Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Konferensi Pers


__ADS_3

FLASH BACK


Aura dingin yang sangat menakutkan keluar dengan sangat jelas dari sosok seorang Ardiansyah Herlambang pada saat itu, bahkan Irvan sendiri merasa sedikit ketakutan akan tindakan yang akan di perbuat oleh sang tuan muda. Suasana di dalam mobil tersebut semakin mencekam karena Ardi berdecak jengkel saat Naya mengabaikan panggilan telepon dari dirinya


"Jangan-jangan saat ini dia jadi marah karena artikel sampah itu, aku akan menghancurkan orang yang menerbitkan artikel tersebut kalau Naya sampai bertindak seperti kemarin!!" batin Ardi


"Apa Naya meninggalkan apartemen itu?" tanya Ardi dengan dingin


"Saya sudah meminta orang untuk memeriksa hal tersebut tuan muda dan hingga saat ini nona Naya masih berada di apartemen tersebut"


"Kalau begitu apa alasan dia mengabaikan panggilan telepon aku?" batin Ardi sambil mengeraskan rahangnya


Ardi pun mencoba menghubungi Naya sekali lagi dan hasilnya tetaplah sama, dengan perasaan yang sudah mulai tersulut emosi Ardi pun menghubungi mama Renata


"Halo"


"Aku cuma mau tanya satu hal sama mama, apa mama ada campur tangan dalam permasalahan ini?" tanya Ardi penuh penekanan


"Mama sama sekali ga tau menahu tentang hal ini," jawab mama Renata dengan tegas


Tanpa sadar Ardi pun berdecak jengkel mengingat Naya yang mengabaikan panggilan teleponnya


"Apa ada sesuatu yang bisa mama bantu?" tanya mama Renata dengan serius


"Sepertinya akan sedikit merepotkan kalau aku harus berhubungan dengan perempuan itu," batin Ardi


"Apa mama bisa minta perempuan itu untuk melakukan klarifikasi tentang artikel itu?"


Mama Renata pun tersenyum tipis di seberang sana karena itu adalah pertama kalinya seorang Ardiansyah Herlambang meminta sesuatu dari dirinya


"Untuk masalah itu kamu tenang aja ya, saat ini mama memang sedang menuju ke rumah sakit untuk menemui Anita secara langsung." jelas mama Renata


Ardi pun langsung mengerutkan keningnya mendengar hal tersebut


"Untuk apa?" tanya Ardi dengan dingin


"Bukankah sebelumnya kamu meminta mama untuk melakukan tugas mama sebagai orang tua? Mama ga mungkin berdiam diri karena mama yakin hal ini bisa mengganggu hubungan kamu dengan perempuan itu"

__ADS_1


Ardi pun tersenyum tipis mendengar hal tersebut


"Apa aku bisa mempercayakan masalah ini sama mama?"


"Kamu tenang aja, mama akan segera menghubungi kamu setelah masalah ini selesai." jawab mama Renata dengan yakin


Mama Renata pun menemui Anita dan meminta gadis tersebut untuk melakukan klarifikasi tentang artikel tersebut, sudah pasti wanita tersebut juga tidak ingin terjebak dalam permasalahan tersebut


Dengan nama besar keluarga mama Renata bukanlah hal yang sulit untuk menyiapkan sebuah konferensi pers, cukup banyak wartawan yang hadir di tempat itu dan Anita benar-benar hadir di sana sesuai permintaan mama Renata


"Dalam kesempatan ini saya ingin melakukan klarifikasi bahwa saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Ardiansyah Herlambang seperti yang ramai di beritakan belakangan ini, saya adalah teman kecil Ardiansyah Herlambang merangkap sebagai dokter pribadi yang menangani kesehatan nenek beliau." ucap Anita


Jepretan demi jepretan lampu kamera menghiasi tempat tersebut


"Saya mencekam keras orang yang menyebarkan berita tersebut dan menyebarkan foto sama bersama Ardiansyah Herlambang hingga membuat kehebohan seperti saat ini," lanjut Anita dengan tegas


Terlihat salah satu wartawan mengangkat tangannya


"Lalu bagaimana penjelasan anda dengan foto kalian yang tersebar?"


Terlihat para wartawan menganggukkan kepalanya karena hampir semua orang mengetahui tentang hal tersebut


"Apa yang saya lakukan saat itu hanya sebagai bentuk dukungan kepada teman kecil saya, jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa berita yang tersebar saat ini tidaklah benar." lanjut Anita dengan tegas


Mama Renata yang mengawal konferensi pers tersebut secara langsung pun tersenyum tipis


"Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu bersama perempuan yang kamu cintai Ardi, mama akan selalu memberikan dukungan mama karena cuma ini yang bisa mama lakukan untuk menebus kesalahan mama di masa lalu." batin mama Renata


FLASH OFF


Ardi pun tersenyum puas melihat rekaman yang mama Renata kirimkan kepada dirinya


"Naya pasti akan merasa tenang setelah melihat video ini," gumam Ardi dengan senyuman tipis di bibirnya


Di tempat yang berbeda Irvan baru saja masuk ke dalam apartemen Naya untuk mengambil ponsel Naya, saat akan keluar dari apartemen tersebut Irvan pun merasa sedikit terkejut karena Rendi sudah berdiri tepat di depan pintu apartemen tersebut


"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di dalam apartemen kak Naya?" tanya Rendi dengan tegas

__ADS_1


"Saya pengawal pribadi tuan muda Ardi"


Rendi pun melepaskan senyuman yang terlihat sinis


"Apa yang kamu lakukan di tempat ini?"


"Saya sedang mengambil ponsel nona Naya," jelas Irvan


Tiba-tiba saja Rendi langsung mencengkram kerah pakaian Irvan dengan wajah yang tidak bersahabat


"Bilang ke saya di mana kak Naya saat ini?!!"


Irvan pun mengerti apa yang ada di dalam benak Rendi pada saat itu sehingga dia tidak terpancing emosi, dia melepaskan tangan Rendi yang mencengkram pakaiannya dengan senyuman sopan


"Anda tidak perlu khawatir karena keadaan nona Naya baik-baik saja dan saat ini nona Naya berada di kediaman tuan muda"


Irvan pun menundukkan sedikit kepalanya lalu terlihat mulai meninggalkan apartemen tersebut, dengan cepat Rendi langsung melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Irvan


"Apa yang sedang anda lakukan?" tanya Irvan


"Saya ingin bertemu kak Naya sekarang juga, saya harus memastikan bahwa keadaan kak Naya baik-baik saja." jawab Rendi dengan tegas


Irvan pun langsung menghentikan langkah kakinya dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang tuan muda, dia juga menjelaskan keadaan yang sedang terjadi pada saat itu


"Bawa dia ke tempat ini dan perlakukan dia dengan baik, bagaimana pun juga dia adalah orang yang berharga untuk Naya." jawab Ardi di seberang sana


"Baik tuan muda"


Saat Rendi tiba di sana dia langsung di arahkan menuju ke ruang kerja Ardi sesuai arahan dari Ardi, saat itu Ardi hanya tak ingin kehadiran Rendi bisa mengganggu istirahat Naya. Kini mereka sudah duduk saling berhadapan dengan wajah Rendi yang kurang bersahabat


"Di mana kak Naya?" tanya Rendi dengan serius


"Kakak kamu sedang istirahat"


Di dalam kamarnya Naya baru saja terbangun dan melihat ponselnya sudah berada di atas meja yang berada di dalam kamar tersebut, dia pun melihat sebuah video yang di kirimkan oleh Mila tentang konferensi pers yang di lakukan oleh Anita


"Ternyata dia ga berbohong sama sekali, dia benar-benar ga memiliki hubungan apapun dengan perempuan ini. Astaga!! Kenapa dari awal aku ga percaya dengan penjelasan dia? Sepertinya aku harus minta maaf sama dia," batin Naya

__ADS_1


__ADS_2