Terjebak Nikah Kontrak

Terjebak Nikah Kontrak
Bab 70 ( Sarapan Bersama )


__ADS_3

Keesokan paginya.


Riko bersiap-siap kerja.Melati dengan cekatan memasangkan dasi Riko.Riko menatap Melati perlahan mendaratkan kecupannya di kening Melati.


"Selamat pagi jagoan Daddy," ucap Riko lirih diperut Melati setelah dasi terpasang rapi di lehernya.Riko mengecup beberapa kali sambil terus mengelus."Nggak sabar Daddy ingin segera melihat Riko junior," ucap Riko tersenyum menatap Melati.


"Aku juga Sayang," tambah Melati lalu menggandeng tangan Riko melangkah keluar dari kamarnya.


"Sebentar Sayang, Aku ambil tasku dulu," ucap Riko kembali masuk ke dalam kamarnya. Beberapa saat kemudian kembali dengan tas di tangannya."Ayo," ucap Riko menggandeng tangan Melati menuruni tangga.


"Sepertinya Aku harus memasang lift supaya kamu tidak kesusahan naik turun tangga," ucap Riko memegangi tangan Melati juga perutnya saat menuruni tangga


" Aku nggak pa pa Sayang nggak selalu kan aku turun kebawah dan lebih banyak dikamar.Bik Lina mengurus semua kebutuhanku dengan baik," tutur Melati duduk dikursi dibantu Riko.


Bik Lina tetap tinggal di rumah Riko karena Mami Riko yang meminta agar membantu dan mengurus semua kebutuhan Melati.


"Ini tuan kopinya," ucap Minah meletakkan secangkir kopi tepat di depan majikanya itu.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Melati menatap suaminya.


"Aku makan roti aja sayang," jawab Riko.


Melati mengambil 1 lembar roti tawar kemudian mengoles selai kacang kesukaan suaminya kemudian menutup dengan 1 lembar roti diatasnya." Ini sayang," ucap Melati meletakkan roti di piring suaminya.


"Makasih Sayang," ucap Riko kemudian mengigit roti itu masuk ke mulutnya.


"Ini susunya Non Nayya," ucap Lina menaruh segelas susu di depan Melati.


"Mau sarapan apa Non?" tanya Lina kemudian.


"Aku akan makan nasi saja Bik," ucap Melati sambil melirik masakan yang disiapkan Minah di meja itu.


"Makan yang banyak Sayang," ucap Riko kemudian menyeruput kopi dari cangkir.


"Iya sayang,aku lapar banget."


"Apa Ibu akan lama di kampung?" tanya Riko setelah Melati melahap semua makanan di piringnya.


"Paling hari ini balik, Ibu memang berencana nginep dirumah bibi Dewi."


"Ya sudah Mas berangkat dulu ya,jangan banyak naik turun tangga tetaplah dikamarmu kalau perlu apa-apa telepon Bik Lina.Aku akan menyuruh Erick secepatnya mengurusnya,"tutur Riko berjalan mendekati Melati lalu mengecup pipi Melati DNA mengelus perutnya sekilas."Baik-baik ya Sayang jangan nakal.Daddy kerja dulu."


Riko melangkah pergi menuju garasi kemudian meluncur ke kantornya dengan mobilnya.


Sesampainya di kantor Riko duduk di kursi kebesarannya.


"Selamat pagi Tuan," sapa Erick menundukkan tubuhnya.


"Pagi,tolong urus semua keperluan pemasangan lift dirumah.Cari orang untuk mengurus itu."Titah Riko.

__ADS_1


"Siap tuan." Erick menundukkan tubuhnya.


"Kita pergi sekarang ke Perusahaan xxx,"ucap Riko beranjak dari duduknya.


"Apa berkas yang aku minta sudah siap?"


"Sudah tuan, Saya sudah siapkan semua."


Kemudian Riko dan Erick berjalan berdampingan meninggalkan ruangan itu.


Riana menatap Riko juga Erick dari ruangannya.'Mau kemana mereka?'Batin Riana.Riana kemudian berlari keluar ruangannya.


"Tunggu Kak,mau kemana?" tanya Riana dengan napas terengah-engah.


"Mau ke perusahaan xxx membahas rencana kerjasama," tutur Riko.


"Ikut dong Kak," pinta Riana memohon.


"Kamu tetaplah disini, kantor tidak ada yang mengawasi kalau kita semua pergi," Tutur Riko memberi pengertian.


"Iya Riana mengerti."


Riko dan Erick melanjutkan perjalanan mereka menuju besment.


***


"Ck... mana nih Erick,lama banget!" Riana berdecak kesal 20 menit sudah menunggu kedatangan Erick tapi tak kunjung kelihatan batang hidungnya.Minuman di gelasnya pun telah habis di teguknya.Riana beranjak dari duduknya berencana pergi.


"Kamu selalu saja telat, setengah jam aku menunggu." Riana menggerutu kesal lalu kembali duduk.


"Maaf, aku harus mengurus permintaan tuan Riko dulu karena memang minta secepatnya." Jelas Erick memberi alasan.


"Kenapa kamu tidak jadi Asistenku saja sih,jadi kalau aku minta bertemu secepatnya kamu bisa langsung datang."


"Nggak bisa gitu, Kamu tahu sendiri aku bekerja untuk Kakakmu sudah lama.Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja karena masalah pribadi,"tutur Erick lembut tapi penuh penekanan.


"Ok aku mengerti, lebih baik kita makan saja daripada terus berdebat, aku sudah lapar." ucap Riana kemudian melambaikan tangannya memanggil waiters.


"Mau pesan apa?" tanya waiters itu sopan.


Riana fokus membaca menu di buku.


"1 porsi chicken teriyaki sama thaitea," ucap Riana.


"Kamu makan apa Rik?" Riana menatap Erick.


"Sama ajalah Mbak."


"Baik,ada lagi Mas Mbak yang mau dipesan?" tanya Waiters itu melihat Riana dan Erick bergantian.

__ADS_1


"Sudah cukup Mbak," balas Riana.


Waiters pergi meninggalkan meja mereka untuk mempersiapkan pesanan.


"Silahkan Mas Mbak." ucap Waiters mempersilakan setelah pesanan Mereka siap di meja.


"Terima kasih Mbak."


Waiters itu mengangguk kemudian meninggalkan Mereka Berdua.


Tiba-tiba seseorang wanita menghampiri Mereka."Oh jadi wanita ini yang membuat kamu menolak perjodohan Kita," umpat wanita itu nampak kesal.


"Kamu ngapain disini?" tanya Erick beranjak dari duduknya.


"Aku nggak menyangka kamu bakal menolakku karena wanita ini," ucap wanita itu menunjuk Riana kesal.


"Aku memang menganggapmu hanya sebagai teman," tutur Erick.


"Aku tidak peduli,Kamu harus memilihku bukan wanita ini kalau kamu ingin ayahmu tetap hidup."Ancam Wanita itu ketus lalu pergi.


"Siapa wanita itu beraninya dia mengancammu?" tanya Riana.


"Dia Dokter yang merawat ayahku,sudah sejak lama ayahku dirawat Dia." tutur Erick lesu semenjak kedatangan wanita tadi Erick tidak bersemangat menyantap makanan di depannya.


"Kamu bisa menggantinya dengan Dokter lain,apa masalahnya?"


"Masalahnya ayahku hanya mau dirawat Dia,Dokter Agnes."


"Kenapa seorang dokter menggunakan pasiennya untuk kepentingan pribadinya?" tanya Riana.


"Entah, tapi Dia bukan orang seperti itu dulu.


Agnes seorang Dokter ahli jantung di Rumah Sakit Mitra Bersama.Agnes adalah teman SMA Erick sekaligus Dokter yang merawat ayah Erick.Karena kesabaran juga ketelatenan Agnes merawatnya, Ayah Erick meminta Agnes untuk menikah dengan Erick.Erick yang menganggap Agnes sebagai teman menolak perjodohan Mereka dengan alasan ingin fokus bekerja.


"Ayo kita pulang,aku tidak mau tetap disini hanya menatap makanan ini saja," ucap Riana mengajak pulang.


"Kamu makanlah abaikan Aku."


"Kalau kamu nggak makan, Aku juga nggak akan makan," ucap Riana beranjak dari duduknya.


"Duduklah kita makan dulu," pinta Erick melahap makanan di depannya.


Riana kembali duduk dan ikut melahap makanan di depannya.


Setelah menghabiskan makanannya mereka berdua pulang meninggalkan tempat itu.


"Jangan terlalu banyak berpikir, Agnes hanya menggertakmu saja," ucap Riana saat mobil sudah berhenti di halaman rumahnya.


"Iya aku mengerti, masuklah."

__ADS_1


Riana mengecup pipi Erick sekilas kemudian keluar dari mobil Erick.


Riana melambaikan tangannya kemudian mobil Erick melaju pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2