan kalau ingin pergi ke dokter harus pergi ke kota dan menempuh waktu sekitar 1 jam.


Melati sedang mengantri untuk diperiksa, dia duduk diruang tunggu.Ada beberapa orang yang mengantri.Salah satu ada sepasang suami istri, sang suami begitu sabar duduk di dekat istrinya menunggu antrian diperiksa.Sesekali mengelus perut istrinya yang sudah membesar.


Melati beberapa kali melirik pasangan itu dan membuatnya sedikit iri dan teringat akan suaminya.


"Ibu Melati" panggil seorang wanita berpakaian serba putih dan membuyarkan lamunannya.


"Ya" jawab melati dan masuk ke ruangan dan duduk.


"Apa keluhannya bu?"


"Pagi tadi saya mual dan kepala pusing badan lemas bu bidan!" terang melati.


"Kapan terakhir menstruasi?"


"Bulan kemarin dan bulan ini belum dapat saya telat 10 hari"


"Baiklah, ayo berbaring!" suruh bidan.

__ADS_1


Setelah diperiksa dan mengetes urin bidan itu mengatakan.


"Selamat ya bu melati hamil,usia kandungan sekitar 6 minggu"


Melati mengeryitkan dahi serasa tak percaya mendengar ucapan bidan.


"Apa bu bidan serius kalau saya hamil?" tanya melati meyakinkan.


"Iya benar bu, anda sedang hamil"


Setelah selesai melati langsung beranjak pulang naik ojek sekitar 10 menit melati sampai di depan rumahnya.Terlihat mobil parkir di halaman rumahnya.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" jawab ibunya dari dalam rumah.


"Mel" sapa dika.


"Ibu bikin minum dulu ya"sahut ibu melati beranjak dari duduknya dan berjalan ke dapur.


"Kamu disini ka"


"Iya aku baru sampai, kamu darimana?"


"Aku.. aku dari warung" jawab melati terbata-bata.


"La mana belanjaanmu, kamu nggak bawa apa-apa?" ucap dika menatap tangan melati kosong.


"Habis barang yang mau aku beli"


"Ohh"


"Mel aku mau mengatakan sesuatu?"


"Aku dengar dari temanku yang kebetulan kerja di kantor riko katanya riko sudah bercerai dari istrinya dan beberapa kali riko membawa nayya ke kantor"


"Hah cerai, mas riko sama mia cerai.Kenapa?" tanya melati sedikit terkejut.


"Entahlah"


Melati terlihat sedikit termenung mendengar kabar dari dika.


'Nayya apa kamu baik-baik saja nak, apa yang terjadi?' batin melati kalut.


Ibunya yang membawa minuman dari dapur tidak sengaja mendengar percakapan melati dengan dika.


"Apa...riko bercerai?" tanya ibu melati sedikit terkejut sembari menyajikan teh di meja.


Dika dan melati saling berpandangan sesaat.


"Ibu mendengar pembicaraan kami tadi?" tanya melati cemas.


"Iya ibu dengar dika mengatakan riko bercerai, apa betul?"


"Bukan bu, bukan seperti itu" sangkal melati.


"Lalu apa, ibu tidak mungkin salah dengar"


"Itu teman sekolah kami yang bercerai, riko juga namanya"


"Ohh ibu kira riko suamimu" ucap ibu melati lega.

__ADS_1


Setelah selesai berbincang-bincang dika pamit pulang karena hari sudah siang.Mobil dika melaju pergi meninggalkan rumah melati.


Sementara melati masih duduk diruang tamu bersama ibunya.


"Gimana tadi kamu jadi ke bidan"


Melati mengangguk.


"Apa kata bidan nak?"


"Melati...melati hamil bu" jawab melati sedikit ragu menundukan kepalanya.


Ada ketakutan dalam dirinya menyampaikan kabar ini.Entah ini kabar bahagia atau kabar buruk baginya.Hamil dengan kondisi tanpa suami disisinya serta ditempat baru sementara tetangganya tidak mengetahui dirinya telah bersuami,apa yang nanti dipikirkan orang tentangnya.


"Apa.... hamil ibu sudah menduga" ucap ibunya sedikit terkejut.


"Pulanglah nak, ibu tidak ingin kamu menderita lebih lama lagi.Lupakan semua yang terjadi padamu di masa lalu, suamimu pasti bisa berlaku adil dengan dua istri" ucap ibunya mengelus punggung putrinya.


"Tapi bu, melati tidak bisa kembali lagi!"


"Kenapa tidak bisa, turunkan egomu, kasihanilah dirimu tanpa memperdulikan orang lain.Cepat telepon suamimu agar menjemputmu!"


"Tidak ibu, aku tidak mau!" ucap melati beranjak dari duduknya dan masuk ke kamarnya mengunci diri.


Melati melempar tubuhnya pelan di ranjang. Buliran-buliran bening mengalir dari matanya.


Begitu sesak batinnya menahan semua kesakitan yang tidak berujung.


'Kenapa semua ini terjadi, disaat aku ingin bangkit dan ingin melupakan semua.Kenapa kamu harus hadir disaat yang tidak tepat, kamu membuat hidupku lebih berat' batin melati menggoyang-goyang perutnya.


Melati kembali mengingat ucapan dika, riko telah bercerai.


"Apa lagi yang aku hindari, apalagi yang coba aku satukan mereka sudah bercerai.Tidak ada alasan bagiku untuk menjauh dari suami dan anakku" ucap melati lirih dan mengusap air matanya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Terlihat riko tengah menenangkan nayya yang menangis karena lapar.


"Cup... cup.....sayang" ucap riko seraya mengayun nayya agar berhenti dari tangisnya.


Terdengar seseorang membuka pintu kamar dan langkah kaki yang mendekatinya.


"Ini kak" ucap riana memberikan sebotol susu kepada kakaknya.


Riko lalu duduk di sofa dan segera memberikan susu kepada nayya seketika nayya terdiam menghisap susu dari botol.


"Kenapa sih kakak nggak menikah lagi, kasian nayya kak" gerutu riana.


"Tidak semudah itu ria, kakak mencintai mommy nayya!"


"Buat apa kakak menunggu seseorang yang sudah meninggalkan kakak juga nayya?"gerutu riana semakin kesal.


"Sudahlah, kakak pasti akan menemukan kakak ipar mu nanti" ucap riko tersenyum seraya menepuk pundak adiknya lembut.


Riko tahu riana hanya tidak ingin melihat dirinya pontang-panting mengurus perusahaan juga harus mengurus nayya.Untung ada adiknya riana yang sebulan ini mulai membantunya dikantor.Riana telah menyelesaikan kuliahnya hingga dia bisa fokus belajar memegang bisnis turunan dari mendiang ayahnya.


Nayya sudah menghabiskan susu di botolnya.Segera riko menyendawakan nayya dengan menepuk-nepuk punggung nayya pelan.


Sebulan ini riko merawat nayya dengan tlaten dan penuh kasih sayang walaupun dia menyewa jasa baby sitter tetap dia tidak meninggalkan nayya begitu saja apalagi saat dirinya tidak bekerja nayya akan full seharian bersamanya.


Bagi riko nayya adalah pelipur laranya, Kehilangan melati adalah hal tersulit baginya tanpa nayya disisinya entah apa yang terjadi pada hidupnya.Hidupnya akan berantakan hingga tak mampu melanjutkan hidupnya.Segala usaha telah dia lakukan untuk mencari melati tapi keberadaannya tak bisa dijangkau olehnya.Beberapa kali anak buahnya datang ke kampung halaman melati tapi rumah lama melati selalu kosong.Riko tak menyerah sampai saat ini pun dia terus menyuruh anak buahnya untuk mencari melati walaupun hasilnya tetap nihil.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Jangan lupa dukung terus novel Terjebak Nikah Kontrak dengan vote, like dan komen biar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya terima kasih😊🙏


__ADS_2