Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Tertangkap Basah


__ADS_3

Saat itu Mila sudah menyerah dan akan mengikuti keinginan Naya, tetapi tiba-tiba saja ada seorang laki-laki muda berdiri di dekat meja mereka


"Kakak ipar"


Naya pun membulatkan kedua bola matanya karena saat itu dia melihat Nico berada di dekatnya, secara spontan Naya langsung mengedarkan pandangan matanya karena mengira Ardi juga berada di tempat itu


"Apa dia juga ada di sini?" tanya Naya dengan hati-hati


Nico pun tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya


"Akh!! kenapa harus ketemu sama dia sih?!!" gerutu Naya di dalam hatinya


"Kamu kok ada di sini?" tanya Naya


"Kebetulan ada teman yang lagi merayakan ulang tahun dia di tempat ini," jawab Nico sambil tersenyum penuh arti


Naya menjadi sedikit canggung layaknya seseorang yang sedang tertangkap basah sedang melakukan sebuah kesalahan, tetapi tiba-tiba saja Mila langsung merangkul pundak Naya


"Ini pacar baru kamu ya Nay?" tanya Mila


"Bukan," jawab Naya dengan cepat


Entah mengapa saat itu Nico langsung memperhatikan Mila dengan seksama


"Apa aku boleh kenalan sama dia Nay?"


Naya tampak sedikit bingung untuk menjawab hal tersebut karena dia mengingat apa yang pernah di ucapkan oleh Ardi


"Kamu Mila kan?" tanya Nico


Mila menganggukkan kepalanya sambil memperhatikan Nico dengan seksama, tapi Mila yang sudah dalam keadaan setengah sadar tidak bisa mengingat Nico dengan baik


"Apa kamu kenal sama aku? Kok kamu bisa tau nama aku?" tanya Mila


Nico hanya terdiam dan menampilkan sebuah senyuman yang terlihat penuh arti


"Apa aku boleh gabung di meja kalian kakak ipar?" tanya Nico sambil menatap ke arah Naya


"Tapi rencananya kami sudah mau pulang, soalnya teman aku sudah agak mabuk." jelas Naya


"Sebaiknya rencana pulangnya di tunda dulu kakak ipar," ucap Nico


"Kenapa?" tanya Naya sambil mengerutkan keningnya


"Soalnya dia lagi di jalan mau ke sini," jelas Nico


Dalam sekejap wajah Naya berubah menjadi sedikit panik

__ADS_1


"Astaga!! Apa dia akan marah sama aku?" batin Naya


Nico pun mendudukkan tubuhnya di meja mereka dengan alasan bahwa hal tersebut adalah perintah dari Ardi, sudah pasti Naya tidak bisa memberikan perlawanan apapun pada saat itu. Nico pun mendudukkan tubuhnya tepat di samping Mila


FLASH BACK


Malam itu Nico mendapatkan undangan dari salah satu temannya yang sedang merayakan hari ulang tahunnya, Nico pun datang ke tempat yang sama dengan Naya karena acara tersebut memang di rayakan di sana


Nico pun tersenyum tipis saat menyadari bahwa Naya juga berada di tempat itu, dia juga bisa melihat bahwa teman yang bersama Naya saat itu sudah terlihat sedikit mabuk. Nico pun segera mencari tempat yang tidak terlalu bising dan menghubungi Ardi


Ternyata malam itu Ardi memutuskan untuk beristirahat lebih awal, karena esok saat pagi-pagi sekali dia harus sudah berangkat ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Hal tersebut juga yang membuat Naya tidak memberikan kabar kepada Ardi agar istirahat Ardi tidak terganggu


Tapi Nico tak henti-hentinya mencoba menghubungi Ardi dan membuat Ardi mulai terjaga dari tidurnya, dengan mata yang masih tertutup rapat Ardi menjawab panggilan telepon tersebut


"Hem..."


"Apa lu sudah tidur?" tanya Nico


"Hem..."


"Oke, sorry karena gw ganggu tidur lu"


"Hem..."


"Tadinya sih gw mau kasih kabar tentang kijang baru lu"


Secara spontan Ardi langsung membuka kedua bola matanya dengan sempurna


"Gw cuma mau kasih tau kalau saat ini kijang baru lu lagi berkeliaran di tempat para pemburu," jawab Nico sambil menahan tawanya


"Apa maksud lu?" tanya Ardi dengan tegas


"Apa dia ga bilang sama lu kalau saat ini dia ada di bar?"


Jeder...


Ardi pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna mendengar hal tersebut


"Kirim lokasinya ke gw sekarang juga," ucap Ardi dengan tegas


Nico pun tertawa puas di seberang sana


"Oke," ucap Nico di sela tawanya


"Ada satu lagi yang harus lu lakukan"


"Apa?"

__ADS_1


"Duduk di meja dia sampai gw tiba di tempat itu, kalau dia sampai kenapa-napa lu yang akan gw salahin." ucap Ardi dengan tegas


"Dasar teman kampret lu!! Nyesel gw kasih tau tentang ini sama lu!!" teriak Nico di seberang sana


Tanpa memperdulikan apapun Ardi langsung memutuskan sambungan teleponnya


FLASH OFF


"Kamu minum alkohol?" tanya Nico kepada Mila


"Ya, karena aku mau happy malam ini." jawab Mila dengan yakin


"Terus kenapa gelas kamu sudah di balik?"


"Soalnya Naya minta pulang, aku ga mungkin biarin Naya pulang sendirian." jelas Mila


Nico pun memanggil pelayan dan memesan minuman yang biasa dia minum, sedangkan Mila tak mau membuang kesempatan yang ada dan melanjutkan acara minumnya. Naya pun tidak bisa berbuat banyak karena saat itu dia tidak bisa membawa Mila pergi dari tempat itu


Setelah cukup lama tiba-tiba saja Naya bisa merasakan aura dingin dari arah belakang, Naya yang merasa sedikit penasaran pun mencoba untuk menoleh ke arah belakang. Saat itu Naya bisa melihat Ardi yang diam mematung dan menatap punggung Naya dengan wajah dinginnya


"Maaf ya," ucap Naya lalu tersenyum tipis


Ardi pun membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi gejolak yang sedang dia rasakan di dalam hatinya, dia pun mulai melangkahkan kakinya tepat ke samping Naya


"Ayo pulang," ucap Ardi


"Tapi gimana sama teman aku?" tanya Naya dengan wajah tertekan


Ardi terlihat tak ingin memperdulikan siapapun dan hanya menatap ke arah Naya dengan tatapan mata yang tajam


"Ayo pulang sekarang juga," ucap Ardi dengan dingin


Naya pun menjadi sedikit bingung dengan keadaan saat itu


"Kamu pulang aja kakak ipar, biar aku yang urus anak ini." sahut Nico


Naya pun langsung menatap ke arah Nico dengan wajah yang terlihat semakin tertekan, Ardi yang tega melihat eskpresi wajah Naya saat itu baru saja akan memerintahkan Irvan untuk membawa Mila keluar dari tempat itu. Tapi tiba-tiba saja Mila mengaitkan tangannya ke pundak Nico


"Jadi kakak tampan bersedia menemani aku minum sampai puas malam ini?" tanya Mila


Naya pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna melihat sikap Mila yang seperti itu, dengan cepat Naya menurunkan tangan Mila dari pundak Nico


"Jaga sikap kamu Mila, aku yakin besok kamu akan menyesali perbuatan kamu." ucap Naya dengan tegas


Mila pun langsung mengerucutkan bibirnya, Naya juga berusaha untuk membujuk Mila agar ikut dengan dirinya meninggalkan tempat itu. Tapi Mila tetap bersikeras ingin berada di tempat itu bersama Nico


"Dia sudah dewasa, kamu ga bisa memaksakan kehendak kamu sama dia." ucap Ardi

__ADS_1


"Tapi..."


Naya mencoba sekali lagi untuk membujuk Mila meninggalkan tempat itu tapi Mila tetap memilih hal yang sama, dengan berat hati Naya pun meninggalkan tempat itu dan membiarkan Mila bersama Nico


__ADS_2