
FLASH BACK
Nico muda menjalin percintaan untuk pertama kalinya dengan seorang gadis yang sangat populer di kampusnya, Nico mencurahkan seluruh cinta dan hidupnya untuk gadis tersebut. Nico menjaga gadis tersebut dengan sangat baik karena dia ingin gadis tersebut menjadi pasangan hidupnya
Kisah percintaan mereka berjalan dengan sangat lancar tanpa ada satupun halangan yang berarti, bahkan setelah lulus kuliah mereka mulai membahas untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Tapi tiba-tiba saja pada suatu hari
"Aku rasa kita harus mengakhiri semuanya sampai di sini," ucap Nilam dengan wajah serius
"Kamu ngomong apa sih? bercanda kamu ga lucu sayang"
"Aku ga bercanda, sekarang sudah saatnya aku memikirkan masa depan aku. Dan aku rasa aku ga mungkin menempuh jalan itu bersama kamu"
"Apa alasan kamu tiba-tiba membuat keputusan seperti ini?" tanya Nico dengan serius
Nilam hanya terdiam dan memberikan sebuah senyuman yang penuh arti
"Apa karena saat ini keadaan keluarga aku sedang terpuruk?"
"Bagus kalau kamu sudah tau alasannya, setidaknya aku ga perlu repot-repot lagi menjelaskan itu semua sama kamu." jawab Nilam dengan nada sedikit sinis
Nico pun hanya terdiam dan terus memperhatikan Nilam dengan seksama, dia masih berharap bahwa gadis tersebut hanya bercanda seperti biasanya
"Aku sudah minta bantuan dari papa aku untuk mencarikan aku laki-laki yang baik," lanjut Nilam dengan serius
Nico pun akhirnya menyadari bahwa semua yang di katakan oleh Nilam bukan hanya sekedar candaan, tapi dia juga tidak mungkin menyerah begitu saja untuk melepaskan perempuan yang sangat dia cintai tersebut
Nico pun berusaha untuk membujuk sang kekasih hati agar merubah jalan pikirannya pada saat itu, tetapi Nilam tetap pada pendiriannya dan berpikiran bahwa dia tidak akan bisa hidup dengan layak bila dia meniti jalan kehidupan bersama Nico
Tak butuh waktu yang lama Nilam sudah menyebarkan undangan dan akan segera menikah dengan laki-laki pilihan sang papa, kehidupan Nico pun menjadi berantakan pada saat itu. Karena di saat keluarganya sedang terpuruk di saat itu juga dia harus menelan pil kepahitan dari sang kekasih
FLASH OFF
__ADS_1
Nilam adalah kakak pertama dari Mila dan Nico sempat beberapa kali bertemu dengan Mila saat Mila masih sangat muda, pada malam itu secara kebetulan Mila menggunakan kata-kata yang sama dengan yang dia gunakan saat pertemuan terakhir antara Nico dan Nilam
Saat itu Mila belum menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi, tapi yang pasti dia merasa marah dan tidak terima karena laki-laki tersebut memeluk tubuhnya secara sembarangan. Dengan penuh amarah Mila menampik tangan Nico yang memeluk tubuhnya, dia juga mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dengan wajah yang tidak bersahabat
"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap saya bajingan?!!" teriak Mila penuh amarah
Nico pun terpaksa mendudukkan tubuhnya dengan sempurna walaupun rasa kantuk masih lebih mendominasi, Mila bisa melihat bahwa laki-laki tersebut hanya bertelanjang dada tetapi tetap saja dia dalam keadaan polos. Akhirnya Mila pun menyadari siapa laki-laki yang berada di hadapannya pada saat itu
"Kamu!!" ucap Mila penuh penekanan
"Kenapa?" tanya Nico dengan wajah malasnya
"Kenapa kamu bisa ada di sini? kenapa keadaan saya bisa seperti ini?!!" teriak Mila
Nico yang merasa sedikit jengkel karena acara tidurnya terganggu pun mengusap wajahnya dengan kasar
"Kenapa harus teriak-teriak sih? Apa kamu ga bisa ngomong secara baik-baik?" tanya Nico penuh penekanan
Dug....
Nico membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena kepalanya harus menerima kepalan tangan Mila
"Bicara baik-baik kepalamu itu!!" teriak Mila penuh amarah
Nico tersenyum puas di dalam hatinya saat melihat sikap Mila yang seperti itu, dengan begitu dia bisa semakin yakin untuk mempertahankan Mila karena gadis tersebut adalah gadis baik-baik. Nico pun berniat membalas perbuatan Mila dengan sedikit mempermainkan gadis tersebut
"Berani-beraninya kamu pukul saya, yang seharusnya marah itu saya karena semalam kamu sudah melecehkan saya." ucap Nico dengan wajah serius
Ekspresi wajah Mila saat itu menunjukkan dengan jelas bahwa dia tidak percaya dengan ucapan Nico begitu saja, Nico pun mulai memperlihatkan beberapa bekas lipstik yang berada di tubuhnya. Ternyata hal tersebut sudah Nico persiapkan sebelum dia merebahkan tubuhnya di samping Mila
" Apa sekarang kamu masih mau mengelak?" tanya Nico dengan wajah serius
__ADS_1
Dengan bodohnya Mila mempercayai hal tersebut begitu saja, ternyata Mila adalah tipe orang yang akan melupakan semua kejadian yang telah terjadi bila dia dalam keadaan mabuk
"Apa ini artinya aku sudah menjadi perempuan kotor? Dan yang lebih memalukan lagi adalah aku melakukan hal itu bukan dengan kekasih aku sendiri," batin Mila
Air mata pun mulai terjatuh dari pelupuk mata Mila, saat itu Mila merasa bahwa dunia yang dia miliki sudah hancur tak tersisa. Sedangkan Nico menjadi sedikit panik dan tak sampai hati untuk melanjutkan sandiwara yang sedang dia lakukan pada saat itu
"Kenapa nangis sih? oke, saya minta maaf"
Mila pun mulai menatap Nico dengan air mata yang mengalir semakin hebat
"Apa permintaan maaf dari kamu bisa mengembalikan kehidupan aku?" tanya Mila lirih
"Tapi kita memang bel.."
"Apa kamu melakukan hal ini untuk membalas perbuatan kak Nilam terhadap kamu?" potong Mila
Nico merasa bahwa dia tidak mungkin bisa menjelaskan semua secara baik-baik kepada Mila, dia pun segera menyergap tubuh Mila membuat tubuh gadis tersebut terbaring di atas tempat tidur. Dengan mudahnya Nico berhasil menahan semua pergerakan tubuh gadis tersebut
"Kamu mau apa bajingan?!! lepasin saya sekarang juga!!" teriak Mila sambil berusaha untuk meronta
"Awalnya saya memang ingin membalas perbuatan Nilam kepada kamu karena kamu telah mengingatkan saya tentang kejadian itu, tapi saya bisa menjamin sepenuhnya kalau saya belum melakukan sampai sejauh itu. Tapi kamu juga ga boleh menyalahkan saya atas kejadian ini, karena kamu sendiri yang meminta saya untuk menemani kamu di sini." jelas Nico dengan tegas
Air mata Mila pun mengalir semakin hebat dan Nico mendekatkan bibirnya ke telinga Mila
"Apa kamu lupa kalau tadi malam kamu yang lebih dulu mencium bibir saya? jangan lupa, kamu juga sudah memutuskan untuk memilih saya. Itu yang membuat saya tidak bertindak lebih jauh karena saya ingin menjaga kamu dengan baik, jadi mulai sekarang kamu harus bertanggung jawab terhadap saya." bisik Nico dengan lembut
Nico juga memberikan ciuman lembut di kening Mila dan seketika membuat Mila membeku, Nico pun mulai melepaskan tangan Mila tapi bodohnya gadis tersebut tidak menyadari hal tersebut. Nico pun tersenyum tipis karena melihat Mila hanya terpaku
"Apa kamu berniat untuk seperti itu terus? Atau jangan-jangan saat ini kamu sedang menggoda saya?" tanya Nico dengan senyuman menggoda
Mila pun melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Nico
__ADS_1