
Naya sedang tertidur dengan pulas di dalam pelukan hangat seorang CEO dingin bernama Ardiansyah Herlambang, sedangkan Farhan yang baru saja kembali ke apartemennya mulai merasa jengkel karena Laura terus menghubungi dirinya tanpa henti hingga saat itu
"Halo," sapa Farhan dengan dingin
"Kenapa kamu ga angkat telepon aku dari tadi sayang? apa kamu marah sama aku?" tanya Laura lirih
"Sebenarnya apa mau kamu sih Ra?"
"Maksud kamu apa sih sayang?"
"Berhenti panggil aku dengan sebutan sayang Ra!! apa kamu masih belum paham dengan semua ucapan aku tadi?!! aku mau kita mengakhiri semua hubungan kita Ra!!" teriak Farhan sekuat tenaga
"Kenapa sikap kamu seperti ini Han? aku kan berbuat salah apapun sama kamu," ucap Laura si selingi isak tangis
"Kamu memang ga berbuat salah apapun Ra, ini semua bisa terjadi kebodohan aku sendiri. Aku terlalu bodoh karena dulu aku mengikuti saran dari kamu, kebodohan aku itu harus aku bayar mahal saat ini." ucap Farhan dengan nada sinis
"Tapi Han..."
"Aku minta sudahi semuanya saat ini juga Ra, jangan memaksa aku jadi bersikap kasar kamu." ucap Farhan dengan tegas
Farhan pun langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Laura terlebih dahulu, tak tanggung-tanggung Farhan juga memasukkan nomor telepon Laura ke dalam daftar hitam
Laura di seberang sana yang masih merasa belum puas berusaha untuk menghubungi Farhan sekali lagi, tapi usahanya menjadi sia-sia karena dia sudah tidak bisa menghubungi Farhan sama sekali
"Dasar laki-laki ga berperasaan!! apa yang di dalam pikiran kamu itu cuma Naya?!! apa hebatnya perempuan itu?!! apa ini artinya semua usaha aku selama ini menjadi sia-sia?!!" batin Laura sambil mengeraskan rahangnya
FLASH BACK
Laura selalu mengetahui semua pergerakan Naya dan Farhan, dia terus mencari celah untuk bisa masuk di antara mereka berdua. Suatu hari Farhan sedang merayakan pesta ulang tahun salah satu sahabatnya di sebuah bar
Farhan yang ingin Naya menjadi perempuan baik-baik hanya mengabarkan tentang hal tersebut dan tidak membawa Naya ke tempat seperti itu, tetapi Laura yang mengetahui hal tersebut langsung menuju ke sana
__ADS_1
Laura berpapasan dengan Farhan seolah pertemuan mereka tidak di sengaja, tanpa ada pemikiran buruk apapun Farhan pun menawarkan Laura untuk bergabung bersama mereka. Sudah pasti itu adalah hal yang Laura inginkan
Malam semakin larut dan semua mulai membubarkan diri masing-masing, saat itu Laura memberikan sebotol air mineral kepada Farhan
"Minum dulu biar lebih segar," ucap Laura
"Makasih ya Ra"
Tanpa ada pemikiran buruk sama sekali Farhan meminum air tersebut, tapi pada pagi harinya mereka berdua terbangun di dalam sebuah kamar hotel. Mereka berdua sama-sama dalam keadaan polos, Laura pun memainkan perannya dengan baik dengan berpura-pura menangis
"Maaf ya Ra, aku juga ga tau kenapa aku bisa sampai berbuat sejauh ini sama kamu." ucap Farhan dengan wajah penuh penyesalan
Terlihat dengan jelas bahwa Farhan benar-benar tidak ingin melakukan hal tersebut, Farhan juga beberapa kali meminta Laura untuk menyembunyikan hal tersebut dari Naya
"Sepertinya ga mungkin aku paksa Farhan untuk bertanggung jawab, yang ada kehidupan kami hanya akan di bumbui oleh pertengkaran." batin Laura
Laura pun merubah siasatnya dengan menawarkan hubungan di belakang Naya, dia berjanji tidak akan merusak hubungan antara Farhan dan Naya. Awalnya Farhan sedikit ragu untuk menerima hal tersebut, tetapi Laura meyakinkan Farhan hubungan mereka hanya hubungan saling membutuhkan tanpa harus terikat dengan status apapun
Sedangkan Laura beranggapan dengan mereka sering melakukan hal tersebut suatu saat nanti dia bisa menyingkirkan Naya dari dalam hati Farhan, tapi ternyata Farhan mulai meminta Laura untuk menjaga jarak karena sesaat lagi dia akan melamar Naya saat Naya berulang tahun. Laura pun mulai menyusun siasat untuk membuat Naya pergi dengan sendirinya
Semua yang terjadi di dalam itu masuk ke dalam rencana Laura, Laura yang tidak ingin membuka kedoknya sendiri meminta bantuan dari seseorang. Laura meminta orang tersebut untuk memberikan saran kepada Naya, agar Naya menjenguk Farhan tanpa memberikan kabar terlebih dahulu dan semuanya pun terjadi
FLASH OFF
Laura yang terbakar api amarah karena ulah Farhan saat itu pun melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan semua yang terlihat oleh matanya
"Dasar laki-laki bajingan!! kenapa pikiran kamu cuma di penuhi oleh perempuan itu?!! aku yang selama ini sudah memberikan segalanya untuk kamu, bukan dia!!' teriak Laura sekuat tenaga
Mama Airin yang sudah tertidur pun mulai terbangun dari tidurnya karena suara gaduh yang di sebabkan oleh Laura dari dalam kamarnya, dengan cepat sang mama langsung menghampiri kamar Laura
Tok.. Tok.. Tok..
__ADS_1
"Ra... Kamu kenapa Ra?" tanya mama Airin dengan sedikit panik
Secara kebetulan saat itu sang papa sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan
"Akh....!!" teriak Laura dan membanting lampu tidurnya
Prang....
Mama Airin pun di buat semakin panik mendengar hal tersebut
"Ra.. Kamu kenapa sih sayang? kamu buka dulu pintunya dan bicarakan semuanya sama mama ya sayang"
"Ga ada gunanya aku bicara sama mama!! karena mama dan Farhan sama aja!! di mata kalian cuma ada Naya!! Naya!! dan Naya!! kalian ga pernah mengimbangi perasaan aku sama sekali!!" teriak Laura sekuat tenaga
"Mama minta maaf kalau mama ada salah sama kamu sayang, tapi sekarang kamu buka dulu pintunya ya"
Mama Airin pun terus membujuk Laura agar gadis tersebut mau membuka pintu kamarnya, setelah cukup lama mama Airin membujuk Laura akhirnya Laura pun membuka pintu kamarnya
Mama Airin pun terkejut melihat keadaan kamar Laura yang sudah tak berbentuk lagi pada saat itu, apa lagi keadaan Laura saat itu terlihat seperti sedang tertekan. Mama Airin pun langsung memeluk tubuh Laura dengan erat
"Sebenarnya kamu ada masalah apa sih sayang? kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita sama mama, jangan di pendam di dalam hati sayang." ucap mama Airin dengan lembut
"Farhan mah"
Mama Airin pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap sang buah hati dengan serius
"Ada masalah apa sama Farhan sayang?"
"Farhan meminta aku untuk mengakhiri hubungan kami mah," jawab Laura dengan air mata yang semakin hebat
Mama Airin pun mengerutkan keningnya sambil menatap tajam ke arah sang buah hati
__ADS_1
"Apa maksud kamu sayang? ada hubungan apa kamu sama Farhan?" tanya mama Airin dengan tegas