Terjerat Cinta Sang Penguasa

Terjerat Cinta Sang Penguasa
Sudah Menemukan Kebahagiaan


__ADS_3

Ardi dan anggota keluarga yang lainnya mengantarkan kepergian sang nenek ke tempat peristirahatan terakhirnya, semua orang yang berada di sana tak sanggup menahan air mata mereka karena sang nenek benar-benar sosok yang baik di mata semua orang. Bahkan seorang Ardiansyah Herlambang terus meneteskan air matanya dalam diam


Selesai acara penguburan Ardi membawa Anita ke sebuah mini cafe yang berada tak jauh dari tempat itu, Anita pun menyerahkan surat yang pernah di tinggalkan oleh sang nenek kepada Ardi


"Cuma ini?" tanya Ardi


Anita menganggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat


"Boleh saya menggenggam tangan kamu kak?" tanya Anita


Ardi pun langsung menampilkan wajah dingin khas dirinya, sedangkan Anita menampilkan sebuah senyuman yang terlihat hangat


"Jangan salah paham sama, saya hanya ingin mengabulkan keinginan terakhir nenek kamu." jelas Anita


"Maksud kamu?" tanya Ardi dengan dingin


"Nenek selalu cerita tentang sikap kamu kepada setiap wanita kak, nenek ingin saya menggenggam tangan kamu dan membuat hidup kamu berjalan normal layaknya seperti orang lain"


Ardi pun tersenyum dingin


"Ga masalah kalau kamu ga mengizinkan hal tersebut, tapi yang pasti kamu sudah mengabaikan salah satu keinginan terakhir nenek." ucap Anita dengan santai


Ardi pun mengembuskan nafasnya dengan kasar lalu mengulurkan tangannya di atas meja mendekat ke arah wanita tersebut, Anita menggenggam tangan Ardi dengan senyuman hangat di bibirnya


Ardi pun segera bangkit dari duduknya dan meninggalkan tempat itu begitu saja, tapi seorang Ardiansyah Herlambang tidak menyadari bahwa saat tangannya sedang di genggam oleh seorang wanita telah di abadikan dalam bentuk foto oleh seseorang


"Apa kita akan langsung kembali tuan muda?" tanya Irvan


"Hem"


Di perjalanan tersebut Ardi mulai membuka surat yang di tinggalkan oleh sang nenek


Hai sayang,


Kalau kamu sampai membaca surat yang nenek tinggalkan ini berarti saat ini nenek sudah tidak bisa menemui kamu lagi, maaf karena nenek hanya bisa meninggalkan surat ini sebagai kenang-kenangan untuk kamu


Kamu harus tau kalau nenek sangat menyayangi kamu melebihi siapapun, nenek juga selalu berdoa agar kamu menemukan kebahagiaan kamu suatu saat nanti. Nenek ingin meminta maaf karena sampai detik terakhir nenek tetap tidak bisa merubah suasana hati kamu menjadi lebih baik


Nenek memang tidak pernah mengetahui permasalahan hati kamu yang sebenarnya, tapi nenek selalu merasa bahwa itu semua berasal dari mama kamu. Nenek harap kamu bisa melepaskan semua permasalahan hati kamu sayang, hanya dengan cara itu kamu bisa menemukan kebahagiaan di dalam hidup kamu

__ADS_1


Sebagai permintaan terakhir nenek tolong gantikan nenek sebagai penjaga mama kamu


Dari nenek yang selalu mencintai kamu..


Ardi pun tersenyum getir setelah membaca surat tersebut


"Saat ini nenek bisa beristirahat dengan tenang nek karena aku sudah menemukan kebahagiaan di dalam hidup aku, aku janji akan menjadi pengganti nenek untuk menjaga mama." batin Ardi


Selama di pesawat Ardi pun tertidur dengan pulas karena tubuhnya sudah merasa lelah, tetapi di tempat yang berbeda Naya sedang menjatuhkan air matanya karena melihat sebuah artikel di sebuah berita. Artikel tersebut mengatakan tentang penyatuan dua keluarga besar yaitu Ardi dan Anita


"Jadi karena ini dia ga ingin aku datang ke sana? Atau jangan-jangan karena ini juga dia ga ingin punya anak dari aku, karena aku cuma berperan sebagai wanita dia sedangkan perempuan itu yang akan tercatat sebagai pendamping hidupnya." batin Naya


Naya pun hanya menangis dengan hebat karena hatinya terasa sakit pada saat itu, ponselnya beberapa kali berdering dan Rendi adalah orang yang menghubungi Naya pada saat itu. Ternyata Rendi juga membaca tentang artikel tersebut


Rendi pun merasa semakin cemas karena Naya tak menjawab satupun panggilan telepon dari dirinya, dengan hati penuh amarah Rendi yang sedang bekerja langsung bangkit dari duduknya


"Mau kemana?" tanya sang manager


"Saya mau izin keluar sebentar pak, ada urusan yang sangat mendadak." jawab Rendi dengan wajah yang terlihat panik


"Kamu cuma bisa pergi setelah kamu menjelaskan proyek yang kamu pegang kepada investor, sekarang mereka semua sudah berada di dalam ruang rapat." ucap sang manager dengan tegas


"Ada apa?" tanya Ardi


"Ada sebuah artikel tentang anda tuan muda"


Ardi pun tersenyum dingin mendengar hal tersebut


"Bukankah mereka memang selalu menulis tentang saya di setiap kesempatan"


"Tapi sekali ini berita tentang anda akan menjalin pernikahan dengan seorang wanita tuan muda"


Ardi langsung mengehentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Irvan dengan lekat


"Dengan Naya?"


"Bukan tuan muda"


Aura dingin langsung terpancar dengan kuat dari diri seorang Ardiansyah Herlambang

__ADS_1


"Minta orang untuk menyelesaikan masalah ini"


"Baik tuan muda"


Ardi pun sedikit mempercepat langkah kakinya dengan perasaan yang sudah tak menentu


"Siapa orang yang berani berbuat kurang ajar seperti ini? Itu semua tidak terlalu penting, yang terpenting saat ini apakah Naya membaca artikel tersebut?" batin Ardi sambil mengeraskan rahangnya


Ardi pun langsung mencoba menghubungi Naya saat sudah berada di dalam mobilnya, tapi panggilan telepon tersebut di abaikan oleh Naya karena Naya sudah tertidur setelah lelah menangis


"Ke apartemen Naya sekarang juga!!" ucap Ardi penuhi penekanan


"Baik tuan muda"


Naya mulai terbangun karena suara bel di apartemen tersebut terus saja berbunyi, dengan keadaan setengah sadar Naya membukakan pintu


"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Naya


Ternyata orang yang berada di depan pintu apartemen Naya saat itu adalah Farhan


"Apa kamu habis menangis Nay? Apa karena artikel tentang laki-laki itu?"


Naya pun memilih untuk langsung memasang wajah serius


"Apapun yang terjadi di antara bukan urusan kamu kak, sebaiknya kamu segera pergi dari sini sebelum ada yang salah paham." jawab Naya dengan tegas


Naya sudah akan menutup pintu apartemen tersebut dan dengan cepat Farhan langsung menahan pintu tersebut


"Ada apa lagi kak?" tanya Naya penuh penekanan


"Kapanpun kamu membutuhkan bantuan dari aku kamu bisa langsung menghubungi aku Nay, karena sampai kapanpun posisi kamu di dalam hati aku ga akan pernah bisa tergantikan." ucap Farhan dengan bersungguh-sungguh


Senyuman yang terlihat sedikit sinis langsung terpampang di wajah cantik Naya


"Sebaiknya kamu mulai belajar untuk merubah posisi di dalam hati kamu kak, karena sampai kapanpun aku ga akan pernah kembali ke sisi kamu." jawab Naya dengan tegas


Farhan hanya bisa terdiam dengan ekspresi wajah yang terlihat penuh penyesalan


"Aku minta kamu untuk pergi dari tempat ini kak, aku juga berharap ini terakhir kalinya kamu datang untuk menemui aku kalau hanya berbicara tentang omong kosong. Kamu harus ingat kalau saat ini aku adalah kakak ipar kamu," lanjut Naya

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Naya menutup pintu apartemen tersebut


__ADS_2