
Mama Renata tetap terdiam dan berusaha terlihat biasa saja walaupun dia tau dengan pasti tentang ponsel tersebut, sedangkan di dalam hati mama Renata sudah mulai bergemuruh seolah dia sudah bisa menduga arah ucapan Ardi pada saat itu
"Selama ini aku yang telah menyembunyikan ponsel papa, karena di dalam sana ada foto yang di kirimkan oleh laki-laki itu ketika mama dan laki-laki itu sedang berciuman." jelas Ardi dengan dingin
FLASH BACK
Saat itu Ardi kecil tidak tau sama sekali tentang semua permasalahan yang sedang terjadi, yang dia tau saat itu bahwa sang papa sedang tugas keluar kota dari penjelasan sang mama
Tetapi pada suatu malam dia terbangun dari tidurnya karena merasa haus, dia pun mulai meninggalkan kamarnya yang berada di lantai dua dan hendak menuju ke dapur. Tiba-tiba saja dia mulai mendengar suara-suara aneh dari kamar orang tuanya, tanpa tau apapun dia melangkahkan kakinya ke arah kamar tersebut
Deg...
Ardi kecil pun langsung membeku di tempat saat mendengar semakin jelas suara-suara aneh tersebut
"Bukannya papa lagi di luar kota? Kalau begitu siapa laki-laki yang ada di dalam kamar bersama mama?" batin Ardi kecil
"Lebih cepat lagi sayang," ucap pria di dalam kamar dengan suara yang berat
Ternyata saat itu sang mama sedang beradu kasih dengan seorang laki-laki di dalam kamar tersebut, dan bodohnya sang mama tidak menyadari bahwa laki-laki tersebut dengan sengaja tidak merapatkan pintu kamar tersebut dengan benar
Ardi kecil yang tidak tau harus berbuat apa pada saat itu memilih untuk langsung melarikan diri ke dalam kamarnya, saat itu Ardi kecil hanya bisa bersembunyi di balik selimut karena merasa ketakutan dan kebingungan setengah mati
"Apa yang sedang mama lakukan dengan laki-laki itu? rasanya ga mungkin kalau laki-laki itu adalah papa, apa mama selama ini memang selalu bersikap seperti itu di belakang papa?" batin Ardi
Ardi kecil mengingat kembali bagaimana keluarga kecilnya selama ini hidup dengan bahagia bila sedang berkumpul bersama, tiba-tiba saja Ardi merasa mual saat membayangkan yang sedang di lakukan oleh sang mama di belakang sang papa
Kabar baik pun tiba pada keesokan harinya karena sang papa bisa berkumpul kembali bersama mereka, sang papa juga berpura-pura bahwa saat itu dia baru saja kembali dari luar kota
__ADS_1
"Papa kangen banget sama kamu sayang," ucap sang papa dengan lembut
"Aku juga kangen sama papa," jawab Ardi dengan wajah bersalah
Sang papa memeluk tubuh mungil Ardi dengan erat
"Maafin aku ya pah, aku ga sanggup untuk cerita tentang masalah itu sama papa." batin Ardi kecil
Ardi kecil memutuskan untuk menutup rapat mulutnya untuk kejadian di malam itu, mama Renata pun tersenyum bahagia saat melihat keluarga kecilnya kembali berkumpul
Tetapi sesuatu yang sedikit aneh terjadi saat sang mama ingin mengelus rambut Ardi seperti biasanya, saat itu tiba-tiba saja Ardi terlihat akan mengambil sesuatu untuk menghindari sentuhan sang mama. Ada sebuah perasaan muak dan jijik yang di rasakan oleh Ardi kecil pada saat itu, sedangkan mama Renata tidak menyadari hal tersebut sama sekali
Tapi kebersamaan Ardi bersama sang papa tidak berlangsung lama, karena beberapa hari setelah kepulangan sang papa tiba-tiba saja
"Dasar perempuan murahan!!" teriak sang papa dari dalam kamarnya
Sang papa melemparkan ponselnya ke sembarang arah dengan wajah penuh amarah, Ardi kecil yang mendengar teriakkan sang papa pun langsung keluar dari dalam kamarnya. Saat itu dia melihat sang papa sudah bersiap untuk meninggalkan rumah tersebut
Tanpa tau apa yang sebenarnya sedang terjadi Ardi kecil mulai menuruni anak tangga, saat itu dia melihat ke arah kamar orang tuanya karena pintunya sedang terbuka dengan lebar. Ardi kecil melihat ponsel sang papa sedang tergeletak di atas lantai
"Kenapa handphone papa ada di lantai?"
Ardi kecil pun mengambil ponsel tersebut dan dia bisa melihat foto yang di kirimkan ke dalam ponsel tersebut, foto tersebut adalah foto saat sang mama sedang berciuman dengan seorang laki-laki di dalam sebuah mobil
"Astaga!! Padahal aku sudah menutupi masalah ini dari papa dan sekarang papa sudah tau semuanya," ucap Ardi kecil lirih dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Sang papa saat itu ingin secepatnya menemui mama Renata untuk meminta penjelasan, sedangkan mama Renata sedang berada di tempat kursus memasak. Tapi siapa yang menyangka bahwa sang papa harus mengembuskan nafas terakhirnya di dalam perjalanan tersebut
__ADS_1
Sang papa mengendarai mobil tersebut dengan penuh amarah dan tak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik, hal tersebut membuat sang papa harus mengalami kecelakaan lalu lintas. Semua kejadian beruntun tersebut menjadi sebuah kenangan pahit di dalam hati seorang Ardiansyah Herlambang yang sulit untuk di lupakan
Ardi mulai tumbuh dengan pemikiran bahwa setiap perempuan di dunia ini tidak ada yang tulus dan terkesan sedikit menjijikkan, semakin lama Ardi tak hanya menghindari sang mama tetapi dia juga menghindari semua perempuan yang berusaha untuk mendekati dirinya
Saat itu satu-satunya orang yang berhasil mendekati seorang Ardiansyah Herlambang adalah sang nenek, karena hati Ardi tidak merasa muak ataupun jijik dengan ketulusan yang sang nenek tunjukkan kepada dirinya
FLASH OFF
Dalam sekejap wajah mama Renata berubah menjadi pucat dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca, dia hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasan seorang Ardiansyah Herlambang
"Maaf, karena setelah selama ini akhirnya aku harus mengungkapkan ini semua." jelas Ardi dengan dingin
"Mama minta maaf sama kamu Ardi, tapi kamu harus tau kalau mama punya alasan tersendiri melakukan hal itu." jelas mama Renata lirih
Ardi menampilkan sebuah senyuman yang terlihat dingin khas dirinya sambil menganggukkan sedikit kepalanya, sedangkan mama Renata hanya bisa terdiam dengan hati yang sudah tak menentu
"Aku sudah tau semuanya dan itu alasan aku memilih untuk meneruskan bisnis papa di sana dan menjadi orang nomor satu di kota itu, karena aku ingin tau semua kebenaran yang terjadi di masa lalu." jelas Ardi dengan dingin
"Jadi maksud kamu?" tanya mama Renata lirih
"Sebelumnya aku ingin mengubur ini semua agar mama bisa melanjutkan hidup mama dengan tenang, tapi mama memaksa aku melakukan hal ini karena mama sudah mengusik seseorang yang berhasil menyentuh hati aku"
"Mama ga tau apa yang sudah kamu dengar di luar sana, tapi apa mama boleh memberikan pembelaan untuk diri mama?" tanya mama Renata dengan air mata yang mulai menetes
Ardi pun membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi gejolak yang dia rasakan di dalam dadanya
"Apa mama yakin masih mau membahas tentang masalah ini?" tanya Ardi dengan dingin
__ADS_1
"Setidaknya berikan mama kesempatan untuk memberikan penjelasan sama kamu"
Saat itu mama Renata menunjukkan wajah penuh harap