Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Kebodohan Laura


__ADS_3

Naya pun langsung menghentikan semua yang sedang dia lakukan pada saat itu dan mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur, dia juga menepuk tempat kosong di sampingnya. Rendi pun mendudukkan tubuhnya tepat di samping Naya


"Kak Naya mau mengucapkan terima kasih sama kamu Ren," ucap Naya dengan tulus


"Terima kasih untuk apa kak?"


"Terima kasih karena kamu sudah tulus sayang sama kak Naya, terima kasih karena kamu sudah berdiri di depan kak Naya untuk membela kakak kamu ini." jelas Naya dengan lembut


"Kamu ngomong apa sih kak? kamu itu kakak aku, jadi sudah sewajarnya aku melakukan itu semua"


"Pokoknya, sekali lagi kak Naya ucapkan terima kasih sama kamu." ucap Naya dengan tulus


"Kamu mau pulang sekarang kak?"


Naya hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


"Mau aku antar?"


"Ga usah Ren, kak Naya mau langsung menemui dia. Tadi dia sempat bilang mau ajak kak Naya ke suatu tempat," jelas Naya


"Jadi dia mau jemput kak Naya ke sini?" tanya Rendi


Naya menggelengkan kepalanya


"Jangan bilang kalau ternyata kamu belum menghubungi dia kak"


Naya pun hanya memberikan senyuman canggung dan mulai mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Ardi, tak butuh waktu yang lama Ardi sudah menjawab panggilan telepon tersebut


"Halo"


"Apa saat ini anda sedang sibuk?" tanya Naya


"Saya sedang di jalan"


"Oh, ya sudah kalau begitu. Maaf ya saya sudah mengganggu waktu anda," ucap Naya dengan wajah sedikit kecewa


"Hanya itu? tidak ada lagi yang ingin kamu katakan kepada saya?"


"Tadinya saya ingin mengajak anda bertemu, tapi sepertinya anda sedang sib...."


"Apa kamu sudah bersiap-siap? Sebentar lagi saya akan sampai di sana," potong Ardi


"Sampai di mana?" tanya Naya sambil mengerutkan keningnya

__ADS_1


"Sampai di rumah om dan tante kamu," jelas Ardi


Naya pun tertawa kecil


"Anda pasti sedang berbohong," ucap Naya di sela tawanya


"Kita sudah sampai tuan muda," ucap Irvan


Secara samar Naya bisa mendengar suara Irvan


"Saya sudah sampai di depan, jadi kamu bisa keluar sekarang"


"Apa anda serius ada di depan rumah om dan tante saya?" tanya Naya masih tak percaya


"Apa kamu mau saya singgah dulu ke dalam dan memperkenalkan diri saya?"


"Jangan!!" teriak Naya dengan cepat


Secara spontan Ardi pun langsung mengerutkan keningnya mendengar Naya yang panik dan melarang dirinya untuk singgah


"Kenapa? apa di mata kamu saya tidak pantas untuk memperkenalkan diri sebagai pasangan kamu? atau kamu memang tidak ada niat mengenalkan saya di hadapan keluarga kamu?" tanya Ardi dengan dingin


"Bukan itu maksud saya," jawab Naya dengan cepat


Hanya ada keheningan di seberang sana dan Naya pun membuang nafasnya dengan kasar


Ardi pun membuang nafasnya dengan kasar


"Saya ikuti kemauan kamu"


"Sekarang juga saya akan keluar"


Naya pun langsung memutuskan sambungan teleponnya, Naya pun segera keluar dari dalam kamar tersebut dan di ikuti oleh Rendi dari belakang. Senyuman bahagia terus menghias bibir Naya pada saat itu


Naya pun menghampiri orang-orang yang sedang berkumpul dan berpamitan sekali lagi, sedangkan Rendi memilih untuk mengantarkan Naya hingga ke pintu rumah tersebut. Rendi menatap punggung Naya yang mulai menghampiri mobil Ardi dengan senyuman tipis


"Kamu berhak untuk bahagia kak," batin Rendi


Rendi pun kembali ke orang-orang yang berada di dalam dan mendudukkan tubuhnya di tempat semula, entah mengapa saat itu hati Laura benar-benar merasa tidak puas dengan ekspresi wajah yang Naya tunjukkan di hadapan semua orang


"Kenapa kamu ga sekalian antar kak Naya pulang Ren?" tanya Laura


Saat itu Rendi memilih untuk diam karena dia ingin melihat sejauh apa sang kakak akan berulah

__ADS_1


"Seharusnya kamu menemani kak Naya, bagaimana pun juga saat ini pasti kak Naya sedang sedih." lanjut Laura lirih


Saat itu dengan bodohnya Laura membahas tentang hal tersebut, dia hanya ingin menunjukkan kepada Rendi bahwa dia telah berhasil mengalahkan Naya. Sedangkan Rendi memberikan sebuah senyuman yang penuh arti


"Terima kasih karena sudah membuka jalan kak, pasti saat ini kamu pikir aku akan berdiam diri karena ada keluarga dari bajingan itu. Tapi kamu salah besar kak," batin Rendi


"Kamu ngomong apa sih Ra?" tanya Farhan dengan wajah tegasnya


"Memang aku salah apa? Aku cuma memikirkan perasaan kak Naya saat ini," jawab Laura dengan wajah tak bersalah


"Kita semua yang ada di sini ga perlu repot-repot memikirkan perasaan kak Naya," ucap Rendi dengan santai


Secara serentak semua mata yang berada di tempat itu langsung tertuju ke arah Rendi


"Laki-laki hebat itu dari tadi setia menunggu kak Naya di seberang rumah kita," lanjut Rendi dengan sangat meyakinkan


Rendi memilih untuk sedikit berbohong agar bisa memberikan tamparan secara tidak langsung kepada sang kakak, tetapi papa Tomi terlihat sedikit terkejut mendengar hal tersebut


"Maksud kamu dari tadi Ardiansyah Herlambang ada di depan rumah kita?"


Seluruh anggota keluarga Farhan pun ikut terkejut mendengar nama tersebut


"Ya pah"


"Apa kamu sudah ga waras Ren? kenapa orang sehebat dia di minta untuk menunggu di luar? kenapa ga langsung di persilahkan untuk masuk?" tanya papa Tomi dengan serius


"Satu ikan sudah terpancing, tinggal menunggu ikan-ikan yang lain masuk ke dalam jaring. Jadi aku bisa puas melepaskan semua uneg-uneg aku," batin Rendi


Ternyata sedari awal Rendi sedikit tidak suka melihat cara keluarga Farhan menatap Naya


"Kak Naya yang melarang dia untuk masuk dan memperkenalkan diri, kak Naya cuma berharap supaya acara ini bisa berjalan dengan lancar." jelas Rendi


"Kalau untuk yang satu ini aku ga termasuk berbohong," batin Rendi


Laura sudah mulai mengeraskan rahangnya, sedangkan Rendi tertawa puas di dalam hati melihat hal tersebut


"Sayang sekali, seharusnya acara ini akan semakin baik kalau dia bisa hadir di antara kita." ucap papa Tomi dengan wajah sedikit kecewa


Secara otomatis pihak keluarga Farhan merasa sedikit tidak suka dengan sikap yang papa Tomi tunjukkan pada saat itu


"Jadi Naya sudah mulai berhubungan dengan laki-laki lain ya? kok bisa ya? padahal Naya belum terlalu lama putus dengan Farhan," ucap mamanya Farhan dengan nada sedikit sinis


Farhan pun langsung menatap ke arah sang mama

__ADS_1


"Mah..."


Sang mama hanya melirik tajam ke arah Farhan


__ADS_2