
Melati turun dari mobil kemudian melangkah memasuki cafe dimana Dika berjualan.
"Wah keren sekali tempat yang baru ini." Melati berdecak kagum memandang tiap sudut tempat itu.
"Hai Mel." Suara nyaring menyapanya.
"Hai Ka,tempat yang keren." Melati mengangkat jempolnya.
"Iya ini semua berkat Mia,Dia yang mengatur semuanya," ucap Dika.
"Dimana Mbak Mia?" tanya Melati melihat sekeliling tempat itu.
"Dia dirumah karena kehamilannya membuat kondisinya lemah karena terus muntah-muntah," tutur Dika.
"Sabar ya Ka memang begitu seorang wanita saat hamil semoga Mbak Mia bisa melewati semuanya," ucap Melati tersenyum.
Riko menatap keduanya dengan sinis membuat Dika sedikit melangkah menjauhi Melati.
"Hai Ko," sapa Dika.
Riko hanya menganggukkan kepalanya merespon sapaan Dika membuat Melati menatapnya tajam.
"Kamu kenapa sih gitu banget sama Dika," bisik Melati di telinga Riko.
"Jaga matamu jangan terlalu dekat dengan dia kalau ingin aku tidak marah." Balas Riko berbisik di telinga Melati.
"Duduklah," ucap Dika menyuruh Melati dan Riko duduk.
__ADS_1
Melati kemudian duduk disebuah kursi bersama Riko lalu keduanya memilih menu di buku menu.
Seorang Pramusaji mendatangi meja mereka.
"Mau pesan apa Mas Mbak?" Tanya Pramusaji itu sopan.
"Kamu mau apa Sayang?" Melati menatap Riko yang masih fokus membaca buku menu.
"2 porsi corn dog dan lemon tea," ucap Melati.
"Sama Mbak 1 porsi corn dog minumnya iced americano," sahut Riko kemudian.
"Tunggu sebentar ya,Mas Mbak," ucap pelayan itu meninggalkan meja mereka.
Melati melihat sekeliling di cafe yang penuh pengunjung itu.
"Wah ini tempat yang bagus."Melati berdecak kagum.
mendengarnya.
"Ayo silahkan," ucap Dika mempersilahkan saat pesanan mereka siap di meja.
"Makasih Dika,duduklah disini aku pengen ngobrol sama kamu," ucap Melati menyuruh Dika duduk bersama.
"Baiklah," ucap Dika duduk disebuah kursi seketika disambut Riko yang menatapnya sinis.
"Please jangan hiraukan suami Gue anggap aja patung." Melati terkekeh seraya melirik ke arah Riko mulai memasang muka kesal.
__ADS_1
Setelah berbincang cukup lama dan beberapa porsi makanan telah masuk ke perut Melati mereka akhirnya berpamitan.Riko berjalan lebih dulu ke mobil karena memang sedari tadi terlihat sebal melihat Melati akrab ngobrol dengan Dika.
"Terima kasih ya Ka,semua makanan di gratisan lagi, Aku jadi nggak enak." Tutur Melati tersenyum.
"Sering-sering kesini."Balas Dika.
"Siap,kalau ada waktu mainlah kerumah sama Mbak Mia ya," Pinta Melati.
"Pasti aku akan main ke rumahmu sama Mia."
"Maafin Laki Gue ya,biasa gitu Dia cemburuan." Bisik Melati.
Dika terkekeh mendengar ucapan Melati.
"Bye," ucap Melati melangkah keluar dari cafe itu.
"Bye bye," balas Dika.
Melati kemudian masuk ke mobil ditatapnya muka suaminya yang masih terlihat kesal.
"Sayang please deh, Dika itu kan sahabat aku sahabat dari kecil sahabat di kampung," ucap Melati lembut tapi penuh nada penekanan.
"Justru itu aku nggak suka tatapan matanya saat menatapmu masih sama seperti dulu." jawab Riko.
"Ya itu memang matanya Dia,tetaplah menatapku dengan tatapan yang sama.Kita sama-sama sudah berkeluarga aku bahagia denganmu dan Dia bahagia dengan Mbak Mia lalu apalagi yang membuatmu risau?"tanya Melati kemudian butiran bening keluar dari matanya.
"Sayang jangan menangis,maaf bukan maksudku membuatmu sedih,sudah jangan menangis lagi." Bujuk Riko menghapus air mata di pipi Melati.
__ADS_1
"Maafin suamimu yang kolot ini ya," pinta Riko mengelus pipi Melati.
Riko sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat Melati menitipkan air mata lagi walau setetes.