Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Menagih Ucapan


__ADS_3

Iring-iringan mobil mewah tersebut sudah mulai melaju ke arah tempat Naya bekerja, tiba-tiba saja Naya mulai menatap serius ke arah Ardi


"Ada apa?"


"Apa anda benar-benar serius ingin menjalin hubungan dengan saya?"


Ardi tidak mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya tetapi laki-laki tampan tersebut mulai mencondongkan tubuhnya ke arah Naya secara perlahan, Naya pun di buat merasa sedikit panik karena tubuh Ardi semakin lama semakin mendekat ke arah dirinya


"Apa yang mau dia lakukan? kenapa semakin lama dia semakin mendekat?!!" batin Naya


Naya pun asik dengan pemikirannya sendiri, entah dari mana datangnya pemikiran Naya saat itu yang pasti Naya langsung menutup kedua bola matanya. Saat itu Naya berpikir bahwa Ardi akan mencium bibirnya


Cup..


Sebuah ciuman yang lembut mendarat di kening Naya, Naya yang merasa tidak ada pergerakan lagi membuka kedua bola matanya secara perlahan


"Saya harap itu bisa menjawab pertanyaan dari kamu," ucap Ardi dengan lembut


Naya hanya bisa menampilkan sebuah senyuman yang terlihat canggung untuk menutupi perasaan malu yang sedang dia rasakan saat itu


"Astaga!! aku ga sangka kalau otak aku ternyata mesum, bisa-bisanya aku berpikiran kalau dia mau mencium bibir aku." batin Naya


Naya pun memilih untuk memalingkan wajahnya karena tak sanggup menahan perasaan malu saat menatap wajah tampan seorang Ardiansyah Herlambang


"Kapan rencananya kamu akan pindah ke apartemen saya? saya akan meminta orang-orang saya untuk mengurus itu semua"


Naya pun langsung menatap ke arah Ardi dengan lekat


"Ada apa? apa kamu berniat untuk membatalkan hal itu?"


Naya pun menggelengkan kepalanya


"Itu sesuatu yang tidak mungkin aku lakukan tuan muda, karena sesekali Rendi pasti akan datang untuk melihat keadaan aku. Lagi pula memang lebih baik saya pindah dari rumah itu, dengan begitu aku bisa menghindari Farhan." batin Naya


"Lantas ada masalah apa?" tanya Ardi dengan serius

__ADS_1


"Apa saya boleh mencari mencari apartemen sendiri?"


Ardi pun langsung menatap Naya dengan wajah dingin khas dirinya, entah mengapa Naya bisa langsung mengetahui bahwa laki-laki tersebut tidak suka mendengar ucapannya


"Anda tidak perlu salah paham tuan, saya tidak ada maksud apapun mengatakan hal tersebut. Hanya saja apartemen anda terlalu mewah dan itu membuat saya merasa kurang nyaman berada di sana," jelas Naya


Naya pun menjadi bingung sendiri mengapa dia harus memberi penjelasan sampai sedetail itu terhadap seorang Ardiansyah Herlambang


"Saya mengerti," ucap Ardi


"Terima kasih," ucap Naya dengan tulus


"Van"


"Baik tuan muda," jawab Irvan dengan cepat


Ardi pun langsung menatap ke arah Naya, sedangkan Naya hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sedikit bingung, Naya merasa seperti ada yang salah yang tengah terjadi


"Maaf karena saya kurang peka dan tidak punya pemikiran sampai sejauh itu, tapi semuanya akan di urus oleh Irvan." jelas Ardi


"Maksud anda?" tanya Naya dengan wajah bingung


"Apa anda gila tuan muda?!! apa anda benar-benar tidak bisa memahami keinginan orang lain?!! saya hanya ingin tinggal di tempat saya sendiri tanpa harus menggantungkan hidup saya kepada anda!!" gerutu Naya di dalam hatinya


Sayangnya itu semua hanya berani Naya katakan di dalam hatinya, Naya belum mempunyai keberanian untuk melawan ucapan seorang Ardiansyah Herlambang. Tiba-tiba saja Ardi menatap ke arah Naya dengan senyuman yang penuh arti


"Ada apa?"


"Seperti yang pernah kamu katakan sebelumnya kalau saya adalah pebisnis yang handal, jadi saya hanya melakukan sesuatu yang akan menghasilkan keuntungan bagi diri saya." ucap Ardi


Naya hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Ardi dengan lekat


"Karena kamu sudah meminta sesuatu dari saya maka saya juga akan meminta sesuatu dari kamu," lanjut Ardi


Secara spontan Naya langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dengan wajah yang terlihat sedikit tegang, Ardi pun langsung memasang wajah sedikit bingung atas tindakan Naya pada saat itu

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan?'


"Saya tidak akan mengizinkan anda melakukan hal itu lagi terhadap saya!!" teriak Naya dengan wajah yang mulai pucat


"Apa dia masih terbayang yang aku lakukan saat itu di dalam mobil, sepertinya semua ucapan Nico memang benar. Sudah saatnya aku mulai meyakinkan dia tentang perasaan aku, karena sekarang aku bukan cuma menginginkan tubuhnya tapi aku ingin dia memberikan seluruh hatinya." batin Ardi


Ardi pun langsung menggenggam kedua tangan Naya dengan erat


"Saya minta maaf karena saat itu saya tidak bisa mengendalikan emosi saya terhadap kamu, tapi kamu dengarkan saya baik-baik. Saya tidak akan pernah lagi melakukan hal seperti terhadap kamu, saya bahkan tidak akan pernah menyentuh tubuh kamu selama kamu tidak mengizinkan hal tersebut." ucap Ardi dengan serius


Saat itu Naya hanya terdiam dan mencoba menatap jauh ke dalam mata seorang Ardiansyah Herlambang, entah mengapa Naya tidak bisa melihat kebohongan sama sekali dari mata laki-laki tampan tersebut


"Anda tidak berbohong terhadap saya?" tanya Naya lirih


Ardi pun tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya


"Saya berjanji saya akan memegang semua kata-kata yang tadi saya ucapkan"


"Jadi apa yang tadi anda inginkan dari saya?"


"Tadi saya hanya ingin menagih ucapan kamu untuk mentraktir saya makan malam," jawab Ardi


"Cuma itu?" tanya Naya dengan wajah tidak percaya


"Sebenarnya saya ingin meminta kamu memasak untuk saya saat nanti kamu pindah ke apartemen yang telah saya siapkan, saya cuma ingin menjadi orang pertama yang memakan masakan kamu di tempat itu." jelas Ardi


Naya pun hanya terdiam dan menatap laki-laki tampan tersebut dengan lekat


"Apa benar dia ga memiliki niat terselubung di belakang aku? rasanya sulit untuk percaya sama dia kalau mengingat yang sudah dia lakukan sama aku, belum lagi terkadang dia selalu mengatakan hal-hal yang mesum. Tapi anehnya, kenapa hati aku seolah berkata dia ga memiliki niat jahat sama aku?" batin Naya


"Bagaimana? apa kamu bersedia memasak untuk saya?" tanya Ardi sambil menatap ke arah Naya dengan serius


Naya pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Saya tidak terlalu pandai dalam hal memasak, saya hanya takut kalau masakan yang akan saya hidangkan tidak akan sesuai dengan selera lidah anda." jawab Naya dengan serius

__ADS_1


"Saya akan memakan apapun yang kamu masak untuk saya"


"Terserah anda saja, tapi anda harus berjanji anda tidak boleh menuntut saya jika pencernaan anda menjadi terganggu karena masakan saya." ucap Naya dengan nada sedikit sinis


__ADS_2