
Naya pun langsung menatap ke arah Ardi dengan tatapan mata tak percaya, dia tidak pernah menyangka Ardi akan mengucapkan kata-kata seperti itu di hadapan orang lain. Rasa takut yang berhasil menyelimuti hati Naya pun menghilang entah kemana
"Apa kamu bisa berjanji kalau kamu ga akan menyakiti hati kak Naya?" tanya Rendi dengan serius
"Saya berjanji akan berusaha untuk selalu menjaga hati Naya dengan baik"
Rendi pun langsung menatap ke arah Naya
"Apa kamu ga merasa tertekan menjalin hubungan sama dia kak?" tanya Rendi dengan serius
Naya yang tidak ingin membuat masalah baru memilih untuk menganggukkan kepalanya
"Pesan makan siang kamu nanti saya yang akan bayar makan siang kamu, anggap saja sebagai tanda terima kasih dari saya karena kamu sudah menolong kak Naya malam itu." ucap Rendi dengan nada sedikit sinis
"Ren!!" ucap Naya penuh penekanan
Ardi mengeratkan genggaman tangannya dan menggelengkan sedikit kepalanya saat Naya menatap ke arahnya, Ardi pun memesan makan siang untuk dirinya sesuai keinginan Rendi
"Kamu sepertinya orang berada," ucap Rendi dengan serius
"Bisa di bilang seperti itu"
"Kenapa kamu ga memberikan kak Naya tempat tinggal untuk sementara? seharusnya kamu tau laki-laki itu masih berusaha untuk mengejar kak Naya, dasar laki-laki ga peka." ucap Rendi dengan sinis
Sudah pasti harga diri seorang Ardiansyah Herlambang tidak bisa terima begitu saja mendengar hal tersebut
"Saya sudah melakukan hal itu, saya bahkan menempatkan dia apartemen termewah di kota ini. Tapi kakak kamu pergi dari tempat itu di hari pertama saya meminta dia untuk tinggal di apartemen itu," jelas Ardi
Tanpa tau apa yang terjadi Rendi langsung menatap tajam ke arah Naya
"Apa sih yang ada di dalam pikiran kak Naya?"
Saat itu Naya hanya bisa membalas dengan senyuman
"Sekarang juga kak Naya harus memilih, kakak mau tinggal di apartemen aku atau apartemen yang dia di sediakan?" lanjut Rendi dengan tegas
__ADS_1
Secara tak sadar Ardi langsung mengeratkan genggaman tangannya mendengar hal tersebut
"Berani sekali dia minta Naya untuk tinggal di apartemen dia, sedangkan apartemen dan mobil itu sengaja aku berikan ke dia sebagai tanda terima kasih dari aku." batin Ardi
Naya meletakkan tangannya yang satu lagi di atas tangan Ardi untuk mengingatkan laki-laki tersebut, Ardi yang tersadar pun langsung merenggangkan genggaman tangannya
"Untuk yang satu ini kak Naya ga boleh menawar, aku cuma ga mau tiba-tiba kak Farhan datang ke rumah kakak seperti kemarin. Sedangkan sekarang aku sudah ga ada di sana." ucap Rendi dengan tegas
"Oke, kak Naya akan pindah ke apartemen dia"
Ardi pun tersenyum puas mendengar hal tersebut
"Itu memang lebih baik, kalau kak Naya tinggal sama aku nanti papa bisa nyanyi lagi." ucap Rendi
Naya hanya tersenyum di bibirnya walaupun hatinya menangis dengan keadaan yang ada, mereka mulai melanjutkan makan siang mereka setelah makanan yang di pesan oleh Ardi tiba di meja tersebut
"Saya belum tau nama kamu," ucap Rendi sambil melirik sekilas ke arah Ardi
"Ardiansyah Herlambang"
"Kenapa kak Naya berhubungan dengan seorang seperti dia sih? orang besar seperti dia pasti sulit untuk di hadapi, apa aku juga akan terkena masalah karena tadi aku sudah melawan dia?" batin Rendi
"Kamu kenapa Ren?" tanya Naya dengan wajah sedikit cemas
Rendi langsung menggelengkan kepalanya dan meletakkan ponselnya di atas meja, tetapi dia tidak sadar kalau saat itu dia belum mematikan ponselnya dan Ardi mengetahui apa yang sedang di lihat oleh Rendi saat itu
"Kak Naya harus balik ke kantor Ren, jam makan siang kak Naya sudah hampir habis"
Rendi hanya terdiam dan mengangguk kepalanya
"Kamu ga antar kak Naya balik ke kantor?" tanya Naya sambil mengerutkan keningnya
Rendi tetap terdiam dan menatap ke arah Ardi
"Biar saya yang antar kamu," ucap Ardi
__ADS_1
"Ya lebih baik kamu di antar sama dia kak, kebetulan aku masih ada urusan sedikit." sambung Rendi
"Ya sudah kalau begitu"
Naya pun mulai bangkit dari duduknya dan Ardi meminta Naya untuk keluar lebih dulu, Naya sudah mulai melangkahkan kakinya meninggalkan meja tersebut dan Ardi mulai menatap ke arah Rendi dengan serius
"Saya tau kalau tadi kamu sempat mencari informasi tentang saya, tapi saya harap kamu tetap bersikap seperti biasa terhadap saya karena kamu adalah orang yang penting di dalam hati Naya. Sedangkan Naya adalah perempuan terpenting di dalam hidup saya," ucap Ardi dengan bersungguh-sungguh
Rendi yang masih merasa sedikit terpukul dengan kenyataan yang ada hanya bisa menjawab dengan sedikit anggukan kepalanya
"Saya juga mau mengucapkan terima kasih karena selama saya tidak berada di kota ini kamu sudah membantu saya untuk menjaga Naya, saya harap kamu percaya kalau saya benar-benar tulus terhadap kakak kamu." lanjut Ardi
Lagi-lagi Rendi hanya menjawab dengan sedikit anggukan kepalanya
"Kalau begitu saya duluan ya, kalau kamu membutuhkan bantuan apapun dari saya kamu bisa menghubungi saya." ucap Ardi sambil menyerahkan sebuah kartu nama
Rendi menerima kartu nama tersebut tapi dia mulai mengumpulkan keberaniannya karena dia tidak boleh terlihat lemah demi Naya
"Tolong jaga kak Naya dengan baik, sehebat apapun kamu saya tidak akan merasa sungkan untuk membalas kamu kalau kamu berani menyakiti hati kak Naya." ucap Rendi dengan serius
Ardi pun tersenyum puas mendengar hal tersebut karena dia yakin Rendi memiliki perasaan yang tulus kepada Naya, Ardi menganggukkan sedikit kepalanya dan mulai melangkahkan kakinya keluar dari tempat tersebut. Sedangkan Rendi hanya terdiam dan menatap punggung laki-laki tersebut
"Aku rasa aku sudah gila, berani-beraninya aku bersikap sombong dan membayar makan siang orang terhebat di kota ini." batin Rendi sambil tersenyum tipis
Naya sudah lebih dulu berada di luar tempat itu dan sudah berada di antara para pengawal pribadi seorang Ardiansyah Herlambang
"Kenapa kamu ga menunggu di dalam mobil?"
"Itu namanya kurang sopan kalau saya masuk ke dalam mobil sedangkan pemiliknya belum masuk ke dalam mobil," jawab Naya dengan wajah malas
Ardi pun meletakkan tangannya di ujung kepala Naya dengan lembut sambil tersenyum hangat
"Jangan pernah punya pemikiran seperti itu lagi, karena semua yang saya miliki saat ini secara otomatis sudah menjadi milik kamu juga." ucap Ardi dengan lembut
Naya hanya terdiam dengan wajah malasnya, sedangkan Rendi ternyata masih terus memperhatikan gerak-gerik mereka dan dia pun tersenyum tipis
__ADS_1
"Aku harap kamu akan menemukan kebahagiaan kamu bersama laki-laki itu kak, keinginan terbesar aku saat ini adalah melihat kamu bahagia." batin Rendi