
Mila pun menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi gejolak amarah yang sedang dia rasakan pada saat itu, dia mulai melangkahkan kakinya ke arah meja makan dan memperhatikan hasil karya Nico secara seksama
"Kamu yang masak semua ini?" tanya Mila dengan wajah tidak percaya
Nico hanya menganggukkan sedikit kepalanya dan mulai memilih makanan yang akan dia makan, sedangkan Mila tanpa sadar mendudukkan tubuhnya karena tergoda oleh makanan yang ada di hadapannya. Mila pun mulai menatap ke arah Nico dengan lekat
"Kak Nilam dulu pernah cerita kalau laki-laki ini sering membawakan dia makanan, tapi dulu aku ga percaya waktu kak Nilam dia masak sendiri. Beruntung sekali perempuan bisa menjadi pendamping hidup dia," batin Mila
"Kenapa bengong? jangan bilang kalau kamu ga bisa makan makanan ini, semua bahannya ada di dalam kulkas kamu jadi ga mungkin kalau kamu ga makan ini semua." ucap Nico dengan serius
"Apa sekarang kamu sudah menikah?" tanya Mila tanpa sadar
Nico pun langsung menatap ke arah Mila dengan senyuman yang penuh arti, hal tersebut membuat Mila mendapatkan kembali kesadarannya
"Apa sekarang kamu sudah punya pemikiran untuk menjadi istri saya?" tanya Nico
Sontak saja Mila pun langsung memasang malasnya
"Jangan bermimpi!!"
Nico hanya tersenyum meledek
"Aish!! Ya, tadinya saya cuma berpikir perempuan beruntung mana yang bisa mendapatkan kamu. Karena ga semua laki-laki di dunia ini bisa memanjakan pasangan dia dengan hal-hal seperti ini," jelas Mila
Tiba-tiba saja Nico langsung menghilangkan senyuman di bibirnya dan mulai menyantap makanan yang ada di atas piringnya, tetapi Mila merasa aura yang Nico keluarkan saat itu terasa sedikit aneh
"Tapi nyatanya kakak kamu tetap memilih untuk meninggalkan saya," ucap Nico tanpa menoleh sama sekali
Mila pun langsung terdiam dan memilih untuk menyantap makanan tersebut, suasana yang terasa aneh pun terjadi di antara mereka karena kata-kata yang Nico ucapkan pada saat itu
FLASH BACK
Saat Nico bertemu dengan Nilam untuk terakhir kalinya ternyata Mila juga berada di tempat yang sama, saat itu Mila sedang menunggu temannya yang akan datang ke tempat itu. Mila yang menyadari keberadaan mereka berniat untuk menghampiri mereka, dia pun mendengar ucapan sang kakak yang terdengar menohok
Mila yang merasa panik dan kebingungan langsung mendudukkan tubuhnya dengan cara membelakangi meja mereka, sehingga baik Nilam maupun Nico tidak mengetahui keberadaan Mila di dekat mereka
Ingin sekali rasanya Mila segera melarikan diri dari tempat itu, tapi seakan seluruh kekuatan yang dia miliki menghilang begitu saja mendengar semua ucapan sang kakak yang terdengar menyakitkan. Mila terjebak di tempat itu dan terus membayangkan perasaan Nico pada saat itu
__ADS_1
"Anggap aja uang ini untuk membayar makanan yang aku makan, lebihnya boleh kamu simpan. Bagaimana pun juga aku ga mungkin membiarkan kamu membayar makanan kita, sedangkan saat ini keluarga kamu sedang terpuruk." ucap Nilam dengan nada yang sedikit sinis
Ternyata saat itu Nilam mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dalam dompetnya, Nilam meletakkan uang tersebut di atas meja dengan senyuman yang terlihat sedikit sinis. Tanpa harus melihat secara langsung Mila bisa membayangkan apa yang sedang terjadi di belakangnya
"Aku duluan ya, aku harap kamu bisa secepatnya mendapatkan pengganti aku." lanjut Nilam
Nilam meninggalkan Nico begitu saja tanpa rasa bersalah sama sekali, sedangkan Mila benar-benar tak habis pikir mengapa sang kakak bisa berbuat seperti itu.l
Nico yang masih memiliki harga diri sebagai seorang laki-laki tidak ingin menahan Nilam lebih jauh lagi, Nico pun langsung memanggil pelayan di tempat itu dan meminta bill
"Maaf pak, tapi ini uangnya lebih banyak." jelas sang pelayan
"Ambil aja sisanya untuk kamu karena saya ga butuh uang itu," jawab Nico
Entah mengapa saat itu Mila merasa suara Nico mengandung kesedihan yang mendalam, Nico pun segera meninggalkan tempat itu dan Mila juga melakukan hal yang sama. Saat itu Mila langsung mencari sang kakak yang sudah mulai bergabung di perusahaan orang tua mereka
"Tumben kamu mau datang ke kantor?" tanya Nilam lalu tersenyum tipis
"Sebenarnya tadi aku sempat lihat kak Nilam ketemu sama kak Nico"
Nilam pun langsung memasang wajah serius
Mila pun langsung menggelengkan kepalanya
"Aku bahkan ga sempat menyapa kak Nico, aku cuma ingin tanya sesuatu dari kakak"
"Apa?"
"Kenapa kakak harus mempermalukan kak Nico? kalau memang mau putus ya putus aja, aku rasa kakak ga perlu menjatuhkan harga diri kak Nico sampai seperti itu." jawab Mila dengan wajah serius
"Kamu itu cuma anak kecil dan ga akan paham dengan pemikiran kami para orang dewasa"
"Apa kak Nilam bisa jelasin ke aku alasannya? Karena menurut aku apa yang kakak lakukan itu sedikit berlebihan"
"Berlebihan kamu bilang?" ucap Nilam lalu tersenyum sinis
Mila hanya terdiam dan terus memperhatikan sang kakak dengan lekat
__ADS_1
"Apa kamu pikir dia akan melepaskan kakak kalau kakak ga bertindak sejauh itu?"
Mila hanya bisa terdiam pada saat itu
"Yang pasti kak Nilam mau mengakhiri semuanya dengan tuntas, kakak ga mau harus menanggung malu di hadapan semua anggota keluarga kita kalau kakak masih menjalin hubungan dengan laki-laki seperti dia." jelas Nilam
Mila benar-benar tidak bisa memahami pemikiran sang kakak pada saat itu, tetapi dia juga tidak ingin berdebat lebih jauh dengan sang kakak
"Aku doakan semoga pilihan kakak saat ini adalah pilihan terbaik, aku cuma ga ingin kakak menyesal di kemudian hari." batin Mila
FLASH OFF
"Maaf ya," ucap Mila dengan tulus
Nico pun langsung menatap ke arah Mila sambil mengerutkan keningnya
"Kamu minta maaf untuk apa?"
Mila pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Nico dengan wajah bersalah
"Anggap aja saat ini saya sedang mewakili kakak saya untuk meminta maaf sama kamu, saya meminta maaf atas semua kesalahan kak Nilam di masa lalu." jawab Mila dengan tulus dengan wajah bersalah
"Apa kamu yang meminta Nilam untuk meninggalkan saya?" tanya Nico dengan wajah serius
Saat itu bibir Mila memang tidak mengatakan apapun tapi ekspresi wajah dia mengatakan dengan jelas bahwa hal tersebut tidaklah benar
"Kalau bukan berarti kamu ga ada kewajiban untuk meminta maaf sama saya," ucap Nico dengan serius
"Bagaimana pun juga saya adik kak Nilam, jadi saya rasa ga ada salahnya kalau saya meminta maaf untuk kesalahan kakak saya." jelas Mila
Tiba-tiba saja Nico memberikan sebuah senyuman yang penuh arti dan membuat Mila merasa sedikit bingung
"Saya janji akan memaafkan kamu dan melupakan semua itu, tapi ada syaratnya." jelas Nico
"Syarat apa?" tanya Mila dengan polosnya
"Kamu harus mau jadi pacar saya," jawab Nico dengan senyuman menggoda
__ADS_1
Sontak saja Mila langsung memasang wajah malasnya dan Nico pun tertawa geli melihat hal tersebut, mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan dengan saling berbincang ringan