Terjerat Cinta Dunia Mafia 2

Terjerat Cinta Dunia Mafia 2
Mencari


__ADS_3

Marcus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia merasa waktunya tidak lama lagi untuk menyelamatkan David. Ia masih tidak percaya jika ia bisa menuduh anggota keluarganya yang melakukan semua ini, tetapi hanya itu yang mungkin karena pamannya adalah orang baik, ia tidak mempunyai musuh yang bisa mencelakainya seperti itu, kecuali saudaranya sendiri.


Marcus memarkirkan mobilnya dengan sembarangan setelah memasuki gerbang salah satu rumah di kawasan perumahan elit. Sekali lagi Marcus harus menerima kenyataan pahit , di dalam rumah itu ia bisa melihat anggota keluarganya merencanakan hal buruk untuk Sean dan pamannya. Ia semakin tidak percaya saat mendapati ayahnya, Barack ikut bergabung dengan mereka.


"Marcus." Dave kakak laki-laki David terkejut mendapati Marcus berada di balik pintu saat mereka membicarakan rencana jahat untuk David dan juga Sean.


"Kalian bawa kemana paman David, apa kalian tidak tahu malu mencelakai saudara sendiri yang sudah memberikan kehidupan yang layak selama ini kepada kalian semua." Marcus tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang-orang itu.


Mereka sebelumnya hidup serba kekurangan karena hanya bekerja serabutan, tetapi setelah David mampu mendirikan sebuah perusahaan dan sukses di usia muda saudara-saudaranya itu bisa hidup dengan layak karena belas kasihan David. Bahkan David juga memberikan rumah untuk dua orang saudaranya itu agar keluarga mereka bisa hidup aman di dalam rumahnya sendiri.


Tetapi saat ini, ketika David sedang sakit mereka justru ingin mencelakainya dan berharap segala kesuksesan yang diraih oleh David dengan susah payah akan beralih ke tangan mereka.


"Diam kau penghianat, aku menyuruhmu untuk membunuh anak David, tetapi kau malah membawanya kesini dan merusak semua rencana ku." Barack murka melihat Marcus tidak berpihak kepadanya, bahkan saat ini Marcus bersekongkol dengan Sean untuk menggagalkan rencana Barack yang merupakan ayah kandungnya sendiri dan juga pamannya Dave.


Marcus sebenarnya sangat menyayangi Barack, tetapi ia tidak suka dengan perilaku ayahnya yang menghalalkan segala cara untuk merampas harta yang bukan haknya, bahkan Barack rela mengorbankan kakak kandungnya sendiri yaitu David demi harta itu.


Langkah kaki seseorang terdengar keras menapak dengan tegas menggema di lorong ruangan, semua orang menoleh ke arah pintu setelah merasa ada seseorang tak diundang menghampiri mereka.

__ADS_1


Semua orang tercengang ketika mengetahui siapa yang telah datang.


"Sean," gumam Barack yang menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Sean membawa seorang perempuan yang mengenakan jubah handuk dengan rambut yang masih basah. Dave menganga saat mengenali siapa perempuan yang dibawa oleh Sean.


"Breng*** kau Sean, lepaskan putriku!" Dave murka melihat putrinya Evelyn menjadi sandera dengan pistol berada di kepalanya.


Sean menipiskan bibir, menunjukkan senyuman yang tampak mengerikan. Ia menunjukkan perangai aslinya, yaitu Sean yang dingin dan kejam yang mampu membunuh siapapun yang ia kehendaki.


Marcus yang melihat sepupunya sebagai sandera berusaha melepaskan Evelyn, ia memang tidak suka dengan cara mereka tetapi Marcus tidak ingin ada satu orangpun yang menjadi korban masalah keluarga ini.


"Katakan dimana kalian menyembunyikan David, jika kalian masih menginginkan kepala gadis ini tetap utuh di tempatnya." Sean berteriak mengultimatum mereka semua.


Evelyn memejamkan matanya, ia menangis ketakutan. Tak bisa ia membayangkan jika meninggal dalam keadaan kepala hancur dengan darah menyiprat kemana-mana karena tembakan yang akan ia terima.


"Sean , tolong lepaskan aku!" Evelyn memohon kepada Sean dengan tubuh menggigil. Namun Sean justru mencengkram lehernya dengan satu tangannya membuat Evelyn kesusahan untuk bernapas.

__ADS_1


"Sean , mati saja kau." Dave melangkah mendekati Sean untuk menyerangnya namun Sean segera melepaskan pelurunya tepat mengenai betis Dave.


"Aaahh..." Dave berteriak kesakitan, semua orang disitu hanya bisa menatap tanpa berani menolong. Mereka tidak ingin bernasip sama seperti Dave.


Barack merasa semua ini tidak benar, ini tidak sesuai rencana. Ia akan mati ditangan Sean saat ini juga jika tetap bungkam tidak mau mengatakan hal sebenarnya. Barack tidak ingin mati konyol dengan cara seperti itu.


"Cukup! Kau hanya memiliki waktu satu jam dari sekarang. Karena sebentar lagi David akan melakukan operasi pengangkatan sumsum tulang belakang yang akan didonorkan kepada ketua gangster The Bloods," ucap Barack kemudian yang membuat Sean dan Marcus terkejut.


"Apa?"


"Iya, ketua ganster The Bloods saat ini mengalami Sarkoma sel retikulum tulang, kami sudah melakukan tes pencocokan sumsum tulang belakang saat Marcus mencarimu, dan ternyata hasilnya sembilan puluh lima persen cocok. Saat ini David pasti sedang bersiap melakukan transplantasi untuk ketua ganster tersebut."


"Biadab kau, saudara macam apa kalian yang mengorbankan saudara yang lain hanya untuk kepentingan sendiri." Sean mendorong Evelyn hingga gadis itu tersungkur dan tiba-tiba saja polisi datang ke tempat itu menyergap mereka.


Marcus dan semua orang yang ada di tempat itu terkejut karena Sean ternyata membawa polisi bersamanya.


"Aku sudah berjanji kepadamu tidak akan ada pertumpahan darah tetapi aku tidak akan melepaskan mereka semudah itu. Mereka tetap pantas dihukum dengan berat." Sean melirik ke arah jam dinding yang berada di atas ruangan. Waktunya tidak banyak, ia akan mencari David dan menyelamatkannya. Apapun yang terjadi David harus ia bawa kembali dengan selamat.

__ADS_1


.....


Haduuh.. author deg-degan 🙊🙊


__ADS_2