Terjerat Cinta Dunia Mafia 2

Terjerat Cinta Dunia Mafia 2
Trailer 2 & Pengumuman


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan Author untuk trailer seasson ke tiga saat Yang Pou Han dan Nindy sudah menikah.


#catatan : mereka belum saling cinta ini ya 😊


🌹🌹🌹🌹🌹


"Memang kita mau kemana sih?" Salwa berjalan dengan hati-hati dengan Sean menutunnya di belakang. Ya , ada kejutan kecil untuk istrinya itu yang tengah menjalani masa kehamilan yang ke tiga yang sudah memasuki bulan ke empat.


Sean menutup mata Salwa menggunakan kain hitam yang ia ikat di belakang kepalanya, menuntun perlahan dengan memegangi tangan kiri dan lengan kanan Salwa dengan posisi tangan melingkar ke belakang.


"Sudah sampai, kita punya kesempatan melihat tempat ini terlebih dulu sebelum ada pengganggu lain yang akan membuat tempat ini terkontaminasi dengan nasib sial mereka," ucap Sean sembari membuka penutup mata Salwa.


"Wow,"


Salwa nampak takjub dengan keindahan ruangan besar itu yang berada di lantai atas gedung yang sedang mereka pijak. Semua tampak indah dengan dekorasi panggung yang megah, entah akan ada acara apa di tempat ini nantinya sehingga semua terasa berada di tempat konser musik indoor.


"Ini adalah aula yang mungkin ke depannya akan kami sewakan, tetapi saat ini aku ingin mengajakmu menikmati tempat ini secara eksklusif, hanya kita berdua," ucap Sean lembut dengan memeluk pinggang Salwa yang terasa semakin lebar dan berisi.


"Eksklusif?" tanya Salwa yang tidak mengerti dengan arah pembicaraam Sean.


Sean mengangguk lalu memberi isyarat melalui kamera pengawas yang kemudian semua lampu padam seketika. Mata Salwa melebar mana kala pinggangnya ditarik dengan perlahan untuk kemudian dipeluk dari depan.


Lampu sorot atau biasa dikenal dengan spot light menyala dengan terangnya ke arah Sean yang sedang memeluk istrinya, membuat mata Salwa menyipit karena terlalu silau dengan cahaya terang yang menerpa wajahnya.


Suara musik tiba-tiba terdengar dengan mendayu-dayu diiringi lagu romantis yang membuat semua orang terhipnotis kala mendengarnya. Pun dengan Salwa yang merasakan bahwa suasana saat ini begitu romantis.

__ADS_1


"Bisa kita mulai?" tanya Sean dengan menunduk menatap wajah Salwa yang nampak penuh tanda tanya.


"Mulai?" Salwa kembali mengulang perkataan Sean, masih belum mengerti dengan apa yang akan Sean lakukan.


"Mari kita berdansa!" ajak Sean kemudian ketika alunan lagu itu berubah lebih santai.


Salwa menyembunyikan senyumnya dengan menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.


"Apakah tidak ada yang melihat kita?" tanya Salwa tampak ragu.


Sean menggeleng mengerti arah pembicaraan Salwa. Menikah selama empat tahun lebih tentunya ia sangat mengerti bagaimana sifat Salwa yang tidak ingin kemesraan mereka dilihat oleh orang lain.


"Jika ada yang berani melihat kita, aku akan membunuhnya."


"Aku hanya bercanda, mungkin aku akan memotong gajinya jika mereka mengintip kita," ucap Sean kemudian yang tidak ingin berdebat dengan istrinya.


Sean meletakkan kedua tangannya di pinggang Salwa, sementara kedua tangan Salwa melingkar di leher Sean dengan saling memandang. Keduanya larut dalam alunan musik di bawah cahaya lampu sorot yang mengikuti arah pergerakan mereka yang tenang.


Sean menundukkan wajahnya yang makin lama semakin ke bawah mendekat ke wajah Salwa untuk menyentuhkan bibirnya ke bibir istrinya yang selalu memabukkannya. Dikecupnya dengan lembut yang kemudian berubah menjadi ciuman yang sedikit agresif membuat keduanya terlupa bahwa mereka tidak sedang berada di dalam kamar.


Di balik pilar-pilar yang menjulang tinggi, tampaklah seseorang yang tanpa sengaja mengintip kemesraan Sean dan Salwa. Ia menelan ludahnya beberapa kali melihat bagaimana Sean tidak bisa melepaskan pagutan bibirnya dari bibir Salwa. Ia pernah melihat adegan ciuman di film-film yang pernah ia lihat, tetapi melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana pertautan bibir yang begitu erotis dengan saling beradu tanpa ingin saling melepas membuat tubuhnya panas dingin.


Perempuan itu bersembunyi dengan membalikkan badannya di antara pilar-pilar pembatas sebagai sandaran punggungnya. Degub jantungnya berdetak tidak beraturan, tangannya menyentuh bibirnya sendiri. Ia belum pernah merasakan berciuman seperti itu, ada rasa aneh yang menjalar di sekujur tubuhnya saat melihat keromantisan yang ditunjukkan pasangan suami istri itu.


Tanpa ia duga sebelumnya, sebuah tangan menarik tubuhnya, lalu memenjarakannya di antara tubuh dan dinding yang berada di belakang punggungnya.

__ADS_1


"Yang!" pekik perempuan itu yang melihat siapa yang telah menarik tubuhnya.


Sebelum ia melanjutkan protesnya, Yang sudah membenamkan bibirnya ke bibir perempuan itu, menciumnya dengan mengeluarkan kemampuan berciumannya terhadap perempuan polos yang minim akan pengalaman seperti Nindy.


Mata Nindy melebar, ketika Yang dengan seenaknya menelusupkan lidahnya di sela ciuman mereka dengan gerakan menggoda di dalam sana. Nindy tak kuasa menahan rasa aneh di sekujur tubuhnya yang belum tersentuh laki-laki, dengan Yang Pou Han yang meracuni otaknya dengan ciuman panas mereka.


Dorongan tangan yang merupakan pertahanan terakhir Nindy yang berada di dada Yang kini runtuh sudah. Tangan itu terkulai lemas dan berubah menjadi cengkraman di kemeja Yang seolah tubuhnya menginginkan lebih. Ia tidak berdaya hanya dengan ciuman yang tak kunjung berkesudahan itu, membuatnya hampir gila dan membenci pikirannya sendiri.


Yang melepaskan pagutan bibirnya kemudian ketika ia merasakan sesuatu yang tak biasa dalam dirinya. Lelaki itu berdehem sejenak, sementara Nindy menunduk menahan rasa malu yang merayapi hatinya.


"Kau sudah merasakannya bukan, apa itu namanya berciuman," bisik Yang kemudian lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan Nindy yang masih mematung dengan kepala menunduk.


Nindy menatap punggung Yang , lelaki yang sudah menjadi suaminya itu yang makin lama menjauh darinya lalu menghilang di balik pintu. Ia menyentuh bibirnya di mana bibir suaminya telah mendarat dan memberikan pengalaman baru baginya. Degub jantungnya terasa semakin keras, seolah sedang berpacu dengan waktu dan saling berkejar-kejaran.


Perasaan apa ini? Apakah ini yang dinamakan cinta?


🌹🌹🌹🌹


Sudah Tamat, ya.


silakan cek langsung di profil saya. 🤗🤗


Ini covernya.


__ADS_1


__ADS_2