Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Ancaman Dari Farhan


__ADS_3

Naya pun tersenyum tipis melihat tontonan gratis yang baru saja dia saksikan, dia pun akhirnya menyadari bahwa saat itu semua mata sedang tertuju kepadanya


"Apa kamu sudah punya pacar baru Nay?" tanya Mila dengan hati-hati


"Apa ada untungnya aku menunggu seseorang yang sudah milik orang lain?" timbal Naya


Mila dan yang lainnya pun langsung terlihat sumringah


"Wah!! kamu keren Nay!! Padahal aku sempat khawatir kalau kamu belum siap untuk move on," ucap Mila bersemangat


Ternyata hal tersebut tidak hanya di lakukan oleh Mila, yang lain juga menunjukkan dukungan mereka atas langkah yang Naya tempuh. Tetapi di tempat lain Laura merasa sedikit marah karena Farhan terus mengabaikan panggilannya, bahkan jarak di antara mereka berdua pun semakin menjauh


"Aku bilang berhenti kamu Farhan!!" ucap Laura sedikit berteriak


Secara spontan Farhan langsung menghentikan langkah kakinya karena tak ingin Laura membuat keributan, dia pun langsung berbalik arah dengan wajah yang kurang bersahabat


"Apa ini aslinya kamu Ra? ternyata kamu adalah perempuan yang tidak memiliki hati sama sekali," ucap Farhan dengan nada suara yang terdengar sedikit sinis


"Kamu ngomong apa sih sayang?"


Farhan menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mulai menatap ke arah Laura dengan seriusnya


"Entah kamu benar-benar perempuan bodoh atau kamu hanya berpura-pura bodoh, tapi aku merasa kalau kamu selalu berusaha untuk memojokkan Naya. Apa Naya pernah melakukan kesalahan terhadap kamu Ra?"


"Apa sih maksud kamu sayang? sedikitpun aku ga ada niat untuk memojokkan kak Naya, kapan aku melakukan hal seperti itu?" ucap Laura dengan wajah tidak bersalah


Farhan pun menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sedikit sinis


"Bagus kalau kamu memang ga ada niat seperti itu, kamu harus selalu ingat kalau kita berdua berada di posisi yang salah. Bahkan seharusnya kita berdua ga berhak untuk mengangkat kepala kita di hadapan Naya"


Harga diri Laura pun membuat dia tak bisa lagi menahan diri


"Cukup Farhan!! aku adalah perempuan yang akan menjadi istri kamu di masa depan, jadi aku harap berhenti untuk selalu menyalahkan aku dan membela kak Naya." ucap Laura dengan tegas


Farhan pun tersenyum penuh arti


"Satu-satunya alasan aku bersedia untuk menikahi kamu adalah Naya, hentikan semua perbuatan kamu Ra atau aku ga akan segan untuk merubah keputusan aku." lanjut Farhan penuh penekanan


Saat itu Laura memilih untuk diam karena dia menyadari bahwa perbuatan mereka saat itu mencuri perhatian beberapa orang yang ada di sekitar mereka, sedangkan Farhan memilih untuk langsung meninggalkan Laura begitu saja

__ADS_1


"Bajingan kamu Farhan!! kenapa cuma Naya yang selalu ada di dalam pikiran kamu?!!" batin Laura


Farhan dan Laura mulai di sibukkan dengan berbagai urusan menjelang hari pernikahan mereka, sedangkan Ardi sedang merencanakan sesuatu untuk hari ulang tahun Naya tanpa sepengetahuan Naya. Tapi di malam itu tiba-tiba saja Mila menghubungi Naya


"Halo"


"Nay," ucap Mila dengan lirih di seberang sana


"Kamu kenapa? kenapa suara kamu terdengar seperti itu?" tanya Naya dengan cemas


Tak ada jawaban apapun di seberang sana dan hanya terdengar suara tangisan


"Kamu tenang dulu ya Mila, sekarang kamu bilang sama aku kamu ada di mana?" tanya Naya semakin cemas


Naya pun bergegas menemui Mila yang saat itu sedang menepikan mobilnya di tepi jalan dan menangis dengan hebat, setibanya di sana Naya membiarkan Mila menangis agar beban di dalam hatinya dapat sedikit berkurang


"Maaf ya Nay, aku jadi menganggu waktu istirahat kamu." ucap Mila dengan suara yang terputus-putus


Naya pun memberikan senyuman terbaik yang dia miliki


"Kamu ngomong apa sih? bukannya kita ini teman"


"Terima kasih ya Nay," ucap Mila dengan tulus


"Aku lihat pacar aku berduaan sama perempuan lain Nay"


"Apa kamu sudah coba klarifikasi?" tanya Naya


"Dia bilang malam ini dia lembur tapi ternyata dia lagi makan sama perempuan Nay, aku memang pernah curiga sama perempuan itu tapi dia selalu bilang kalau mereka cuma teman. Tapi aku rasa kalau cuma teman ga mungkin mereka sedekat itu," jelas Mila lirih


Mila pun mulai menangis dengan hebat, sedangkan Naya mencoba memberikan masukan-masukan positif kepada Mila. Tiba-tiba saja Mila menghapus sisa air matanya dan menatap Naya dengan lekat


"Apa kamu bisa temani aku malam ini Nay?"


"Kamu mau ke mana?"


Mila terlihat menggelengkan kepalanya


"Aku juga ga tau Nay, tapi yang pasti saat ini aku benar-benar butuh hiburan." jawab Mila lirih

__ADS_1


Mila pun menyebutkan nama sebuah tempat dan dengan cepat Naya berusaha untuk membujuk Mila agar tidak datang ke tempat seperti itu, melihat Mila yang terpukul membuat Naya tak sampai hati dan akhirnya menyetujui untuk datang ke tempat itu


Dengan pertimbangan akhirnya Naya memutuskan kepada Ardi bahwa saat itu dia akan datang ke sebuah bar, mereka pun langsung menuju ke sana dengan catatan bahwa Naya tidak akan meminum minuman yang mengandung alkohol


Mereka datang ke sebuah bar yang cukup berkelas karena bagaimana manapun Mila berasal dari keluarga berada, Mila memesan minuman yang mengandung alkohol untuk dirinya dan minuman ringan untuk Naya. Beban di dalam hati Mila membuat gadis tersebut meminum minumannya dengan tempo yang cukup cepat, tak butuh waktu yang lama Mila sudah dalam keadaan setengah sadar


"Boleh aku tanya sesuatu sama kamu Nay?" tanya Mila lalu tersenyum getir


"Apa?"


"Gimana caranya kamu bisa melupakan bajingan seperti Farhan dengan cepat? Karena aku ingin melakukan hal yang sama dengan kamu Nay," ucap Mila lirih


"Mungkin karena aku ga pernah punya waktu lebih untuk memikirkan tentang Farhan, soalnya raja neraka yang aku punya selalu menemani aku dengan caranya sendiri." jawab Naya lalu tersenyum tipis


Mila yang sudah dalam keadaan setengah mabuk pun tertawa lepas mendengar hal tersebut


"Kamu jahat juga ya Nay, masa pacar baru kamu itu kamu kasih julukan raja neraka." ucap Mila di sela tawanya


Naya hanya tersenyum tipis dan Mila pun mulai mengehentikan tawanya


"Terima kasih ya Nay," ucap Mila dengan tulus


"Terima kasih untuk apa?"


"Terima kasih karena kamu bersedia menemani aku saat ini," jawab Mila lirih


Mila mulai mengambil gelas miliknya dan dengan cepat Naya langsung merampas gelas tersebut


"Aku rasanya sudah saatnya kamu untuk berhenti minum, sepertinya kamu sudah mulai mabuk." jelas Naya dengan tegas


"Kata siapa aku sudah mabuk? Aku masih kuat kok!!" protes Mila sambil mengerucutkan bibirnya


Naya menggelengkan kepalanya dengan wajah serius


"Aku tau hati kamu pasti terasa sakit saat ini karena aku sudah pernah merasakan apa yang kamu yang rasakan saat ini, tapi aku juga ga mungkin diam aja saat keadaan kamu sudah seperti ini." batin Naya


"Pulang yuk sudah malam," ucap Naya


"Sebentar lagi dong Nay, aku masih mau minum." ucap Mila

__ADS_1


Naya tetap memasang wajah serius tanda dia tidak setuju dengan hal tersebut


__ADS_2