Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Calon Bapak


__ADS_3

"Apa kamu ga merasa lelah?" tanya Ardi dengan lembut


Naya pun langsung menatap wajah tampan sang kekasih dengan senyuman di bibirnya


"Apa kamu sudah ngantuk?" tanya Naya balik


Ardi hanya menjawab dengan menggelengkan sedikit kepalanya


"Gimana kalau kita keliling di taman? Belakangan ini aku merasa sedikit penat dan tadi aku sempat lihat taman di belakang dari jendela"


"Tapi ini sudah cukup malam, aku takut nanti kamu kedinginan." ucap Ardi dengan wajah sedikit cemas


Tiba-tiba saja Naya mulai menunjukkan ekspresi wajah sedikit kecewa, Ardi pun tersenyum tipis melihat hal tersebut


"Aku benar-benar merasa senang karena sekarang kamu sudah mulai berani menunjukkan sikap seperti itu di depan aku," batin Ardi


"Ya sudah kalau begitu aku ke kamar aja," ucap Naya dengan nada sedikit lirih


Naya belum sempat bangkit dari duduknya dan Ardi sudah memegang tangan Naya


"Kamu tunggu di sini sebentar ya," ucap Ardi


Naya hanya bisa terdiam dengan perasaan sedikit bingung, sedangkan Ardi mulai bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan tersebut. Tak lama kemudian Ardi sudah kembali ke ruangan tersebut dengan sebuah mantel berada di tangannya


"Kamu mau pergi?" tanya Naya dengan polosnya


"Mau temani kamu ke taman belakang," jawab Ardi


Naya pun langsung bangkit dari duduknya dengan wajah sumringah, lalu Ardi mulai meletakkan mantel tersebut di tubuh Naya


"Aku akan berusaha untuk mengikuti semua keinginan kamu dan anak kita, tapi tetap dengan catatan kalian harus menjaga kesehatan kalian dengan baik." lanjut Ardi dengan lembut


FLASH BACK


Naya sudah masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk beristirahat, sedangkan Ardi yang berada di ruang kerjanya langsung menghubungi Nico


"Kenapa lu telepon gw? Kalau ga penting harus gw matiin, soalnya sekarang gw lagi nungguin Mila"


"Gw cuma mau bilang kalau mulai sekarang Naya ga akan bisa melarikan diri lagi dari gw," ucap Ardi dengan sedikit bangga


Nico pun tertawa lepas di seberang sana


"Kenapa lu ketawa? Apa lu ga percaya?" tanya Ardi dengan tegas


"Pasti karena sekarang dia lagi mengandung anak lu"

__ADS_1


"Dari mana lu tau tentang itu?" tanya Ardi dengan dingin


"Gw sudah curiga waktu lihat dia pernikahan saudaranya"


"Sial!! Kenapa lu ga bilang tentang kecurigaan lu sama gw?!!"


"Mau gimana lagi? Dia yang minta untuk ga bilang tentang itu sama lu, lagipula bukannya ada salah paham antara kalian berdua? Gw pikir kalau hubungan kalian mau berjalan dengan lancar kalian berdua harus menyelesaikan masalah itu dulu," jelas Nico


"Lu benar"


"Kalau begitu gw matiin teleponnya ya," ucap Nico


"Tunggu"


"Apa lagi?"


"Apa yang harus kita lakukan kalau berhadapan dengan perempuan yang sedang hamil?" tanya Ardi dengan serius


"Woi!! Gw ini dokter cinta, jadi gw cuma tau cara menaklukkan perempuan!!"


"Apa lu harus bangga dengan keburukan yang lu miliki?" tanya Ardi dengan sinis


Nico pun membuang nafasnya dengan kasar di seberang sana


"Pokoknya kalau untuk urusan kesehatan lu tanya sama dokter kandungan, tapi setau gw ibu hamil hormonnya berubah jadi segala sesuatu bisa jadi salah di mata dia." jelas Nico


"Ya sudah kalau begitu selamat menikmati menjadi calon bapak," ucap Nico dengan nada mengejek


"Hem..."


FLASH OFF


Ardi mulai membawa Naya ke teman belakang yang berada di rumah mewah tersebut, terdapat sebuah hiasan di sepanjang dinding pembatas yang mengeluarkan aliran air dari atas. Suara gemericik air membuat suasana di tempat itu terasa tenang, Ardi dan Naya pun mendudukkan tubuhnya di sebuah saung yang berada di taman tersebut


"Aku ga sangka kalau suara gemericik air bisa membuat suasana di tempat ini menjadi benar-benar tenang," batin Naya sambil tersenyum tipis


Tiba-tiba saja Naya mulai menatap ke arah sang kekasih


"Ada apa?" tanya Ardi


"Aku cuma penasaran akan sesuatu," jawab Naya


"Kalau ada yang mau kamu tanyakan ya tanyakan aja"


"Aku penasaran apa ada sesuatu yang ga dia miliki di dunia ini?" batin Naya

__ADS_1


"Apa kamu punya mobil sport?"


Ardi menganggukkan sedikit kepalanya, wajah Naya pun tampak semakin aneh dan membuat Ardi merasa sedikit bingung


"Jangan-jangan kamu juga punya pesawat pribadi?"


Lagi-lagi Ardi menganggukkan sedikit kepalanya, serasa jiwa pas-pasan Naya meronta mendengar hal tersebut


"Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu tanya tentang semua itu?" tanya Ardi


Naya pun menatap sang kekasih dengan serius


"Apa ada sesuatu yang ga bisa kamu miliki di kehidupan kamu?"


Entah mengapa Naya merasa ekspresi wajah Ardi saat itu terlihat sedikit aneh, hingga membuat Naya merasa sedikit tak enak hati. Ardi pun menatap Naya dengan senyuman tipis


"Mungkin ini saatnya aku menceritakan semuanya kepada Naya, dia adalah perempuan yang akan menjadi pendamping hidup aku di masa depan. Jadi sudah seharusnya dia mengetahui semua yang pernah terjadi di dalam hidup aku," batin Ardi


"Sebenarnya ada sesuatu yang ga bisa aku miliki di dunia ini, sebanyak apapun uang yang aku miliki saat ini ga ada artinya sama sekali." jelas Ardi


"Apa aku boleh tau apa yang sebenarnya kamu inginkan?" tanya Naya dengan wajah penasaran


Ardi pun mulai menceritakan semua tentang kejadian yang pernah dia alami semasa dia kecil, dia juga menjelaskan bahwa hal tersebut yang membuat dia sedikit sulit untuk berdekatan dengan seorang wanita. Naya sendiri hanya bisa terdiam dengan ekspresi wajah tak haru mendengar cerita tersebut


"Satu-satunya yang ga bisa aku miliki di dunia ini adalah kebahagiaan di masa kecil," jelas Ardi dengan suara yang terdengar sedikit lirih


Naya hanya bisa terdiam dengan tatapan mata yang penuh arti


"Apa selama ini dia menutupi kesedihan di masa kecilnya dengan sikap yang selalu dia tunjukkan?" batin Naya


Naya pun segera bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh sang kekasih dengan erat


"Aku minta maaf ya, aku baru sadar kalau ternyata selama ini aku ga pernah melakukan apapun untuk kamu. Aku bahkan sering kali membuat keputusan tanpa memikirkan perasaan kamu," ucap Naya dengan tulus


Ardi pun membalas pelukan Naya dalam posisi duduk


"Kamu ngomong apa sih? Kehadiran kamu di dalam hidup aku sudah seperti anugerah yang ga pernah aku bayangkan sebelumnya," jelas Ardi dengan lembut


Naya pun menundukkan pandangan matanya agar bisa menatap sang kekasih yang sedang tersenyum dengan hangat


"Kamu mungkin ga tau, tapi kehadiran kamu di dalam hidup aku membuat aku berhasil keluar dari bayang-bayang masa lalu." lanjut Ardi


Saat itu Naya hanya bisa terdiam dan menatap sang kekasih dengan lekat


"Aku mungkin ga bisa merubah kenangan pahit di masa kecil kamu, tapi aku janji mulai sekarang aku akan berusaha untuk membuat kenangan indah bersama kamu." batin Naya

__ADS_1


Naya pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap sang kekasih dengan lekat, sedangkan sang kekasih hanya bisa terdiam dan memperhatikan Naya dengan seksama


"Gimana kalau mulai sekarang kita akan membuat banyak kenangan indah di dalam hidup kamu? Kita akan membuat kenangan indah sebanyak mungkin, sampai kamu ga akan pernah lagi teringat tentang semua kenangan pahit kamu itu." ucap Naya dengan tulus


__ADS_2