Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Kekecewaan Hati Farhan


__ADS_3

Tapi rasa tenang yang di rasakan oleh Laura dan kedua orang tuanya tidak bisa berlangsung dengan lama karena Farhan kembali membuka suara


"Saya janji akan bertanggung jawab penuh atas semua kebutuhan Laura dan anak kami, tapi saya hanya bisa bertanggung jawab sampai di batas itu om. Saya benar-benar tidak bisa untuk menikahi Laura," ucap Farhan dengan yakin


Brak...


Papa Tomi yang sudah tidak bisa menahan amarahnya memukul meja yang berada di hadapannya dengan cukup kuat


"Apa maksud kamu Farhan?!!" teriak papa Tomi penuh amarah


"Dari awal kami berdua sudah sepakat untuk melakukan hal itu tanpa harus terikat dengan sebuah status om, bahkan Laura sendiri yang sudah berkali-kali meyakinkan saya kalau dia tidak akan pernah meminta pertanggung jawaban apapun dari saya om."jawab Farhan dengan tegas


Farhan pun langsung menatap ke arah Laura dengan senyuman sinis di bibirnya, sedangkan Laura saat itu sudah menatap Farhan dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca


"Semua kata-kata aku itu benar kan Ra?" tanya Farhan dengan sinis


Laura hanya bisa terdiam dengan air mata yang mulai mengalir


"Bajingan kamu Farhan!! kamu benar-benar laki-laki bajingan Farhan!! dalam keadaan seperti ini kamu masih tetap menolak untuk menikahi aku!!" maki Laura di dalam hatinya


Sebagai orang tua papa Tomi sudah tak sanggup lagi menahan gejolak amarah yang sedang dia rasakan pada saat itu, dengan cepat dia pun segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Farhan


Buk...


Sebuah bogem mentah berhasil mendarat dengan mulus di wajah tampan Farhan, mama Airin yang melihat hal tersebut pun segera bangkit dan memeluk tubuh sang suami dari belakang


"Bajingan kamu Farhan!! apa sekarang kamu masih tidak mau bertanggung jawab?!!" teriak papa Tomi penuh amarah


"Pah sudah pah, kita harus bicarakan semuanya dengan kepala dingin. Terbawa emosi ga akan menyelesaikan masalah dengan baik pah," ucap mama Airin lirih

__ADS_1


"Saya bersedia menerima hukuman apapun yang akan di berikan kepada saya tapi keputusan saya sudah bulat, apapun yang terjadi saya tetap tidak akan menikahi Laura." jawab Farhan dengan yakin


Saat itu papa Tomi di buat semakin murka mendengar ucapan Farhan


"Dasar laki-laki bajingan kamu Farhan!!" teriak papa Tomi penuh amarah


Dengan mudahnya papa Tomi berhasil melepaskan tubuhnya dari pelukan sang istri, dengan penuh amarah papa Tomi menghujani wajah tampan Farhan dengan bogem mentah


Bak.. Buk.. Bak.. Buk


Entah sudah berapa banyak bogem mentah yang berhasil mendarat di wajah tampan Farhan pada saat itu, mama Airin pun di buat menjadi panik dengan keadaan saat itu. Mama Airin pun memeluk tubuh sang suami dari belakang sekali lagi dengan sangat erat


"Sudah pah, mama mohon hentikan semua ini pah." ucap mama Airin lirih dengan air mata yang sudah mengalir dengan hebat


Mendengar suara sang istri yang sudah seperti itu membuat papa Tomi langsung mendapatkan kembali kesadarannya, papa Tomi langsung mengehentikan semua aksinya dan memeluk tubuh mama Airin dengan erat


"Maaf ya mah, papa kehilangan kontrol." ucap mama Tomi dengan lembut


"Apa sekarang kamu sudah puas Ra? apapun yang terjadi aku ga akan pernah menikahi kamu, aku benar-benar menyesal pernah mengenal perempuan seperti kamu Ra. Kamu membuat hidup aku menjadi berantakan!!" batin Farhan


Saat itu tak ada kesepakatan yang bisa di raih dari pertemuan tersebut, tapi yang pasti saat itu hati Farhan benar-benar merasa kecewa terhadap perbuatan Laura. Farhan pun segera berpamitan dan meninggalkan tempat itu, dengan hati yang sudah tak karuan Farhan memilih untuk mendatangi rumah Naya


Farhan benar-benar berharap bisa menemukan Naya dan memohon maaf dengan sepenuh hati, setelah cukup lama Farhan berada di tempat itu Naya tetap tak menunjukkan batang hidungnya di tempat itu


"Sebenarnya kamu ada di mana sih Nay? aku cuma ingin memohon maaf sama kamu Nay, aku benar-benar menyesali perbuatan aku selama ini Nay." gumam Farhan lirih


Naya sendiri sedang merasa sedikit bingung dengan apa yang harus dia lakukan di tempat mewah tersebut, Naya pun mulai membuka tas miliknya dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas tersebut


"Astaga!! aku baru ingat kalau dari semalam aku mematikan handphone aku," gumam Naya

__ADS_1


Naya pun mulai menghidupkan ponselnya, tak lama kemudian ponsel Naya terus saja berbunyi tanda notifikasi masuk ke dalam ponselnya. Saat itu ada banyak sekali pesan singkat dan panggilan tak terjawab yang masuk ke ponsel Naya, Naya pun tersenyum getir karena sebagian besar hal tersebut di lakukan oleh Farhan yang terus berusaha untuk menghubunginya


Perhatian Naya pun langsung tertuju ke beberapa pesan singkat yang di kirimkan oleh tante Airin, di situ juga tertulis bahwa tante Airin berusaha menghubungi dirinya beberapa kali


"Ada apa ya? kenapa tante Airin menghubungi aku sampai beberapa kali?" gumam Naya


Naya pun mulai membuka pesan singkat yang di kirimkan oleh tante Airin


"Kamu ada di mana Nay? kenapa tante ga bisa menghubungi kamu? apa keadaan kamu baik-baik aja sayang? tante cuma mau minta maaf sama kamu atas kesalahan Laura terhadap kamu sayang," isi pesan singkat pertama


Pesan singkat tersebut di kirimkan sudah melewati tengah malam, tante Airin mengirimkan pesan singkat tersebut setelah dia berhasil menenangkan Laura


"Kenapa handphone kamu masih belum aktif juga sayang? tante tau pasti saat ini kamu kecewa sama kami semua, tapi apa tante bisa bertemu dengan kamu Nay? ada sesuatu yang sangat penting yang harus kami bahas dengan kamu Nay, tante harap kamu bisa secepatnya menemui tante." isi pesan singkat ke dua


Naya pun membuang nafasnya dengan kasar


"Sebesar apapun kesalahan yang telah Laura lakukan, ga bisa merubah kenyataan kalau selama ini tante Airin sudah sangat baik sama aku. Aku juga ga mungkin ikut melibatkan tante Airin dalam permasalahan ini, bagaimana pun juga selama ini om dan tante ga pernah membeda-bedakan antara aku dan anak kandung mereka." gumam Naya lirih


Naya masih larut dalam pemikirannya sendiri tetapi tiba-tiba saja ponsel Naya mulai berdering, Naya pun mengerutkan keningnya karena dia tidak mengenal nomor telepon yang menghubunginya saat itu


"Halo," sapa Naya


"Apa yang sedang kamu lakukan saat ini?" tanya orang di seberang sana


Naya pun langsung membulatkan kedua bola matanya karena dia yakin suara tersebut adalah suara dari Ardiansyah Herlambang


"Dari mana anda bisa tau nomor telepon saya?" tanya Naya dengan tegas


"Kamu ngomong apa sih? saya bahkan sudah tau semua tentang kamu, termasuk seluruh anggota tub...."

__ADS_1


"Stop!!" teriak Naya dengan wajah panik


__ADS_2