
Ardi pun semakin lekat menatap ke arah Naya dan sekali ini Naya mengumpulkan keberaniannya dan tidak ingin menghindari laki-laki tersebut
"Jadi maksud kamu, kamu menjaga jarak dengan saya karena ekspresi wajah saya?"
Naya pun menganggukkan sedikit kepalanya
"Apa yang salah dengan eskpresi wajah saya?" tanya Ardi dengan serius
"Seperti itu"
"Seperti itu apa maksud kamu?" tanya Ardi dengan serius
"Ya itu," ucap Naya sambil menunjuk ke arah wajah Ardi
"Apa sih maksudnya kamu? katakan dengan jelas," ucap Ardi dengan tegas
Naya yang merasa sedikit jengkel pun tidak ingin lagi menggunakan kata-kata, dia pun langsung memasang wajah datar dan dingin seperti yang selalu Ardi tunjukkan selama ini
"Apa yang salah dengan itu? saya sudah terbiasanya untuk seperti itu," jelas Ardi
"Kalau begitu anda juga tidak boleh menyalahkan orang lain!!" ucap Naya sedikit menaikkan volume suaranya
Ardi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Saya minta maaf kalau selama ini saya membuat kamu merasa tertekan dengan itu semua," ucap Ardi dengan tulus
Degh....
Naya benar-benar tidak menyangka orang sehebat Ardiansyah Herlambang bisa mengucapkan kata maaf yang terdengar dengan sangat tulus
"Jadi apa yang harus saya lakukan agar kamu bisa merasa lebih nyaman?" tanya Ardi
Naya pun mulai menatap wajah tampan seorang Ardiansyah Herlambang dengan lekat
"Mungkin anda tidak sadar bahwa wajah anda benar-benar tampan tuan muda dan hanya ini kekurangan di wajah anda," batin Naya
Tanpa sadar Naya mulai mengarahkan kedua jari telunjuknya ke arah bibir Ardi dan menaikkan kedua ujung bibir Ardi secara bersamaan
"Anda akan terlihat semakin tampan saat anda tersenyum seperti ini," ucap Naya lalu tersenyum
Degh....
__ADS_1
Tiba-tiba saja Naya mendapatkan kembali kesadarannya, dengan cepat dia pun segera menarik kedua tangannya dari ujung bibir Ardi
"Maaf, saya tidak bermaksud untuk bersikap tidak sopan." ucap Naya dengan gugup
"Apa kamu akan mulai merubah sikap kamu terhadap saya kalau saya sering melakukan ini?" tanya Ardi lalu tersenyum tipis
"Benar-benar tampan," gumam Naya tanpa sadar
Entah mengapa saat itu Naya seperti terhipnotis melihat ketampanan wajah Ardiansyah Herlambang yang di sempurnakan oleh senyuman di bibirnya, Ardi pun semakin melebarkan senyumnya saat mendengar gumaman Naya. Dengan cepat Naya menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Maaf"
"Ga masalah, saya senang karena kamu sudah mengakui bahwa saya tampan." ucap Ardi lalu tersenyum tipis
"Ini benar-benar ga adil!! kenapa dia bisa punya wajah yang sempurna seperti itu?!!" gerutu Naya di dalam hatinya
Semenjak hari itu seorang Ardiansyah Herlambang mulai sering menampilkan senyuman tipis di bibirnya, sedangkan Naya tanpa sadar telah membiarkan laki-laki tersebut menentukan tempatnya yang kokoh di dalam hati Naya
Di waktu yang bersamaan dan di tempat yang berbeda mama Renata sedang memeriksa sesuatu, tak lama kemudian mama Renata pun melemparkan kertas-kertas tersebut ke atas meja sambil mengeraskan rahangnya. Ternyata saat itu mama Renata sedang melihat data-data tentang seorang Naya Putri Widyaningsih
"Ga!! Mama ga akan mengizinkan perempuan seperti ini berada di samping kamu Ardi," batin mama Renata
"Baik nyonya"
"Mama akan melakukan apapun untuk membuat perempuan itu pergi dari sisi kamu Ardi, mama hanya tidak ingin kamu merasakan hal yang sama dengan yang pernah mama rasakan di masa lalu." batin mama Renata
Naya sendiri merasa bahwa kehidupan yang dia jalani saat ini semakin membaik, dia bahkan tidak ada waktu untuk memikirkan kenyataan pahit yang baru saja menghampiri dirinya. Semua kesedihan yang pernah Naya rasakan di dalam hatinya menghilang bersama angin yang berlalu
Kehadiran seorang Ardiansyah Herlambang di dalam hidup Naya memiliki arti tersendiri di dalam hatinya, tapi hingga saat itu Naya belum menyadari arti seorang Ardiansyah Herlambang di dalam hatinya
Sedangkan di sisi lain Ardi mulai menunjukkan perubahan sikap yang semakin jelas, semua yang Ardi lakukan membuat Naya merasa semakin nyaman berada di dekat laki-laki tersebut
Hari itu tiba-tiba saja tante Airin menghubungi Naya dan mengatakan bahwa dia berada di dekat kantor Naya, dia juga meminta Naya untuk menemani dirinya makan siang. Sudah pasti Naya tidak mungkin menolak hal tersebut dan kini mereka pun sudah duduk dengan saling berhadapan
"Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya tante Airin lirih
"Naya baik-baik aja kok tante"
"Apa kamu masih marah dengan kami semua sayang?"
Naya pun langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis
__ADS_1
"Terus kenapa belakangan ini kamu ga pernah sekalipun pulang ke rumah?"
"Maaf ya tante, Naya ga ada maksud apapun kok. Cuma belakangan ini Naya memang lagi banyak kerjaan," ucap Naya sedikit berbohong
Sudah pasti seorang Ardiansyah Herlambang adalah pemakan waktu terbanyak Naya setelah Naya selesai bekerja, bahkan di saat Ardi harus lembur karena pekerjaan yang menumpuk dia akan meminta Naya untuk datang ke kantornya dan menemani dirinya
"Ga masalah kok sayang, yang penting kamu harus tetap menjaga kesehatan kamu ya." ucap tante Airin dengan tulus
"Ya tante"
"Tante dengar saat ini kamu sedang dekat dengan seseorang ya sayang?" tanya tante Airin dengan serius
"Ya tante," jawab Naya lalu tersenyum tipis
Tiba-tiba saja tante Airin menunjukkan ekspresi wajah sedikit bersedih dan bersalah, hal tersebut membuat Naya merasa sedikit bingung
"Kenapa tante Airin menunjukkan ekspresi wajah seperti itu?" batin Naya
Tante Airin pun menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menatap ke arah Naya dengan lekat
"Apa tante boleh tanya sesuatu sama kamu sayang? tapi tante harap kamu akan menjawab pertanyaan tante dengan jujur," ucap tante Airin lirih
"Tante mau tanya apa sama aku?"
"Tante cuma ingin tau posisi laki-laki itu di dalam hati kamu sayang"
"Maksud tante gimana ya?"
"Kamu benar-benar memiliki perasaan untuk laki-laki itu atau kamu cuma menjadikan dia sebagai pelarian kamu aja?" jelas tante Airin
Saat itu Naya hanya bisa terdiam karena dia sendiri belum merasa yakin tentang hal tersebut
"Kamu mungkin ga terlahir dari rahim tante, tapi kamu harus tau kalau tante benar-benar tulus menyayangi kamu. Jadi tante ga mau kamu melakukan sesuatu yang akan merugikan diri kamu sendiri sebagai seorang wanita sayang," ucap tante Airin lirih
"Tante tenang aja ya, aku pasti akan menjaga diri dengan baik"
Percakapan mereka harus terhenti sejenak karena salah satu pelayan di tempat itu mengantarkan makanan yang mereka pesan
"Kita makan dulu ya Nay"
Mereka pun menghentikan percakapan serius mereka dan mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka sambil terus berbincang ringan
__ADS_1