Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Menemui Mama Renata


__ADS_3

Saat itu Naya membuat keputusan untuk pergi dan menghilang dari kota tersebut, dia menahan semua kepedihan di dalam hatinya untuk kebaikan semua orang. Di sisi lain Rendi merasa sedikit cemas karena tiba-tiba saja ponsel Naya dalam keadaan tidak aktif


"Sebenarnya kak Naya kemana sih? Padahal aku mau antar kado ulang tahun untuk dia," gumam Rendi


Rendi pun memutuskan untuk datang ke apartemen Naya tapi tetap tak membuahkan hasil apapun, sudah pasti dia tak mungkin menyerah begitu saja dan langsung menghubungi Ardi yang saat itu baru saja keluar dari pesawat pribadinya


"Halo"


"Apa kak Naya ada bersama kamu? saya sudah mencoba menghubungi dia tapi handphonenya ga aktif, saya ke apartemennya kak Naya juga ga ada." jelas Rendi dengan serius


"Kamu tenang aja"


Rendi pun mengerutkan keningnya di seberang sana karena mendengar kata-kata tersebut, apalagi Ardi mengucapkan kata-kata tersebut dengan nada santai seolah semua berada di bawah kendalinya


"Gimana saya bisa tenang? Semalam kak Naya bilang dia mau merayakan ulang tahun sama kamu, tapi sekarang kak Naya seperti menghilang begitu saja. Atau jangan-jangan kamu melakukan sesuatu terhadap kak Naya?" tanya Rendi dengan penuh penekanan


"Buang jauh-jauh pikiran kotor kamu terhadap saya, karena saya adalah orang yang tidak mungkin menyakiti Naya apapun alasannya." jawab Ardi dengan nada serius


"Kalau begitu sebenarnya kak Naya ada di ada di mana?"


"Saat ini Naya sedang liburan, setelah urusan saya selesai saya sendiri yang akan menjemput dia." jelas Ardi


"Kamu ga bohong sama saya?" tanya Rendi penuh curiga


"Ya"


"Kalau begitu saat nanti kamu ketemu sama kak Naya tolong minta kak Naya untuk menghubungi saya, saya benar-benar khawatir dengan keadaan kak Naya." ucap Rendi serius


"Nanti saya sampaikan pesan kamu saat saya bertemu dia"


Ardi pun segera naik ke sebuah mobil yang memang sudah di siapkan untuk dirinya, tanpa mengatakan apapun mobil tersebut langsung melaju ke sebuah tempat. Setelah tiba di sana Ardi pun melangkahkan kakinya dengan menuju ke sebuah ruangan, sedangkan Irvan dan beberapa orang yang lainnya langsung berjaga di area sekitar


Ardi langsung membuka pintu ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ternyata saat itu Ardi datang untuk menemui sang mama. Mama Renata sendiri langsung memasang wajah tidak dengan sikap Ardi yang terkesan kurang sopan tersebut


"Apa kamu tidak mengerti caranya untuk mengetuk pintu?" tanya mama Renata dengan tegas

__ADS_1


Ardi hanya menampilkan senyuman dingin khas dirinya lalu mulai melangkahkan kakinya ke arah sang mama, tanpa harus di minta terlebih dahulu dia pun langsung mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan sang mama. Mama Renata hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi gejolak yang sedang dia rasakan pada saat itu


"Apa kamu datang karena perempuan itu?" tanya mama Renata


"Sebagai seorang anak aku akan sedikit berbaik hati dengan memberikan mama dua pilihan," ucap Ardi dengan dingin


Mama Renata hanya terdiam dan menatap Ardi dengan lekat


"Pilihan pertama aku minta mama untuk berhenti mencampuri urusan pribadi aku, termasuk tentang hubungan aku dan Naya." lanjut Ardi


Mama Renata pun langsung memasang wajah tidak suka mendengar hal tersebut


"Sampai kapanpun mama ga akan pernah membiarkan perempuan seperti dia berada di samping kamu, apa yang kamu harapkan dari perempuan seperti dia Ardiansyah Herlambang? Sebagai seorang pengusaha seharusnya kamu sadar, kata cinta tidak akan bisa memberikan keuntungan apapun di dalam hidup kamu." ucap mama Renata dengan tegas


Ardi pun tersenyum dingin khas dirinya


"Aku akan anggap kalau mama memilih pilihan yang kedua"


Ardi pun meletakkan sebuah amplop coklat di atas meja kerja sang mama


"Apa itu?" tanya mama Renata


"Mama kira kamu mau melawan mama dengan cara yang hebat," ucap mama Renata dengan senyuman yang terlihat sedikit meremehkan


Sedangkan Ardi menampilkan sebuah senyuman yang penuh arti


"Memang apa yang salah dengan hal itu? Mama sekedar ingin tau keadaan anak kandung mama sendiri," lanjut mama


"Memang ga ada salah dengan hal itu mah, tapi pasti di situ juga sudah tertulis dengan jelas kalau aku ga pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun." ucap Ardi dengan senyuman penuh arti


"Karena hal itu mama ga ingin kamu sampai salah memilih calon pasangan hidup kamu"


Ardi menggelengkan sedikit kepalanya


"Bukan itu tujuan ucapan aku mah," ucap Ardi dengan serius

__ADS_1


Mama Renata hanya bisa terdiam dan menatap Ardi dengan lekat


"Apa nenek pernah cerita ke mama bagaimana perasaan aku saat aku berada di dekat perempuan?"


Mama Renata pun tersenyum sinis


"Mama rasa hal itu tidak benar, itu terbukti dengan adanya kamu menjalin hubungan dengan perempuan itu." bantah mama Renata dengan tegas


"Berarti mama sudah tau alasannya, tapi mama tetap berusaha untuk memisahkan kami." batin Ardi sambil tersenyum dingin


Ardi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Satu pertanyaan terakhir untuk mama, apa mama sadar sejak kapan aku mulai merasa muak saat berdekatan dengan perempuan? dan apa alasan aku bisa sampai seperti itu?" tanya Ardi


Saat itu mama Renata hanya terdiam sambil menatap Ardi dengan lekat, tiba-tiba saja Ardi menampilkan sebuah senyuman yang penuh arti


"Apa maksud dari pertanyaan kamu itu Ardi?" tanya mama Renata dengan tegas


Ardi tersenyum penuh arti sekali lagi sambil menganggukkan sedikit kepalanya


"Aku rasa mama adalah penyebab aku bisa punya pemikiran seperti itu kepada para perempuan," jelas Ardi dengan dingin


Mama Renata memberikan senyuman yang terlihat sedikit sinis


"Apa maksud kamu Ardi? Mama sama sekali ga paham dengan ucapan kamu, mama rasa saat ini kamu cuma mencari-cari alasan agar bisa bersama dengan perempuan itu." ucap mama Renata dengan tegas


Ardi pun tersenyum dingin


"Tujuan utama aku memang mempertahankan perempuan itu, aku terpaksa mengungkapkan sebuah rahasia yang selama ini selalu aku pendam di dalam hati aku. Mama ga boleh menyalahkan aku setelah ini, karena mama yang memaksa aku berbuat sejauh ini." jelas Ardi dengan tegas


Mama Renata hanya terdiam dan menatap tajam ke arah Ardi, sedangkan Ardi memberikan senyuman yang penuh arti lalu meletakkan sebuah ponsel yang terlihat telah usang di atas meja kerja mama Renata


Deg...


Tiba-tiba saja ada sebuah perasaan yang mengganjal di dalam hati mama Renata saat melihat senyuman Ardi tersebut, tetapi saat itu mama Renata tetap berusaha untuk terlihat biasa saja di hadapan sang anak

__ADS_1


"Aku berharap mama masih mengingat ponsel ini"


"Kenapa ponsel itu ada di tangan Ardi? Jadi selama ini dia yang menyembunyikan ponsel itu, tapi untuk apa? Atau jangan-jangan selama ini ada sesuatu yang ga pernah aku ketahui? Apa itu juga alasan Ardi mulai merubah sikapnya dari dia masih kecil?" batin mama Renata


__ADS_2