Terjerat Cinta Dunia Mafia 2

Terjerat Cinta Dunia Mafia 2
Pertemuan Keluarga Besar


__ADS_3

Suasana tampak tegang saat Sean memasuki rumah besar keluarga Deslaurier. Pertemuan antar keluarga yang belum pernah Sean bayangkan sebelumnya akhirnya terjadi. Semua orang yang hadir tersenyum ramah kepada Sean. Tetapi Sean tahu bahwa senyuman itu adalah senyuman palsu yang sengaja dipertunjukkan untuknya.


Sean tidak mempedulikan itu, dianggap atau tidaknya dia tidak jadi masalah. Ia tidak peduli dengan keluarga munafik seperti itu.


Sean pernah berada dalam lingkungan keluarga munafik sebelumnya, dan tentunya ia tahu bagaimana menghadapi keluarga munafik seperti itu.


Sean mengulas senyum yang dibuat senormal mungkin, tanpa disadarinya seorang perempuan memperhatikannya. Dia adalah Evelyn anak dari Dave yang merupakan kakak laki-laki David. Sepertinya diam-diam Evelyn tertarik kepada Sean. Wajah Evelyn tampak merona saat Sean menatapnya dan menjabat tangannya ketika Sean memperkenalkan diri.


Meskipun suasana tampak bersahabat, tetapi aura ketegangan sudah terpancar sejak tadi membuat Marcus ingin mempercepat pertemuan keluarga tersebut dan menyelesaikan masalah tentang pembagian hak waris.


"Karena semuanya sudah berkumpul, mari kita bicarakan secara kekeluargaan tentang perusahaan Deslaurier ke depannya." Marcus mempersilahkan semua orang untuk duduk di kursi yang telah disediakan.


Wajah mereka semua tampak serius, dengan raut muka yang tegang. Tetapi berbeda dengan Sean, ia terlihat tenang dan santai, karena dirinya tidak terlalu memusingkan harta warisan apapun. Apalagi saat ini ia dijadikan pencetus keputusan karena merupakan anak tunggal dari David pemilik perusahaan tersebut.


Sean menegakkan punggungnya, semua orang menatapnya menunggu perkataan yang akan keluar dari mulut laki-laki itu.


"Aku sudah memutuskan, perusahaan Deslaurier yang telah dirintis oleh David Deslaurier akan tetap menjadi milik David sampai akhir hayatnya. Selama David belum menghembuskan nafas terakhirnya perusahaan itu tidak akan diserahkan kepada siapapun." Sean berucap dengan nada tegas tanpa ada ragu sedikitpun.

__ADS_1


Salah seorang dari mereka yaitu Barack yang merupakan ayah kandung Marcus menganga ingin mengkonfrontasi perkataan Sean, namun dengan sikap tegas Sean mengangkat tangan kanannya dengan penuh isyarat seolah masih ingin melanjutkan perkataannya tanpa ingin seorang pun menyela.


"Keputusan ini mutlak dan tidak bisa diganggu gugat, bagi siapa yang menolak dan keberatan akan keputusan ini bisa angkat kaki dari rumah ini."


Semua orang menggerutu dan mengumpat namun hanya bisa mereka lakukan dalam hati. Sean berdiri dari tempat duduknya karena merasa sudah tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi, ia melirik sekilas ke arah gadis yang sedari tadi memperhatikannya dengan takjub lalu menyunggingkan senyum ramah kepadanya.


Evelyn yang terlalu kagum dengan sosok Sean seolah tak peduli dengan apa yang barusan Sean katakan, justru gadis itu merasa tersanjung saat Sean tersenyum hanya untuknya.


"Aku sudah menduganya, sampai kapanpun kita tidak aka mendapat apa-apa jika anak itu tetap hidup," gumam Barack saudara David yang merupakan ayah kandung Marcus.


Suara telepon rumah yang terdengar nyaring membuyarkan keheningan yang ada. Dengan segera Marcus mengangkat telepon tersebut karena tidak ada satu orang pun yang mau menjangkau untuk menerima panggilan itu.


"Haloo," sesaat setelah panggilan diterima wajah Marcus tiba-tiba berubah pasi.


"Apa.... baik, saya akan segera kesana." Marcus menatap semua orang dan berakhir ke arah Sean. Ia menipiskan bibirnya menelan ludah sebelum akhirnya berucap "Sean, paman hilang!"


"Apa?"

__ADS_1


Sean dan Marcus beserta anggota keluarga yang lain berlari menuju ruang perawatan David, dan memang benar ruangan itu kosong, bahkan penjaga terbaik yang ditempatkan Marcus juga tak satupun terlihat batang hidungnya.


David memang sempat dalam kondisi stabil, saat setelah Sean pergi menjenguknya kondisinya mengalami banyak kemajuan. Bahkan beberapa kabel penunjang kehidupannya secara berangsur dilepaskan oleh dokter karena menganggap David tidak memerlukannya lagi, Marcus pun mengamini bahwa kedatangan Sean sangat berpengaruh dengan penyembuhan David.


Lelaki tua itu merasa ada hal yang membuat ia harus bertahan hidup. Sean, anak yang tidak pernah ia ketahui , yang lahir dari benihnya dan ia tanamkan ke dalam rahim perempuan yang sangat ia cintai hingga akhir hayatnya tiba-tiba datang menjenguknya, menyentuh tangannya yang tak berdaya. Sungguh hal itu adalah kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Ia selama ini memimpikan punya keluarga yang tulus mencintainya, bukan mencintai kekayaannya. Tetapi sampai dihari tuanya keinginan itu belum sempat terwujud. Namun, dengan kedatangan Sean membuat semuanya berubah. Ia laki-laki yang selama ini hidup sendiri dalam kesunyian ternyata mempunyai seorang anak.


Mereka melacak ke rekaman CCTV yang di tempatkan di sekitar ruang perawatan David dengan bantuan pihak keamanan rumah sakit.


"Penghianat!" Marcus terlihat marah setelah selesai memutar hasil rekaman CCTV saat kejadian berlangsung. Para penjaga yang telah ia pekerjakan membawa pamannya pergi tanpa sepengetahuan darinya.


Sean menatap semua orang yang ada ditempat itu penuh selidik, ia yakin selama ia mempunyai bodyguard, mereka semua berdedikasi dan setia karena nilai jual dari seorang bodyguard adalah keberanian, dan kesetaiannya kepada majikannya. Hal itu terasa aneh jika para penjaga yang katanya adalah orang-orang terbaik yang mereka punya malah memilih berkhianat kepada tuannya.


"Jika memang para penjaga itu yang membawa pergi David, itu berarti salah satu diantara mereka pelaku sesungguhnya."


.....

__ADS_1


__ADS_2