Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Sejuta Penyesalan


__ADS_3

Ardi pun membuang nafasnya dengan kasar sekali lagi dan menatap mama Renata dengan lekat


"Aku harap mulai sekarang mama berhenti untuk menganggu hubungan aku dengan perempuan itu"


"Ini dua urusan yang berbeda Ardi, sebagai orang tua mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu." bantah mama Renata


Ardi pun melepaskan senyuman yang penuh arti


"Kenapa mama harus bersikap seperti ini mah? sejauh apa aku harus menyerang mama sampai mama benar-benar mau berhenti? untuk sekali ini aku akan mengalahkan mama dengan cara apapun, karena aku harus bisa menjamin keadaan Naya dengan baik." batin Ardi


"Kalau kamu bisa dekat dengan perempuan itu berarti kamu juga bisa menjalin hubungan dengan perempuan lain Ardi, ada banyak perempuan yang jauh lebih baik dari dia untuk kamu jadikan pendamping hidup kamu." jelas mama Renata dengan penuh keyakinan


"Aku tau ada banyak perempuan yang jauh lebih baik dari dia," jawab Ardi


Mama Renata pun tersenyum tipis karena merasa Ardi mulai sependapat dengan dirinya


"Kalau kamu memang masih merasa kurang nyaman, mama bisa mencarikan pengobatan terbaik untuk kamu." ucap mama Renata


"Aku ga kekurangan uang untuk mendapatkan pengobatan terbaik yang ada mah, tapi menurut aku pandangan aku terhadap seorang perempuan sudah terpaku oleh perbuatan mama di masa lalu." ucap Ardi dengan senyuman yang terlihat sedikit meremehkan


Mama Renata hanya bisa terdiam dengan wajah penuh penyesalan


"Jadi apa mama masih berniat untuk memisahkan aku dari satu-satunya perempuan yang bisa menyentuh hati aku?" lanjut Ardi


"Apa mama boleh memberikan pembelaan untuk kejadian itu sama kamu?" tanya mama Renata lirih


"Oke, kalau itu memang keinginan mama. Aku akan mendengarkan penjelasan dari mama," ucap Ardi

__ADS_1


"Mama tau kalau perbuatan mama saat itu memang salah, tapi mama terpaksa melakukan hal itu karena cuma itu yang bisa membuat orang itu mencabut tuntunannya terhadap papa kamu." jelas mama Renata lirih


Ardi hanya memberikan sebuah senyuman penuh arti seolah dia sudah mengetahui itu semua dengan jelas


"Waktu itu kamu masih sangat kecil dan masalah papa kamu datang terlalu tiba-tiba, saat itu mama hanya berpikir agar kamu yang masih kecil tidak kehilangan sosok seorang papa atau merasa rendah hati karena memiliki papa seorang narapidana." lanjut mama Renata


Ardi pun tersenyum dingin khas dirinya


"Saat itu aku memang masih kecil mah, tapi aku sudah bisa mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Sebaiknya kita ga perlu membahas lebih jauh demi kebaikan mama"


"Mama rasa ga baik seperti itu Ardi, mama ga mau kamu salah paham dan kamu ga bisa menyalahkan mama sepenuhnya untuk kejadian itu. Saat itu mama berkorban untuk keutuhan keluarga kita, apa kamu pikir mama melakukan hal itu dengan senang hati? Ga!! Mama juga terpaksa melakukan hal itu"


Ardi hanya terdiam dan menatap sang mama dengan lekat, ekspresi wajah Ardi saat itu seolah sedang meminta sang mama untuk berhenti dan tidak membahas lebih jauh lagi


"Kamu ga boleh memandang mama dengan cara seperti itu, seolah kamu sedang melemparkan semua kesalahan sama mama. Mama hanya ingin keluarga kita tetap utuh, tapi apa yang di lakukan oleh papa kamu?"


Ardi tetap terdiam dengan wajah dinginnya


Ardi tertawa dingin dan membuat mama Renata menatap ke arah dirinya dengan tajam


"Apa maksud kamu? kamu ga percaya dengan penjelasan mama?" tanya mama Renata dengan tegas


"Apa mama masih mau berkata seperti dulu? Mama mau bilang kalau kecelakaan yang papa alami sengaja papa lakukan untuk melarikan diri dari permasalahan yang hadir"


Ternyata selama ini mama Renata selalu punya pemikiran seperti itu dan Ardi yang selalu menyembunyikan permasalahan tersebut semakin menguatkan dugaannya sendiri


"Mama pikir untuk apa aku menyembunyikan ponsel papa selama ini mah?" tanya Ardi

__ADS_1


Mama Renata hanya terdiam dengan tatapan mata yang lekat


"Karena di ponsel itu ada sebuah foto yang di kirimkan oleh laki-laki itu, apa mama mau tau foto yang di kirimkan oleh laki-laki itu?" tanya Ardi dengan senyuman yang penuh arti


Lagi-lagi mama Renata hanya bisa terdiam dengan hati yang mulai tak menentu


"Foto mama sedang berciuman dengan laki-laki itu di dalam sebuah mobil, dan foto itu di kirimkan kepada papa di hari yang sama dengan hari papa mengalami kecelakaan." lanjut Ardi dengan dingin


Air mata pun langsung meluncur dari pelupuk mata mama Renata


"Apa maksud kamu Ardi? Hal seperti ini tidak bisa kamu jadikan bahan bercandaan," ucap mama Renata dengan suara yang bergetar


"Sampai detik ini ponsel itu masih bisa di gunakan dengan baik dan mama bisa memeriksa sendiri kebenaran ucapan aku"


Air mata mama Renata pun mengalir semakin hebat, ada sebuah penyesalan yang teramat besar di rasakan di dalam hati mama Renata pada saat itu


"Jadi maksud kamu?"


Ardi menganggukkan sedikit kepalanya, sedangkan mama Renata tampak terpukul mendengar hal tersebut. Mama Renata langsung menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir


"Ardi mama..."


"Tadi aku sudah menawarkan mama untuk berhenti membahas tentang ini, sekarang aku cuma bisa minta maaf karena aku sudah mengungkapkan semua yang aku ketahui selama ini." potong Ardi dengan dingin


Mama Renata masih terdiam karena merasa terpukul dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui, Ardi pun mulai bangkit dari duduknya karena merasa sang mama sudah tidak ada niat untuk memberikan perlawanan lagi kepada dirinya


"Aku menutupi kesalahan mama di masa lalu sebagai bakti aku sebagai seorang anak, sekarang aku menuntut mama untuk menjalankan peran mama sebagai orang tua dengan berhenti menganggu perempuan itu. Karena ketenangan hati aku ada di perempuan itu," ucap Ardi dengan tegas

__ADS_1


Ardi langsung melangkahkan kakinya dan meninggalkan tempat itu, sedangkan mama Renata hanya bisa meneteskan air matanya dengan sejuta penyesalan bersarang di dalam hatinya. Mama Renata pun mulai mengeluarkan sebuah foto yang telah usang dari dalam lacinya, di foto tersebut Ardi masih sangat kecil dan ada sang suami yang telah pergi untuk selamanya


"Selama ini aku selalu berpikir kalau kamu adalah orang yang lemah, kecelakaan yang kamu alami saat itu hanya cara kamu untuk menyerah dengan kehidupan. Maaf.. Aku memohon maaf untuk semua kesalahan aku di masa lalu," gumam mama Renata lirih


__ADS_2