
Kalo di film itu namanya Trailer.
Jadi Author mau bikin cuplikan adegan favorit yang ada di seasson 3, ini adegannya tidak berurutan ya.. Jadi di ambil yang menurut Author penting. 😁🤭
Bertemu lagi...
Di Ocean Park, tempat di mana lelaki itu memulai usaha di bidang pariwisata dengan sejuta ide dan gagasan yang ia tuangkan menjadi tempat rekreasi taman air bawah laut.
Para pelancong yang berdesak-desakan memenuhi kerumunan hanya untuk berebut tiket. Taman air ini memang tergolong baru, tetapi karena dari awal pembuatannya sudah banyak diliput oleh media membuatnya semakin terkenal walaupun belum sepenuhnya selesai dalam proses pembangunannya. Dan saat ini Grand Opening yang mewah dan sangat berkelas sebagai pencapaian awal untuk pembukaan pertama dari sebuah taman air bawah laut terbesar di kawasan Asia.
"Maaf pak, kami akan membereskannya segera," ucap salah seorang yang tampak menunduk dengan wajah di tekuk ke dalam.
"Lalu kenapa kau masih di sini. Cepat pergi!" bentak lelaki berjas abu-abu itu dengan wajah dinginnya.
Di hari penting awal pembukaan tempat wisata yang baru selesai dibangun, masih terdapat masalah dalam pengaturan stand makanan yang digunakan oleh para wisatawan untuk menghabiskan waktu beristirahatnya dengan mengisi perut mereka, meskipun hari masih belum siang dan mungkin belum ada yang menginginkan makan siang, tetapi retap saja harus segera diselesaikan.
Lelaki bermata sipit itu yang merupakan pemilik serta presedir dari perusahaan utama yang membangun tempat wisata bawah air merasa tidak puas dengan kinerja anak buahnya, sehingga ia harus datang mengecek semuanya yang juga dibantu oleh asisten setianya, yaitu asisten Lie Am.
"Tuan Yang, semuanya sudah siap. Apakah anda ingin memeriksanya terlebih dulu atau kembali ke perusahaan?" Tanya asisten Lie Am kepada atasananya yang bernama Yang Pou Han. Lelaki berdarah Chinese yang merupakan pemilik saham terbesar dari perusahaan YP Group yang kini merambah ke dunia pariwisata.
Yang mengangguk, "aku akan melihatnya nanti,kau boleh pergi," ucapnya seraya mengambil ponsel yang berbunyi di saku jasnya.
Asisten Lie Am mengangguk lalu berangsur pergi untuk mengerjakan hal lain, karena hari ini banyak sekali yang harus ia periksa mengingat hari ini adalah pembukaan pertama sehingga harus terkesan sempurna tanpa cacat di mata para wisatawan.
Yang menerima panggilan telepon dari seseorang rekannya yang juga teman masa kecilnya, ia memiliki saham empat puluh persen dari perusahaan utama YP Corp sehingga merupakan orang penting juga di perusahaan itu.
"Halo," terdengar suara jawaban dari sebrang sana yang sepertinya akan terlibat perbincangan serius.
"Baiklah, aku mengerti. Sebaiknya kau urus saja istrimu, bukannya dia sedang hamil muda?" ucap Yang dengan wajah sedikit kesal.
Bagaimana tidak kesal, rekannya satu ini selalu memprovokasinya seolah sedang mengejek kesendirian Yang Pou Han yang masih belum juga mendapatkan pasangan. Apalagi istri yang sedang hamil itu pernah singgah di hati Yang Pou Han dan sampai saat ini Yang belum bisa menemukan perempuan lain yang benar-benar bisa menggetarkan hatinya lagi.
Yang mengakhiri panggilannya ketika pembahasan mereka selesai. Namun, ketika ia akan memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya, pandangannya tergerak ke atas yaitu di mana dinding penghalang antara batas dalam dan luar Ocean Park berada. Betapa terkejutnya Yang melihat seseorang yang sedang berada di atas dinding itu melompat turun ke bawah tanpa menggunakan pengaman.
"Aaaaahhhhh," pekik suara seorang perempuan yang meluncur dari atas dinding menurun hingga terjatuh tepat mengenai tubuh Yang Pou Han.
Yang terjerembab dengan posisi berbaring di tanah, sementara perempuan yang tidak tahu diri itu tengkurap di atasnya. Mata keduanya menutup seolah takut dengan apa saja yang baru saja terjadi dan kemudian membuka secara bersamaan.
Tatapan mereka bersirobok dengan mulut yang saling menganga karena terkejut.
"Kau lagi!" geram Yang Pou Han dengan wajah yang begitu dingin.
"Tuan pe_marah," ucap perempuan itu terbata.
__ADS_1
Perempuan itu membulatkan matanya melihat siapa yang sedang meringkuk di bawahnya, segera ia berpindah tempat dengan berguling ke kiri agar menjauh dari tubuh pria asing yang sepertinya pernah ia lihat itu.
Kedua orang itu berusaha berdiri sambil mengibas-ngibaskan pakaiannya yang kotor dengan tanah. Wajah perempuan itu nampak sedikit ketakutan melihat wajah Yang Pou Han yang menatapnya tajam.
"Tuan pemarah, maaf aku tidak sengaja. Kau tidak apa bukan?" perempuan itu kembali menanyai Yang Pou Han berusaha tidak membuat keributan dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Yang menatap kesal ke arah perempuan berhijab itu, lalu matanya melihat ke arah dinding yang tingginya sekitar tiga meter itu. Dinding itu dilengkapi kawat berduri, tetapi ada bagian yang terlewat yang hanya bersisa jarak dua puluh senti meter yang tidak dipakaikan kawat berduri. Yang menyipitkan matanya yang sudah sipit itu memindai keseluruhan gadis yang pernah ia jumpai sebelumnya.
"Kau menaiki pagar pembatas setinggi itu? Apakah kau sudah gila?" bentak Yang melihat tingkah aneh gadis itu.
Gadis itu hanya meringis sedikit malu, padahal sebelumnya ia sudah merasa bahwa tempat yang akan menjadi pendaratannya itu akan kosong, sehingga tidak ada yang menyadari keberadaannya. Tetapi dengan adanya Yang Pou Han di tempat itu membuatnya harus lebih berhati-hati lain kali agar tidak ketahuan bahwa ia menyelinap ke tempat wisata ini tanpa membayar tiket masuk.
"Tuan pemarah, kau tidak terluka bukan? Jadi sebaiknya aku pergi," ucapnya kemudian.
"Tunggu! Kau sudah memasuki area ini tanpa membayar tiket masuk, jadi aku harus melaporkanmu kepada petugas keamanan." Yang menarik lengan gadis itu yang berbalut dengan pakaian panjang.
"Jangan, kumohon lepaskan aku!Bukannya kau tidak terluka, sebaiknya kita berdamai ya, ya!" perempuan itu sedikit memelas mencoba mengiba tetapi Yang tidak ambil peduli sehingga tetap menarik lengan gadis itu tanpa ingin mendengar alasannya.
Tanpa di sadari, gadis itu tiba-tiba bersembunyi di belakang tubuhnya berusaha menghindari seseorang yang sepertinya sangat ditakutinya.
"Tuan, jangan bergerak. Kumohon, jika tidak dia akan menangkapku!" ucapnya pelan berusaha mengambil simpati Yang.
Yang melihat siapa yang membuat gadis itu ketakutan hingga bersembunyi di belakang tubuhnya. Yang mengulas senyum menertawai tingkah bodoh gadis itu. Ternyata seorang petugas yang merazia gelang tangan yang menjadi bukti tiket masuk ke tempat wisata taman air tersebutlah yang membuat gadis itu ketakutan dengan bersembunyi di belakangnya.
"Apa yang sedang kau lihat!"
Yang membentak petugas itu yang berusaha mengintip dari balik tubuhnya membuat petugas razia itu kelabakan dan akhirnya meminta maaf.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja," ucapnya seraya menunduk patuh.
"Pergi sana, kerjakan tugasmu. Jangan sampai ada pengunjung yang masuk tanpa membayar tiket. Kau tahu kan apa hukuman bagi penyelundup seperti itu?" Yang menegaskan kalimatnya membuat perempuan yang bersembunyi di belakangnya membeliakkan matanya.
"Dia akan berurusan dengan polisi," jawab petugas itu dengan cepat dengan tetap menunduk.
"Bagus, aku tidak akan mengampuni seseorang yang seenaknya memasuki area ini tanpa melakukan kontribusi terhadap tempat wisata ini dengan tidak membayar tiket. Jadi pergilah, kerjakan tugasmu dengan baik!"
Petugas itu mengangguk, lalu berangsur pergi meninggalkan Yang Pou Han yang sebelumnya sudah berpamitan terlebih dahulu.
"Keluarlah!" perintah Yang kepada gadis itu yang langsung segera berdiri menjauhi tubuh Yang Pou Han.
"Kau pemilik tempat ini?" tanya gadis itu dengan ragu-ragu.
Bagaimana ini, dia menghindari petugas razia tiket, malah bersembunyi di tempat pemiliknya. Itu sama saja keluar dari kandang singa dan masuk ke dalam lubang buaya.
__ADS_1
"Menurutmu? Apa sekarang kita bisa ke kantor polisi?"
"Tuan pemarah, jangan lakukan itu. Kau tahu, aku akan memberikan kontribusiku untuk tempat ini. Aku akan meriview keindahan taman laut ini lalu akan memasangnya di chanel videoku. Bukannya kau akan mendapatkan banyak pengunjung dari hasil ulasanku." Gadis itu tampak berusaha membujuk Yang Pou Han agar masalah ini tidak diperbesar.
Yang mengangkat kedua alisnya, lalu menertawai gadis itu. "Aku tidak membutuhkan ulasanmu. Jika aku mau aku akan membayar artis papan atas untung mengiklankan tempat ini. Lalu apa ini? kau mau mengambil video sebagai konten chanelmu sambil berjualan snack kepada para pengunjung. Kau sama sekali tidak tahu malu."
Yang menarik ransel gadis itu yang ternyata berisi banyak makanan dan minuman kemasan, yang sudah pastinya akan dijual secara ilegal di tempat rekreasi kepada para pengunjung dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Tuan, kau salah paham. Aku hanya..."
"Apa?"
Yang mendekati gadis itu yang tidak bisa mencari alasan lagi, lalu ia tersenyum mengejek.
"Kau tidak bisa menyembunyikan rahasia dariku, pencuri kecil," Yang menekankan kata pencuri untuk mengingatkan gadis itu tentang peristiwa di mana Yang memberinya tumpangan untuk menyelamatkannya dari kejaran preman sewaan majikannya karena ia telah menghilangkan baju-baju di toko pakaian tempatnya bekerja.
"Tuan, aku... Kau tahu aku harus membayar hutang-hutangku kepada mantan atasanku karena telah menghilangkan pakaian termahal yang ada di etalase toko itu. Lalu aku juga harus membiayai kehidupanku di sini yang belum mendapat pekerjaan. Jadi aku membuat konten video untuk mengulas tempat-tempat indah di negara ini, dan berkat kepandaianku berbicara dan memberikan ulasan yang baik aku mempunyai banyak follower dan subcriber di chanel-ku. Kau tahu penggemarku sudah ratusan ribu loh! Jadi aku memanfaatkan keberadaanku di sini untuk menjelajah semua tempat wisata yang ada di negara ini." Gadis itu bertutur dengan panjang dengan mata berbinar dipenuhi rasa takjub luar biasa.
"Lalu kau merasa bangga akan hal itu, dengan menyusup masuk seperti pencuri kecil?"
Wajah yang tadinya cerah mendadak muram seketika, " tentu saja tidak," ucapnya dengan lemas.
"Jadi ayo ikut aku sekarang!"
"Apa...!"
Skip-skip-skip
(itu adalah saat mereka pertama kali bertemu, oh tidak kali ke dua setelah sekian purnama tidak bertemu. hihihi)
Okey, next trailer yaitu ketika mereka sudah dalam posisi menjadi suami istri. Di sini Nindy sangat bertolak belakang dengan Salwa. Salwa adalah gadis yang cerdas, pintar disiplin namun pendiam. Tetapi Nindy adalah gadis yang pandai bergaul, sedikit urakan, ceroboh dan kuramg cerdas. Tetapi ada satu yang istimewa dari Nindy, dia pejuang yang tangguh, tidak gampang menyerah akan suatu keadaan.
Karena Yang dulu menyukai Salwa karena kecerdasan dan kelembutan yang dimiliki perempuan itu, membuat Yang sama sekali muak dengan Nindy. Nindy jauh sekali dari tipe Yang Pou Han sehingga ia yakin tidak akan pernah mencintai perempuan itu.
Eitt.. apakah mereka menikah paksa? atau hamil duluan kayak di nopel2 lain tuh, atau melakukan hubungan suami istri di luar pernikahan sehingga mengakibatkan mereka menikah?
No, itu alasan klise dari banyak novel yang beredar dan booming di NT. Salwa dan Sean nikah juga bukan karena hal di atas bukan? Lah ini mereka ngapain nikah kalo gak karena hal di atas dan gak saling cinta?
Heheheh... jawabannya ya ada di seasson 3 😄😄
Okey lanjut cuplikannya pas mereka udah nikah ya..
Bentar capek ngetiknya, mau lanjut novel satunya.. 😄😄
__ADS_1