Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Pengawal Pribadi Kamu


__ADS_3

FLASH BACK


Ardi sudah mulai memegang handle pintu ruang kerja sang mama, tetapi tiba-tiba saja mama Renata mulai membuka suara


"Mulai detik ini mama janji tidak akan menganggu hubungan kamu dengan perempuan itu," ucap mama Renata lirih


Ardi pun memutar tubuhnya dan menatap mama Renata dengan lekat


"Sebenarnya selain menemui perempuan itu mama juga sudah menemui saudara perempuannya, mama menjadikan anak dalam kandungan dia sebagai ancaman untuk mereka berdua." jelas mama Renata


Aura dingin langsung menyelimuti ruangan tersebut


"Mama tau mama sudah banyak berbuat salah sama kamu, setidaknya saat ini mama sedang berbicara jujur sama kamu agar kamu bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik." ucap mama Renata dengan senyuman yang terlihat sedikit getir


Saat itu Ardi tetap terdiam dengan ekspresi wajah yang terlihat sama


"Apa kamu perlu bantuan mama untuk menyelesaikan permasalahan ini?" tanya mama Renata


"Aku rasa aku bisa menyelesaikan ini semua dengan baik, apa ada lagi yang belum mama ceritakan?"


Mama Renata terlihat menggelengkan sedikit kepalanya


"Mama hanya berbuat sejauh itu"


FLASH OFF


Saat Laura kembali ke dalam apartemen tersebut dia bisa melihat bahwa Naya benar-benar bahagia berada di samping Ardi, bahkan Laura menjadi tak habis pikir karena Ardi berubah menjadi sosok yang berbeda dengan sosok yang baru saja dia temui sebelumnya


"Aku sudah banyak berbuat salah sama kamu kak, dan aku harap kamu bisa bahagia bersama laki-laki ini." batin Laura


Semua menghabiskan malam di tempat itu dengan saling berbincang ringan, sebenarnya Ardi sudah menawarkan beberapa tempat untuk merayakan hal tersebut. Tetapi Naya tidak ingin melakukan hal tersebut, karena bagi Naya ada kebahagiaan tersendiri dalam sebuah kebersamaan


Hari demi hari terus berlalu dan hari pernikahan Laura pun sudah berada di depan mata, Naya menjadi salah satu orang yang ikut sibuk menyiapkan hal tersebut. Dia merasa bertanggung jawab sebagai seorang kakak untuk hari penting tersebut


Di sisi lain mama Renata bagaikan kehilangan semangat hidupnya belakangan ini setelah mengetahui semua yang telah terjadi, ada sebuah penyesalan dan rasa bersalah yang tidak bisa dia abaikan begitu saja di dalam hatinya. Itu semua membuat sang mama merasa sedikit sedih karena mama Renata tetap memilih untuk menutup rapat mulutnya


Malam itu Naya baru selesai membersihkan diri dan tiba-tiba saja ponselnya berdering, orang yang menghubungi Naya pada saat itu adalah sang kekasih hati


"Kamu sedang apa?" tanya Ardi

__ADS_1


"Saya baru selesai mandi"


"Apa kamu sudah makan malam?"


"Saya baru mau pesan makanan siap saji, apa kamu sudah makan malam?"


"Siap-siap, sebentar lagi saya sampai di apartemen kamu. Kita makan malam di luar aja"


Naya pun bergegas untuk bersiap-siap dan tak butuh waktu yang lama Ardi sudah menunggu Naya di lantai bawah, saat mereka sedang menyantap makan malam mereka terlihat beberapa kali Ardi memperhatikan Naya


"Apa ada yang makanan di wajah saya?" tanya Naya


Ardi menggelengkan kepalanya


"Kalau begitu kenapa dari tadi kamu curi pandang terus?"


"Makan yang banyak, belakangan ini kamu terlihat sedikit kurus." jawab Ardi


"Belakangan ini saya memang kurang selera makan," jawab Naya dengan santai


Mendengar hal tersebut Ardi langsung menatap Naya dengan lekat


"Apa perlu saya panggilkan dokter untuk memeriksa kamu?"


Naya pun langsung memasang wajah malas


Ardi pun langsung memasang wajah dingin karena sedikit tidak suka mendengar hal tersebut, tak ingin memperpanjang masalah Naya pun langsung melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki


"Saya melakukan hal itu untuk kita juga, bukankah kita akan mengumumkan hubungan kita setelah acara ini selesai." ucap Naya


"Saya tetap tidak suka kalau kamu jadi sakit karena hal ini"


"Kamu tenang aja, saya baik-baik aja kok"


"Kalau begitu makan yang banyak," ucap Ardi dengan serius


"Apa kamu suka anak kecil?" tanya Naya


Ardi langsung meletakkan peralatan makan yang berada di tangannya dan menatap ke arah Naya dengan lekat

__ADS_1


"Apa saat ini kamu sedang mengandung?"


Naya pun langsung memasang wajah malas


"Kalau bukan karena itu, untuk apa kamu tanya tentang hal itu?"


"Kamu bilang kita mau mengumumkan tentang hubungan kita sebentar lagi, berati kita harus mulai merencanakan semuanya dengan baik. Saya cuma ingin tau apa kamu suka dengan anak kecil?" jelas Naya


"Kamu mau saya menjawab dengan jujur?"


Naya pun langsung menganggukkan kepalanya dengan wajah yang antusias


"Saya tidak suka anak kecil karena terlalu berisik, saat nanti saya menikahi kamu kita bisa melakukan program untuk menunda kehamilan kamu. Saya tidak ingin mempunyai anak dengan cepat." jawab Ardi dengan serius


'Karena saya ingin memiliki waktu lebih banyak berduaan sama kamu tanpa hadirnya orang ketiga secepat mungkin," batin Ardi


Sayangnya kata-kata terakhir Ardi hanya dia ucapkan di dalam hatinya dan membuat Naya merasa sedikit salah paham, Naya pun hanya bisa terdiam dan melepaskan senyuman di bibirnya. Malam itu berakhir dengan sebuah kesalahan pahaman yang cukup besar di antara mereka berdua, tetapi bodohnya kedua orang tersebut tidak saling mengungkapkan apa yang mereka inginkan


Waktu pun terus berlalu dan hari di mana Laura akan merubah status di dalam hidupnya pun telah tiba, sebuah gedung yang cukup ternama di jadikan tempat untuk merayakan hari bahagia tersebut. Sedari pagi Naya sudah di sibukkan dengan banyak hal dan dia pun harus sedikit menjauh dari kerumunan karena sang kekasih hati menghubungi dirinya


"Halo"


"Jangan lupa untuk makan dan saya tidak suka kalau kamu terlalu lelah untuk mengurus acara itu," ucap Ardi dengan tegas


"Baik tuan muda"


"Kamu bukan Irvan, jadi kamu di di larang mengucapkan kata-kata seperti itu"


"Nanti malam kamu jadi datang ke tempat ini?" tanya Naya


"Saya pasti datang, saya harus menjaga kamu dari incaran laki-laki yang datang ke tempat itu." jawab Ardi dengan tegas


Naya pun tertawa lepas mendengar hal tersebut


"Berarti nanti malam kamu bertugas sebagai pengawal pribadi saya?" tanya Naya di sela tawanya


"Betul sekali, saya adalah pengawal pribadi kamu yang merangkap sebagai kekasih kamu"


Mereka pun terus berbincang dan Naya mulai mengakhiri percakapan mereka karena Naya di minta untuk bersiap-siap di make up, setelah mereka mengakhiri percakapan mereka tiba-tiba saja ponsel Ardi pun berdering

__ADS_1


"Halo"


Wajah Ardi tampak sedikit pucat setelah mendengarkan penjelasan dari orang yang berada di seberang sana, orang yang menghubungi Ardi saat itu adalah mama Renata dan mama Renata menjelaskan bahwa sang nenek sedang di larikan ke rumah sakit


__ADS_2