
Papa Tomi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mulai mendudukkan tubuhnya di tempat semula, dia tidak bisa memberikan bantahan apapun atas ucapan terakhir Rendi
"Tapi saat ini anak dalam kandungan Laura butuh pertanggung jawaban!!" ucap papa Tomi penuh penekanan
Rendi pun tersenyum sinis
"Kalau begitu papa harus minta orang yang bersangkutan untuk memikirkan jalan keluarnya, jangan melibatkan kak Naya dalam permasalahan ini"
"Kamu!!" ucap papa Tomi sambil mengeraskan rahangnya
Semua orang yang berada di sana bisa melihat dengan jelas bahwa papa Tomi sudah terpancing emosi karena ulah Rendi saat itu, dengan cepat mama Airin pun segera menggenggam tangan sang suami
"Sudah pah, kamu harus tenang." ucap mama Airin dengan lembut
Sedangkan Rendi sendiri seolah tidak perduli dengan kemarahan sang papa, dia pun langsung menatap ke arah Naya dengan senyuman yang terlihat hangat
"Ayo kak kita pulang," ucap Rendi dengan lembut
"Pulang? kamu mau pulang ke mana Ren?" tanya Naya dengan wajah yang terlihat sedikit bingung
"Pulang ke rumah kakak, apa kak Naya lupa janji aku dulu sebelum aku pergi?"
"Tapi Ren..."
Rendi hanya tersenyum hangat lalu mulai bangkit dari duduknya sambil menggenggam tangan Naya, saat itu Rendi hanya ingin secepat mungkin membawa Naya pergi dari tempat itu
"Kamu mau pergi ke mana Ren? kamu kan baru aja pulang," ucap mama Airin lirih
"Aku mau tinggal sama kak Naya mah, karena dulu aku sudah janji saat aku pulang aku akan menjadi penjaga untuk kak Naya." jelas Rendi
Rendi membawa Naya pergi dari tempat itu tanpa mau memperdulikan perasaan siapapun yang berada di sana, saat sudah berada di dalam taksi Rendi pun mulai menatap ke arah Naya dengan lekat
"Kenapa kak Naya ga bilang sama aku kalau ternyata kak Naya sudah ga tinggal di rumah?"
"Kak Naya ga ada niat apapun kok, kak Naya pikir itu cuma urusan sepele makanya kak Naya ga bilang sama kamu." jelas Naya
__ADS_1
Rendi berdecak mendengar penjelasan dari Naya
"Kamu sendiri, kenapa pulang ga kasih kabar dulu sama kak Naya?"
"Niat awalnya sih mau aku mau kasih kejutan untuk kak Naya, tapi akhirnya aku bisa melihat tontonan yang seru sekaligus sedikit memalukan." jawab Rendi dengan nada sedikit sinis
Naya pun tertawa geli mendengar hal tersebut
"Jadi apa rencana kamu saat ini?" tanya Naya
Rendi pun langsung memasang wajah serius
"Sebelum aku jelasin masalah itu lebih baik kak Naya jelasin dulu sama aku, kenapa kak Naya ga bilang apapun sama aku tentang masalah ini?"
"Semuanya terjadi begitu aja Ren, kak Naya sendiri terkadang masih berharap kalau ini semua cuma mimpi." jawab Naya lirih
Rendi pun langsung menggenggam tangan Naya dengan erat
"Mulai sekarang kak Naya bisa tenang, karena aku ga akan mengizinkan siapapun menindas kakak." ucap Rendi dengan bersungguh-sungguh
"Berarti aku ga boleh cerita ke Rendi bagaimana laki-laki itu menindas aku saat di dalam mobilnya, aku ga bisa membayangkan kalau Rendi tau tentang hal itu dan sampai bertemu dengan laki-laki itu." batin Naya dengan wajah sedikit panik
"Apa ada masalah kak?" tanya Rendi dengan wajah bingung
Dengan cepat Naya langsung menggelengkan kepalanya, di tempat yang berbeda seorang Ardiansyah Herlambang sedang tertidur di dalam pesawat pribadinya dengan sangat lelap. Ardi memang merasa lelah karena malam itu dia baru saja berkerja keras dan kurang istirahat, Irvan pun mulai membangunkan Ardi dari tidurnya saat pesawat tersebut sesaat lagi akan mendarat
"Apa ada kabar tentang perempuan itu?"
Irvan pun menyampaikan laporan yang dia terima, ternyata Ardi memerintahkan seseorang untuk terus mengikuti Naya dari kejauhan. Ardi memberikan perintah untuk selalu menjaga Naya dan melaporkan apapun yang Naya lakukan
"Perempuan ini benar-benar hebat!! baru hitungan jam aku meninggalkan dia tapi sudah ada laki-laki lain di samping dia!!" batin Ardi sambil mengeraskan rahangnya
"Cari tau siapa laki-laki itu"
"Baik tuan muda"
__ADS_1
Ternyata saat itu laporan yang di terima Ardi sebatas Naya meninggalkan kediaman sang paman dengan seorang laki-laki, tetapi mereka belum bisa memastikan dengan jelas siapa laki-laki tersebut. Ardi pun mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari pesawat pribadinya setelah pesawat tersebut mendarat dengan sempurna
"Selamat datang tuan muda," sapa orang-orang yang sudah berdiri rapi di tempat itu menyambut kehadiran seorang Ardiansyah Herlambang
Dengan wajah dinginnya Ardi melangkahkan kakinya menuju ke mobil yang sudah menunggu dirinya, sudah pasti Irvan berada di mobil yang sama dengan sang tuan muda
"Awasi dengan ketat, kalau berbahaya perintahkan untuk menyingkirkan orang itu"
"Baik tuan muda"
Di tempat yang berbeda Naya baru saja tiba di rumahnya, dia pun bisa melihat mobil Farhan masih terparkir di tempat yang sama seperti sebelumnya
"Bagaimana ini? ga mungkin aku bawa Rendi ke apartemen orang itu, Rendi pasti curiga kalau aku bisa masuk ke apartemen semewah itu. Tapi aku juga ga mungkin bawa Rendi untuk menginap di hotel, anak keras kepala seperti Rendi pasti minta aku kasih penjelasan kalau tiba-tiba aku bawa dia untuk menginap di hotel." batin Naya
"Ada apa kak?" tanya Rendi dengan serius karena melihat ekspresi wajah Naya pada saat itu
"Sekarang saatnya untuk berhenti menghindar Nay, baik sekarang ataupun nanti kamu tetap harus berhadapan dengan Farhan." batin Naya
"Ga ada apa-apa kok, ayo turun." ucap Naya lalu tersenyum tipis
Farhan yang melihat kehadiran Naya di tempat itu pun segera turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menghampiri Naya, sedangkan Rendi yang melihat kehadiran Farhan langsung memindahkan posisi tubuh Naya berada di belakang tubuhnya. Rendi seolah sedang menunjukkan perannya sebagai seorang pelindung bagi Naya
"Kamu sudah pulang ya Ren?" tanya Farhan dengan ramah
Rendi pun tersenyum sinis
"Untuk apa kak Farhan datang ke tempat ini?"
"Ada sesuatu yang penting yang harus aku bahas sama Naya"
"Apa kamu mau ketemu sama laki-laki ini kak?" tanya Rendi tanpa menoleh ke arah Naya dan terus menatap Farhan dengan tajam
Naya pun membuang nafasnya dengan kasar dan mulai melangkahkan kakinya maju ke depan
"Aku rasa sekarang sudah ga ada lagi yang perlu kita bahas di antara kita, semuanya sudah aku katakan dengan jelas malam itu sama kamu. Aku harap kamu segera pergi dari tempat ini dan jangan pernah datang lagi untuk cari aku," ucap Naya dengan tegas
__ADS_1
Ekspresi wajah Farhan bisa menunjukkan dengan jelas apa yang sedang dia rasakan pada saat itu, sedangkan Rendi tersenyum puas melihat keberanian Naya