
"Namanya Jeremia Albert, usia tiga puluh lima tahun, pekerjaan untuk saat ini hanya seorang pengangguran, dia baru keluar dari penjara satu tahun yang lalu karena kasus perjudian dan prostitusi."
Fang Yi, perempuan berusia sekitar dua puluh lima tahun yang merupakan salah satu anak buah Sean yang diambil dari organisasi hitam yang pernah Sean kelola memaparkan hasil temuannya. Fang Yi ditugaskan langsung untuk membantu Abust mendapat informasi tentang mantan suami Catherine sekaligus penculik ibu dari dua anak kembar itu . Perempuan berdarah China itu sebelumnya bertugas untuk mengidentifikasi musuh-musuh yang mengganggu ataupun yang akan menyulitkan urusan Sean di perusahaan ilegalnya.
Fang Yi mempunyai bakat unik yaitu memiliki ingatan memori fotografis, yang memungkinkannya untuk menghafal sebuah adegan secara instan. Dengan kelebihannya itu ia bisa mengingat secara detail peristiwa yang telah dilihatnya dan itu sangat membantu setiap ia memecahkan sebuah kasus.
"Untuk saat ini pihak kepolisian masih mencari keberadaan Catherine dari tempat-tempat dimana biasanya Albert berkumpul dengan teman-temannya. Tetapi ada satu kemungkinan yang menurutku bisa menangkap Albert."
Abust hanya menatap dengan wajah serius tanpa berniat menyela sedikitpun perkataan Fang Yi. Sungguh keputusan yang tepat mengirimkan Fang Yi untuk mencari keberadaan Catherine, perempuan itu dengan cepat menganalisa dengan hanya sedikit melakukan penyelidikan.
"Nanti malam di kelab malam XXX, diadakan sebuah lelang ilegal, semuanya dilaksanakan secara tersembunyi dan rapat, sehingga sampai sekarang belum terendus pihak kepolisian tetapi sudah ramai dibincangkan di dunia bawah tanah kota London."
"Apa maksudmu, apa hubungan lelang ilegal dengan Albert atau Catherine?"
Fang Yi mengayunkan anak panah lalu melemparkannya di papan tepat di bagian tengah.
"Kau mungkin agak asing dengan dunia bawah tanah, lelang ilegal bukan hanya melelang barang-barang selundupan tetapi juga perdagangan manusia. Semoga tebakanku salah, tetapi instingku mengatakan bahwa Albert yang sudah bangkrut berusaha mencari mantan istrinya bukan untuk dinikahi melainkan untuk .... dijual."
.....
Jam sudah menunjukkan pukul satu malam, Abust dan Fang Yi sudah berada di kelab malam , dimana tempat diadakannya lelang ilegal. Karena lelang diadakan secara sembunyi-sembunyi maka ada ruangan khusus yang dipersiapkan untuk melakukan pelelangan tersebut.
Abust berdehem sejenak saat Fang Yi mengintruksikannya untuk bersiap-siap, acara lelang akan dilaksanan tiga puluh menit lagi. Sebelum acara lelang itu dimulai, ia harus bisa menemukan Catherine ataupun Albert.
Menurut Fang Yi, perdagangan manusia disini bukan hanya untuk dijadikan budak atau pelampiasan nafsu lelaki hidung belang jika itu perempuan, tetapi juga untuk diambil organ dalamnya yang memiliki harga fantastis dan sangat menguntungkan bagi pemenang lelang.
"Kenapa kita tidak bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam penyergapan ini, kau tahu disini pasti tempat berkumpulnya para mafia dan taipan yang sangat berbahaya. Kita hanya bermodal kekuatan kecil dan beberapa orang yang berjaga diluar. Kita tidak mungkin bisa menghadapi mereka."
Memang benar yang dikatakan Abust, ia merasa sangat kecil dan tidak berdaya diantara para tamu lain yang terlihat berkarisma dengan rambut klimis disisir ke belakang, meskipun saat ini dirinya mengenakan stelan formal yang mahal tetapi tetap saja nyalinya sedikit menciut melihat betapa banyaknya bos mafia yang sedang duduk-duduk di sofa sambil dikelilingi oleh bodyguard dan anak buahnya dengan beberapa perempuan yang bertugas menuangkan anggur ke dalam sloki berkaki yang ada di genggaman mereka.
Fang Yi terkekeh, rambut panjangnya yang disisir ke belakang ia rapikan kembali. Fang Yi mengenakan celana bahan panjang berwarna navy dengan kemeja putih dipadukan dengan jas berwarna senada dengan celananya. Perempuan itu terlihat elegan dan cantik, pakaiannya yang tertutup justru memberikan kesan elegan dan berkarisma.
"Kau sangat berbeda dengan Sean, kenapa kau tidak belajar darinya? Pemandangan seperti ini sangatlah biasa, meskipun ini adalah lelang ilegal, tetapi mereka tidak peduli dengan orang-orang sepertimu. Mereka bukanlah orang yang bodoh yang dengan mudah disergap oleh pihak kepolisian. Semua yang ada di sini sudah terstruktur dan terencana. Keamanan dan profesionalitas sudah tidak diragukan lagi. Jika tidak begitu mungkin acara lelang ini sudah lama menghilang karena sudah dibubarkan oleh kepolisian setempat. Tetapi nyatanya sampai saat ini, yaitu memasuki tahun ke delapan, tempat dan acara lelang ini masih ada dan tetap melakukan acara lelang yang sama."
"Lalu, bagaimana kita bisa mendapatkan tujuan kita?"
"Ambil ini!" Fang Yi memberikan sebuah papper bag kepada Abust yang langsung diterima oleh Abust dengan cepat.
"Pakailah, dan ikuti perintahku." Fang Yi membisikkan sebuah rencana kepada abust yang kemudian akan mereka laksanakan dengan segera.
....
Abust sudah mengenakan pakain petugas lelang, para petugas mengenakan topeng yang sama dengan yang dikenakan Abust. Fang Yi sudah membius seorang petugas yang ia curi seragam dan identitasnya untuk ia berikan kepada Abust. Sementara Fang Yi duduk di deretan kursi tamu bergabung dengan para bos mafia ataupun taipan yang mungkin salah satu di antara mereka merupakan pria casanova. Apapun itu Fang Yi sama sekali tidak peduli maupun tertarik, tugasnya kali ini adalah memastikan jika rencana Abust gagal, ia akan merebut barang lelang yang ia inginkan.
__ADS_1
Abust melihat daftar barang-barang yang dilelang. Ia memindai satu persatu huruf yang tercetak di daftar barang lelang.
Sialnya, nama pemilik barang lelang dirahasiakan sehingga Abust tidak bisa melihat nama Albert yang diduga akan melakukan pelelangan malam ini. Sepertinya memang acara lelang ini meminimalisir bukti fisik sehingga sulit untuk terlacak pihak berwajib.
Tidak ada cara lain selain menunggu, ada beberapa jenis barang lelang yang merupakan manusia. Apakah salah satunya adalah Catherine atau bukan , Abust tidak bisa mengetahuinya dengan pasti.
Setiap barang yang akan dilelang Abust periksa terlebih dahulu sebelum memasuki podium untuk dipamerkan kepada seluruh tamu yang hadir.
Abust mengerutkan keningnya saat melihat sebuah benda yang tampak aneh, terlihat seperti sebuah senjata, namun selama hidupnya ia tidak pernah melihat senjata tersebut. Dengan sikap elegan yang diajarkan oleh Fang Yi, Abust mempersilahkan petugas untuk membawa barang lelangan itu naik ke podium.
"Ini adalah Kinetic Bombardment, senjata yang di kembangkan oleh ilmuan. Tidak berbentuk seperti rudal, peluru atau apapun itu yang bisa terlihat oleh mata. Kinetic bombardment justru tidak terlihat ketika menembak karena senjata ini mengeluarkan energi, energi kinetik yang besar, yang merusak."
"Secara teoritis, Kinetic bombardment bisa ditembakkan dengan menggunakan satelit mana pun yang terbang di angkasa. Kekuatan merusaknya dikatakan setara dengan bom nuklir." Pembawa acara menerangkan secara terperinci barang lelangan yang merupakan senjata jenis baru yang tentunya harganya akan cukup fantastis.
Abust menipiskan bibirnya, menelan ludah. Ia sudah membayangkan betapa berbahayanya tempat ini. Dilihat dari barang yang diperdagangkan bukanlah barang sembarangan, pastilah mereka semua ini adalah orang-orang yang memiliki banyak musuh hingga membutuhkan banyak senjata canggih yang bisa merusak semuanya.
Beberapa barang mulai secara bergantian naik ke podium, dari senjata kinetik, batu permata, sampai senjata biologis yang berupa hasil perkembang biakan virus jenis baru pun tak lepas dari acara pelelangan itu.
Abust sedikit bosan, sepertinya perkiraan Fang Yi salah, Catherine tidak ada di tempat ini. Dan itu membuat Abust sedikit bersyukur, setidaknya ia tidak perlu berhadapan dengan manusia-manusia yang mengerikan seperti mereka.
Acara lelang masih sedang berlangsung, tetapi Abust merasa ingin buang air kecil. Ia sudah tidak tahan lagi sehingga meminta rekannya untuk menggantikan posisinya sementara waktu.
Dengan langkah cepat, lelaki itu melewati lorong-lorong yang akan membawanya ke toilet laki-laki. Toilet laki-laki di kelab malam itu terlihat mewah dan elegan. Baunya harum dengan tingkat kebersihan hampir seratus persen. Di bagian kiri ruangan terdapat wastafel yang berjajar sebanyak lima buah yang dilapisi keramik hitam dengan semburat warna emas, tidak lupa cermin yang diletakkan memanjang memenuhi ujung depan sampai belakang ruangan toilet itu. Dan di sebelah kanannya terdapat bilik-bilik kecil tempat dimana para lelaki menuntaskan hajatnya. Lantainya pun selalu terlihat kering dan bersih karena di depan sudah berjaga penjaga toilet yang selalu bersiap siaga untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan toilet tersebut.
Ketika Abust ingin membuka pintu bilik tersebut, terdengar seseorang yang masuk ke dalam ruangan toilet laki-laki. Abust mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, ia lebih tertarik untuk menguping sambil sedikit mengintip apa yang sebenarnya terjadi.
"Tenang-tenang, setelah ini aku akan membayar semua hutang-hutangku." Suara lelaki yang saat ini berada di kerumunan tiga orang laki-laki berbadan tegap dengan mengenakan kacamata hitam dan sebuah ear phone yang mereka sematkan di telinga masing-masing.
Oh, tidak. Bukan tiga orang, ada satu orang lain yang ada di dalam kerumunan, pria itu mengenakan stelan formal berwarna putih yang kemungkinan itu adalah bosnya yang sedang mencengkram kemeja lelaki malang yang masih mencoba peruntungan dengan terus mengiba itu.
"Apa kau masih bisa dipercaya?"
BUGGH
Satu hantaman mengenai wajah lelaki itu, wajahnya tampak lebam kebiruan tetapi sepertinya lelaki itu masih bisa terus berbicara.
"Aku membawakan seorang perempuan cantik yang akan aku lelang malam ini, dan uang hasil lelang akan aku bayarkan kepadamu," ucap lelaki itu yang ternyata adalah Albert setelah Abust melihat dengan jelas wajahnya dari bilik water closet.
Pria yang menjadi bos itu mencengkram kerah kemeja Albert, sehingga membuatnya berjinjit karena postur tubuhnya kalah tinggi.
"Ini kesempatan terakhirmu, jika kau tidak segera melunasi hutang-hutangmu, aku pastikan kau tidak bisa menghirup udara segar lagi."
Pria itu menghempaskan dengan kasar tubuh Albert hingga lelaki itu terpelanting menabrak meja marmer tempat wastafel berada. Albert meringis kesakitan, sementara pria berjas putih itu pergi meninggalkannya dibuntuti ketiga bodyguard-nya.
__ADS_1
Albert berdiri dengan sedikit terhuyung, ia membasuh mukanya yang tampak lebam dengan darah segar keluar dari sudut bibirnya. Ia kemudian mematut tampilannya di cermin, ini kesempatannya untuk mendapatkan banyak uang agar terbebas dari cengkraman para penagih hutang. Albert menyeringai mempertunjukkan deretan gigi putihnya, lalu berbalik arah, melangkah keluar dari toilet laki-laki itu.
Abust yang sebelumnya bersembunyi di ujung bilik toilet itu segera keluar dengan mengenakan topeng petugas lelang, ketika menyadari sudah tidak ada seorangpun yang berada dalam ruangan itu. Perlahan ia menapakkan kaki hingga pantulan sepatunya tidak menggema seperti sebelumnya. Ia harus kembali ke tempat lelang, dan memberitahu apa yang ia dengar kepada Fang Yi.
Abust kembali melewati lorong-lorong dimana ia akan sampai ke tempat lelang, namun ada satu hal yang kembali menarik perhatiannya. Suara itu, suara yang sangat familiar di telinganya. Abust berhenti disebuah ruangan yang pintunya terbuka sedikit. Ia memicingkan mata dan mencuri dengar di celah sempit dari pintu yang sedikit terbuka itu.
"Jal****, kenapa kau menunduk. Katakan sesuatu kepadaku untuk terakhir kalinya." Lelaki itu berteriak sedikit lantang dengan makian yang ditunjukkan kepada seorang yang ada di dalam. Sayangnya Abust tidak bisa mendapatkan pengelihatan yang jelas mengenai siapa perempuan yang ia sebut sebagai jal*** itu.
Di saat Abust kembali menempelkan wajahnya, ingin melihat lebih jelas apa yang ada di dalam ruangan itu, ternyata Albert justru membuka pintu itu lebar-lebar membuat Abust terhuyung ke depan menabrak tubuh Albert.
"Kau."
Beruntung Abust masih mengenakan topeng petugas lelang, sehingga Albert tidak mengenali atau curiga dengannya.
"Aku hanya ingin memeriksa apakah barangmu sudah siap atau belum, karena giliranmu sebentar lagi."
Albert kembali menyeringai senang, ekor matanya menunjuk ke suatu tempat yang membuat Abust naik pitam dengan apa yang ia lihat di depan matanya.
"Tentu saja, barangku sudah sangat siap. Aku menyiapkannya dengan sempurna. Aku yakin, akan sangat menguntungkan. Kau beruntung bisa memeriksanya sebelum dibawa ke atas podium untuk dipamerkan ke kalayak umum."
Abust mengepalkan tangannya kuat. Apa yang dilihatnya sangatlah keterlaluan. Sebuah kandang yang terbuat dari besi yang berbentuk pilar-pilar jeruji , yang di dalamnya terdapat seorang perempuan dengan tubuh meringkuk tanpa mengenakan sehelai benangpun. Perempuan itu memeluk tubuhnya sendiri untuk menutupi bagian vital miliknya dengan menyembunyikan wajahnya diantara lutut yang ditekuk.
Abust sangat mengenal perempuan itu, ia adalah perempuan yang ia cari. Dan lelaki ini, dengan kurang ajar telah membuat perempuannya menjadi seperti ini. Dengan tangan mengepal Abust segera melayangkan bogemnya ke arah Albert.
Albert terpental, ia memegangi pangkal hidungnya yang berdarah.
"Apa yang kau lakukan?"
Tidak menjawab pertanyaan Albert, Abust terus saja memukuli pria itu tanpa ampun, ia tidak peduli lagi jika penyamarannya terbongkar, ia hanya sangat marah melihat bagaimana Albert memperlakukan mantan istrinya itu dengan sangat buruk.
"Abust hentikan!" Suara seorang tiba-tiba datang mencegah Abust untuk memukuli Albert secara brutal. Tubuh Albert yang sudah babak belur dihempaskan begitu saja seperti sampah yang tidak berguna.
"Cepat kau buka jeruji besi itu, cari kuncinya di tubuhnya!" Kembali perempuan itu yang ternyata adalah Fang Yi memerintah Abust.
Insting Fang Yi memang tajam, ia tidak mendapati Abust di balik tirai podium cukup lama, sehingga membuatnya curiga. Diam-diam ia menyelinap keluar dari tempat duduk para tamu dan mencari Abust di semua ruangan yang memungkinkan, dan akhirnya ia berhenti di ruangan itu, ruangan dimana Catherine disekap untuk dipersiapkan dalam acara lelang.
"Aku tidak menemukan apa-apa di tubuhnya," ucap Abust sambil membolak-balikkan Albert yang sudah tidak bertenaga lagi melawan. Tetapi lelaki itu tetap menyebalkan dengan menyeringai sambil sedikit mengeluarkan kekehan.
"Kau tidak akan menemukan apa-apa disini, karena kuncinya sudah diambil oleh pihak penanggung jawab lelang."
"Apa...," Abust berteriak, tetapi setelahnya ia melihat Fang Yi memukulkan sebuah hiasan kayu yang ada di atas meja ke punggung Albert sehingga lelaki itu jatuh pingsan.
....
__ADS_1