
Beberapa hari kemudian.
Melati pergi ke rumah mia bersama nayya.Melati mengetuk pintu beberapa kali kemudian pintu terbuka.
"Non melati"
"Iya bik saya,mbak mia ada nggak?"
"Ada,ayo masuk?" jawab pembantu mia mempersilahkan.
"Siapa bik?" teriak mia dari kejauhan dan berjalan mendekat.
Mia menatap sinis ketika mengetahui melati yang bertamu kerumahnya tanpa menghiraukan mia pergi begitu saja masuk ke dalam ruangan.Melati langsung berlari mengejar mia tapi mia langsung menutup pintunya kasar.
"Mbak...mbak mia tolong buka pintunya,nayya ingin bertemu denganmu mbak?" ucap melati setengah berteriak dari balik pintu.
Mia tak menyahut.
"Tolong buka pintunya mbak,kalau mbak nggak mau keluar ya sudah saya pergi tapi aku tinggalkan nayya bersama bibik.Saya pamit pulang mbak" ucap melati.
Melati melangkah pergi dan tiba-tiba pintu terbuka.
"Tunggu" ucap mia setengah berteriak.
Melati menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menatap mia di depannya.
"Apa maumu,belum puas kamu menghancurkan hidupku dan apalagi rencanamu sekarang?" tanya mia sinis.
"Aku nggak punya rencana lain mbak,aku hanya ingin mempertemukan nayya dengan mamanya!" ucap melati meletakkan nayya dalam pelukan mia.
Mia menatap nayya dengan penuh kerinduan,wajah polos nayya sejenak melupakan sakit hatinya.Mia melangkah menuju kamarnya meletakkan nayya di tempat tidur dan duduk di tepi ranjang diikuti melati.
"Sekarang kamu dah gede dan cantik sayang.Mama begitu merindukanmu sayang" ucap mia mencium dan memeluk bayi 5 bulan itu.
Melati begitu bahagia melihat kebahagiaan yang kini menyelimuti mia.
"Maafkan aku mbak,pertemuan kita hanya meninggalkan sakit di hati mbak mia tapi seperti mbak mia dulu ucapkan aku selalu menganggap mbak mia seperti kakak ku sendiri,kapan pun mbak mia mau mbak bisa menemui nayya" ucap melati dengan nada lembut.
__ADS_1
"Kenapa kamu melakukannya,kamu tidak takut aku merusak rumah tanggamu aku masih berharap bisa rujuk dengan mas riko!"
"Nggak mbak untuk apa aku takut,takdirlah yang membawaku kesini dan takdirlah yang menakdirkan semua aku ikhlas apapun ketetapan Allah" ucap melati tersenyum menatap mia.
"Darimana kamu belajar menjadi orang yang begitu ikhlas dan sabar,aku malu pada diriku sendiri yang selalu serakah dan egois!"
"Aku banyak belajar darimu mbak,kamu adalah wanita yang lembut tapi kuat!" ucap melati memegang tangan mia.
Mia pun tersenyum hatinya seketika luluh akan semua perkataan melati.
'Aku menjadi wanita yang serakah dan egois karena aku takut kehilangan suamiku sehingga aku lupa menjadi mia yang dulu lembut dan sabar dan suamiku menjadi muak akan diriku dan beralih hati ke wanita lain' batin mia.
"Sekarang aku mengerti kenapa riko terjebak cintamu,hatimu yang tulus meluluhkan segalanya sekalipun batu yang keras pun!" ucap mia memeluk melati.
Hatinya begitu tenang menerima segala takdirnya dan menyerahkan semua kepada Allah.Dia melepaskan segala kebeciannya dan kini ingin hidup menjadi mia yang baru.
"Terima kasih adikku" ucap mia lirih di telinga melati.Melati semakin erat memeluk mia.
Mereka pun menghabiskan waktu bersama,memasak dan makan bersama serta bermain-main dengan sikecil nayya.
**************
"Mbak desi, titip nayya ya saya mau mandi!" ucap mia menatap desi yang tengah membereskan mainan nayya.
"Iya bu" jawab desi.
Melati melangkah pergi menuju kamarnya dan segera membersihkan diri.Melati mengucurkan air dari kepalanya dan pikirannya tertuju pada mia yang begitu membuatnya tersentuh.Kembali dia mengingat dulu awal-awal pertemuannya dengan mia.Sosok mia membuatnya begitu kagum dengan jilbab yang selalu membalut kepalanya dan hatinya yang begitu lembut kini semua itu nampak jelas dimatanya saat tadi bersamanya.
'Aku ingin menjadi seperti mbak mia' batin melati.
Setelah selesai mandi melati segera berganti pakaian yang lebih tertutup bahkan lebih syar'i.
Kemudian dia duduk di depan meja riasnya dan membalut kepalanya dengan jilbab warna pink soft.
"Bismillah ya Allah,semoga ini awal dan jalan yang baik yang akan membawaku menjadi wanita yang lebih baik lagi" ucap melati lirih dan menyematkan peniti di dagunya.
Riko yang telah pulang beranjak menuju kamarnya dan seketika terkejut mendapati wanita berjilbab di depan matanya.
__ADS_1
"Masyallah cantik sekali istriku" ucap riko mendekati melati dan berdiri di belakang melati menatap wajah istrinya dicermin.
"Apa kamu menyukainya?"
Riko mengangguk dan tersenyum seraya tangannya menarik melati berdiri saling berhadapan.
Riko menatap melati seksama dan membelai wajah istrinya.
"Apa yang membuatmu tiba-tiba berhijab?"
"Mbak mia yang membuatku sadar bagaimana seharusnya seorang wanita, apalagi aku seorang istri'
"Apa dia mengajarimu untuk berhijab?"
Melati menggelengkan kepalanya.
"Lalu?"
"Aku melihat senyumnya kembali saat pertama kali aku melihatnya,sosok yang membuatku kagum dan pernah terbesit dibenakku agar kelak aku bisa menjadi sepertinya!"
Riko tersenyum dan memeluk tubuh melati dengan erat.
"Aku tidak ingin kamu menjadi mia tapi aku ingin melatiku" ucap riko lirih di telinga melati.
"Aku tetep melatimu, sayang!" sahut melati lirih.
Mereka saling memandang dan tersenyum.
******************
POV Melati
Menjadi istri kedua bukanlah pilihanku apalagi menjadi istri kontrak aku bagaikan sapi perah yang diharapkan memberi keturunan untuk mereka.Saat itu aku hanya berpikir bagaimana caranya agar ayahku bisa sembuh dari sakitnya dan lagi-lagi uang dapat membeli segalanya termasuk tubuh dan masa depanku.Aku hanya berpikir aku akan melahirkan dan kembali melanjutkan hidupku tapi aku salah cinta malah menjeratku masuk lebih jauh dalam rumah tangga suami kontrakku.Aku tidak berpikir jauh bahkan tidak ada sedikitpun keinginan merebut mas riko dari istrinya.Tapi hari demi hari dan bulan demi bulan,suami kontrakku memberiku harapan dan menumbuhkan cinta dihatiku.Sesaat perasaan egois itu muncul, perasaan dimana aku ingin menguasai suami kontrakku karena diam-diam dia juga mencintaiku dan kehamilanku menjadi senjataku meluluhkanya.Tapi aku sadar siapa aku dan dari mana asalku,aku pergi dan meninggalkan suamiku tapi entah takdir lagi lah yang membawaku kembali dan kini aku menjalani hidupku yang sempurna menjadi istri satu-satunya suamiku.Semoga kebahagiaanku ini akan dapat dirasakan orang-orang disekitarku.
POV Riko.
Sesaat aku menikahi melati hanya untuk memenuhi keinginan mia.Aku begitu mencintai mia sehingga apapun aku lakukan demi mempertahankan rumah tanggaku.Aku adalah lelaki normal pada umumnya,entah sejak kapan cinta itu menghampiriku aku hanya merasa cemburu bahkan rasanya aku gila melihat melati bersama laki-laki lain dan aku mengira itu hanya sesaat tapi semakin aku menjauh semakin aku merindukannya.Aku mencintai gadis polos bernama melati yang tidak terbesit sekalipun aku akan jatuh cinta lagi pada wanita lain tapi itulah aku hanya laki-laki biasa.Cintaku semakin kuat dan menancap kokoh di dasar hatiku ketika buah cinta kami lahir dan mengikis sedikit demi sedikit cintaku pada mia.Sifat egois dan tamaknya membuatku muak hingga rasa cintaku berubah menjadi benci.Dia tak lagi menghargai aku sebagai suaminya hingga aku memutuskan untuk menceraikannya.Kini aku hidup bahagia bersama istriku melati dan nayya anakku dan sebentar lagi anak keduaku lahir.Sungguh takdir terkadang mempermainkan kita tapi takdir tidak pernah salah menjalankan perannya.
__ADS_1
*********************