Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Black Card


__ADS_3

Naya menyambut pagi hari yang indah dengan senyuman walaupun matanya terasa sedikit mengantuk karena kurang istirahat, Naya bersiap untuk pergi bekerja dan menyambut hari-hari baru di dalam hidupnya


Seperti biasa sang supir sudah menunggu Naya di depan apartemen tersebut, sebelum mobil tersebut mulai melaju sang supir memberikan Naya sebuah kotak makanan


"Saya di minta tuan muda untuk menyerahkan ini kepada nona Naya"


"Terima kasih," ucap Naya dengan tulus


Naya pun melihat sebuah note di atas kotak makanan tersebut


"Saya takut kamu bangun kesiangan dan tidak sempat sarapan, jadi saya siapkan sarapan untuk kamu karena saya tidak mau kamu sakit"


Naya pun tersenyum tipis membaca tulisan tersebut, saat Naya tiba di kantor dia mulai membuka kotak makan tersebut karena saat itu belum masuk jam kerja. Sedangkan Laura yang melihat Naya sudah hadir di tempat itu langsung memulai aksinya, dengan bangga dia mengatakan kepada semua orang bila sesaat lagi dia akan segera menikah dengan Farhan


Naya sendiri tidak mau terlalu perduli dengan hal tersebut, tapi Mila langsung menghampiri meja kerja Naya dan mengganggu acara sarapan dia pada saat itu


"Apa kamu baik-baik aja Nay?" tanya Mila dengan wajah yang terlihat cemas


"Aku baik-baik aja kok," jawab Naya sambil terus menyantap makanannya


"Aku tau selama ini kita memang ga terlalu dekat tapi kalau kamu butuh teman untuk cerita, kamu bisa menghubungi aku kapanpun itu Nay." ucap Mila dengan tulus


"Terima kasih ya karena kamu sudah perduli sama aku, tapi aku baik-baik aja kok." ucap Naya dengan yakin


Mila yang tidak tau apapun memilih untuk tidak memaksa Naya lebih jauh lagi dan perhatian gadis itu mulai tertuju ke menu sarapan Naya


"Tumben kamu bawa bekal sarapan Nay?"


"Kamu mau coba?" tanya Naya


"Ga usah Nay, aku sudah sarapan. Cuma tumben aja aku lihat kamu sarapan di sini," jelas Mila


"Tadi aku bangun agak kesiangan jadi aku belum sempat sarapan, terus ada orang baik hati yang kirim sarapan." ucap Naya lalu tersenyum membayangkan sang pengirim makanan

__ADS_1


Mila pun menjadi sedikit bingung melihat eskpresi wajah yang Naya tunjukkan pada saat itu, Mila merasa bahwa tidak ada kesedihan sedikit pun terselip di wajah Naya bahkan eskpresi wajah Naya layaknya seseorang yang sedang berbahagia


"Ya sudah aku balik ke meja aku dulu ya," ucap Mila


Naya hanya menjawab dengan sedikit anggukan kepalanya, entah mengapa saat itu Laura merasa sedikit jengkel karena Naya tak memberikan respon


Saat jam makan siang tiba ada beberapa rekan kerja Naya yang menghampiri meja kerjanya, mereka semua termasuk Mila mengajak Naya untuk makan siang bersama. Mereka berusaha untuk mendekatkan diri ke Naya karena merasa sedikit prihatin dengan nasib Naya


Di sisi lain Laura merasa semakin jengkel melihat hal tersebut, dia pun meminta Farhan untuk makan siang bersamanya. Ternyata saat itu Laura mengajak Farhan makan siang di tempat yang sama dengan Naya


"Kami boleh gabung bareng kalian ga?" tanya Laura lalu tersenyum


"Kenapa harus gabung sih? itu masih banyak meja yang kosong, kalau orang yang lagi kasmaran biasanya lebih suka berduaan aja." jawab Mila dengan nada yang sedikit sinis


Naya pun menjadi bingung sendiri dengan keadaan saat itu, entah mengapa Naya merasa semua orang terlihat kurang suka dengan Laura


"Kita duduk di meja yang lain aja Ra," timbal Farhan


Semua orang yang berada di tempat menatap Laura dengan tatapan mata yang terlihat sedikit aneh, sedangkan Naya tidak mungkin memperpanjang masalah tersebut


"Kalau memang mau gabung ya duduk aja Ra," ucap Naya


Tanpa rasa malu sama sekali Laura mendudukkan tubuhnya di meja yang sama dengan Naya, tiba-tiba saja sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel Naya dan orang yang mengirimkan pesan singkat tersebut adalah Ardi


"Apa malam ini kamu ada waktu? bagaimana kalau malam ini kita melakukan kencan pertama kita?"


Tanpa sadar Naya mengembangkan senyuman bahagia di bibirnya, entah apa yang merasuki hati Laura pada saat itu karena hatinya semakin tak suka melihat Naya seperti itu


"Tahun ini kita mau merayakan ulang tahun kamu di mana kak?" tanya Laura


Degh...


Farhan langsung menatap tajam ke arah Laura karena secara tidak langsung Laura sedang mengingatkan luka di dalam hatinya, seharusnya pada hari itu Farhan akan melamar Naya secara resmi dan menentukan tanggal pernikahan mereka

__ADS_1


"Apa maksud kamu Ra? apa kamu masih belum puas dengan semua ini?" batin Farhan


Sedang Naya hanya terdiam dan menatap ke arah Laura tetapi saat itu Laura memberikan sebuah senyuman yang penuh arti dan membuat Naya menjadi sedikit bingung


"Untuk tahun ini kita ga boleh cuma makan-makan seperti biasanya ya kak, soalnya kan pacar baru kak Naya orang tajir." ucap Laura


Sontak saja Farhan semakin tajam menatap ke arah Laura, sedangkan yang lainnya hanya bisa terdiam karena merasa tak enak hati terhadap Naya. Sedangkan yang Naya lakukan saat itu adalah memberikan senyuman terbaik yang dia miliki


"Apa ada tempat yang ingin kamu datangi Ra?" tanya Naya


"Maksud kamu kak?" tanya Laura dengan bodohnya


"Kalau memang ada tempat yang mau kamu datangi , kamu ga perlu menunggu hari ulang tahun kak Naya. Sekarang juga kamu bisa datang ke sana dan kak Naya yang akan menanggung semua biayanya," jawab Naya dengan santai


Harga diri Laura pun merasa tersakiti dengan ucapan Naya, sedangkan Naya saat itu sudah tidak ingin lagi menundukkan kepalanya di hadapan Laura


"Wah!! kamu benar-benar keren kak, bagaimana kalau pulang kerja nanti kita semua datang ke karaoke dan bersenang-senang untuk melepas penat? Sekalian kamu undang pacar baru kamu itu ya kak," ucap Laura sambil sumringah


Naya pun tersenyum tipis dan mulai mengeluarkan sebuah kartu yang pernah di berikan oleh Ardi, dia meletakkan kartu tersebut di atas meja dan mendorong kartu tersebut ke arah Laura. Sontak saja semua mata yang berada di tempat itu langsung terbelalak melihat black card tersebut


"Kamu bisa pergi membawa siapapun yang kamu inginkan Ra, tapi maaf karena kak Naya ga bisa menemani kamu. Kak Naya sudah ada janji mau makan malam dengan laki-laki itu," ucap Naya lalu tersenyum tipis


"Sial!! apa-apaan sih laki-laki itu?!! hubungan mereka masih seumur jagung, kenapa dia sudah kasih kak Naya black card?!!" batin Laura sambil mengeraskan rahangnya


Farhan pun sudah tidak tahan lagi dengan semua perbuatan Laura, dia pun memilih untuk langsung bangkit dari duduknya


"Maaf semuanya saya duluan," ucap Farhan


Tanpa menunda waktu lagi Farhan segera meninggalkan tempat tersebut, sedangkan Laura langsung mengejar Farhan dengan wajah yang sedikit panik


"Sayang tunggu," ucap Laura


Farhan seolah tidak perduli dan terus melangkahkan kakinya dengan sedikit cepat

__ADS_1


__ADS_2