
Naya pun menyadari bahwa saat itu dia sudah berada dalam keadaan bahaya, tapi dia juga sadar bahwa keadaan dirinya saat itu sudah setengah sadar. Naya pun menggigit salah satu tangannya dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan sedikit kesadarannya, pria tersebut pun menjadi sedikit panik melihat ulah Naya pada saat itu
"Kamu ngapain perempuan sialan?!!" teriak pria tersebut
Pria tersebut berusaha untuk melepaskan tangan Naya yang masih beradu dengan giginya sendiri, sedangkan Ardi saat itu sudah berada sedikit jauh dari mereka berdua tetapi dia masih bisa mendengar teriakkan laki-laki tersebut dengan jelas
Entah mengapa seorang Ardiansyah Herlambang yang biasanya tidak akan pernah perduli dengan urusan orang lain merasa sedikit penasaran dengan apa yang sedang terjadi, dia pun menghentikan langkah kakinya lalu menatap ke arah Naya dan laki-laki tersebut
Dugh...
Naya menendang tulang kering laki-laki tersebut sekuat tenaga, secara spontan laki-laki tersebut langsung melepaskan tangannya dan mengelus kakinya yang terasa sakit karena ulah Naya. Sedangkan Naya langsung berlari ke arah gerombolan orang yang berada di dekat Ardi, laki-laki tersebut pun langsung menatap ke arah Naya yang sedang berusaha melarikan diri dengan wajah penuh amarah
"Berhenti kamu perempuan sialan!!" teriak laki-laki tersebut
Sudah pasti Naya yang tak mungkin mengikuti ucapan laki-laki tersebut dan terus berlari ke arah gerombolan orang-orang yang berada di sekitar Ardi, dengan sedikit terpincang-pincang laki-laki tersebut mulai menyusul ke arah Naya
Ardi sendiri hanya memperhatikan itu semua tanpa mengucapkan sepatah katapun dari bibirnya, secara otomatis para pengawal Ardi yang berada di sekitarnya pun tidak mengambil tindakan apapun pada saat itu
Naya terus berlari sekuat tenaga dan saat Naya mulai mendekat ke arah mereka, dengan sigap semua pengawal pribadi Ardi langsung menghalau Naya agar tidak mendekat sang bos besar. Mereka semua tau dengan pasti seorang Ardiansyah Herlambang tidak suka di sentuh oleh wanita
"Tolong saya pak, orang itu berniat jahat sama saya pak." ucap Naya dengan suara yang berat
Ardi pun memperhatikan tangan Naya yang sudah mengeluarkan bercak darah segar akibat ulah Naya sendiri
"Jadi sekarang kamu sudah sadar dengan keadaan kamu yang sebenarnya? tapi saya harus minta maaf sama kamu karena saya bukan panti sosial yang harus membantu semua orang, anggap saja hal ini sebagai sebuah pembelajaran berharga di dalam hidup kamu." batin Ardi sambil tersenyum dingin
Ardi pun langsung memutar tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah mobilnya, sudah pasti semua pengawal pribadi Ardi pun mengikuti langkah kaki sang bos besar. Naya pun menjadi sedikit panik karena orang-orang tersebut seperti tidak mau perduli dengan keadaan dia saat itu
__ADS_1
"Saya akan membuat perhitungan sama kamu perempuan sialan!!" teriak pria tersebut
Naya menoleh ke arah belakang dan kini pria tersebut sudah berada tak jauh dari dirinya, Naya pun melihat Ardi dan para pengawal pribadinya benar-benar tidak memperdulikan dirinya
"Sepertinya dia bos mereka, kalau dia ga berniat menolong aku maka semua orang ini ga akan ada yang mau menolong aku." batin Naya sambil menatap ke arah Ardi yang berada di paling depan
Dengan semua kekuatan yang ada Naya menerobos rombongan pengawal pribadi Ardi dan langsung memegang salah satu tangan Ardi, Naya yang mulai kehilangan kekuatannya pun langsung terduduk lemas di atas lantai
"Saya mohon tolong selamatkan saya dari orang itu, saya berjanji akan membalas kebaikan kamu saat ini dengan cara apapun." ucap Naya dengan suara yang mulai lemah
Sebenarnya saat itu Naya berhasil menerobos rombongan pengawal pribadi Ardi karena bantuan dari sang pemimpin pengawal pribadi Ardi, saat itu sang pemimpin hanya merasa iba dengan keadaan Naya dan memberikan Naya ruang untuk melarikan diri. Tapi dia juga tak menyangka bahwa Naya akan melakukan hal tersebut kepada sang bos besar
Pengawal pribadi Ardi pun langsung terlihat panik karena Naya memegang tangan sang bos besar, mereka semua langsung memegang tubuh Naya dengan kasar untuk menjauhkan Naya dari sang bos besar. Tapi mereka semua langsung mengehentikan niat mereka karena Ardi langsung menatap tajam ke arah mereka
"Maaf karena kami telah gagal menjalankan tugas kami tuan muda," ucap Irvan
"Selesaikan laki-laki itu dengan baik dan ambil barang-barang perempuan ini dari dia," jawab Ardi dengan dingin
"Baik tuan muda"
Naya pun mendongakkan wajahnya sambil berusaha untuk tersenyum
"Terima kasih pak," ucap Naya dengan tulus
Saat itu Ardi hanya terdiam dan menatap ke arah Naya dengan tatapan mata yang penuh arti
"Terlalu awal untuk kamu mengucapkan kata terima kasih kepada saya, saya melakukan hal ini karena kamu berhasil menyentuh anggota tubuh saya tanpa mendapatkan penolakan dari tubuh saya. Saya hanya ingin memastikan sejauh apa tubuh saya bisa menerima keberadaan kamu?" batin Ardi
__ADS_1
Tak butuh waktu yang lama para pengawal Ardi sudah berhasil melumpuhkan laki-laki tersebut, mereka juga sudah berhasil mengambil tas Naya yang berada di tangannya. Irvan juga langsung menghubungi Nico dan meminta Nico untuk membersihkan rekaman cctv di bagian tempat parkir
Ternyata Nico adalah pemilik dari club malam tersebut, Irvan pun mulai menghampiri Ardi saya semua tugasnya sudah selesai dia laksanakan. Sedangkan Naya saat itu sudah terkulai lemas tak berdaya
"Semuanya sudah di selesaikan tuan muda," ucap Irvan
"Hem..."
Ardi pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Naya masih berada di tempat yang sama
"Bagaimana dengan perempuan ini tuan muda?" tanya Irvan
Ardi pun melihat ke arah Naya dengan seksama
"Jangan salahkan saya dengan apa yang akan saya lakukan kepada kamu malam ini, kamu sendiri yang bilang akan membalas saya dengan cara apapun." batin Ardi
"Bawa perempuan itu," jawab Ardi dengan dingin
"Baik tuan muda"
Sudah pasti saat itu Irvan mulai menjulurkan tangan kekarnya untuk mengangkat tubuh mungil Naya
"Jangan sentuh dia, saya sendiri yang mengangkat tubuh dia." ucap Ardi dengan dingin
"Baik tuan muda"
Dengan perasaan sedikit bingung Irvan pun langsung melangkah mundur ke belakang, Ardi pun turun dari mobil hanya untuk mengangkat tubuh mungil Naya. Semua orang yang berada di tempat itu di buat kebingungan dengan pemandangan tersebut
__ADS_1
Dengan hati-hati Ardi memasukkan tubuh Naya ke dalam mobilnya dan dia pun mendudukkan tubuhnya tepat di samping Naya, rombongan mobil mewah mereka pun mulai meninggalkan tempat itu